<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Republik NLP (tm)</title>
	<atom:link href="http://republiknlp.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republiknlp.com</link>
	<description>Sebuah Mimpi Mengenai Neuro-Linguistic Programming</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 06:28:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>DEAL WITH PEOPLE YOU CAN’T STAND</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/28/deal-with-people-you-can%e2%80%99t-stand/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/28/deal-with-people-you-can%e2%80%99t-stand/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 06:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[PERCEPTUAL POSITION AND WELL-FORMED OUTCOMES HELP YOU TO DEAL WITH PEOPLE YOU CAN’T STAND Oleh : Okina Fitriani, Licensed Practitioner of NLP(TM) Apa yang anda rasakan, jika anda menghadapi seseorang yang judes, dingin, bahkan menganggap anda tidak ada ketika anda berbicara dengannya? Mungkin hanya dengan membayangkannya saja, sudah muncul perasaaan kesal, marah atau sensasi-sensasi negative [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERCEPTUAL POSITION AND WELL-FORMED OUTCOMES </strong></p>
<p><strong>HELP YOU TO DEAL WITH PEOPLE YOU CAN’T STAND</strong></p>
<p><strong>Oleh : Okina Fitriani, Licensed Practitioner of NLP(TM) </strong></p>
<p>Apa yang anda rasakan, jika anda menghadapi seseorang yang judes, dingin, bahkan menganggap anda tidak ada ketika anda berbicara dengannya?</p>
<p>Mungkin hanya dengan membayangkannya saja, sudah muncul perasaaan kesal, marah atau sensasi-sensasi negative lainnya dalam hati anda.</p>
<p>Jika anda berdarah preman mungkin anda akan menggebrak meja dihadapan orang tersebut. (hhhmmm apakah istilah preman ini mengingatkan anda pada kawan kita saat perkenalan peserta Licensed NLP Practitioner  batch #10? siapakah dia?  J)</p>
<p>Jika anda bermental baja, mungkin anda tetap cuek nyerocos dan berharap satu dua informasi nyangkut di kepalanya.</p>
<p><span id="more-146"></span></p>
<p>Atau… anda memilih meninggalkannya dan berkata dalam hati “Emang siapa lu!”</p>
<p>Maka anda akan membuat kesimpulan bahwa dia adalah “ORANG SULIT”</p>
<p>Jika orang tersebut tidak penting dalam pencapaian tujuan anda, anda bisa memilih berbuat apa saja, tetapi seringkali “si nyebelin” itu adalah orang yang cukup penting dalam pencapaian tujuan anda.”</p>
<p>Kawan saya, seorang agen asuransi, mengeluh sering “dikacangin” alias dicuekin oleh calon nasabahnya. Meskipun darah mendidih, apa boleh buat kenyataan-kenyataan seperti itu menjadi hidangan yang mau-tidak mau harus dihadapinya terutama jika calon nasabah itu memang potensial. Pengalaman pernah gagal akan menjadi bumbu yang menambah siksaan yang menekan di dalam dirinya.</p>
<p>Malam itu, melalui telepon, kawan saya curhat bahwa besok siang dia harus menemui seorang calon nasabah, sebut saja Mr. RX yang tergolong “sulit” atas permintaan istri Mr. RX. Sang istri ingin suaminya mengambil suatu program asuransi yang dibutuhkan oleh keluarga tetapi tidak sanggup membujuk suaminya. Kawan saya sudah pernah menemui Mr. RX ini dua kali. Hasilnya? Memandangpun dia tak mau.. (halah.. kejam nian..)</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, kali ini, kawan saya harus menemui Mr. RX di Jakarta, sedangkan kawan saya tinggal di Yogyakarta. Anda dengan mudah dapat membayangkan <em>effort</em> berupa tenaga dan biaya yang akan dikeluarkan oleh kawan saya ini untuk menemui Mr. RX. Apalagi usaha itu belum tentu mendatangkan hasil. Dia minta saya menolongnya mengatsi masalah ini dan ingin bertemu dengan saya sebelum berjumpa dengan Mr. RX</p>
<p>Singkat cerita…</p>
<p>Pagi-pagi sekali <em>directly</em> dari statiun Gambir, kawan saya sudah bertandang ke rumah kakak saya dimana saya menginap selama di Jakarta. Bayangkan.. directly… tanpa mandi, tanpa sarapan dengan wajah diselimuti kekhawatiran. Setelah mandi dan minum teh, kami mulai berbincang. Saya menanyakan apa yang dia harapkan dari pertemuannya kali ini dengan Mr. RX.</p>
<p>“Setidaknya dia mau dengar penjelasan saya dulu deh…” katanya</p>
<p>“Cuma itu” tanya saya</p>
<p>“Yaaa… kalau bisa langsung sign, ya Alhamdulillah”.. sambungnya</p>
<p>“Kira-kira anda mengerti tidak apa yang dia harapkan dari anda dan produk anda ini” lanjut saya</p>
<p>“Ya yang pasti perlindunganlah.. keuntungan barangkali, mungkin sekedar nyeneng-nyenengin istrinya. Dia itu sudah beberapa kali kecewa dengan agen asuransi, mungkin dia mau nge-test apakah aku ini cukup bisa dipercaya”… (apa yang muncul dalam pikiran anda mendengar jawaban seperti ini?&#8230; Yaaa BETULL&#8230; dia belum mengenali dengan pasti harapan Mr. RX)</p>
<p>Situasi ini mengingatkan saya pada cerita Pak RFR tentang perselisihan berkala yang dialaminya setiap ada acara <em>njagong manten</em>…</p>
<p><strong>PERCEPTUAL POSITION</strong></p>
<p>Sebagai pembukaan, saya akan mengajak kawan saya ini untuk berkenalan dengan Mr.RX lebih dekat melalui <strong><em>perceptual position</em></strong>.</p>
<p>Sebelum memulai saya minta kawan saya menentukan siapakah <em>the neutral subject</em> yang kira-kira dapat memberi masukan kepadanya mengenai Mr. RX. Karena saat itu kami berbincang di ruang tamu, maka mudah bagi saya untuk menjalankan teknik ini. Saya tulis tiga nama, kawan saya, Mr. RX dan si netral yang saya tempatkan di tiga posisi yang berbeda membentuk segitiga. Saya minta dia seolah-olah berdialog <em>as herself,</em> Mr. RX dan <em>the neutral subject</em>. Setiap kali dia berpindah posisi saya tanyakan “siapa anda” untuk memastikan bahwa dia sudah associate dengan peran yang dijalankannya. Saya memperhatikan perubahan ekspresi wajahnya.</p>
<p>Bagus sekaliii..  saya mengamati perubahan ekspresi menjadi <em>reluctant</em> ketika dia mengubah posisinya menjadi Mr. RX. Ketika selesai dengan proses <em>perceptual position</em> saya melihatnya manggut-manggut. <em>Aha… !! She got it….</em> pikir saya.</p>
<p>Sesuai dugaan saya, tanpa saya tanyakan, dia sudah langsung menceritakan <strong>temuan</strong> yang ia dapatkan dari proses ini. Temuan yang membuatnya lebih memahami kebutuhan dan kemauan Mr. RX. Temuan itu tentunya tidak dapat saya bagikan kepada anda, tetapi saya yakin anda sudah mendapatkan poin penting dari cerita saya. Sebetulnya tidak ada “orang sulit”, yang ada adalah “kita tidak mengerti kebutuhannya.”</p>
<p>Mengingat <em>effort </em>yang telah dilakukan kawan saya, tentu kami tidak ingin berhenti hanya sampai memahami dan diterima oleh Mr. RX saja… Kami lanjutkan proses ini ke titik yang lebih tinggi yaitu persetujuan Mr. RX untuk mengambil program asuransi yang menurut istrinya memang sangat dibutuhkan oleh keluarganya.</p>
<p><strong>WELL-FORMED OUTCOMES</strong></p>
<p>Dalam proses ini saya meminta kawan saya membayangkan sedetail mungkin apa tujuannya bertemu dengan Mr. RX. Tujuan ini haruslah dilandasi dengan tujuan positif sesuai dengan <em>value-</em>nya (kawan saya ini religius dan santun tiada tara) agar tidak ada pertentangan di area subconscious ketika tujuan tersebut tercapai. Sambil menentukan tujuan saya beri masukan-masukan agar tujuannya menjadi lebih nyata dan lengkap dengan mengajukan pertanyaan “Kapan terjadinya?”, “Berapa nilainya?”, “Dimana dia tandatangani?” dan pertanyaan-pertanyaan sejenis.</p>
<p>Dan luar biasa sodara-sodara….!!!</p>
<p>Saya bisa mengenali bahwa visualisasinya terhadap tujuan itu begituu riil. Lengkap dengan tanggal yang spesifik, detail dan diwarnai <em>Auditory Digital</em> yang kuat.  Sementara anda membayangkan seberapa jelas gambaran kawan saya ini mengenai tujuannya, saya juga mengingatkan anda bahwa kadang-kadang klien kita memerlukan bantuan kita untuk dapat membangun tujuan yang kuat. Dengan demikian proses terapi kita akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kepentingan klien sekaligus masukan untuk proses pembelajaran kita.</p>
<p>Proses ini saya mulai dengan mengajaknya menemukan garis <em>timeline</em>-nya sendiri kemudian membentangkannya menjadi sebuah jalan menuju <em>her desired goal</em>. Saya minta ia menentukan <em>resources</em> apa yang ia butuhkan dan tahapan apa yang akan ia jalani untuk sampai pada tujuan tersebut. Sebelum ia memulai, saya ajak dia berdo’a agar tujuannya di hijabahi oleh Yang Maha Agung, Penguasa alam semesta</p>
<p>Perlahan saya bimbing dia melangkah menuju <em>desired goal-</em>nya<strong> </strong>dan mengumpulkan semua <em>resources </em>yang ia dibutuhkan. Dan ketika ia menempati titik tujuannya…..</p>
<p>wajahnya <strong>sumringah</strong>..</p>
<p>senyum mengembang…..</p>
<p>puji syukur secara otomatis dia gumamkan…</p>
<p><strong>Alhamdulillah… </strong></p>
<p>Saya minta dia melangkah sekali lagi ke hari berikutnya, hari dimana tujuannya telah tercapai dan telah dilaluinya. Kemudian ia membalikkan badan mengumpulkan sumber daya<strong> </strong>yang mungkin masih tersisa hingga kembali ke saat ini, memandang kepada tujuan yang telah ia nikmati sensasi pencapaiannya.</p>
<p>Ketika saya tanyakan apa yang dia rasakan.</p>
<p>“Wah.. rasanya seperti saya sudah benar-benar mendapatkannya ya… InsyaAllah berhasil, malah tadi muncul gambaran saya mengajak ibu saya berlibur dari hasil saya bulan ini.. Alhamdulillah…”</p>
<p>Mantabbsss boooook…..</p>
<p>“Tapi mbak….. “katanya tiba-tiba</p>
<p>Haduh… apalagi nih kok pakai tapi.</p>
<p>“Saya tu sering bertemu orang-orang seperti Pak. RX itu. Meskipun saya sekarang sudah mengerti kemauannya dan yakin akan berhasil, tapi saya khawatir… Saya takut jika nanti saat pertama kali saya melihat wajahnya hatiku ciut… terbayang kegagalan yang dulu pernah kualami”..</p>
<p>Oalahhh……</p>
<p>OK deh..  rupanya kawan ini perlu sedikit suntikan semangat. Karena waktu sangat sempit, jadwal untuk bertemu dengan Mr. RX sudah semakin dekat. Tidak sempatlah kiranya kalau saya harus memberi patatah petitih pembakar semangat.</p>
<p><strong>SUNTIKAN KILAT PEMBAKAR SEMANGAT</strong></p>
<p>Supaya tidak terlalu lama membuang waktu, saya lakukan proses hypnosis dengan <em>rapid induction </em>menggunakan jari ala Pak Yan setelah sebelumnya saya melakukan satu kali <em>suggestivity test</em>. Pada titik ini saya yakin dia akan mengikuti karena saya sudah melihat dia percaya penuh pada saya.  <em>Rapport </em>sudah terbangun dengan sendirinya. Dan dugaan saya benar. <em>Rapid induction</em> berhasil dalam satu kali <em>shoot</em>. Setelah deepening sebentar dan menemukan dia dalam kondisi relax, saya minta dalam setiap tarikan nafasnya dia menarik energy positif yang di sediakan Allah di alam semesta berupa semangat, keyakinan dan kekuatan. Dan pada setiap hembusan nafasnya  rasa takutnya. Ketakutan akan kegagalan dan ketakutan pada penolakan. Ketika saya bangunkan dia tersenyum lebar.</p>
<p>“Wahhh buuu… josss tenan ini…  rasanya diriku dipenuhi energy positif”</p>
<p>Alhamdulillah.. dan dengan penuh keyakinan meluncurlah ia menghadapi tantangannya</p>
<p>Beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa hasil pertemuannya SUKSES. Mr. RX setuju mengambil program asuransi yang jumlahnya puluhan juta per tahun sehingga jumlah totalnya pertanggungannya mencapai ratusan juta. Wow…</p>
<p>Dan dua minggu kemudian dia menulis di laman FB saya, bahwa kini dia lupa rasanya gagal dan selalu penuh semangat menghadapi setiap calon nasabah.</p>
<p>Subhanallah… DASYAATTT….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/28/deal-with-people-you-can%e2%80%99t-stand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan Anda tidak  perlu membayangkan apa-apa terlebih dahulu sehubungan kata “ndemok” tersebut. Istilah ini saya temukan dari beberapa rangkaian sesi Licensed NLP Practitioner yang saya ikuti pada batch ke-10 yang lalu. Siapa lagi kalau bukan dari trainer yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
</style>
<p><![endif]--> <!--StartFragment-->Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan Anda tidak  perlu membayangkan apa-apa terlebih dahulu sehubungan kata “ndemok” tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Istilah ini saya temukan dari beberapa rangkaian sesi Licensed NLP Practitioner<span> </span>yang saya ikuti pada batch ke-10 yang lalu. Siapa lagi kalau bukan dari trainer<span> </span>yang kita kagumi bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Istilah ini menjadi menarik karena ternyata “NLP” lebih fun(ny) dari apa yang saya bayangkan mengenainya sehingga calon-calon NLP-er yang tadinya serius bisa<span> </span>tertawa juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Membayangkan Pak Ronny mengucapkan kata “ndemok” saja, saya sudah<span> </span>terpingkal-pingkal. Apalagi jika beliau melafalkannya dengan logat kesukaannya,<span> </span>Madura, “mok ndemok ta’iye”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin Anda penasaran dengan istilah itu, semakin<span> </span>banyak pertanyaan yang akan meng-kritisi pattern yang satu ini bukan? <span> </span>Sebab, perasaan mengatakan bahwa Dr. Bandler tidak pernah menciptakan patern tersebut! Wow, begitu seru pelatihan kita ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sambil Anda terus bertanya penuh selidik mengenai hal ini, sebentar lagi saya akan mengajak Anda<span> </span>melihat relevansinya dengan ilmu manusia yang menarik ini, tapi tidak sekarang….!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-142"></span><br />
Adalah seorang bernama Basiyo, pelawak asal Yogyakarta, yang memiliki pattern (pola) lawakan terkenal dengan ciri khas tertentu. Meniru istilah Bpk Putu Darma Putra seorang kawan dari batch 10 juga yang tawanya amat khas, juga istilah dari Asmuni seorang pelawak yang sudah almarhum, Basiyo ini punya lawakan yang ‘cas’. Kekhasan Basiyo adalah kemampuannya dalam memplesetkan sebuah kata sehingga <span> </span>memiliki makna lain. Dalam istilah NLP, gejala bahasa itu mirip dengan <em>Phonological Ambiguity</em>, kata yang berbunyi mirip tapi memiliki arti yang<span> </span>berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Plesetan ala Basiyo cepat sekali merambah ke bidang lain, terutama sosial dan politik. Sastrawan dan Budayawan Emha Ainun Najib adalah seseorang yang membukukan gejala bahasa ini dalam buku berjudul Oples (Opini Plesetan) tahun 90-an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Contoh plesetan terkini yang tertangkap oleh pengamatan saya adalah ”kasus Ariel Peterporn cukup membuat heboh kalangan anak muda kita.” Sekali lagi<span> </span>saya tidak minta Anda membayangkan Cut Tari ataupun Luna Maya dalam drama tersebut he..he..he.., tapi bayangkan saja keambiguan kata-kata peterporn ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tentu saja sampai disini, pikiran kita dengan mudah menyimpulkan dan mengingat bahwa <strong>Ambiguity memang pattern yang hebat dan penting untuk dipelajari di Sinergy Lintas Batas!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, tentunya Anda sudah tahu bahwa kata Peterporn adalah plesetan dari kata Peterpan, group band yang digawangi Ariel. <span> </span>Ambigu ini mengandung kelucuan dan memplesetkan makna yang menarik…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitu akrabnya gejala bahasa itu di telinga kita, sampai-sampai tanpa kita sadari kita sering bermain-main dengan plesetan kata-kata dalam keseharian kita. Ayo mari kita membuat “Kesenangan Rumah” (ini adalah reframing ala Pak Ronny untuk Pekerjaan Rumah) masing-masing 2 contoh dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, “ndemok-ndemok” pattern adalah plesetan Bpk Ronny terhadap salah satu Hypnotic Language Patters, tepatnya “the more&#8230;. the more” pattern. Aslinya ini ada dalam rumpun Semantic Ill-Formedness – Causal Modelling or Linkage, yaitu penggunaan kata yang mengakibatkan hubungan sebab di antara sesuatu yang tengah terjadi dan sesuatu yang diinginkan terjadi oleh komunikator, dan mengajak pendengarnya untuk merespon bahwa hal itu yang menyebabkan hal lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">The more-the more <span style="font-family: Wingdings;"><span>à</span></span> Ndemok-ndemok…. Akhirnya menjadi plesetan yang begitu kuat, ketika diucapkan dengan intonasi dan logat yang khas. Sekarang saya ajak kita membayangkan bagaimana Pak Ronny mengucapkan ”mok ndemok, ta’iye”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wkkkwkkkwkkkk …. menggelikan bukan?!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Makna ambigu lain dari ndemok-ndemok pattern</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di sisi lain, dalam pelatihan itu juga sering dipakai istilah <em>ndemok-ndemok</em> pattern dalam konteks yang berbeda. Tentunya <em>ndemok-ndemok</em> pattern yang ini memiliki arti yang sangat berbeda dengan the more..the more pattern, walau bunyinya mirip apalagi kalau dimirip-miripkan oleh<span> </span>ahlinya. <strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di sini, istilah ndemok adalah memiliki arti “memegang” (dalam bahasa jawa). Jadi ndemol-ndemok pattern adalah berarti “kebiasaan / pola suka pegang-pegang si klien”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, <em>ndemok-ndemok</em> pattern yang ini adalah ‘pattern pengecualian’ yang tidak boleh diakuisisi sebagai tehnik NLP. Kenapa demikian?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berbahaya sekali, jika kita tanpa sengaja melakukan “<em>ndemok</em>” seorang klien pada saat emosinya sedang intense sekali, karena bisa menjadi suatu anchor!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin kita sering <em>ndemok</em> seseorang dalam sesi coaching atau teraphy, semakin banyak <em>unintended-anchor</em> yang kita tanamkan dalam diri orang tersebut, itupun kalau anchornya tepat dan kontekstual.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin banyak anchor sentuhan yang kita tanamkan dalam diri seseorang, semakin besar kemungkinan terjadi transfer hal-hal yang tidak kita inginkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Critical point terjadi di sini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Singkat kata alih-alih ingin mengcoach<span> </span>atau menghypnosis seseorang, malahan kita yang dicoach atau yang terhypnosis.<span> </span>Beberapa teman saya (berarti lebih dari satu) dulu pernah terjebak dalam pattern yang tidak semestinya ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Baiklah…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Candaan ini memang terkesan remeh temeh, tapi pesan yang terkandung di dalamnya<span> </span>begitu amat dahsyat. Di awal pembelajaran saya mengenai NLP, saya bersyukur bisa mengenali <em>warning system “ndemok-ndemok pattern” </em>ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Terima kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EFT &amp; Submodality NLP</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak tertawa riang.  Setelah menyelempangkan kain sarung dibahunya, anak berpeci hitam itu mulai membakar kembang api dan.. WUUSHHH…kembang api itu menyala dan berputar-putar, api warna-warni bersinar terang dan aroma mesiupun tercium menyengat hidung. Begitulah suasana ramadhan setelah subuh, mengingatkan kembali saat-saat kecil dulu. Entah apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak tertawa riang.  Setelah menyelempangkan kain sarung dibahunya, anak berpeci hitam itu mulai membakar kembang api dan.. WUUSHHH…kembang api itu menyala dan berputar-putar, api warna-warni bersinar terang dan aroma mesiupun tercium menyengat hidung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitulah suasana ramadhan setelah subuh, mengingatkan kembali saat-saat kecil dulu. Entah apa enaknya bermain petasan itu, tapi hati ini begitu gembira dengan suasananya, padahal bahaya bermain petasan selalu mengintai..ah…. mudah-mudahan semua baik-baik saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berbicara tentang suara yang menggelegar, saya teringat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika saya hendak mengeluarkan mobil dari garasi. Pagi itu suasananya biasa saja, tidak ada yang berbeda..seperti hari-hari sebelumnya, sebelum mobil dikeluarkan dari garasi mesin dipanaskan terlebih dahulu..tapi kali ini..moment itu menjadi “PETAKA”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wah…kok nulis tentang PETAKA sih..? trus apa hubungannya antara mobil, suara?menggelegar, dan petaka? Bagi Anda yang penasaran tentang hubungan ketiga nya, Teruskan memBaca Tulisan ini, dan bagi Anda yang tidak penasaran dengan?hubungan ketiganya, tenang saja.. tetap Teruskan Baca Tulisan ini karena jika?Anda berhenti disini maka  Anda malah jadi penasaran “sebenarnya ini orang mau nulis apa sih..?” (paling tidak, kalimat itu yang akan terbersit dalam pikiran Anda) dan ketika Anda Teruskan memBaca Tulisan ini, Anda akan menemukan, hal Menarik yang mana dari tulisan ini yang membuat Anda penasaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-141"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bayangkan: Dalam tulisan ini, Anda akan mempelajari cara – cara yang terbukti ampuh untuk mengubah makna suatu kejadian, dimana sebagian orang terpuruk dan meratapi nasib atas kekonyolan yang telah dilakukannya, dan menganggapnya sebagai PETAKA, disini hal itu bisa menjadi sebuah HIKMAH dan pelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya akan tuturkan kepada Anda dalam tulisan ini tentang pengalaman saya mengamalkan NLP untuk bangkit dan melepaskan diri dari emosi negatif dan rasa bersalah atas kekonyolan yang saya lakukan. Saat Anda  membaca tulisan ini, sebuah gambaran ketakjuban muncul dan suara hati Anda mengatakan bahwa Anda bisa melakukannya dan rasa yang mengagumkan dibangkitkan dalam diri Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ok..sekarang kita mulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pagi Yang mengHEBOHkan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pagi itu, udara terasa dingin..seperti pagi-pagi sebelumnya, di teras rumah yang?disulap menjadi garasi karena garasi yang sebenarnya dijadikan tempat usaha Air Isi Ulang, terparkir sebuah mobil hitam. Mobil itu setiap pagi dikeluarkan?sebelum depot air itu buka dan dimasukkan lagi ketika depot itu tutup. Dengan?ukuran ruangan yang pas-pasan, mobil itu hanya berjarak beberapa sentimeter?saja dari rolling door dan lemari kaca pengisian air.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding tempat penyimpanan kunci, saya berjalan dan membuka pintu kayu berwarna coklat yang merupakan pintu depan rumah, kemudian keluar dan melangkah menghampiri mobil yang membisu, diam tak bergerak. Entah mengapa, tak seperti biasa nya, setelah membuka pintu mobil itu?saya tidak masuk kedalam dan duduk dikursi supir untuk men-starter mobil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Biasanya saya melakukan itu terlebih dahulu dan memastikan persnelling?dalam  posisi netral sebelum memutar?kunci mobil dan menyalakannya.??Pagi?itu, setelah membuka pintu, saya langsung memasukkan kunci ke lubang starter?dan dari luar mobil saya langsung memutar kunci untuk menyalakan mesin.. DAN?TERNYATA.. persenelling dalam posisi masuk gigi 2..dan tentunya Anda bisa?membayangkan APA YANG TERJADI..??BRUAAKKK… PPYAARRR….??Mobil?itu tiba-tiba melompat dan menghancurkan apa yang ada di depannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Rolling door?yang hanya berjarak beberapa sentimeter itu pun penyok dan kaca lemari?pengisian depot air itu pun pecah berhamburan. Dan mobil itu terus merangsek?kedalam membuat rolling door itu semakin terdorong masuk, lemari yang hanya?terbuat dari alumunium ringan dan kaca itu hancur lebur, sampai akhirnya mobil?itu berhenti dengan sendirinya. Serpihan kaca berhamburan kemana-mana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sontak?saja kejadian yang hanya beberapa detik itu mengagetkan orang se isi rumah dan?tetangga sebelah rumah.??Bagaikan?orang yang terkena Shock induction saya terhipnosis seketika.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Body cataleptic !</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sekujur tubuh saya tiba-tiba kaku tak bergerak, terutama tangan kanan saya yang?saya gunakan untuk memutar kunci itu KAKU.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa saat saya tak bergerak?sampai orang-orang se isi rumah keluar dan bertanya “Ada apa?”.?? Masih dalam kondisi yang terdiam kaku, saya?tersadar ketika ibu saya memegang bahu saya dan mengatakan “ udah gak?apa-apa..”. Tiba-tiba saya sudah melihat banyak orang mulai membereskan ruangan?yang hancur lebur bagai bekas ledakan bom.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mobil?pun dikeluarkan, entah oleh siapa..dan tersisa pecahan kaca dan rolling door?yang penyok..dan yang pasti air yang terus mengalir bagaikan banjir bandang?yang tiba-tiba menerjang, karena pipa-pipa dan tabung air depot itu patah dan?pecah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya?pun masuk kedalam rumah dan duduk di kursi masih dalam keadaan diam tak bisa berbicara sepatah katapun..shock.. pikiran dan perasaan berkecamuk tak menentu.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selain karena terkejut yang luar biasa, perasaan bersalah mulai menghantui. Terbayang berapa biaya yang diperlukan untuk renovasi dan perbaikan, lalu otomatis depot akan tutup dan tentunya tidak ada penjualan dan?pemasukan.. ah… membuat saya waktu itu semakin pusing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>EFT &amp; Submodality NLP – Membebaskan Diri Dari Trauma Dan Emosi Rasa Bersalah Yang Menggangu.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa menit saya terdiam, dan sepertinya orang-orang disekitar memahami, mungkin karena saya masih shock. Tiba-tiba saya tersadarkan oleh ucapan Ayah saya “Udah..gak apa-apa, katanya orang NLP dan hypnotherapist, gitu aja kok trauma..”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tersadarkan oleh ucapan itu saya teringat kembali suasana  ketika saya mengikuti kelas 7 Days Licensed Practitioner of NLP yang langsung di approved oleh Dr. Richard Bandler, waktu itu Pak Ronny, seorang Licensed Trainer of NLP terbaik di negeri ini menjelaskan tentang “NLP untuk siapa?”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Yak… saya tersentak dan energy dan kesadaran saya mulai muncul. Kata-kata “I GO FIRST” menyeruak dalam benak saya, gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini semakin jelas. Pemahaman tentang “NLP untuk siapa?” dan makna dari I GO FIRST ini bisa bermacam-macam, mungkin hampir sama dengan makna “Ibda’ Bi nafsika” atau mulailah dari dirimu sendiri. Paling tidak waktu itu saya disadarkan kembali  bahwa saya bisa menjadi NLPer yang kongruen dengan mengaplikasikan NLP dalam diri saya sendiri tidak hanya untuk orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Lalu apa yang saya lakukan?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada mulanya saya pun tidak tahu. Saya kemudian masuk ke kamar dan duduk dengan nyaman sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas dengan perlahan… sambil berdoa “Ya Allah…dengan segala ilmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, Aku mohon petunjuk-Mu untuk dapat bebas dari perasaan,emosi negative yang tidak nyaman ini”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya yakin Allah akan memberi petunjuk sehingga  unconscious saya tahu apa yang harus dilakukan. Beberapa saat kemudian saya terpikir untuk melakukan EFT atau Emotional Freedom Technique. Saya tidak akan menjelaskan EFT lebih lanjut disini, karena akan panjang sekali. Jika Anda ingin mengetahui tentang EFT lebih lanjut, Banyak buku-buku dan para ahli EFT lain yang bisa menjelaskan lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Singkatnya, emosi negative yang saya rasa, yaitu perasaan bersalah hilang, sehingga tubuh saya pun menjadi lebih enakan, dan saya bisa lebih tenang kemudian mulai memberanikan diri keluar dan bermaksud untuk membantu membersihkan serta membereskan sisa-sisa yang berserakan bekas tabrakan itu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebelum membantu beres-beres, saya sudah mulai bisa menceritakan kronologis kejadian itu dengan lebih tenang, lalu saya berjalan ke depan hendak membantu?membersihkan. Namun, tiba-tiba kepala saya pusing sekali ketika mendengar suara bekas pecahan kaca yang disapu, suara gesekan-gesekan kaca menyakitkan telinga saya dan memicu perasaan tidak nyaman itu kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ternyata, suara pecahan kaca secara tidak sengaja sudah menjadi tombol pemicu bagi pikiran dan perasaan saya untuk kembali ke keadaan yg tidak menyenangkan itu (dalam NLP disebut Anchor atau tepatnya Negative Anchor).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena perasaan tidak nyaman itu hadir lagi akhirnya saya menjauh dari lokasi itu dan kembali ke kamar lagi. Kemudian saya duduk dan mengambil posisi yang nyaman dan berdoa “ Ya Allah..apalagi yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Meng-edit Submodality  cara MUDAH mengubah Realita Internal .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Manusia mengakses informasi masuk kedalam pikirannya dan menghadirkan kembali suatu peristiwa kedalam pikirannya sehingga menjadi sebuah perilaku, berdasarkan dari apa yang dilihat (VISUAL), apa yang didengar (AUDITORY), apa yang dirasa (Kinestetik), apa yang dicium (Olfactory) dan apa yang di kecap (Gustatory), biasa di singkat VAKOG. Dalam NLP sistem ini disebut sebagai Representational System atau biasa disingkat rep-system.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, itulah cara kerja pikiran manusia, sistem saraf kita menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh panca indera untuk menciptakan realita internal kita tentang dunia/segala sesuatu diluar kita (realita eksternal). Sehingga sebuah kejadian yang sama, bisa disikapi berbeda oleh masing-masing orang, tergantung apa yang ada di dalam pikiran atau realita internalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memahami hal itu, maka yang terjadi pada saya waktu itu, saat mendengar suara pecahan kaca seolah-olah saya mengalami lagi kejadian tabrakan itu dan seolah-olah dalam realita internal saya kejadian itu sedang terjadi. Padahal kenyataan?diluar diri saya (realita eksternal) kejadian itu telah berlalu. Berarti, untuk?mengubah keadaan saya yang tidak nyaman itu, maka saya harus mengubah REALITA INTERNAL saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Caranya? </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebelum saya menjelaskan dan menceritakan apa yang saya lakukan, akan lebih mudah ketika terlebih dahulu kita pahami bersama apa yang dimaksud submodality.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tadi kita sudah mengenal lima rep-sytem yaitu Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory, atau kelima panca indera itu biasa disebut juga Modalitas. Untuk memudahkan pemahaman, dalam NLP biasanya Olfactory dan Gustatory digabung dengan Kinestetik. (VAK saja). Nah, masing-masing dari?modalitas ini masih ada detail dan pembedaan yang lebih tajam. Hal ini disebut submodality.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Submodality adalah cara kita mengkodekan dan membentuk struktur dari pengalaman internal kita. Cara terbaik untuk memahami submodalitas berfungsi adalah dengan mengalaminya. Ketika kita mengingat dan memikirkan suatu peristiwa apa yang muncul?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Munculkan?memori visual dalam pikiran Anda. Dengan menggunakan mata kepala Anda sendiri,?Anda bisa melihat apa yang Anda lihat pada saat peristiwa itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Apakah gambarnya?hitam putih atau berwarna.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Diam atau bergerak?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dua dimensi atau tiga dimensi?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Seperti foto atau seperti video?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Apakah sangat dekat atau sangat jauh?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Ada?bingkainya atau tanpa bingkai?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Disasosiasi atau asosiasi?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan masih banyak?lagi yang bisa Anda munculkan yang berhubungan dengan visual Anda.??Memunculkan memory Auditory. Ketika mengkases peristiwa itu lagi, apa yang muncul?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Suaranya keras atau?lembut?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Mono atau stereo?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Nada nya tinggi atau rendah?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dan masih banyak lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kinestetik.? Ketika mengkases peristiwa itu lagi, perasaan apa? yang muncul?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Bagaimana rasanya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Bau/aromanya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Teksturnya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Tekanannya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Suhunya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bagaikan?bumbu serbaguna yang hampir digunakan dalam setiap masakan, submodality hampir?selalu ada dalam setiap teknik dalam NLP.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah..untuk?menghilangkan pusing dan perasaan yang tidak nyaman karena peristiwa itu,?berikut yang saya lakukan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Saya duduk dengan posisi yang nyaman,?sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas perlahan, saya?mengingat lagi dan mengakses lagi peristiwa itu secara nyata dalam realita?internal saya.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Muncul gambar rolling door yang penyok?karena ditabrak bemper mobil dan kaca yang berserakan. Gambarnya hitam putih?dan diam tidak bergerak, dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri?(asosiasi). Kemudian suara yang sangat nyaring sekali, terutama suara pecahan?kaca, Kemudian rasa sesak didada dan sekujur tubuh yang terasa kaku.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Perlahan saya mulai meng-edit gambar?dalam realita internal saya dengan memberikan warna pada gambar itu dan dibuat?menjadi bergerak, serta saya seperti menonton <span> </span>kejadian itu di TV (disasosiasi).?Terasa lebih nyaman setelah di ubah.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Kemudian saya mengubah suara nya. Pada?awalnya saya mengecilkan volumenya, ternyata efeknya menjadi lebih tidak?nyaman, kemudian saya besarkan volumenya ternyata hasilnya sama saja. Akhirnya?seperti tombol mute (bisu) dalam remote TV, maka saya hilangkan suaranya dari?pikiran saya, Alhamdulillah, perasaan saya menjadi nyaman.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Rasa sesak didada dan tubuh yang kaku?perlahan-lahan saya buat rileks, merasakan dan memerintahkan setiap otot?meregang dan kemudian mengendur dan meniatkan setiap hembusan napas membuat?dada semakin lapang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">BUM..selesai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Proses ini tidak lebih?dari 10 menit, bahkan kurang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya sudah merasakan lebih nyaman. Untuk?memastikan apakah benar-benar sudah berhasil saya keluar dan ikut membersihkan?sisa kaca..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alhamdulillah tidak berpengaruh negative. Untuk membuat lebih yakin?lagi, saya mengambil beberapa pecahan kaca dan saling membenturkannya hingga?pecah dan ternyata tidak berpengaruh lagi pada saya.??Alhamdulillah akhirnya saya terbebas?dari ketakutan dan perasaan bersalah itu, dan lebih tenang berpikir bagaimana?menemukan solusi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Submodality ini bisa berbeda untuk?setiap orang, sehingga Anda bisa menemukan cara sendiri yang cocok untuk Anda,?bisa saja warna hitam putih lebih nyaman untuk anda, atau suara lebih keras?lebih cocok dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jika?Anda merasa tidak mudah melakukannya, bayangkan dan rasakan saja bahwa Anda?seperti memiliki tombol-tombol remote yang bisa digunakan untuk mengutak-atik?gambar, suara dan rasa dalam realita internal Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alhamdulillah sekarang depot air?itu sudah diperbaiki dan kembali beroperasi seperti biasa, dan saya mendapatkan?pelajaran untuk lebih teliti dan berhati-hati, dan mungkin buat kita semua,?pastikan persenelling mobil Anda dalam keadaan netral ketika menstarter?mobil..he..he..he.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alih-alih dianggap sebagai petaka, kejadian itu tak lebih dari sebuah kejadian, kitalah yang memberi itu makna sebagai petaka ataukah pembelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wah… suara anak-anak bermain petasan?sudah tak terdengar lagi, dan suara kendaraan berlalu lalang mulai terdengar?memadati jalanan, ternyata matahari sudah mulai tinggi. Malam dan subuh selama?ramadhan ini diwarnai oleh kebahagian anak-anak itu. Pastikan Anda mengawasi?atau bahkan melarang anak Anda bermain petasan. Jika Anda menganggap itu?berbahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semoga di Ramadhan ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik?dari pada sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Salam Amazing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya lebih ngeh  belajar NLP, cara ampuh berkomunikasi dengan Klien</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/18/saya-lebih-ngeh-belajar-nlp-cara-ampuh-berkomunikasi-dengan-klien/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/18/saya-lebih-ngeh-belajar-nlp-cara-ampuh-berkomunikasi-dengan-klien/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 06:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Praktek Si Owner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Mahdi Kusdiyanto, Licensed Practitioner of NLP (TM) Dalam perjalanan mencari apa itu hakikat NLP melalui buku, internet, seminar dan mengikuti pelatihan dari beberapa “pakar” NLP semakin tambah yang dipelajari semakin tidak ‘mudeng’. Akhirnya dari beberapa kawan menyarankan untuk belajar ke Sinergi Lintas Batas yang ditukangi oleh kang Ronny . Untuk meyakinkan dan membulatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">
<p><strong>Oleh : Mahdi Kusdiyanto, Licensed Practitioner of NLP (TM) </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Dalam perjalanan mencari apa itu hakikat NLP melalui buku, internet, seminar dan mengikuti pelatihan dari beberapa “pakar” NLP semakin tambah yang dipelajari semakin tidak<em> ‘mudeng’. </em><span> </span>Akhirnya dari beberapa kawan menyarankan untuk belajar ke Sinergi Lintas Batas yang ditukangi oleh kang Ronny .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;">Untuk meyakinkan dan membulatkan tekad saya maka saya putuskan untuk mengikut <em>NLP for Trainer</em> terlebih dahulu, yang diselenggarakan oleh TCI di Marcopolo Hotel. Tujuannya sekedar <em>icip-icip </em>bagaimana kang Ronny menyampaikan pelatihannya. Selama pelatihan berlangsung kang Ronny dengan piawainya dari awal pelatihan sampai akhir selalu men <em>seeding </em>peserta, khususnya saya, dengan gaya dan kata-kata yang tanpa saya sadari pelan tapi pasti telah masuk ke <em>subconscious </em>saya, istilah NLP yang sulit dimengerti, apabila dijelaskan oleh ‘pakar’ lain menjadi bingung, oleh kang Ronny istilah NLP tersebut disederhanakan pengertiannya sehingga mudah dimengerti.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Saya merasakan dengan gaya dan pendekatan kang Ronny, hati saya telah <em>klik </em>dengan methodologi yang dipakai. Sementara <em>soul </em>dan <em>body </em><span> </span>mengikuti pelatihan <em>NLP</em> <em>for trainer, </em>saya putuskan untuk mengikuti <em>NLP practitioner.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span lang="SV"> </span></em><span id="more-140"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Satu minggu mengikuti pelatihan <em>NLP practitioner </em>memang sangat dahsyat, waktu berlalu dengan cepat. Pelatihan yang di jadwalkan selesai jam 17.00 setiap harinya,rata-rata diselesaikan jam 20.00 – 21.00, peserta tanpa <em>nggrundel </em>mengikuti dengan penuh antusias. Investasi yang dikeluarkan sebenarnya telah kembali sejak di hari ke tiga. <em>Cost and Benfitnya </em>luar biasa, <em>Benefitnya </em>luar biasa dibandingkan dengan <em>Costnya.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Sebagai konsultan manajemen, yang setiap harinya bergelut dengan persoalan <em>client, tool </em>dan <em>technique NLP</em> terbukti sangat dahsyat. Hal ini telah saya aplikasikan setelah berakhirnya pelatihan yang saya ikuti, tanggal 6 Agustus selesai tanggal 7 Agustus saya mencoba beberapa <em>tool </em>dan <em>technique </em>di pelatihan <em>Negotiation Skill Training </em><span> </span>yang saya selenggarakan di sebuah Bank Pemerintah. Ketika saya di depan kelas, saya hidupkan tombol <em>cyrcle of excellence </em>saya yang telah saya bentuk sejak pelatihan <em>NLP practitioner </em>berlangsung, saya memodel kang Ronny sebagai <em>raw model </em>trainer yang energik, hasilnya sangat dahsyat. Makanya selama mengikuti pelatihan <em>practitioner </em>saya tekan aktifitas mencatat saya, karena begitu mencatat <em>moment of truth </em>nya akan hilang, biarkan <em>seeding </em>yang dilakukan oleh kang Ronny masuk ke <em>subconcious. </em>Ternyata benar, ketika ngajar di depan kelas <em>toll </em>dan <em>technique NLP </em>secara otomatis akan keluar dengan sendirinya. Memang dahsyat <em>subconcious mind </em>bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Pada saat membahas taktik dan strategi negosiasi, banyak <em>tool </em>dan <em>technique NLP </em>dapat dipakai. Seperti bagaimana seorang negosiator harus menjalin hubungan <em>(rapport) </em>dengan menggunakan teknik <em>pacing &#8211; leading</em>. Ketika memasuki proses negosiasi peserta pelatihan, saya perkenalkan teknik komunikasi dengan menggunakan model <em>milton H. Ericson </em>yang sangat dahsyat yang memiliki efek hipnotik untuk mempengaruhi klien. Pendek kata <em>tool </em>dan <em>technique NLP </em><span> </span>memang JOSS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Di kelas itu saya mendapatkan umpan balik dari observer, dia mengatakan : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Observer :”Pak Mahdi kok menyampaikannya berbeda dengan batch-batch sebelumnya ?, Batch ini lebih ok deh pak ” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Saya<span> </span>: ”oh ya ??? Alhamdulillah pak jika Batch ini lebih OK” &#8230;.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Observer : ” Teknik/pendekatan baru ya pak Mahdi ?”, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Saya : ”saya mencoba beberapa teknik NLP ” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Observer : ” NLP ?, wah menarik itu pak, saya pingin belajar pak ”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Observer itupun kepingin belajar NLP, saya rekomendasikan ke Sinergi Lintas Batas saja, jangan yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Demikianlah secuil pengalaman saya, lain kali disambung lagi ya dengan pengalaman-pengalaman menarik lainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">NLP ternyata terbukti mempermudah, mudah-mudahan ini <em>the final journey</em> mencari guru NLP di tanah air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV">Salam hangat.<em> </em></span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/18/saya-lebih-ngeh-belajar-nlp-cara-ampuh-berkomunikasi-dengan-klien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuang pengalaman buruk dengan Submodality</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 16:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan Desember tahun lalu. Waktu itu teman sekantor saya sebut saja namanya Bunga dan Amir disertai seorang driver pergi ke salah satu bank untuk mengambil uang. Sepulang dari Bank mereka tidak langsung kembali kantor tetapi mampir dulu ke rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan Desember tahun lalu. Waktu itu teman sekantor saya sebut saja namanya Bunga dan Amir disertai seorang driver pergi ke salah satu bank untuk mengambil uang.</p>
<p>Sepulang dari Bank mereka tidak langsung kembali kantor tetapi mampir dulu ke rumah makan padang untuk membeli dan di bawa ke kantor. Ketika tiba di depan rumah makan padang tsb, bunga masuk terlebih<br />
dahulu di ikuti oleh Amir di belakangnya dengan menenteng uang yang baru di ambil dari bank tadi. Entah dari mana tiba tiba masuklah sekelompok orang yang satu teriak-teriak di dalam rumah makan padang tsb, yang satu algi berusaha merebut uang yang di bawa oleh Amir.</p>
<p>Melihat kejadian tersebut, drivernya keluar dari mobil dan berusaha menolong Amir, tapi uang tsb berhasil direbut oleh perampok tersebut dan berhasil melumpuhkan Amir dan driver tsb. Bunga yang kebetulan di dalam rumah makan padang tersebut melihat kejadian itu dan ketika kembali di kantor dia sangat trauma sekali atas kejadian tersebut.</p>
<p><span id="more-139"></span></p>
<p>Bos yang melihat Bunga tampaknya sangat ketakutan sekali dan menangis terus , maka ia diijinkan pulang lebih cepat hari itu.</p>
<p>Keesokan hari Bunga masuk ke kantor seperti biasa, tapi dia seperti orang yang tertekan dan mudah gugup.<br />
Sejak pagi dia hanya duduk termenung di ruang makan kantor, seperti dia memang belum siap untuk bekerja hari itu.</p>
<p>Saya menghampiri Bunga dan bertanya bagaimana perasaanmu hari ini. feeling good atau sebaliknya. Saya sengaja menayakan hal itu kepadanya. apakah dia masih merasa trauma atau tidak. Karena kebanyakan dari teman kantor sejak kemarin  malah minta diceritakan kejadian yang kemarin. dan hal itu malah membuat dia semakin associate dengan kejadian itu.</p>
<p>Bunga menjawab, kalau perasaannya masih kurang enak, was was dan pokoknya tidak karu karuan. &#8220;Ok!&#8221; saya katakan : &#8220;Saya mau bantu kamu, apa kamu bersedia?&#8221;.</p>
<p>Bunga mengangguk tanda kalo dia setuju.</p>
<p>Lantas saya katakan : &#8220;Bunga, tolong kamu sekarang duduk yang rileks, silahkan saja&#8230;  boleh pejamkan mata atau tidak&#8230; Saya minta kamu untuk masuk kembali ke kejadian kemarin&#8221;.</p>
<p>Tampak dia bereaksi seperti orang ketakutan (associated).</p>
<p>&#8220;Ok, apakah kamu melihat gambar kejadian tsb?&#8221; tanya saya, Bunga mengangguk.</p>
<p>&#8220;Apakah gambarnya bergerak atau diam&#8221;? Lanjut saya. Bunga menjawab: &#8220;Bergerak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah kejadian tersebut juga ada suara suara? Sekali lagitanya saya. Bunga juga sekali lagi mengangguk.</p>
<p>Berdasarkaninformasi yang saya oeroleh itu, lantas saya meminta melakukan beberapa hal : &#8220;Ok tolong kamu buat gambar itu menjadi diam dan buat suranya tidak terdengar lagi, kalo kamu belum tahu caranya, buat seolah olah di dekatmu ada tombol tombol.&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa saat saya berikan waktu, kemudian saya tanya lagi :&#8221;Bagaimana sekarang perasaanmu&#8230;?&#8221; Dia diam saja tidak komentar&#8230;.,  tapi dari gesture tubuhnya Bunga nampak lebih tenang.</p>
<p>Saya memutuskan untuk melanjutkan lebih jauh lagi : &#8220;Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih?&#8221; Dia menjawab : &#8220;Berwarna&#8221;.</p>
<p>Saya minta ia untuk membuat gambar itu menjadi hitam putih.</p>
<p>Kemudian saat saya tanya : &#8220;Bagaiman dengan ukuran dan letak gambar itu sekarang?&#8221; Dengan cepat ia menjawab : &#8221; Diam, hitam putih dan berada tepat di depan saya dan besar&#8221;.</p>
<p>Lantas saya minta lagi dengan halus : &#8220;Ook sekarang buat gambar itu mengecil dan di jauhkan. Buat semakin jauh dan semakin kecil.&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa saat, saya tanyakan lagi : &#8220;Ok sekarang bagaimana persaanmu?&#8221;</p>
<p>Dia sedikit menangis karena mungkin dia tadi <em>associated</em>, tapi kemudian ia berkata bahwa : &#8220;Sekarang perasaan saya jadi lebih lega dan plong&#8230;&#8221;</p>
<p>Well, kemudian saya minta padanya : &#8220;Kapan pun kalao kamu merasa teringat kejadian tersebut, kamu bisa melakukan sendiri sperti cara yang tadi&#8221;.</p>
<p>Nah, keesokan harinya dia mengambil cuti sampai akhir pekan. dan minggu berikutnya ketika saya bertemu sama bunga lagi dia sdh ceria lagi.</p>
<p>Demikian kawan-kawan pengalaman saya menggunakan NLP untukmembantu teman sekantor. Semoga menginspirasi kawan-kawan untuk juga terus berpraktek dan berbagi kisah di sini.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat obat. Namanya juga anak2, kalau lagi sakit pasti rewel, nggak bisa tidur, obat yang diberikan dokter tentunya tidak bisa langsung memberikan dampak sembuh buat mereka, pastinya perlu waktu.</p>
<p>Sudah coba menghibur dengan segala cara, tenang sebentar habis itu rewel lagi dan nggak bisa istirahat. Akhirnya saya punya ide untuk menggunakan metode Six Step Reframing untuk membantu anak2 saya. 6-SR pertama kali saya lakukan kepada Edmar, dimana saat ini Edmar berusia 22 bulan dan belum bisa bicara, dia paham sekali kalau kita ajak komunikasi tetapi belum bisa untuk menjawab secara komunikasi verbal. Edmar mengalami gangguan adenoid (adenoid adalah tonsil dibelakang hidung). sifatnya seperti amandel tetapi letaknya berbeda. Nah si adenoid ini bisa membesar dan bengkak kalau dipicu oleh reaksi alergi, terlebih kalau dia terkena radang karena flu. Jadi Edmar kesulitan untuk bernafas dari hidung, karena lubang pernafasannya terganggu oleh si adenoid yang membengkak. Seperti kalau hidung kita mampet tetapi ini bukan karena lendir, jadi periodenya lama menunggu si adenoid mengecil sendiri kalau radang atau alerginya membaik.</p>
<p><span id="more-138"></span>Akhirnya saya melalukan proses 6SR ini dipandu dengan pengalaman waktu belajar role model pas di kelas Licensed Practitioner of NLP. Sebelumnya saya berniat dulu untuk melakukan hal ini dengan tujuan membantu Edmar supaya bisa merasa lebih nyaman dan bisa istirahat, kemudian saya masuk ke subconcious untuk mohon ijin &#8220;ngobrol&#8221; dengan Edmar di level subconcious. Ternyata saya mendapat feedback positif dari Edmar. Setelah bisa melakukan kontak, saya melakukan 6SR kepada Edmar, sesuai niat awal, saya berikan alternatif-alternatif yang bisa digunakan untuk membantu melegakan nafasnya dari si adenoid itu, jawaban yang saya dapat dari Edmar ternyata diluar dugaan, dia memberikan solusi sendiri yang bisa membantu mengatasi si adenoid tersebut. Saya mendapatkan jawaban bahwa untuk membantu melegakan saluran nafasnya Edmar perlu digosok air zam-zam. Saya tanya, dibagian mana, jawaban yang saya dapat juga tidak saya sangka sebelumnya, karena dia minta digosok di bagian kaki. setelah saya tanyakan kepada bagian tubuh edmar yang lain bahwa apa yang akan saya lakukan itu sesuai dengan ekologi tubuh edmar secara keseluruhan, saya mengucapkan terima kasih dan kembali ke kondisi concious. Tidak disangka, pada saat saya membuka mata, ternyata Edmar menunjuk ke arah tempat saya menyimpan air zam-zam.</p>
<p>Luar biasa, Subhanallah. Luar biasa. setelah saya ambil sedikit air zam-zam tersebut, saya baca doa terlebih dahulu niatnya membantu Edmar, trus saya tawarkan sedikit di sendok untuk dia minum, dan dengan jelas Edmar geleng2 kepala memberi tahu bahwa dia tidak mau minum air tersebut, kemudian ketika saya mulai menggosok bagian kakinya, Edmar seperti mau bekerja sama dengan bersikap lebih tenang, bahkan jadi tertawa-tawa sewaktu kakinya digosok air zam-zam.</p>
<p>Sekitar 15 menit kemudian, Edmar akhirnya berhasil bobo dengan lebih tenang. waktu saya cek aliran udara di lubang hidungnya, alhamdulillah 1 hidung sudah bisa digunakan sebagai saluran pernapasan karena ada udara yang keluar dari situ.</p>
<p>Berhasil dengan Edmar, saya lakukan ke Dhafin keesokan harinya. Dia mengeluh pusing dan kepalanya sakit. Berbeda dari yang biasa, kali ini sepertinya sakit kepala Dhafin benar-benar mengganggu karena dia sampai menangis. Obat penurun nyeri sepertinya belum bekerja optimal karena Dhafin masih mengeluh kepalanya pusing. Memang karena baru sembuh dari sakit, kondisi tubuhnya belum fit benar, jadi mudah kecapean. Saya langsung ingat kalau saya punya metode baru untuk bantu anak yang kesulitan memberi info apa yang dia rasakan, untuk Dhafin dia &#8220;overwhelmed&#8221; dengan sakit kepalanya jadi panik sendiri.</p>
<p>Sambil menemani dan mengusap &#8211; usap badannya, saya masuk ke kondisi subconcious untuk berkomunikasi dengan alam bawah sadar Dhafin, dan bertanya apa yang bisa saya lakukan untuk membantu meringankan sakit kepalanya. Akhirnya saya memperoleh jawaban bahwa, kompres air hangat bisa membantu. Bentuk kompresnya tidak pakai handuk tapi pakai botol yang diisi dengan air hangat, istilah<br />
bahasa Jawanya &#8220;diseko&#8221;. Selesai dapat jawaban, Dhafin memanggil saya, karena dia menyangka saya tertidur waktu menemani dia. &#8220;Koq Ibu Tidur sih?&#8221; katanya. Saya langsung buka mata dan bilang kalau saya akan ambil air hangat untuk meng-kompres kepalanya yang pusing. Dhafin langsung setuju dan nurut sama apa yang saya bilang. Botol air hangatnya diletakkan tepat di pangkal lehernya dan alhamdulillah, hanya selang sekitar 10 &#8211; 15 menit Dhafin bisa tidur. Alhamdulilah. Pada saat bangun, dia sudah merasa lebih sehat dan pusingnya berkurang.</p>
<p>Saya benar-benar merasakan manfaat yang luar biasa dari mengikuti pelatihan Pak Ronny untuk menjadi &#8220;tukang masak&#8221; pakai NLP, dari teknik yang satu bisa dicombine dengan teknik yang lain sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Memang, sebagaimana yang ditekankan dalam pelatihan, cara yang saya pakai di atas bukan cara untuk pengobatan, sehingga tetap perlu dicari jenis sakitnya apa melalui konsultasi dokter, minum obat, istirahat dll.  Di sini NLP membantu untuk meringankan rasa ketidaknyamanan selama proses penyembuhannya. Terutama untuk anak-anak, kita bisa membantu mereka menjadi lebih tenang sehingga mereka bisa istirahat dan Insyaallah dengan istirahat yang lebih berkualitas proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Alhamdulillah. Bonusnya, si ibu bisa istirahat juga dengan lebih berkualitas karena mengurus dan menemani anak yang sedang sakit itu benar-benar menguras energi dan pikiran:) benar begitu kan?</p>
<p>Semoga sharing ini bisa membantu para orang tua juga saudara-saudara yang lain pada saat perlu membantu menenangkan anak dengan bahasa nonverbal mereka.</p>
<p>Saling bertukar feedback adalah hal luar biasa berikutnya, karena dari feedback kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah&#8230;</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan ditempel… waaah…begitulah katanya kalau seorang anak sedang antusias… semuanya menjadi seluruh kehidupannya…</p>
<p>Tapi saya perhatikan… kok nggak move-move ya? Beli skateboard sudah…kesempatan ada (sudah agak senggang dari jadwal ujian…) nah mau apa lagi… masa mengamati terus-terusan…</p>
<p>Saya jadi ingat tentang go-first-nya pak Ronny… ketika nyuruh kerbau mandi, nyebur ke air duluan deh… hehe… aduuuuh masa’ emak-emak main in-line skate… Saya jadi berfikir tentang hal-hal yang tidak memberdayakan: Pasti Tidak Mampu! Sulit! Dulu lagi kecil ga ada fasilitasnya… udah besar belajar sih… tulangnya sudah kaku… dll…</p>
<p><span id="more-137"></span>Tanpa terasa ingatan saya melayang ke buku NLP Comprehensive Training Team… disana diceritakan tentang Mempelajari Model Ekselensi… ceritanya begini: Di awal era ski modern, ada pola berfikir yang berbeda dari keahlian bermain ski… diawal tahun 1950-an, konon kebanyakan orang berfikir bahwa bermain ski adalah masalah bakal alami. Anda memasukkan kaki ke dalam sepasang papan ski, anda diminta untuk tidak membuat kedua papan ski bersilangan, lalu anda diminta untuk mengikuti orang yang lebih berpengalaman untuk bergerak menuruni bukit. Anda diminta mengikuti apa saja yang ia lakukan. Jika bisa menjalaninya tanpa banyak jatuh, keseleo atau patah tulang, dan bisa menikmatinya seperti mendapatkan pengalaman baru, maka anda bisa dipandang sebagai kandidat yang bagus untuk menjadi pemain ski atau bahkan dipandang sebagai mempunyai bakat alam untuk bisa bermain ski.</p>
<p>Tapi tahun 1950 itu ada seorang bernama Profesor Edward t. Hall, penulis buku The Silent Languages. Ia mengatakan bahwa ia telah merekam sejumlah pemain ski jagoan di kawasan Alpen dan kemudian para periset meneliti film itu frame demi frame. Mereka lalu membagi gerakan-gerakan detil itu pada unit-unit terkecil dari perilaku atau mereka sebut “isolates”. Mengamati permainan ski dengan cara itu, membuat mereka tahu bahwa meski setiap jagoan ski itu memiliki gaya masing-masing tetapi mereka menggunakan isolates yang sama. Selanjutnya isolates ini diajarkan pada orang biasa atau pemain ski pemula, dan hasilnya adalah orang-orang tersebut dengan cepat bisa bermain ski dengan baik. Bahkan para pemula itu, melakukan permainan ski secara natural seperti pemain ski yang hebat! Kuncinya adalah mengidentifikasi esendi dari skill mereka yaitu gerakan-gerakan tertentu yang khas… dalam NLP hal ini disebut “Memodel”.</p>
<p>Oke.. kalau begitu saya mulai berproses… ketika anakku mempelajari gerakan-gerakan lambat permainan skate baik dari film maupun dari PS-nya… saya ikut berdiri disana, merasakan gerakan-gerakan yang sama, pergerakan otot dan tulang yang sama, saya bergerak mengikuti apa yang saya lihat, saya rasakan, saya dengarkan semua suara yang ada: obrolan para skater, suara gedebak-gedebuk papan skate bahkan decitan ketika berbalik arah. Kita kuasai VAKOG-nya. Saya katakan pada anak saya: “Kita bisa belajar dari film itu… ayo Koh (namanya Kokoh)… sambil melihat secara lambat, kita ikuti gerakannya…Anchor! dan Appropriate!”</p>
<p>Anak saya mengatakan waaah… cuman ngelihat saja kan belum tentu bisa… dan saya tertantang… ayo kita coba… dan untuk anakku yang sedang latihan fotography sekalian saja belajar mengabadikan perilaku ibunya…</p>
<p>Ok.. step-stepnya adalah:</p>
<ul>
<li>Bayangkan seperti apa skater beraksi?</li>
<li>Lenturkan kaki&#8230; lihatlah bagaimana para skater sejati melakukannya dan&#8230; be a modeler</li>
<li>Rasakan dan ikuti kemana arah kinestetik sang juara, beraksi&#8230;</li>
<li>Luaskan pemahaman pada setiap sisi&#8230; rasakan&#8230; bayangkan&#8230; dengarkan apa yang sebaiknya dilakukan&#8230;</li>
<li>Jatuh? Jatuhlah dengan nyaman dan bangkit kembali.</li>
</ul>
<p>Jadi janganlah membuat blocking untuk ketidak mampuan kita BELAJAR. Tidak mampu, tidak ada fasilitas, sulit&#8230; JANGAN SEBUTKAN HAL2 ITU DI DEPAN ANAK2 KITA&#8230;<br />
Satu patokan yang menarik adalah: TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN.. dan kita bisa mengekselensi apapun… Contohnya mengekselensi relationship…lebih kompetitif di pasar bebas.. maka gerakan-gerakan kuncinya adalah bukan pada otot dan tulang melainkan dalam INNER THOUGHT seseorang… rasakan, dengarkan, bayangkan, kata-kata, penggambaran, perasaan dan keyakinan orang yang akan kita model.. rasanya kita pernah melakukan hal itu di kelas… untuk yang pilihan bebas, saya memilih Johny Depp sedangkan untuk yang wajib tentusaja pak Bandler… (thanks to pak Ronny… ini sangat menginspirasi saya…) dan didalam memodel Inner Thought inilah kita belajar menggali informasi: “Apa yang harus saya ketahui untuk membuat suatu keputusan?” “Hal hebat apa yang dirasakan ketika membuat keputusan yang hebat?” “Apa keuntungan besarnya?” “Step-step efektif dan luar biasa apa yang bisa dilaksanakan?”</p>
<p>Lalu ada pertanyaan yang sedikit membuat dahiku berkerut, katanya: “Kalo begitu, me-model aja… langsung pinter… tanpa harus belajar lagi…!” Wah itu adalah pemahaman yang keliru… Memodel hanyalah kunci membuka blocking mental&#8230; masalah keahlian dan pengetahuan (skill and knowledge, ingat kata Gallup) adalah urusan belajar dan latihan yang terus menerus.</p>
<p>Jadi tepat sekali apa kata teman saya Rosita “Jangan pernah berkata dan berfikir negatif di mana saja&#8230;apalagi di depan anak2 kita&#8230;” dan berikanlah kesempatan seluas-luasnya pada anak-anak kita untuk belajar. Sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin… (nah menurut bahasa yang ditangkap otak artinya: ada yang mungkin… karena kata tidak, tidak dikenali otak subcouscius kita).</p>
<p>Ok… latihlah DTI kita, begitu pak Istoto berkomentar…DTI adalah Deep Trance Identification, salah satu cara memodel selain 5A (Self modeling) dan CoEx (memodel Excellence orang). DTI adalah salah satu teknik Inti yang baik sekali untuk memodel excellent orang, begitu kata pak Istoto…Lalu ditambahkan oleh pak Ronny: DTI berarti bertambah Deep Trance-nya. Ok! Luar biasa ya? Ini akan memudahkan kita keluar dari mental blok yang kita ‘nikmati’… hm penderitaan kok dinikmati ya? Mungkin maksud kita adalah kita sudah pasrah dengan kekurangan kita… Waaw… saya jadi gemas melakukan memodel ini pada kegiatan masa kecil saya… mau tau apa? Waaah akan saya rahasiakan dulu… ini akan menjadi kejutan, nanti ketika kita berkumpul bersama… ayo…semangaT untuk mengOlah poTEnsi kita!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekar berwatak baik &#8230;.</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 06:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari, kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya disuruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<p><![endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p><strong>Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari, <span> </span>kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya disuruh langsung ke kasir dan saya bayar barang tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi pada saat saya akan membayar, mbak kasir<span> </span>menawari saya sebuah kartu member belanja di departemen store tersebut. Saya katakan tidak,<span> </span>karena saya jarang sekali berbelanja. Kemudian saya meneruskan perburuan tas saya berpindah ke lantai 3&#8230; setelah saya cari-cari saya dapatkan tas yang saya inginkan. Tetapi saya tidak langung menuju kasir untuk membayar, muncul keraguan dalam hati saya .. jangan-jangan di toko sebelah saya akan mendapatkan lebih murah ? &#8230;. bagaimana nih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi toko sebelah dulu sebelum membeli tas yang akan saya jadikan hadiah itu. Saya turun ke lantai dasar dan kemudian pada saat melewati counter obat-obatan saya tertarik program beli multivitamin X <span> </span>berhadiah pasta gigi Y. Wah lumayan nih&#8230; saya langsung borong 4 karena kebetulan ada program beli 4, berkesempatan<span> </span>mendapatkan tambahan undian hadiah tas kecil, piring, mug, tempat minum , block note dan beberapa barang kecil lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span id="more-135"></span><span lang="IN">Saya ambil undian dan berkata kepada diri saya sendiri &#8230;. terjadilah kehendakMu&#8230; hadiah yang terbaik yang paling pas yang aku dapatkan &#8230;. saya ambil satu nomor dan eehh&#8230;. saya dapat piring cantik. Lumayanlah&#8230; tetapi intinya bukan itu&#8230; ketika saya akan bayar ke kasir, sekali lagi sang kasir menawarkan saya sebuah keanggotaan belanja di departemen store tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Wah sebuah strategi menarik &#8230; saya mulai goyah karena yang kasir ini<span> </span>jauh lebih tangguh dibanding tadi di lantai 2. Yang ini menawarkan saya beberapa keuntungan menjadi member, saya akan mendapatkan fasilitas diskon dan lain-lain &#8230; tetapi saya masih berteguh hati dan mengatakan tidak mba, karena saya jarang belanja di sini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Kemudian saya bergerilya menuju toko sebelah, saya tidak mendapatkan barang yang sama tetapi saya mendapatkan sebuah informasi yang berharga bahwa ternyata untuk barang sejenis di toko sebelah tersebut saya mendapatkan harga yang jauh lebih mahal dari pada departemen store tersebut. Dan hal itu terjadi di beberapa toko disekitar area tersebut. Akhirnya saya langsung balik kucing ke departemen store yang berlantai-4 tersebut. Saya langsung menuju lantai 3 dan tidak pakai pikir-pikir lagi, saya ambil tas tersebut dan langsung menuju ke kasir. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Saya berada diantrian ke dua, Dan sekali lagi saya melihat orang yang ada didepan saya<span> </span>ditawari kartu member departemen store tersebut &#8230;. keisengan saya mulai muncul&#8230;<span> </span>saya coba skill baru saya mumpung masih ingat dari meng <em>ikuti practitioner NLP bersama Trainer Bp Ronny F Ronodirdjo </em> kemarin di sheraton jogja<span> </span>&#8230;. langsung saja ..pacing &#8230; match and mirroring ke mbak kasir sekalian menunggu giliran saya. Begitu giliran saya langsung saya serahkan barang saya dan mbak tersebut langung menanyakan apakah saya sudah punya kartu member departemen store tersebut . Dan saya katakan saya belum punya, mbaknya langsung menawari saya keanggotaan tersebut.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak apa keuntungan dari kartu tersebut ?” kata saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Begini mas, ini dapat mendapatkan keuntungan potongan harga untuk produk tertentu sampai dengan 15%” jawab mbak kasir lantai 3 itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa biaya yang harus dibayarkan ?” tanya saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“10.000 mas&#8230;untuk keanggotaan 1 tahun”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil memberikan uang untuk membayar tas tersebut saya berkata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa persen discount yang bisa <strong><em>saya dapat kartu itu sekarang</em></strong> ?<span> </span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Aneh bi mujaib &#8230;uang kembalian saya diberikan ke saya berikut dengan kartu anggota itu &#8230;tanpa potongan apapun &#8230;.hahahaa&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi saya bukan pendekar berwatak jahat. Saya kembalikan kartu diskon “gratisan” kepada mbaknya&#8230; saya bilang ke mbaknya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak ini terbawa kartunya &#8230;wong saya ndak ikut keanggotaan kok di kasih.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Ohh&#8230;.maaf mas &#8230;terimakasih” &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil berbusung dada saya melangkah keluar dari departemen store tersebut &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Yeah &#8230;. Ridwan Raharjo Certified Hypnotist &#8230;.. hehehe&#8230;&#8230;..</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Trance Phenomena</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Muh. Iqbal Basri, Licensed Practitioner of NLP ™ Trance phenomena atau hypnotic phenomena mungkin sudah biasa terdengar tapi sepertinya ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan. Pada saat seseorang lagi trance, maka subjek akan merasakan beberapa perubahan dalam hal diantaranya area persepsi, memori, sensasi, fisiologi , waktu dll. Terkadang trance phenomena ini terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--EndFragment--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;">Oleh : Muh. Iqbal Basri, Licensed Practitioner of NLP ™</span><!--EndFragment--></p>
<p class="MsoNormal">Trance phenomena atau hypnotic phenomena mungkin sudah biasa terdengar tapi sepertinya ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan. Pada saat seseorang lagi trance, maka subjek akan merasakan beberapa perubahan dalam hal diantaranya area persepsi, memori, sensasi, fisiologi , waktu dll. Terkadang trance phenomena ini terjadi secara spontan tapi dapat pula di evokasi oleh sang hypnotist.</p>
<p class="MsoNormal">Trance phenomena menurut Jeffrey K.Zeig ada 12 dan membaginya menjadi 4 kelompok besar yaitu perubahan sensoris (hallusinasi, anesthesia, analgesia dan catalepsy), Automatic behavior/Disorientasi (ideomotor behavior, ideosensory behavior, automatic behavior dan post-hypnotic suggestion), Time Reference (time distortion) dan perubahan fungsi memory ( amnesia, hyperamnesia, age regression). Pembagian ini dapat membantu kita untuk lebih dapat memahami trance phenomena</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-144"></span></p>
<p class="MsoNormal">Mungkin kita bertanya-tanya tentang pemanfaatan Trance phenomena ini, dalam buku “ A Guide to Trance Land” oleh Bill O’Hanlon, kita bisa mendapatkan hal ini yaitu sebagai convincer bagi subjek dan sang hypnotist bahwa subjek sudah trance karena terkadang saat kita menginduksi seseorang, terkadang sang hypnotist masih ragu tentang kondisi subjeknya, apakah sudah trance atau belum, sehingga dibutuhkan suatu convincer untuk meyakinkan sang hypnotist.</p>
<p class="MsoNormal">Sebetulnya hal itu dapat kita lihat dari perubahan fisiologis yang terjadi. Tapi saat subjek memperlihatkan hand levitation atau trance phenomena lainnya, baik itu terjadi secara spontan ataupun setelah dievokasi, maka hal itu akan menjadi suatu informasi penting bagi sang hypnotist. Selain sebagai convincer bagi sang hypnotist tapi hal itu juga dapat menjadi bukti bagi subjek bahwa dia sudah trance karena terkadang sang subjek tidak percaya kalo dia sudah mengalami trance. Mungkin kita masih ingat bahwa tidak ada induksi tanpa tes, apakah itu tradisional hypnosis maupun ericksonian hypnosis. Perbedaannya hanya ericksonian hypnosis melakukannya dengan lebih elegant, dan berusaha untuk meminimalkan menyentuh subjeknya.</p>
<p class="MsoNormal">Pemanfaatan lainnya yaitu untuk deepening, misalnya phenomena hand levitation bisa kita utilisasi untuk memperdalam proses hypnosis. Sekali lagi ericksonian hypnsosis melakukannya dengan sangat elegant sehingga benar-benar menghindari terjadinya resistensi.</p>
<p class="MsoNormal">Terkadang Milton H.Erickson melakukan teknik fractionation,yaitu saat subjek sudah trance diminta untuk membuka mata, setelah beberapa saat subjek diminta menutup mata kembali. Mari kita mulai melakukan deepening dengan cara yang agak berbeda.</p>
<p class="MsoNormal">Yang terakhir, trance phenomena juga digunakan untuk treatment, sebagaima kita ketahui bersama bahwa ericksonian hypnosis berprinsip bahwa problem is solution atau answer within (menurut versi Stephen Lankton) atau solution oriented hypnosis (Bill O’Hanlon), semua resources sudah tersedia pada subjek.</p>
<p class="MsoNormal">Jika kita perhatikan ternyata trance phenomena itu alamiah terjadi pada seseorang, misalnya kita sedang menonton film yang kita gemari tanpa terasa sudah 2-3 jam berarti kita telah telah mengalami Time Distortion. Jadi ericksonian hypnosis lebih cenderung mengevokasi dibanding mengsugesti. Hal ini sesuai dengan salah satu presupposisi NLP.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin beberapa rekan bertanya bagaimana metode untuk mengevokasi trance phenomena, menurut Bill O’Hanlon terdapat 5 cara untuk mengevokasinya yaitu Giving permission (apakah permission to atau permission not to have to), Presupposing Response (menggunakan salah satu hypnotic language pattern yaitu presupposition), Reminding and Guiding Associations to previous everyday experience (karena sebenarnya trance phenomena merupakan pengalaman sehari-hari),Using analogies, anecdotes and stories dan yang terakhir yaitu interspersed Phrases (memanfaatkan analogue markings).</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jungle Survival &amp; Character Building ‘with NLP’</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 09:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Kartiko Adi Pramono, Licenced Master Practitioner of NLP™ Kurang dari seminggu setelah selesai mengikuti batch pertama Master Practitioner NLP dari Sinergi Lintas Batas, saya memimpin perjalanan survival yang diikuti oleh para initial flight attendants (pramugari baru) di hutan Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi.  Di sana saya mendapatkan 2 macam refreshment. Refreshment pertama adalah, saya mengalami SWITCHING [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kartiko Adi Pramono, Licenced Master Practitioner of NLP™ </strong></p>
<p>Kurang dari seminggu setelah selesai mengikuti batch pertama Master Practitioner NLP dari Sinergi Lintas Batas, saya memimpin perjalanan survival yang diikuti oleh para initial flight attendants (pramugari baru) di hutan Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi.  Di sana saya mendapatkan 2 macam refreshment.</p>
<p>Refreshment pertama adalah, saya mengalami SWITCHING SUBMODALITY EXPERIENCE. Setelah 7 hari berturut-turut di dalam kelas tertutup bersama 11 peserta Master Practitioner lainnya, 1 ‘extraordinary’ trainer dan 4 video shooting crews, yang kesemuanya adalah pria macho, dewasa, tegar dan berwibawa, berubah pada suasana alam terbuka dan menghadapi sejumlah 40-an ‘kinyis-kinyis’ flight attendants yang siap mermanja-manja pada pria manapun yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka.</p>
<p>GOOOOOD… REFREEEEESH…</p>
<p><span id="more-134"></span>Refreshment berikutnya adalah meningkatnya kepekaan saya menghadapi ‘kemanjaan’ para peserta, yaitu bisa lebih tajam bisa me-META MODEL apa yang mereka ‘keluhkan’, bersama saya mereka dapat mengarungi STATE OF MIND diri mereka sendiri melalui aplikasi TIME LINE, sehingga para flight attendants tahu kapan harus menempatkan diri dengan STATE OF MIND tertentu, dan tentu saja sambil saya melengkapi para peserta dengan amunisi pembentukan karakter, saya dapat dengan leluasa melakukan CHANGE BELIEF melalui SUBMODALITY REMAP pada setiap negative statement dari para peserta.  (Saya jadi ingat saat latihan CHANGE BELIEF menghadapi belasan sopir taksi di pelataran parkir Hotel Santika).</p>
<p>Pada kesempatan terakhir, di sesi internasilasi, terjadi ‘tidur nyenyak cepat dan sugesti positif masal’ dengan me-UTILISASI semua suara manusia, kendaraan dan hujan di pinggir Situ Gunung. GOOOOOD… REFREEEEESH…</p>
<p>Saya yakin para practitioner NLP telah merasakan dahsyatnya ilmu ini (dan tentu saja terutama akan lebih terasa bagi yang sudah Master Practitioner &#8230; xixixi…), dan yang saya alami lebih dahsyat lagi…  Yaitu tanpa harus saya rencanakan, saat berinteraksi, beberapa tools NLP muncul begitu saja, dan saya baru menyadarinya saat sedang dan sesaat sesudah berlangsung.</p>
<p>Ya, ya, ya… saya jadi ingat mas Ronny pernah mengatakan adanya UNCONCIOUS INSTALLATION…, thanks ya Mas Ronny yang telah menginstal hal-hal positif pada diri saya (disinilah pentingnya memilih trainer yang tepat…!).</p>
<p>Saya bersyukur telah menyelesaikan 2 batch Jungle Survival &amp; Character Building ‘with NLP’ bagi para Flight Attendants kali ini, saya berharap terjadi juga UNCONCIOUS INSTALLATION mengenai karakter dan kebiasaan positif (better habit) pada diri mereka, sehingga mereka dapat mengarungi udara dengan karakter yang lebih baik dan berperan memajukan citra penerbangan Indonesia.</p>
<p>Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
