<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Republik NLP (tm)</title>
	<atom:link href="http://republiknlp.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republiknlp.com</link>
	<description>Sebuah Mimpi Mengenai Neuro-Linguistic Programming</description>
	<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:03:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat obat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat obat. Namanya juga anak2, kalau lagi sakit pasti rewel, nggak bisa tidur, obat yang diberikan dokter tentunya tidak bisa langsung memberikan dampak sembuh buat mereka, pastinya perlu waktu.</p>
<p>Sudah coba menghibur dengan segala cara, tenang sebentar habis itu rewel lagi dan nggak bisa istirahat. Akhirnya saya punya ide untuk menggunakan metode Six Step Reframing untuk membantu anak2 saya. 6-SR pertama kali saya lakukan kepada Edmar, dimana saat ini Edmar berusia 22 bulan dan belum bisa bicara, dia paham sekali kalau kita ajak komunikasi tetapi belum bisa untuk menjawab secara komunikasi verbal. Edmar mengalami gangguan adenoid (adenoid adalah tonsil dibelakang hidung). sifatnya seperti amandel tetapi letaknya berbeda. Nah si adenoid ini bisa membesar dan bengkak kalau dipicu oleh reaksi alergi, terlebih kalau dia terkena radang karena flu. Jadi Edmar kesulitan untuk bernafas dari hidung, karena lubang pernafasannya terganggu oleh si adenoid yang membengkak. Seperti kalau hidung kita mampet tetapi ini bukan karena lendir, jadi periodenya lama menunggu si adenoid mengecil sendiri kalau radang atau alerginya membaik.</p>
<p><span id="more-138"></span>Akhirnya saya melalukan proses 6SR ini dipandu dengan pengalaman waktu belajar role model pas di kelas Licensed Practitioner of NLP. Sebelumnya saya berniat dulu untuk melakukan hal ini dengan tujuan membantu Edmar supaya bisa merasa lebih nyaman dan bisa istirahat, kemudian saya masuk ke subconcious untuk mohon ijin &#8220;ngobrol&#8221; dengan Edmar di level subconcious. Ternyata saya mendapat feedback positif dari Edmar. Setelah bisa melakukan kontak, saya melakukan 6SR kepada Edmar, sesuai niat awal, saya berikan alternatif-alternatif yang bisa digunakan untuk membantu melegakan nafasnya dari si adenoid itu, jawaban yang saya dapat dari Edmar ternyata diluar dugaan, dia memberikan solusi sendiri yang bisa membantu mengatasi si adenoid tersebut. Saya mendapatkan jawaban bahwa untuk membantu melegakan saluran nafasnya Edmar perlu digosok air zam-zam. Saya tanya, dibagian mana, jawaban yang saya dapat juga tidak saya sangka sebelumnya, karena dia minta digosok di bagian kaki. setelah saya tanyakan kepada bagian tubuh edmar yang lain bahwa apa yang akan saya lakukan itu sesuai dengan ekologi tubuh edmar secara keseluruhan, saya mengucapkan terima kasih dan kembali ke kondisi concious. Tidak disangka, pada saat saya membuka mata, ternyata Edmar menunjuk ke arah tempat saya menyimpan air zam-zam.</p>
<p>Luar biasa, Subhanallah. Luar biasa. setelah saya ambil sedikit air zam-zam tersebut, saya baca doa terlebih dahulu niatnya membantu Edmar, trus saya tawarkan sedikit di sendok untuk dia minum, dan dengan jelas Edmar geleng2 kepala memberi tahu bahwa dia tidak mau minum air tersebut, kemudian ketika saya mulai menggosok bagian kakinya, Edmar seperti mau bekerja sama dengan bersikap lebih tenang, bahkan jadi tertawa-tawa sewaktu kakinya digosok air zam-zam.</p>
<p>Sekitar 15 menit kemudian, Edmar akhirnya berhasil bobo dengan lebih tenang. waktu saya cek aliran udara di lubang hidungnya, alhamdulillah 1 hidung sudah bisa digunakan sebagai saluran pernapasan karena ada udara yang keluar dari situ.</p>
<p>Berhasil dengan Edmar, saya lakukan ke Dhafin keesokan harinya. Dia mengeluh pusing dan kepalanya sakit. Berbeda dari yang biasa, kali ini sepertinya sakit kepala Dhafin benar-benar mengganggu karena dia sampai menangis. Obat penurun nyeri sepertinya belum bekerja optimal karena Dhafin masih mengeluh kepalanya pusing. Memang karena baru sembuh dari sakit, kondisi tubuhnya belum fit benar, jadi mudah kecapean. Saya langsung ingat kalau saya punya metode baru untuk bantu anak yang kesulitan memberi info apa yang dia rasakan, untuk Dhafin dia &#8220;overwhelmed&#8221; dengan sakit kepalanya jadi panik sendiri.</p>
<p>Sambil menemani dan mengusap - usap badannya, saya masuk ke kondisi subconcious untuk berkomunikasi dengan alam bawah sadar Dhafin, dan bertanya apa yang bisa saya lakukan untuk membantu meringankan sakit kepalanya. Akhirnya saya memperoleh jawaban bahwa, kompres air hangat bisa membantu. Bentuk kompresnya tidak pakai handuk tapi pakai botol yang diisi dengan air hangat, istilah<br />
bahasa Jawanya &#8220;diseko&#8221;. Selesai dapat jawaban, Dhafin memanggil saya, karena dia menyangka saya tertidur waktu menemani dia. &#8220;Koq Ibu Tidur sih?&#8221; katanya. Saya langsung buka mata dan bilang kalau saya akan ambil air hangat untuk meng-kompres kepalanya yang pusing. Dhafin langsung setuju dan nurut sama apa yang saya bilang. Botol air hangatnya diletakkan tepat di pangkal lehernya dan alhamdulillah, hanya selang sekitar 10 - 15 menit Dhafin bisa tidur. Alhamdulilah. Pada saat bangun, dia sudah merasa lebih sehat dan pusingnya berkurang.</p>
<p>Saya benar-benar merasakan manfaat yang luar biasa dari mengikuti pelatihan Pak Ronny untuk menjadi &#8220;tukang masak&#8221; pakai NLP, dari teknik yang satu bisa dicombine dengan teknik yang lain sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Memang, sebagaimana yang ditekankan dalam pelatihan, cara yang saya pakai di atas bukan cara untuk pengobatan, sehingga tetap perlu dicari jenis sakitnya apa melalui konsultasi dokter, minum obat, istirahat dll.  Di sini NLP membantu untuk meringankan rasa ketidaknyamanan selama proses penyembuhannya. Terutama untuk anak-anak, kita bisa membantu mereka menjadi lebih tenang sehingga mereka bisa istirahat dan Insyaallah dengan istirahat yang lebih berkualitas proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Alhamdulillah. Bonusnya, si ibu bisa istirahat juga dengan lebih berkualitas karena mengurus dan menemani anak yang sedang sakit itu benar-benar menguras energi dan pikiran:) benar begitu kan?</p>
<p>Semoga sharing ini bisa membantu para orang tua juga saudara-saudara yang lain pada saat perlu membantu menenangkan anak dengan bahasa nonverbal mereka.</p>
<p>Saling bertukar feedback adalah hal luar biasa berikutnya, karena dari feedback kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah&#8230;</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM)
Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan ditempel… [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan ditempel… waaah…begitulah katanya kalau seorang anak sedang antusias… semuanya menjadi seluruh kehidupannya…</p>
<p>Tapi saya perhatikan… kok nggak move-move ya? Beli skateboard sudah…kesempatan ada (sudah agak senggang dari jadwal ujian…) nah mau apa lagi… masa mengamati terus-terusan…</p>
<p>Saya jadi ingat tentang go-first-nya pak Ronny… ketika nyuruh kerbau mandi, nyebur ke air duluan deh… hehe… aduuuuh masa’ emak-emak main in-line skate… Saya jadi berfikir tentang hal-hal yang tidak memberdayakan: Pasti Tidak Mampu! Sulit! Dulu lagi kecil ga ada fasilitasnya… udah besar belajar sih… tulangnya sudah kaku… dll…</p>
<p><span id="more-137"></span>Tanpa terasa ingatan saya melayang ke buku NLP Comprehensive Training Team… disana diceritakan tentang Mempelajari Model Ekselensi… ceritanya begini: Di awal era ski modern, ada pola berfikir yang berbeda dari keahlian bermain ski… diawal tahun 1950-an, konon kebanyakan orang berfikir bahwa bermain ski adalah masalah bakal alami. Anda memasukkan kaki ke dalam sepasang papan ski, anda diminta untuk tidak membuat kedua papan ski bersilangan, lalu anda diminta untuk mengikuti orang yang lebih berpengalaman untuk bergerak menuruni bukit. Anda diminta mengikuti apa saja yang ia lakukan. Jika bisa menjalaninya tanpa banyak jatuh, keseleo atau patah tulang, dan bisa menikmatinya seperti mendapatkan pengalaman baru, maka anda bisa dipandang sebagai kandidat yang bagus untuk menjadi pemain ski atau bahkan dipandang sebagai mempunyai bakat alam untuk bisa bermain ski.</p>
<p>Tapi tahun 1950 itu ada seorang bernama Profesor Edward t. Hall, penulis buku The Silent Languages. Ia mengatakan bahwa ia telah merekam sejumlah pemain ski jagoan di kawasan Alpen dan kemudian para periset meneliti film itu frame demi frame. Mereka lalu membagi gerakan-gerakan detil itu pada unit-unit terkecil dari perilaku atau mereka sebut “isolates”. Mengamati permainan ski dengan cara itu, membuat mereka tahu bahwa meski setiap jagoan ski itu memiliki gaya masing-masing tetapi mereka menggunakan isolates yang sama. Selanjutnya isolates ini diajarkan pada orang biasa atau pemain ski pemula, dan hasilnya adalah orang-orang tersebut dengan cepat bisa bermain ski dengan baik. Bahkan para pemula itu, melakukan permainan ski secara natural seperti pemain ski yang hebat! Kuncinya adalah mengidentifikasi esendi dari skill mereka yaitu gerakan-gerakan tertentu yang khas… dalam NLP hal ini disebut “Memodel”.</p>
<p>Oke.. kalau begitu saya mulai berproses… ketika anakku mempelajari gerakan-gerakan lambat permainan skate baik dari film maupun dari PS-nya… saya ikut berdiri disana, merasakan gerakan-gerakan yang sama, pergerakan otot dan tulang yang sama, saya bergerak mengikuti apa yang saya lihat, saya rasakan, saya dengarkan semua suara yang ada: obrolan para skater, suara gedebak-gedebuk papan skate bahkan decitan ketika berbalik arah. Kita kuasai VAKOG-nya. Saya katakan pada anak saya: “Kita bisa belajar dari film itu… ayo Koh (namanya Kokoh)… sambil melihat secara lambat, kita ikuti gerakannya…Anchor! dan Appropriate!”</p>
<p>Anak saya mengatakan waaah… cuman ngelihat saja kan belum tentu bisa… dan saya tertantang… ayo kita coba… dan untuk anakku yang sedang latihan fotography sekalian saja belajar mengabadikan perilaku ibunya…</p>
<p>Ok.. step-stepnya adalah:</p>
<ul>
<li>Bayangkan seperti apa skater beraksi?</li>
<li>Lenturkan kaki&#8230; lihatlah bagaimana para skater sejati melakukannya dan&#8230; be a modeler</li>
<li>Rasakan dan ikuti kemana arah kinestetik sang juara, beraksi&#8230;</li>
<li>Luaskan pemahaman pada setiap sisi&#8230; rasakan&#8230; bayangkan&#8230; dengarkan apa yang sebaiknya dilakukan&#8230;</li>
<li>Jatuh? Jatuhlah dengan nyaman dan bangkit kembali.</li>
</ul>
<p>Jadi janganlah membuat blocking untuk ketidak mampuan kita BELAJAR. Tidak mampu, tidak ada fasilitas, sulit&#8230; JANGAN SEBUTKAN HAL2 ITU DI DEPAN ANAK2 KITA&#8230;<br />
Satu patokan yang menarik adalah: TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN.. dan kita bisa mengekselensi apapun… Contohnya mengekselensi relationship…lebih kompetitif di pasar bebas.. maka gerakan-gerakan kuncinya adalah bukan pada otot dan tulang melainkan dalam INNER THOUGHT seseorang… rasakan, dengarkan, bayangkan, kata-kata, penggambaran, perasaan dan keyakinan orang yang akan kita model.. rasanya kita pernah melakukan hal itu di kelas… untuk yang pilihan bebas, saya memilih Johny Depp sedangkan untuk yang wajib tentusaja pak Bandler… (thanks to pak Ronny… ini sangat menginspirasi saya…) dan didalam memodel Inner Thought inilah kita belajar menggali informasi: “Apa yang harus saya ketahui untuk membuat suatu keputusan?” “Hal hebat apa yang dirasakan ketika membuat keputusan yang hebat?” “Apa keuntungan besarnya?” “Step-step efektif dan luar biasa apa yang bisa dilaksanakan?”</p>
<p>Lalu ada pertanyaan yang sedikit membuat dahiku berkerut, katanya: “Kalo begitu, me-model aja… langsung pinter… tanpa harus belajar lagi…!” Wah itu adalah pemahaman yang keliru… Memodel hanyalah kunci membuka blocking mental&#8230; masalah keahlian dan pengetahuan (skill and knowledge, ingat kata Gallup) adalah urusan belajar dan latihan yang terus menerus.</p>
<p>Jadi tepat sekali apa kata teman saya Rosita “Jangan pernah berkata dan berfikir negatif di mana saja&#8230;apalagi di depan anak2 kita&#8230;” dan berikanlah kesempatan seluas-luasnya pada anak-anak kita untuk belajar. Sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin… (nah menurut bahasa yang ditangkap otak artinya: ada yang mungkin… karena kata tidak, tidak dikenali otak subcouscius kita).</p>
<p>Ok… latihlah DTI kita, begitu pak Istoto berkomentar…DTI adalah Deep Trance Identification, salah satu cara memodel selain 5A (Self modeling) dan CoEx (memodel Excellence orang). DTI adalah salah satu teknik Inti yang baik sekali untuk memodel excellent orang, begitu kata pak Istoto…Lalu ditambahkan oleh pak Ronny: DTI berarti bertambah Deep Trance-nya. Ok! Luar biasa ya? Ini akan memudahkan kita keluar dari mental blok yang kita ‘nikmati’… hm penderitaan kok dinikmati ya? Mungkin maksud kita adalah kita sudah pasrah dengan kekurangan kita… Waaw… saya jadi gemas melakukan memodel ini pada kegiatan masa kecil saya… mau tau apa? Waaah akan saya rahasiakan dulu… ini akan menjadi kejutan, nanti ketika kita berkumpul bersama… ayo…semangaT untuk mengOlah poTEnsi kita!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekar berwatak baik &#8230;.</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 06:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[ 
Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)

Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari,  kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<p><![endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p><strong>Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari, <span> </span>kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya disuruh langsung ke kasir dan saya bayar barang tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi pada saat saya akan membayar, mbak kasir<span> </span>menawari saya sebuah kartu member belanja di departemen store tersebut. Saya katakan tidak,<span> </span>karena saya jarang sekali berbelanja. Kemudian saya meneruskan perburuan tas saya berpindah ke lantai 3&#8230; setelah saya cari-cari saya dapatkan tas yang saya inginkan. Tetapi saya tidak langung menuju kasir untuk membayar, muncul keraguan dalam hati saya .. jangan-jangan di toko sebelah saya akan mendapatkan lebih murah ? &#8230;. bagaimana nih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi toko sebelah dulu sebelum membeli tas yang akan saya jadikan hadiah itu. Saya turun ke lantai dasar dan kemudian pada saat melewati counter obat-obatan saya tertarik program beli multivitamin X <span> </span>berhadiah pasta gigi Y. Wah lumayan nih&#8230; saya langsung borong 4 karena kebetulan ada program beli 4, berkesempatan<span> </span>mendapatkan tambahan undian hadiah tas kecil, piring, mug, tempat minum , block note dan beberapa barang kecil lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span id="more-135"></span><span lang="IN">Saya ambil undian dan berkata kepada diri saya sendiri &#8230;. terjadilah kehendakMu&#8230; hadiah yang terbaik yang paling pas yang aku dapatkan &#8230;. saya ambil satu nomor dan eehh&#8230;. saya dapat piring cantik. Lumayanlah&#8230; tetapi intinya bukan itu&#8230; ketika saya akan bayar ke kasir, sekali lagi sang kasir menawarkan saya sebuah keanggotaan belanja di departemen store tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Wah sebuah strategi menarik &#8230; saya mulai goyah karena yang kasir ini<span> </span>jauh lebih tangguh dibanding tadi di lantai 2. Yang ini menawarkan saya beberapa keuntungan menjadi member, saya akan mendapatkan fasilitas diskon dan lain-lain &#8230; tetapi saya masih berteguh hati dan mengatakan tidak mba, karena saya jarang belanja di sini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Kemudian saya bergerilya menuju toko sebelah, saya tidak mendapatkan barang yang sama tetapi saya mendapatkan sebuah informasi yang berharga bahwa ternyata untuk barang sejenis di toko sebelah tersebut saya mendapatkan harga yang jauh lebih mahal dari pada departemen store tersebut. Dan hal itu terjadi di beberapa toko disekitar area tersebut. Akhirnya saya langsung balik kucing ke departemen store yang berlantai-4 tersebut. Saya langsung menuju lantai 3 dan tidak pakai pikir-pikir lagi, saya ambil tas tersebut dan langsung menuju ke kasir. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Saya berada diantrian ke dua, Dan sekali lagi saya melihat orang yang ada didepan saya<span> </span>ditawari kartu member departemen store tersebut &#8230;. keisengan saya mulai muncul&#8230;<span> </span>saya coba skill baru saya mumpung masih ingat dari meng <em>ikuti practitioner NLP bersama Trainer Bp Ronny F Ronodirdjo </em> kemarin di sheraton jogja<span> </span>&#8230;. langsung saja ..pacing &#8230; match and mirroring ke mbak kasir sekalian menunggu giliran saya. Begitu giliran saya langsung saya serahkan barang saya dan mbak tersebut langung menanyakan apakah saya sudah punya kartu member departemen store tersebut . Dan saya katakan saya belum punya, mbaknya langsung menawari saya keanggotaan tersebut.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak apa keuntungan dari kartu tersebut ?” kata saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Begini mas, ini dapat mendapatkan keuntungan potongan harga untuk produk tertentu sampai dengan 15%” jawab mbak kasir lantai 3 itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa biaya yang harus dibayarkan ?” tanya saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“10.000 mas&#8230;untuk keanggotaan 1 tahun”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil memberikan uang untuk membayar tas tersebut saya berkata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa persen discount yang bisa <strong><em>saya dapat kartu itu sekarang</em></strong> ?<span> </span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Aneh bi mujaib &#8230;uang kembalian saya diberikan ke saya berikut dengan kartu anggota itu &#8230;tanpa potongan apapun &#8230;.hahahaa&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi saya bukan pendekar berwatak jahat. Saya kembalikan kartu diskon “gratisan” kepada mbaknya&#8230; saya bilang ke mbaknya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak ini terbawa kartunya &#8230;wong saya ndak ikut keanggotaan kok di kasih.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Ohh&#8230;.maaf mas &#8230;terimakasih” &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil berbusung dada saya melangkah keluar dari departemen store tersebut &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Yeah &#8230;. Ridwan Raharjo Certified Hypnotist &#8230;.. hehehe&#8230;&#8230;..</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jungle Survival &#038; Character Building ‘with NLP’</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 09:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Kartiko Adi Pramono, Licenced Master Practitioner of NLP™ 
Kurang dari seminggu setelah selesai mengikuti batch pertama Master Practitioner NLP dari Sinergi Lintas Batas, saya memimpin perjalanan survival yang diikuti oleh para initial flight attendants (pramugari baru) di hutan Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi.  Di sana saya mendapatkan 2 macam refreshment.
Refreshment pertama adalah, saya mengalami SWITCHING SUBMODALITY [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kartiko Adi Pramono, Licenced Master Practitioner of NLP™ </strong></p>
<p>Kurang dari seminggu setelah selesai mengikuti batch pertama Master Practitioner NLP dari Sinergi Lintas Batas, saya memimpin perjalanan survival yang diikuti oleh para initial flight attendants (pramugari baru) di hutan Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi.  Di sana saya mendapatkan 2 macam refreshment.</p>
<p>Refreshment pertama adalah, saya mengalami SWITCHING SUBMODALITY EXPERIENCE. Setelah 7 hari berturut-turut di dalam kelas tertutup bersama 11 peserta Master Practitioner lainnya, 1 ‘extraordinary’ trainer dan 4 video shooting crews, yang kesemuanya adalah pria macho, dewasa, tegar dan berwibawa, berubah pada suasana alam terbuka dan menghadapi sejumlah 40-an ‘kinyis-kinyis’ flight attendants yang siap mermanja-manja pada pria manapun yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka.</p>
<p>GOOOOOD… REFREEEEESH…</p>
<p><span id="more-134"></span>Refreshment berikutnya adalah meningkatnya kepekaan saya menghadapi ‘kemanjaan’ para peserta, yaitu bisa lebih tajam bisa me-META MODEL apa yang mereka ‘keluhkan’, bersama saya mereka dapat mengarungi STATE OF MIND diri mereka sendiri melalui aplikasi TIME LINE, sehingga para flight attendants tahu kapan harus menempatkan diri dengan STATE OF MIND tertentu, dan tentu saja sambil saya melengkapi para peserta dengan amunisi pembentukan karakter, saya dapat dengan leluasa melakukan CHANGE BELIEF melalui SUBMODALITY REMAP pada setiap negative statement dari para peserta.  (Saya jadi ingat saat latihan CHANGE BELIEF menghadapi belasan sopir taksi di pelataran parkir Hotel Santika).</p>
<p>Pada kesempatan terakhir, di sesi internasilasi, terjadi ‘tidur nyenyak cepat dan sugesti positif masal’ dengan me-UTILISASI semua suara manusia, kendaraan dan hujan di pinggir Situ Gunung. GOOOOOD… REFREEEEESH…</p>
<p>Saya yakin para practitioner NLP telah merasakan dahsyatnya ilmu ini (dan tentu saja terutama akan lebih terasa bagi yang sudah Master Practitioner &#8230; xixixi…), dan yang saya alami lebih dahsyat lagi…  Yaitu tanpa harus saya rencanakan, saat berinteraksi, beberapa tools NLP muncul begitu saja, dan saya baru menyadarinya saat sedang dan sesaat sesudah berlangsung.</p>
<p>Ya, ya, ya… saya jadi ingat mas Ronny pernah mengatakan adanya UNCONCIOUS INSTALLATION…, thanks ya Mas Ronny yang telah menginstal hal-hal positif pada diri saya (disinilah pentingnya memilih trainer yang tepat…!).</p>
<p>Saya bersyukur telah menyelesaikan 2 batch Jungle Survival &amp; Character Building ‘with NLP’ bagi para Flight Attendants kali ini, saya berharap terjadi juga UNCONCIOUS INSTALLATION mengenai karakter dan kebiasaan positif (better habit) pada diri mereka, sehingga mereka dapat mengarungi udara dengan karakter yang lebih baik dan berperan memajukan citra penerbangan Indonesia.</p>
<p>Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/06/10/jungle-survival-character-building-%e2%80%98with-nlp%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aduh! Aku Jatuh Cinta Lagi, Pada Dian Sastro</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/19/aduh-aku-jatuh-cinta-lagi-pada-dian-sastro/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/19/aduh-aku-jatuh-cinta-lagi-pada-dian-sastro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 09:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™
Baik.
Judul yang menggelitik dan memancing tanya sebelum anda membaca tulisan ini sampai selesai. Saya beruntung sekali dapat menulis pengalaman ini karena saya menyadari jatuh cinta merupakan hal yang sering kali terjadi pada sebagian orang, bagi yang sudah beristri bahkan sangat mengganggu. Dengan membaca pengalaman saya ini semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Baik.</p>
<p>Judul yang menggelitik dan memancing tanya sebelum anda membaca tulisan ini sampai selesai. Saya beruntung sekali dapat menulis pengalaman ini karena saya menyadari jatuh cinta merupakan hal yang sering kali terjadi pada sebagian orang, bagi yang sudah beristri bahkan sangat mengganggu. Dengan membaca pengalaman saya ini semoga anda bisa membantu diri anda sendiri untuk keluar dari permasalahan yang terkait dengan Jatuh Cinta lagi.</p>
<p><strong>Pengalaman terjadi kira-kira bulan November 2008. </strong></p>
<p>Seperti kebanyakan pria, saya  senang sekali mengkoleksi foto-foto artis yang banyak bertebaran di internet, mulai dari artis luar negeri sampai dengan artis Indonesia. Saya paling senang mengumpulkan foto artis yang bisa ditampilkan pada wallpaper laptop kesayanganku, gambar wallpaper yang sering saya pasang adalah gambar artis Indonesia yaitu Dian Sastro.</p>
<p><span id="more-133"></span>Seperti yang biasa saya lakukan pada artis lainnya, saya mencari foto Dian Sastro yang  paling bagus dan tentu saja dengan gaya yang paling cantik.  Setelah saya pasang gambar Dian Sastro,  tentu saja laptop  kelihatan menjadi segar dan enak untuk dilihat.</p>
<p>Saya punya kebiasaan mengaktifkan ‘<em>quick lauch</em>’ dan segera  mematikan program yang sedang berjalan bisa program tersebut selesai saya pergunakan kemudia hanya  gambar wallpaper saja yang kelihatan, iya benar sekarang yang kelihatan hanya gambar Dian Sastro tersenyum  saja. Asik bener,  saya bisa seolah-olah bertemu dengan artis kesayangan karena wallpaper tersebut saya buat ‘close up’ dan hanya pundak serta wajah saja yang kelihatan, sehingga besar kepala saya dan Dian Sastro relative sama. Bisa membayangkan dong.</p>
<p>Hari-hari berlalu dengan indahnya, sampai pada suatu saat ada hal lain yang saya rasakan …, suatu perasaan yang sama dengan perasaan saya saat jatuh cinta.  Hem …, apakah saya jatuh cinta lagi?&#8230; Masak sih?&#8230; Saya biarkan saja. Semakin saya biarkan semakin nyata gambar itu, warnanya semakin jelas dan warna-warni. Tik tok … tik tok …  biar saja lah  tapi kok setiap selesai bekerja  dan menutup program-program serta melihat wallpaper kok perasaan ini menjadi lain. Gawat!</p>
<p>Pasti ada apa-apa dengan perasaanku kini. Agar perasaan saya nyaman saya ganti wallpaper laptopku dengan pemandangan alam saja, dan gambarpun berganti. Benar ternyata saya terbantu dengan mengganti wallpaper tersebut tapi  ternyata belum cukup karena gambar tersebut berpindah ke dalam pikiranku.<br />
Cukup !!, Ini harus diakhiri batinku meronta.</p>
<p>Benar saja … walaupun gambar tersebut sudah di hapus dari  wallpaper laptopku tapi gambar tersebut tidak terhapus dari pikiranku … gambar tersebut masih tersenyum manis dalam peta pikiranku walaupun peta tidak sama dengan keadaan sesungguhnya (the map is not the territory) tapi nyatanya tubuh ini merespon gambar tersebut layaknya nyata.</p>
<p>Sekaranglah saatnya mengendalikan diri sendiri, kau yang mulai kaulah yang mengakhiri, kau yang menyulut kau lah yang memadamkan. Apa sih yang mengganggu? yang mengganggu adalah gambaran Dian Sastro yang tersenyum manis dipikiranku, berarti ‘submodality visual’ perlu diubah, oke mari kita ubah:</p>
<ol>
<li>Gambar Dian  senyum, oke Dian sekarang kamu jangan tersenyum lagi … saya buat gambar Dian yang tersenyum tadi menjadi tidak tersenyum lagi. Benar, ada pengaruh sayang belum siknifikan. Perlu TOTE nih.</li>
<li>Gambar Dian di jauhkan jangan di depan mata lagi. Dian menjaulah kau dari mataku … Lha kok susah!! Perlu ke minta ijin ke Tuhan dulu rasanya. Kemudian saya  ulang dengan membaca bismillah …,   Alhamdulillah dia sudah mau menjauh. Lanjutkan!</li>
<li>Oke Dian sekarang gambarmu yang sudah tidak tersenyum lagi pelan-pelan menjauhlah seratus meter dari tempatku. Oke  cukup di situ. Ternyata gambar Dian yang telah saya jauhkan seratus meter dari mataku saya sudah tidak mengganggu lagi. Exit.</li>
<li>Selesai! Ternyata NLP mudah dan mempermudah lho… sadari itu.</li>
</ol>
<p>Setelah membaca dengan seksama tulisan saya mungkin anda mulai tergelitik  menggunakan teknik yang sama untuk menghilangkan permasalahan yang sama yang sedang anda alami, berikut adalah tip yang perlu dilakukan:</p>
<ol>
<li>Ingat kembali pengalaman yang membuat anda jatuh cinta (namun yang tidak anda inginkan).</li>
<li>Lalu cek pengalaman tersebut pada masing-masing panca indera (vakog) anda sebagai berikut:</li>
</ol>
<ul>
<blockquote>
<li>Mata: apakah ada gambaran yang terkait dengan kejadian tersebut. Kalau ada mulailah memperkecil gambaran itu, lalu buatlah gambar tersebut menjadi abu-abu kemudian jauhkan sejauh-jauh sampai gambaran tersebut hilang lenyap. (sebagian besar orang akan berhasil dengan cara ini dan seandainya belum berhasil lakukan sebaliknya)</li>
<li>Telinga: apakah ada suara-suara yang terdengar terkait dengan kejadian tersebut.  Kalau ada mulailah memperkecil volume suaranya, kalau suaranya stereo buatlah menjadi mono, lalu buatlah suara yang sudah pelan dan mono tadi menjadi lirih dan menghilang. (sebagian besar orang akan berhasil dengan cara ini dan seandainya belum berhasil lakukan sebaliknya)</li>
<li>Rasa atau sensasi: apakah ada senyum atau sensasi  pada tubuh anda yang terdengar terkait dengan kejadian tersebut.  Kalau ada mulailah menghilangkan senyum yang terkembang terkait buatlah biasa saja,  kalau ada sensasi ditubuh anda seperti panas atau dingin buatlah menjadi netral. (sebagian besar orang akan berhasil dengan cara ini dan seandainya belum berhasil lakukan sebaliknya).</li>
<li>Bau dan Pengecapan: buatlah seperti yang dijelaskan di atas.</li>
</blockquote>
</ul>
<ol>
<li>Lakukan pada semua panca indera anda, kalau sudah berhasil berhentilah dan selesai.</li>
</ol>
<p>Semoga tip sederhana ini bisa membantu anda  dan berbahagilah dengan keluarga anda karena bahagia merupakan pilihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/19/aduh-aku-jatuh-cinta-lagi-pada-dian-sastro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dengarkan kata hati &#8230;.</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Kadang dia hadir dalam warna kuning atau biru &#8230;.
Gambarnya dapat jauh lebih terang atau lebih  jelas &#8230;
Bisa jadi dibikin lebih besar , bahkan bisa dibikin lebih kecil &#8230;
Perhatikan bentuknya , dapat diwakilkan apa saja &#8230;
Ya ..benar &#8230; seperti itu
Suara &#8230; ya suara itu &#8230;
Suara gemuruh yang bertalu-talu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Kadang dia hadir dalam warna kuning atau biru &#8230;.<br />
Gambarnya dapat jauh lebih terang atau lebih  jelas &#8230;<br />
Bisa jadi dibikin lebih besar , bahkan bisa dibikin lebih kecil &#8230;<br />
Perhatikan bentuknya , dapat diwakilkan apa saja &#8230;<br />
Ya ..benar &#8230; seperti itu</p>
<p>Suara &#8230; ya suara itu &#8230;<br />
Suara gemuruh yang bertalu-talu saat kita terpanggil untuk masuk kedalamnya<br />
Nada berdentum yang mengiringi langkah kita bergoyang &#8230;<br />
Seseorang harus berada didepan untuk memimpin ..<br />
Nada seiring dengan gerak membuat lebih asosiate dengan semua yang ada</p>
<p><span id="more-132"></span>Rasa itu sedemikian kuat di dada &#8230;<br />
Meledak-ledak seakan ingin segera ditumpahkan<br />
Bergetar dan berdesir di permukaan kulit yang paling luar &#8230;<br />
Seluruh tubuh diluputi rasa lebih sehat dari sebelumnya<br />
Keyakinan akan jauh lebih sukses sudah terasa saat masih dalam kondisi trance<br />
Yang akan semakin kuat dan nyata pada saat kita bangun &#8230;</p>
<p>Bau itu membuat kita semakin terasosiasi dengan apa akan kita  pikirkan &#8230;<br />
Bau dari ruangan pada saat masuk pertama kali &#8230; bau karpet..  tirai &#8230;<br />
Bau rekan seperjuangan &#8230;<br />
Atau bau dari semua rasa menyenangkan dari acara pelatihan itu &#8230;</p>
<p>Manis dan segar &#8230;masih meleleh didalam rasa<br />
Asinnya di lidah tidak seasinnya garam kehidupan<br />
Keyakinan akan kehidupan yang jauh lebih mudah<br />
Karena semua yang kita rasakan , kita sendirilah yang membuatnya</p>
<p>Sering sekali suara itu jauh lebih dalam  &#8230;<br />
Tekanan nada itu membuat  jauuuh lebih relaaaaax dari sebelumnya &#8230;<br />
Bisikan di telinga menghantarkan  memasuki suasana yang lebih nyamaaaan &#8230;<br />
Rangkaian kata itu memerintahkan untuk melepas semua ketegangan  &#8230;<br />
Apapun suara yang terdengar hanya akan membuat  jauuuh lebih damai dari sebelumnya ..<br />
Getar kecil terasa yang mulai muncul dari yang terdalam &#8230;.<br />
Somnambulism telah memunculkan raksaksa itu ke permukaan &#8230;<br />
Kekuatan yang tersembunyi selama ini , yang menunggu untuk dibangunkan &#8230;<br />
Kekuatan yang tak terbatas &#8230;<br />
Kata hati telah berpendar<br />
&#8230;.</p>
<p>Proses yang  tersisa sekarang hanyalah perasaan berderu &#8230;<br />
Menggebu keluar dari lubuk hati yang paling dalam &#8230;<br />
Ingin segera rasa ini terteriakan ..<br />
Ingin segera kata ini terlontar &#8230;<br />
Realitas segera harus ditegakan  &#8230;<br />
Banyak orang menunggu untuk digugahkan &#8230;.</p>
<p>Setelah aku perhatikan &#8230;.<br />
Setelah aku dengarkan &#8230;.<br />
Setelah aku rasakan &#8230;<br />
Aku baru menyadari ..bahwa</p>
<p>NLP &#8230;. Aku Jatuh Cinta&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lift untuk Menuliskan Sebuah Tujuan !!</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Chris Adi Kusuma, Licensed Practitioner of NLP ™
Menuliskan sebuah (beberapa) Goal (Tujuan) dalam hidup adalah sebuah hal yang sangat amat penting. Hal ini sudah saya ketahui sejak lama, banyak  buku berisi pengalaman orang membuktikan hal itu. Untuk melakukannya pun amat lah sangat mudah sekali. Paling tidak ini menurut pendapat saya. Tapi entah kenapa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Chris Adi Kusuma, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Menuliskan sebuah (beberapa) Goal (Tujuan) dalam hidup adalah sebuah hal yang sangat amat penting. Hal ini sudah saya ketahui sejak lama, banyak  buku berisi pengalaman orang membuktikan hal itu. Untuk melakukannya pun amat lah sangat mudah sekali. Paling tidak ini menurut pendapat saya. Tapi entah kenapa, untuk benar-benar “menuliskan tujuan” tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Biasanya saya “hanya” men-setting goal saya dalam pikiran saya. Mempertahankannya dalam pikiran saya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya tidak dapat mempertahankan goal saja tersebut dalam pikiran saya terus menerus.</p>
<p>Sebuah kejadian yang menggugah saya pada akhirnya untuk mulai menulis goal saya adalah, saat pulang kantor, ketika saya sedang turun lift sendirian dari lantai 5 menuju lantai 1. Ketika masuk ke dalam lift saya lupa memencet tombol lantai yang akan dituju. Setelah beberapa lama, saya baru tersadar kalau belum memencet tombol lift. Lalu saya segera pencet tombol 2 dalam lift tersebut sesuai dengan lantai yang akan saya tuju. Dan kemudian lift berjalan dan kemudian lift berhenti di lantai 2, saya keluar dari lift sesuai dengan lantai yang saya ingin tuju.</p>
<p><span id="more-130"></span>Saat itu saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga. Ya, bisa dibilang semacam “blink” atau pencerahan “kecil”. Tulisan kecil ini hanyalah sebuah pemaknaan saya atas sebuah kejadian saja. Jika kejadian itu bisa bermanfaat buat saya, semoga artikel kecil ini bisa bermanfaat buat kita semua.</p>
<p>Saya mengibaratkan sebuah perjalanan kehidupan seperti menaiki lift, dimana kita bergerak menuju ke suatu tempat. Sebuah lift memiliki tombol-tombol yang akan membawa kita menuju lantai (baca : tujuan) yang diinginkan. Ini merupakan sebuah petunjuk bahwa dalam kehidupan, terdapat berbagai macam pilihan dan kita harus dengan sadar menentukan mana tujuan yang akan dicapai. Ya, kita lah yang menentukan dimana kita akan berada.</p>
<p>Kembali ke pengalaman di dalam lift. Ketika saya memencet tombol dalam lift, maka lift tersebut kemudian mulai bergerak ke tempat yang saya ingin tuju. Saat itu saya tiba-tiba diberikan pemahaman, melalui self talk, seperti inilah kalo kamu membuat sebuah Tujuan. Coba seandainya kamu hanya membayangkan saja dan tidak memencet tombol (baca : membuat tujuan kamu) maka lift tersebut tetap tidak akan bergerak. Ya.. kamu harus memencet tombol (menuliskan tujuan kamu) itu terlebih dulu supaya lift tersebut bergerak ke tempat yang kamu inginkan.</p>
<p>Saat kamu tidak memencet tombol maka kamu tidak akan kemana-mana. Dan jika ada orang lain yang “berbaik hati” memencetkan tombol lift dari luar, maka kamu hanya bisa mengikuti kemana lift itu menuju dan kemungkinan kecil lift itu menuju ke tempat yang benar-benar kamu inginkan. Kamu akan berhenti di suatu tempat, yaitu sebuah tempat yang ditentukan oleh orang lain.</p>
<p>Sejak kejadian itu, akhirnya saya mulai menuliskan GOAL-GOAL yang ingin saya capai. Ya.. saat ini saya sudah menuliskan beberapa GOAL yang saya tuliskan dalam sebuah buku tulis kecil. Saya jadi punya kebiasaan baru, membaca GOAL saya itu di pagi hari ketika bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.</p>
<p>Ya, melalui kejadian di lift ini, saya sekarang mulai menuju tempat yang saya tentukan sendiri.. bukan yang ditentukan orang lain, apalagi “sekedar mengikuti garis takdir” yang “katanya” sudah ditentukan dari sananya.</p>
<p>Selamat menuliskan Goal-goal Anda.!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Latah kata – mendiskon diri</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Istoto Suhartoyo, MM, Licensed Practitioner of NLP ™
Menjadi seorang Praktisioner NLP yang konkruen ternyata sangat nyaman. Beberapa kekurangan masih terjadi, namun dengan terus belajar, semakin banyak melakukan dan mempraktekan NLP, semakin banyak hal dalam hidup terbaharui dan termudahkan.
Memahami NLP melalui sebuah proses installment dalam kelas Licensed NLP Practisioner sangat berbeda dengan cara membaca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Istoto Suhartoyo, MM, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p><span lang="SV">Menjadi seorang Praktisioner NLP yang konkruen ternyata sangat nyaman. Beberapa kekurangan masih terjadi, namun dengan terus belajar, semakin banyak melakukan dan mempraktekan NLP, semakin banyak hal dalam hidup terbaharui dan termudahkan.</span></p>
<p><span lang="SV">Memahami NLP melalui sebuah proses <em>installment</em> dalam kelas <em>Licensed NLP Practisioner </em>sangat berbeda dengan cara membaca atau mengikuti kelas NLP yang tidak demikian<em>.</em> Tentunya <em>installment</em> yang dimaksud adalah proses pembelajaran NLP yang dilakukan secara dan menggunakan NLP sehingga<em> audience</em> mengalami proses pembelajaran secara bawah sadar. Proses pembelajaran seperti itu hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kompetensi dan sepengetahuan serta se-sistem dengan bagaimana NLP diajarkan di tempat asal muasalnya ilmu NLP itu sendiri.</span></p>
<p><span lang="SV">Di kelas Licensed NLP Pract, menjalani proses belajar di kelas, di mana waktu berjalan begitu cepat tak terasakan, padahal seharian duduk di satu kursi, berpindah karena kursi ditinggal mencari partner berlatih, dan diakhiri dengan ujian sebagai pendalaman penguassaan materi ajar, maka setiap peserta dilepas dan memasuki ujian yang sesungguhnya, yaitu mempraktekan NLP dalam kehidupan sehari-hari. ”Jadilah bagian dari konspirasi Bendler untuk melakukan kebaikan minimal sehari satu kali”, demikian kata sang Guru. </span></p>
<p><span id="more-123"></span><span lang="FI">Nah, inilah tantangannya&#8230;. kata seorang sahabat sekelas yang sangat pendiam selama dikelas, mengejutkan sekali. Kepada teman lain manakala teman-temannya sibuk mempersiapkan diri untuk ujian di hari terakhir, sementara dirinya mondar mandir dan santai, Ia mengatakan satu kalimat;”Ujian sesungguhnya adalah nanti setelah kita pulang dan melanjiutkan hidup kita&#8230;.”, demikian katanya. Benar kawan, saya membuktikannya.</span></p>
<p><span lang="SV">Setiap hari ilmu yang di <em>install</em> di kelas itu, kini bermunculan menunjukkan ’giginya’. Ia begitu lincah menunjukkan kata, sikap, perilaku yang tidak konkruen dan sejalan dengan NLP. Wah, dengan<span> </span>NLP di pikiran, layaknya menemukan diri memiliki mesin baru, benar-benar NLP adalah manual untuk optimalisasi pikiran, untuk menghapus yang tidak perlu, dan menginstall yang diperlukan. Pengalaman berikut buktinya.</span></p>
<p><span lang="SV">Sebagai orang Jawa, didikan untuk memilih kata-kata santun dan merendah sangat kuat. Banyak orang menggunakan kata-kata yang <em>men-disempower</em> diri dalam kalimat-kalimat yang diucapkannya, dan telah menjadi kebiasaan hidupnya, seolah itu kalimat yang santun dan bagus. Dengan NLP dapat ditemukan banyak kata-kata itu ternyata yang harus diganti dengan kata lain karena berakibat tidak memberdayakan alias mendiskon kemampuan yang seharusnya lebih menjadi berhenti dan macetdi pikiran. Kalimat-kalimat ini sering kita dengar dikatakan orang:</span></p>
<ol>
<li><span lang="SV">”Saya sudah MENCOBA dengan sekuat tenaga, namun tidak berhasil juga&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Saking seringnya mencoba berhenti, sekarang ini saya merasa sulit untuk fokus&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Itu sulit, banyak sekali persoalan yang terlibat di dalamnya, Itu tidak mungkin diselesaikan!”</span></li>
<li><span lang="SV">”Mungkin kita harus mencoba dengan lebih keras. Saya ingin ini berhasil”</span></li>
<li><span lang="SV">”Jangan mencubit, nanti temannya sakit”, saya mencoba melarang anak yang nakal supaya jangan menjadi pengacau.</span></li>
</ol>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="FI">Dan tentu masih banyak lagi kata dan kalimat yang sudah sangat biasa kita katakan. Apa yang terjadi dengan pikiran kita, dan bagaimana dampaknya terhadap hidup kita? </span></p>
<p><span lang="FI">Inilah yang dapat saya rasakan, ternyata bila kita maknai setiap kata yang kita ucapkan, dapat saja berakibat pikiran kita terbuka dan kreatif, sebaliknya dapat menjadi berhenti dan stop berpikir.</span></p>
<p><span lang="FI">Kata COBA atau MENCOBA, bermakna dalam pikiran ’itu bukan sungguhan’. Jadi mengapa musti serius? Kata GAGAL itu tidak ada kan? Hanya perlu cara lain. Kata SULIT membuat pikiran kita berhenti berpikir. Demikian juga dengan prase ’TIDAK MUNGKIN’. Apalagi gabungan<span> </span>dari beberapa kata itu sekaligus dalam kalimat seperti kalimat nomor 4, ditambah kata INGIN yang bermakna selalu hanya berada ’sesaat sebelum dilakukan’. Sementara kata JANGAN yang diikuti dengan kata dibelakangnya, pikiran kita akan memikir kata setelah kata jangan itu dan baru berpikir soal jangan, terlambat sudah. </span></p>
<p><span lang="FI">Jadi, betapa hebatnya makna kata dapat mendiskon kemampuan diri kita. Dan tentu sahabat punya contoh lebih banyak lagi untuk di share&#8230;</span></p>
<p><span lang="FI"> </span></p>
<p><span lang="SV">Bagaimana kalimat-kalimat diatas sebaiknya?</span></p>
<ol>
<li><span lang="SV">”Saya melakukannya dengan sekuat tenaga, dan saya masih perlu cara lain untuk berhasil&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Saya sudah sering berhenti namun saya melakukannya lagi, dan saya masih memerlukan usaha dan cara serta lebih fokus&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Hal itu banyak tantangannya, semakin menemukan persoalan di dalamnya, semakin kita mendapat tantangan untuk mengerjakan agar segera selesai!”</span></li>
<li><span lang="SV">”Mari kita lakukan bersama, Ini segera berhasil”</span></li>
<li><span lang="SV">”Ayo, temannya disayang”, saya ajak anak saya belajar menghargai, ia memang kreatif.</span></li>
</ol>
<p><span lang="SV">Atau dapat juga dengan cara Anda yang berbeda&#8230;.</span></p>
<p><span lang="FI">Semakin melakukan perbaikan diri menggunakan kata-kata yang positif dan tepat bagi pikiran, hasilnya mendorong terjadinya percepatan perubahan ke arah lebih baik dalam hidup, saya sudah mengalaminya. Jadi apa yang membuat Anda tidak melakukannya juga?</span></p>
<p><span lang="FI"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Trilogi Sapujagad: # 3 Episode Dejavu</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)
Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™
Minggu ini acara begitu padatnya. Harus bolak balik ke luar kota yang dekat maupun yang jauh. Ditambah lagi dengan acara – acara pertemuan keluarga yang dihelat di rumah keluarga (istri dan anak – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)</p>
<p><strong>Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Minggu ini acara begitu padatnya. Harus bolak balik ke luar kota yang dekat maupun yang jauh. Ditambah lagi dengan acara – acara pertemuan keluarga yang dihelat di rumah keluarga (istri dan anak – anak) saya. Jadwal sudah disusun dan acara harus berjalan dengan sukses. Artinya  acaranya lancar, badan dan pikiran puas dan prima serta batin diresapi dengan rasa syukur karena NikmatNYA dan dapat membahagiakan orang lain (klien, audience dan para tamu).</p>
<p>Cuaca di lereng gunung pananggunan masih sangat redup, di penghujung musim hujan ini, gerimis besar – besar justru lebih kerap datang dan setiap hari. Suasana Quantum Spiritual Awakening Training dengan thema Redesigning The Future berlangsung begitu baik. Flow mengalir dengan mulus dan sayapun berada dalam trance di ruangan pelatihan itu.  Sesi satu saya mencak – mencak setelah kemasukan ruh yang energik. Sesi Ke dua, saya trance ketika saya mengakses kejujuran dan keterbukaan dalam sesi knowing myself - Mengupas You and Your Own – siapa yang tahu tentang dirinya, dia tahu tentang tuhannya. Suara saya naik, turun, mendesah, merintih, menangis, sesuai dengan emosi seakan dalam training EQ yang pernah saya ikuti dulu. Dan seterusnya ….</p>
<p><span id="more-126"></span>Cuaca di antara mega – mega putih, yang kemudian menjadi mendung – mendung yang agak tebal, menyapu badan pesawat yang saya tumpangi di pagi hari itu. Pesawat berguncang – guncang dan kadang turun mendadak ketika amblas ke dalam ruang hampa. Beberapa penonton menjerit dan kadang mengumpat cuaca yang dijadikan biang kekesalannya. Kemudian pilot mengumumkan bahwa hanya satu landasan yang bisa dipakai di bandara. Pesawat akan turun ke landasan kira – kira 30 menit lagi karena harus antri dan celakanya nomor antrian adalah nomor 9.</p>
<p>Kayak film Diehard jadinya. Kacaunya lagi pesawat tetap dalam posisi terbang menembus mendung – mendung yang pekat tadi sehingga keadaan benar – benar tidak nyaman. Saya fokus pada satu titik saja, relaks, dan saya squish kondisi – kondisi yang ada pada di lima sensor saya jadi satu saja yakni nyaman. Saya tarik nafas – nafas kuat – kuat tiga kali, dalam setiap hitungan saya bayangkan tubuh saya mengecil, mengecil dan hilang. Saya kembali ke alam keberadaan, ketika roda pesawat menyentuh landasan dengan suara gemuruhnya mesin yang tertahan oleh rem. 30 menit lewat tanpa terdengar lagi suara – suara umpatan dan jalan – jalan terjal di udara yang cukup membuat tidak nyaman. Memang tidur nyenyak itu pekerjaan yang paling nyaman …</p>
<p>Siang itu waktu menunjukkan pukul 10.00. Partner saya mengajak untuk berangkat menemui klien yang sudah lewat tenggat waktu (deadline) 10 hari lalu, karena berbagai kesibukan. Rencananya adalah kami harus merevisi proposal dan run down pelatihan pada jam 09.00 pagi itu dan baru ketemu klien pada saat jam 13.00, sambil makan siang. Ternyata setelah diskusi sejenak, waktu telah beranjak setengah jam. Diskusi dihentikan dan saya diajak berangkat, karena ada sesuatu hal penting yang harus diselesaikan oleh partner saya di tempat lain. Tidak terasa jam telah mendekati pukul 12.00 dan klien menelpon bahwa dia sudah siap di tempat pertemuan.  Setelah memesan menu makan siang, acara dimulai. Partner saya mencoba melakukan eliciting mengenai output dan outcomes yang diinginkan melalui revisi itu. Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar, partner sayapun dengan tenang menjawab bahwa saya sudah siap dengan program yang telah direvisi. Saya agak kaget karena saya tidak siap sama sekali. Saya betul – betul tidak siap, karena selama 10 hari saya meninggalkan Surabaya dan kehilangan kontak dengan partner saya karena adanya hambatan teknis dan hal urgensi lainnya. Celakanya lagi lap top tidak bisa saya hidupkan, powernya habis.</p>
<p>Seandainya tadi ada power, maka ketika klien menjelaskan, maka saya dapat melakukan revisi sambil mendengarkan beliau. Jadi selama setengah jam saya hanya bisa melakukan swish pattern dan pacing. Pattern-nya  juga hanya menyalurkan vibrasi positif kepada klien agar beliau tetap terbuka terhadap kondisi kami. Ketika saya sampaikan kepada partner saya bahwa lap top saya tidak bisa dihidupkan, maka partner saya bergegas menuju ke lapangan parkir kembali untuk mengambil lap topnya sendiri. Tadi memang kami sepakat untuk bawa satu laptop saja. Oops … senyampang hanya berdua itu, klien mulai membuka beberapa ketidak nyamanannya dengan situasi ini, karena seharusnya pekerjaan ini sudah seharusnya selesai sebelumnya. Sayapun mengikuti tonalitynya dengan menanyakan sebetulnya kapan jadwal tentativenya untuk pelatihan ini. Beliau menyampaikan masih tiga minggu lagi, tetapi masalahnya minggu ini beliau harus pergi ke luar negeri, jadi ingin semua yang berkaitan dengan pelatihan ini selesai sebelum beliau berangkat. Partner saya datang, langsung buka laptop dan pada saat yang sama telepon genggam klien berbunyi. Beliau telah ditunggu oleh direksi lain untuk rapat. Kemudian beliau tersenyum dan mengatakan “saya tunggu emailnya, siang ini sebelum jam pulang”. Setelah itu, berpamitan dan menjabat tangan kami berdua. Oops …. Tidak ada kata – kata lain kecuali membalas senyumnya, menjabat tanggannya dan menyampaikan “siap pak …”.</p>
<p>Setelah beliau hilang dari mata saya. Pertama saya melakukan reframing bahwa jam pulang direksi seperti beliau adalah jam 19.00 atau 20.00. Jadi masa ada waktu lebih dari cukup. Kedua, Sayapun segera mengakses energy dari alam semesta, mengalirkannya ke seluruh tubuh dari ujung kepala dan ke seluruh anggota tubuh saya. Terasa kesegaran dan kebugaran mengalir. Saya memanggil alam bawah sadar saya dan mengalirkan pengetahuan saya (yang cetek) tentang NLP. Rasanya kekuatan NLP mengalir ke seluruh tubuh saya sekarang. Tiba – tiba saya berjalan ke depan kasir, seorang waiter menanyakan “apa yang bisa dibantu pak?.”. “oh saya perlu stekker untuk charge lap top saya”. Dia bilang “tidak punya kabel gulung”. Lalu meninggalkan saya. Saya masih terpaku disana dan belum satu menit, temannya datang dari luar membawa kabel gulung dan steker. Dia bilang “pasti bapak perlu ini, saya tadi perhatikan bapak bawa laptop dan berpikir bahwa bapak pasti akan bekerja disini, makanya saya pinjam kabel ini ke salon sebelah”. Horee … terima kasih, sorak saya dalam hati.</p>
<p>Saya hidupkan lap top. Saya belum tahu hendak mengetik apa ketika file proposal lam sudah muncul di layar. Partner sudah sibuk dengan merubah paragrap demi paragrap di run down pelatihan, sementara saya yang kebagian memperbaiki proposalnya belum kerja. Saya pindahkna mata saya ke atas telinga untuk mencari file, halaman, kalimat yang hilang, karena pada saat mengakses kalimat dari klien tadi, saya merasa bahwa saya sangat familiar dengan kalimat – kalimat beliau. Saya ketik sebaris kata pada kotak “search” dan keluarlah lebih dari 10 pilihan. Saya bilang lagi ke dalam diri saya, jangan sampai buka lebih dari 3 file dan tidak ketemu ya. Nah seperti biasanya … teknik ini bekerja dengan baik … pada file ke dua muncul di layar sebuah synopsis dari proposal yang telah saya buat sekitar 4 tahun lalu. Isinya pas dan mirip seperti yang disampaikan sang Direktur tadi. File di copy, paste dan disambung dengan rundown. Selesai. Dikirim by email dari restaurant tersebut. Dikonfirmasi pakai sms. Setengah jam kemudian, muncul jawaban : “well done, gentlemen. Thx.” Kamipun pulang dengan perasaan plong bolong.</p>
<p>Dejavu kah ?. Saya tidak tahu.  Saat itu yang saya tahu adalah teknik – teknik NLP yang saya pelajari dan dalami membuat saya tidak panikan dan yakin selalu ada jalan yang memudahkan atau dimudahkan. Pada setiap kesulitan selalu ada atau diikuti dengan kemudahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Trilogi Sapujagat: # 2 Episode Cermin</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/sapujagat-2-%e2%80%93-episode-cermin/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/sapujagat-2-%e2%80%93-episode-cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)
Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™
Di awal tahun 90an, saya sudah mulai matang sebagai coach dan mentoring setelah 3 tahun belajar dengan cara nyantrik (ngasisteni) manajer HRD di berbagai macam event people development. Salah satunya yang paling saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)</p>
<p><strong>Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Di awal tahun 90an, saya sudah mulai matang sebagai coach dan mentoring setelah 3 tahun belajar dengan cara nyantrik (ngasisteni) manajer HRD di berbagai macam event people development. Salah satunya yang paling saya suka adalah perjalanan keliling nusantara untuk melakukan assessment pada program MDP.  Banyak cara dan teknik yang saya pelajari dari manajer dan Kepala Divisi HRD pada saat mereka menjadi panelis pada event assessment itu. Pengkayaan wawasan, kedewasaan sikap dan kearifan dalam melihat masalah, secara tidak sadar saya modeling dengan intent. Salah satu sifat yang tumbuh kemudian dari mengikuti acara tersebut adalah apa yang disebut coaching intention – keinginan untuk membantu orang lain agar bergerak maju untuk mencapai keinginannya (cita – cita) dengan cara – cara yang positif dan paling sesuai dengan dirinya (Jamie Smart – The Top Secret of Conventional Hypnosis).</p>
<p>Dengan menipisnya elemen buruk yang saya ceritakan di atas dan berganti dengan coaching intention ini, maka saya memasuki babak baru dalam kehidupan karir saya. Sampai suatu hari saya menemukan sebuah premise. Kata menemukan itu berarti pada saat itu saya memang mengalaminya sendiri dan mengambil kesimpulan dari pengalaman itu. Premise itu adalah “bahwa setiap orang menyukai orang lain, karena dia melihat sebagian dirinya ada dalam diri orang itu”.</p>
<p><span id="more-125"></span>Kata menyukai merupakan dasar untuk menaruh kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan merupakan elemen penting dalam coaching, counseling dan bahkan therapy sekalipun. Perhatikan dengan baik urutan kalimat saya di atas, kalau anda sedang menjalankan coaching, counseling atau therapy. Get the points …. jadi tidaklah heran kenapa mirroring, pacing ataupun matching berjalan begitu dahsyat ketika membangun hubungan (building rapport).  Pacing anda akan sangat efektif dan dahsyat sekali, jika pada saat itu anda sudah menjadi pribadi yang gampang disukai. Salah satu cara cepat (shortcut) untuk gampang disukai itu adalah melakukan matching dengan lawan bicara anda dengan menggunakan “dirinya sendiri”, menemukan dirinya sendiri dalam diri anda atau mirroring.  Ikuti pelan – pelan kalimat di atas … (dan jangan lupa disassociate / break state begitu setiap kasus selesai).</p>
<p>Teknik ini juga sangat efektif untuk hal – hal yang sangat krusial dan penuh ketidak nyamanan, misalnya memutuskan hubungan kerja (PHK).  Salah satu kasus yang pernah saya hadapi sebagai HRD manager di berbagai perusahaan mengharuskan saya untuk menerapkan aturan yang berkaitan dengan keselamatan (safety) dan kejujuran (honesty) secara hitam putih. Ke dua elemen ini merupakan elemen pokok dalam code of conduct di setiap perusahaan yang saya singgahi. Sementara elemen – elemen yang lain masih bisa jadi ada abu – abunya.</p>
<p>Pada satu sore saya harus menemani seorang supervisor dan manajer produksi untuk memutus hubungan kerja seorang operator. Ke dua atasan langsung itu sudah membawa berkas berbagai pelanggaran yag pernah dilakukan dan berita acara pemeriksaan berisi pelanggaran yang mengganggu rekan kerja dan suasana kerja. Saya baca di BAP bahwa si operator ketahuan mengganti informasi pada surat keterangan dokter setelah dua hari tidak masuk kerja karena sakit. Operator tersebut kemudian dipanggil ke ruang rapat untuk diproses bersama dengan HRD.</p>
<p>Ketika operator tersebut masuk ke ruang rapat, dia masih pakai sepatu boot dengan lengan seragamnya dilinting sehingga kelihatan badannya yang besar dan macho. Disamping itu dia bergaya sangat kasual (informal). Sayapun kemudian menarik lengan baju saya sekenanya (dan saya tidak macho) ketika membuka pertemuan dan gayanya persis seperti yang dia lakukan.  Dari ribuan orang karyawan, tentu saja saya tidak familiar dengan semuanya, tetapi teknik ini membuat operator tersebut dengan cepat ‘melihat dirinya dalam diri saya’.  Singkat cerita, dengan dua atasan langsungnya, dia masih ngeyel, tetapi ketika giliran saya berdialog tidak sampai satu jam, selesai. Pertama, mirroring, kemudian eliciting, dan terakhir setelah timingnya tepat, saya menggunakan teknik perceptual perception.  Selama satu jam, yang terjadi adalah bahwa pengakuan keputusan manajemen memang seharusna demikian. Dalam satu jam itu juga ada tawa, ada tangisan dan ada salaman minta maaf serta terus menjalin hubungan baik. Surat pernyataan di tanda tangani, uang pisah diberikan dan urusan selesai.</p>
<p>Paling penting there was no hurt feeling …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/sapujagat-2-%e2%80%93-episode-cermin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
