<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Republik NLP (tm) &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://republiknlp.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republiknlp.com</link>
	<description>Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 15:02:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan Anda tidak  perlu membayangkan apa-apa terlebih dahulu sehubungan kata “ndemok” tersebut. Istilah ini saya temukan dari beberapa rangkaian sesi Licensed NLP Practitioner yang saya ikuti pada batch ke-10 yang lalu. Siapa lagi kalau bukan dari trainer yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
</style>
<p><![endif]--> <!--StartFragment-->Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan Anda tidak  perlu membayangkan apa-apa terlebih dahulu sehubungan kata “ndemok” tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Istilah ini saya temukan dari beberapa rangkaian sesi Licensed NLP Practitioner<span> </span>yang saya ikuti pada batch ke-10 yang lalu. Siapa lagi kalau bukan dari trainer<span> </span>yang kita kagumi bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Istilah ini menjadi menarik karena ternyata “NLP” lebih fun(ny) dari apa yang saya bayangkan mengenainya sehingga calon-calon NLP-er yang tadinya serius bisa<span> </span>tertawa juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Membayangkan Pak Ronny mengucapkan kata “ndemok” saja, saya sudah<span> </span>terpingkal-pingkal. Apalagi jika beliau melafalkannya dengan logat kesukaannya,<span> </span>Madura, “mok ndemok ta’iye”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin Anda penasaran dengan istilah itu, semakin<span> </span>banyak pertanyaan yang akan meng-kritisi pattern yang satu ini bukan? <span> </span>Sebab, perasaan mengatakan bahwa Dr. Bandler tidak pernah menciptakan patern tersebut! Wow, begitu seru pelatihan kita ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sambil Anda terus bertanya penuh selidik mengenai hal ini, sebentar lagi saya akan mengajak Anda<span> </span>melihat relevansinya dengan ilmu manusia yang menarik ini, tapi tidak sekarang….!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-142"></span><br />
Adalah seorang bernama Basiyo, pelawak asal Yogyakarta, yang memiliki pattern (pola) lawakan terkenal dengan ciri khas tertentu. Meniru istilah Bpk Putu Darma Putra seorang kawan dari batch 10 juga yang tawanya amat khas, juga istilah dari Asmuni seorang pelawak yang sudah almarhum, Basiyo ini punya lawakan yang ‘cas’. Kekhasan Basiyo adalah kemampuannya dalam memplesetkan sebuah kata sehingga <span> </span>memiliki makna lain. Dalam istilah NLP, gejala bahasa itu mirip dengan <em>Phonological Ambiguity</em>, kata yang berbunyi mirip tapi memiliki arti yang<span> </span>berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Plesetan ala Basiyo cepat sekali merambah ke bidang lain, terutama sosial dan politik. Sastrawan dan Budayawan Emha Ainun Najib adalah seseorang yang membukukan gejala bahasa ini dalam buku berjudul Oples (Opini Plesetan) tahun 90-an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Contoh plesetan terkini yang tertangkap oleh pengamatan saya adalah ”kasus Ariel Peterporn cukup membuat heboh kalangan anak muda kita.” Sekali lagi<span> </span>saya tidak minta Anda membayangkan Cut Tari ataupun Luna Maya dalam drama tersebut he..he..he.., tapi bayangkan saja keambiguan kata-kata peterporn ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tentu saja sampai disini, pikiran kita dengan mudah menyimpulkan dan mengingat bahwa <strong>Ambiguity memang pattern yang hebat dan penting untuk dipelajari di Sinergy Lintas Batas!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, tentunya Anda sudah tahu bahwa kata Peterporn adalah plesetan dari kata Peterpan, group band yang digawangi Ariel. <span> </span>Ambigu ini mengandung kelucuan dan memplesetkan makna yang menarik…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitu akrabnya gejala bahasa itu di telinga kita, sampai-sampai tanpa kita sadari kita sering bermain-main dengan plesetan kata-kata dalam keseharian kita. Ayo mari kita membuat “Kesenangan Rumah” (ini adalah reframing ala Pak Ronny untuk Pekerjaan Rumah) masing-masing 2 contoh dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, “ndemok-ndemok” pattern adalah plesetan Bpk Ronny terhadap salah satu Hypnotic Language Patters, tepatnya “the more&#8230;. the more” pattern. Aslinya ini ada dalam rumpun Semantic Ill-Formedness – Causal Modelling or Linkage, yaitu penggunaan kata yang mengakibatkan hubungan sebab di antara sesuatu yang tengah terjadi dan sesuatu yang diinginkan terjadi oleh komunikator, dan mengajak pendengarnya untuk merespon bahwa hal itu yang menyebabkan hal lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">The more-the more <span style="font-family: Wingdings;"><span>à</span></span> Ndemok-ndemok…. Akhirnya menjadi plesetan yang begitu kuat, ketika diucapkan dengan intonasi dan logat yang khas. Sekarang saya ajak kita membayangkan bagaimana Pak Ronny mengucapkan ”mok ndemok, ta’iye”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wkkkwkkkwkkkk …. menggelikan bukan?!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Makna ambigu lain dari ndemok-ndemok pattern</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di sisi lain, dalam pelatihan itu juga sering dipakai istilah <em>ndemok-ndemok</em> pattern dalam konteks yang berbeda. Tentunya <em>ndemok-ndemok</em> pattern yang ini memiliki arti yang sangat berbeda dengan the more..the more pattern, walau bunyinya mirip apalagi kalau dimirip-miripkan oleh<span> </span>ahlinya. <strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di sini, istilah ndemok adalah memiliki arti “memegang” (dalam bahasa jawa). Jadi ndemol-ndemok pattern adalah berarti “kebiasaan / pola suka pegang-pegang si klien”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, <em>ndemok-ndemok</em> pattern yang ini adalah ‘pattern pengecualian’ yang tidak boleh diakuisisi sebagai tehnik NLP. Kenapa demikian?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berbahaya sekali, jika kita tanpa sengaja melakukan “<em>ndemok</em>” seorang klien pada saat emosinya sedang intense sekali, karena bisa menjadi suatu anchor!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin kita sering <em>ndemok</em> seseorang dalam sesi coaching atau teraphy, semakin banyak <em>unintended-anchor</em> yang kita tanamkan dalam diri orang tersebut, itupun kalau anchornya tepat dan kontekstual.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semakin banyak anchor sentuhan yang kita tanamkan dalam diri seseorang, semakin besar kemungkinan terjadi transfer hal-hal yang tidak kita inginkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Critical point terjadi di sini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Singkat kata alih-alih ingin mengcoach<span> </span>atau menghypnosis seseorang, malahan kita yang dicoach atau yang terhypnosis.<span> </span>Beberapa teman saya (berarti lebih dari satu) dulu pernah terjebak dalam pattern yang tidak semestinya ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Baiklah…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Candaan ini memang terkesan remeh temeh, tapi pesan yang terkandung di dalamnya<span> </span>begitu amat dahsyat. Di awal pembelajaran saya mengenai NLP, saya bersyukur bisa mengenali <em>warning system “ndemok-ndemok pattern” </em>ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Terima kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/18/%e2%80%9cndemok-ndemok%e2%80%9d-pattern-%e2%80%93-the-double-ambiguities/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EFT &amp; Submodality NLP</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 07:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak tertawa riang.  Setelah menyelempangkan kain sarung dibahunya, anak berpeci hitam itu mulai membakar kembang api dan.. WUUSHHH…kembang api itu menyala dan berputar-putar, api warna-warni bersinar terang dan aroma mesiupun tercium menyengat hidung. Begitulah suasana ramadhan setelah subuh, mengingatkan kembali saat-saat kecil dulu. Entah apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak tertawa riang.  Setelah menyelempangkan kain sarung dibahunya, anak berpeci hitam itu mulai membakar kembang api dan.. WUUSHHH…kembang api itu menyala dan berputar-putar, api warna-warni bersinar terang dan aroma mesiupun tercium menyengat hidung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitulah suasana ramadhan setelah subuh, mengingatkan kembali saat-saat kecil dulu. Entah apa enaknya bermain petasan itu, tapi hati ini begitu gembira dengan suasananya, padahal bahaya bermain petasan selalu mengintai..ah…. mudah-mudahan semua baik-baik saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berbicara tentang suara yang menggelegar, saya teringat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika saya hendak mengeluarkan mobil dari garasi. Pagi itu suasananya biasa saja, tidak ada yang berbeda..seperti hari-hari sebelumnya, sebelum mobil dikeluarkan dari garasi mesin dipanaskan terlebih dahulu..tapi kali ini..moment itu menjadi “PETAKA”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wah…kok nulis tentang PETAKA sih..? trus apa hubungannya antara mobil, suara?menggelegar, dan petaka? Bagi Anda yang penasaran tentang hubungan ketiga nya, Teruskan memBaca Tulisan ini, dan bagi Anda yang tidak penasaran dengan?hubungan ketiganya, tenang saja.. tetap Teruskan Baca Tulisan ini karena jika?Anda berhenti disini maka  Anda malah jadi penasaran “sebenarnya ini orang mau nulis apa sih..?” (paling tidak, kalimat itu yang akan terbersit dalam pikiran Anda) dan ketika Anda Teruskan memBaca Tulisan ini, Anda akan menemukan, hal Menarik yang mana dari tulisan ini yang membuat Anda penasaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-141"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bayangkan: Dalam tulisan ini, Anda akan mempelajari cara – cara yang terbukti ampuh untuk mengubah makna suatu kejadian, dimana sebagian orang terpuruk dan meratapi nasib atas kekonyolan yang telah dilakukannya, dan menganggapnya sebagai PETAKA, disini hal itu bisa menjadi sebuah HIKMAH dan pelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya akan tuturkan kepada Anda dalam tulisan ini tentang pengalaman saya mengamalkan NLP untuk bangkit dan melepaskan diri dari emosi negatif dan rasa bersalah atas kekonyolan yang saya lakukan. Saat Anda  membaca tulisan ini, sebuah gambaran ketakjuban muncul dan suara hati Anda mengatakan bahwa Anda bisa melakukannya dan rasa yang mengagumkan dibangkitkan dalam diri Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ok..sekarang kita mulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Pagi Yang mengHEBOHkan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pagi itu, udara terasa dingin..seperti pagi-pagi sebelumnya, di teras rumah yang?disulap menjadi garasi karena garasi yang sebenarnya dijadikan tempat usaha Air Isi Ulang, terparkir sebuah mobil hitam. Mobil itu setiap pagi dikeluarkan?sebelum depot air itu buka dan dimasukkan lagi ketika depot itu tutup. Dengan?ukuran ruangan yang pas-pasan, mobil itu hanya berjarak beberapa sentimeter?saja dari rolling door dan lemari kaca pengisian air.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding tempat penyimpanan kunci, saya berjalan dan membuka pintu kayu berwarna coklat yang merupakan pintu depan rumah, kemudian keluar dan melangkah menghampiri mobil yang membisu, diam tak bergerak. Entah mengapa, tak seperti biasa nya, setelah membuka pintu mobil itu?saya tidak masuk kedalam dan duduk dikursi supir untuk men-starter mobil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Biasanya saya melakukan itu terlebih dahulu dan memastikan persnelling?dalam  posisi netral sebelum memutar?kunci mobil dan menyalakannya.??Pagi?itu, setelah membuka pintu, saya langsung memasukkan kunci ke lubang starter?dan dari luar mobil saya langsung memutar kunci untuk menyalakan mesin.. DAN?TERNYATA.. persenelling dalam posisi masuk gigi 2..dan tentunya Anda bisa?membayangkan APA YANG TERJADI..??BRUAAKKK… PPYAARRR….??Mobil?itu tiba-tiba melompat dan menghancurkan apa yang ada di depannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Rolling door?yang hanya berjarak beberapa sentimeter itu pun penyok dan kaca lemari?pengisian depot air itu pun pecah berhamburan. Dan mobil itu terus merangsek?kedalam membuat rolling door itu semakin terdorong masuk, lemari yang hanya?terbuat dari alumunium ringan dan kaca itu hancur lebur, sampai akhirnya mobil?itu berhenti dengan sendirinya. Serpihan kaca berhamburan kemana-mana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sontak?saja kejadian yang hanya beberapa detik itu mengagetkan orang se isi rumah dan?tetangga sebelah rumah.??Bagaikan?orang yang terkena Shock induction saya terhipnosis seketika.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Body cataleptic !</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sekujur tubuh saya tiba-tiba kaku tak bergerak, terutama tangan kanan saya yang?saya gunakan untuk memutar kunci itu KAKU.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa saat saya tak bergerak?sampai orang-orang se isi rumah keluar dan bertanya “Ada apa?”.?? Masih dalam kondisi yang terdiam kaku, saya?tersadar ketika ibu saya memegang bahu saya dan mengatakan “ udah gak?apa-apa..”. Tiba-tiba saya sudah melihat banyak orang mulai membereskan ruangan?yang hancur lebur bagai bekas ledakan bom.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mobil?pun dikeluarkan, entah oleh siapa..dan tersisa pecahan kaca dan rolling door?yang penyok..dan yang pasti air yang terus mengalir bagaikan banjir bandang?yang tiba-tiba menerjang, karena pipa-pipa dan tabung air depot itu patah dan?pecah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya?pun masuk kedalam rumah dan duduk di kursi masih dalam keadaan diam tak bisa berbicara sepatah katapun..shock.. pikiran dan perasaan berkecamuk tak menentu.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selain karena terkejut yang luar biasa, perasaan bersalah mulai menghantui. Terbayang berapa biaya yang diperlukan untuk renovasi dan perbaikan, lalu otomatis depot akan tutup dan tentunya tidak ada penjualan dan?pemasukan.. ah… membuat saya waktu itu semakin pusing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>EFT &amp; Submodality NLP – Membebaskan Diri Dari Trauma Dan Emosi Rasa Bersalah Yang Menggangu.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Beberapa menit saya terdiam, dan sepertinya orang-orang disekitar memahami, mungkin karena saya masih shock. Tiba-tiba saya tersadarkan oleh ucapan Ayah saya “Udah..gak apa-apa, katanya orang NLP dan hypnotherapist, gitu aja kok trauma..”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tersadarkan oleh ucapan itu saya teringat kembali suasana  ketika saya mengikuti kelas 7 Days Licensed Practitioner of NLP yang langsung di approved oleh Dr. Richard Bandler, waktu itu Pak Ronny, seorang Licensed Trainer of NLP terbaik di negeri ini menjelaskan tentang “NLP untuk siapa?”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Yak… saya tersentak dan energy dan kesadaran saya mulai muncul. Kata-kata “I GO FIRST” menyeruak dalam benak saya, gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini semakin jelas. Pemahaman tentang “NLP untuk siapa?” dan makna dari I GO FIRST ini bisa bermacam-macam, mungkin hampir sama dengan makna “Ibda’ Bi nafsika” atau mulailah dari dirimu sendiri. Paling tidak waktu itu saya disadarkan kembali  bahwa saya bisa menjadi NLPer yang kongruen dengan mengaplikasikan NLP dalam diri saya sendiri tidak hanya untuk orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Lalu apa yang saya lakukan?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada mulanya saya pun tidak tahu. Saya kemudian masuk ke kamar dan duduk dengan nyaman sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas dengan perlahan… sambil berdoa “Ya Allah…dengan segala ilmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, Aku mohon petunjuk-Mu untuk dapat bebas dari perasaan,emosi negative yang tidak nyaman ini”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya yakin Allah akan memberi petunjuk sehingga  unconscious saya tahu apa yang harus dilakukan. Beberapa saat kemudian saya terpikir untuk melakukan EFT atau Emotional Freedom Technique. Saya tidak akan menjelaskan EFT lebih lanjut disini, karena akan panjang sekali. Jika Anda ingin mengetahui tentang EFT lebih lanjut, Banyak buku-buku dan para ahli EFT lain yang bisa menjelaskan lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Singkatnya, emosi negative yang saya rasa, yaitu perasaan bersalah hilang, sehingga tubuh saya pun menjadi lebih enakan, dan saya bisa lebih tenang kemudian mulai memberanikan diri keluar dan bermaksud untuk membantu membersihkan serta membereskan sisa-sisa yang berserakan bekas tabrakan itu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebelum membantu beres-beres, saya sudah mulai bisa menceritakan kronologis kejadian itu dengan lebih tenang, lalu saya berjalan ke depan hendak membantu?membersihkan. Namun, tiba-tiba kepala saya pusing sekali ketika mendengar suara bekas pecahan kaca yang disapu, suara gesekan-gesekan kaca menyakitkan telinga saya dan memicu perasaan tidak nyaman itu kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ternyata, suara pecahan kaca secara tidak sengaja sudah menjadi tombol pemicu bagi pikiran dan perasaan saya untuk kembali ke keadaan yg tidak menyenangkan itu (dalam NLP disebut Anchor atau tepatnya Negative Anchor).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena perasaan tidak nyaman itu hadir lagi akhirnya saya menjauh dari lokasi itu dan kembali ke kamar lagi. Kemudian saya duduk dan mengambil posisi yang nyaman dan berdoa “ Ya Allah..apalagi yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Meng-edit Submodality  cara MUDAH mengubah Realita Internal .</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Manusia mengakses informasi masuk kedalam pikirannya dan menghadirkan kembali suatu peristiwa kedalam pikirannya sehingga menjadi sebuah perilaku, berdasarkan dari apa yang dilihat (VISUAL), apa yang didengar (AUDITORY), apa yang dirasa (Kinestetik), apa yang dicium (Olfactory) dan apa yang di kecap (Gustatory), biasa di singkat VAKOG. Dalam NLP sistem ini disebut sebagai Representational System atau biasa disingkat rep-system.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah, itulah cara kerja pikiran manusia, sistem saraf kita menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh panca indera untuk menciptakan realita internal kita tentang dunia/segala sesuatu diluar kita (realita eksternal). Sehingga sebuah kejadian yang sama, bisa disikapi berbeda oleh masing-masing orang, tergantung apa yang ada di dalam pikiran atau realita internalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memahami hal itu, maka yang terjadi pada saya waktu itu, saat mendengar suara pecahan kaca seolah-olah saya mengalami lagi kejadian tabrakan itu dan seolah-olah dalam realita internal saya kejadian itu sedang terjadi. Padahal kenyataan?diluar diri saya (realita eksternal) kejadian itu telah berlalu. Berarti, untuk?mengubah keadaan saya yang tidak nyaman itu, maka saya harus mengubah REALITA INTERNAL saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Caranya? </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebelum saya menjelaskan dan menceritakan apa yang saya lakukan, akan lebih mudah ketika terlebih dahulu kita pahami bersama apa yang dimaksud submodality.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tadi kita sudah mengenal lima rep-sytem yaitu Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory, atau kelima panca indera itu biasa disebut juga Modalitas. Untuk memudahkan pemahaman, dalam NLP biasanya Olfactory dan Gustatory digabung dengan Kinestetik. (VAK saja). Nah, masing-masing dari?modalitas ini masih ada detail dan pembedaan yang lebih tajam. Hal ini disebut submodality.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Submodality adalah cara kita mengkodekan dan membentuk struktur dari pengalaman internal kita. Cara terbaik untuk memahami submodalitas berfungsi adalah dengan mengalaminya. Ketika kita mengingat dan memikirkan suatu peristiwa apa yang muncul?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Munculkan?memori visual dalam pikiran Anda. Dengan menggunakan mata kepala Anda sendiri,?Anda bisa melihat apa yang Anda lihat pada saat peristiwa itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Apakah gambarnya?hitam putih atau berwarna.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Diam atau bergerak?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dua dimensi atau tiga dimensi?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Seperti foto atau seperti video?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Apakah sangat dekat atau sangat jauh?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Ada?bingkainya atau tanpa bingkai?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Disasosiasi atau asosiasi?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan masih banyak?lagi yang bisa Anda munculkan yang berhubungan dengan visual Anda.??Memunculkan memory Auditory. Ketika mengkases peristiwa itu lagi, apa yang muncul?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Suaranya keras atau?lembut?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Mono atau stereo?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Nada nya tinggi atau rendah?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dan masih banyak lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kinestetik.? Ketika mengkases peristiwa itu lagi, perasaan apa? yang muncul?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Bagaimana rasanya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Bau/aromanya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Teksturnya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Tekanannya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Suhunya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bagaikan?bumbu serbaguna yang hampir digunakan dalam setiap masakan, submodality hampir?selalu ada dalam setiap teknik dalam NLP.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Nah..untuk?menghilangkan pusing dan perasaan yang tidak nyaman karena peristiwa itu,?berikut yang saya lakukan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Saya duduk dengan posisi yang nyaman,?sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas perlahan, saya?mengingat lagi dan mengakses lagi peristiwa itu secara nyata dalam realita?internal saya.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Muncul gambar rolling door yang penyok?karena ditabrak bemper mobil dan kaca yang berserakan. Gambarnya hitam putih?dan diam tidak bergerak, dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri?(asosiasi). Kemudian suara yang sangat nyaring sekali, terutama suara pecahan?kaca, Kemudian rasa sesak didada dan sekujur tubuh yang terasa kaku.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Perlahan saya mulai meng-edit gambar?dalam realita internal saya dengan memberikan warna pada gambar itu dan dibuat?menjadi bergerak, serta saya seperti menonton <span> </span>kejadian itu di TV (disasosiasi).?Terasa lebih nyaman setelah di ubah.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Kemudian saya mengubah suara nya. Pada?awalnya saya mengecilkan volumenya, ternyata efeknya menjadi lebih tidak?nyaman, kemudian saya besarkan volumenya ternyata hasilnya sama saja. Akhirnya?seperti tombol mute (bisu) dalam remote TV, maka saya hilangkan suaranya dari?pikiran saya, Alhamdulillah, perasaan saya menjadi nyaman.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]-->Rasa sesak didada dan tubuh yang kaku?perlahan-lahan saya buat rileks, merasakan dan memerintahkan setiap otot?meregang dan kemudian mengendur dan meniatkan setiap hembusan napas membuat?dada semakin lapang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">BUM..selesai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Proses ini tidak lebih?dari 10 menit, bahkan kurang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saya sudah merasakan lebih nyaman. Untuk?memastikan apakah benar-benar sudah berhasil saya keluar dan ikut membersihkan?sisa kaca..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alhamdulillah tidak berpengaruh negative. Untuk membuat lebih yakin?lagi, saya mengambil beberapa pecahan kaca dan saling membenturkannya hingga?pecah dan ternyata tidak berpengaruh lagi pada saya.??Alhamdulillah akhirnya saya terbebas?dari ketakutan dan perasaan bersalah itu, dan lebih tenang berpikir bagaimana?menemukan solusi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Submodality ini bisa berbeda untuk?setiap orang, sehingga Anda bisa menemukan cara sendiri yang cocok untuk Anda,?bisa saja warna hitam putih lebih nyaman untuk anda, atau suara lebih keras?lebih cocok dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jika?Anda merasa tidak mudah melakukannya, bayangkan dan rasakan saja bahwa Anda?seperti memiliki tombol-tombol remote yang bisa digunakan untuk mengutak-atik?gambar, suara dan rasa dalam realita internal Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dan..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alhamdulillah sekarang depot air?itu sudah diperbaiki dan kembali beroperasi seperti biasa, dan saya mendapatkan?pelajaran untuk lebih teliti dan berhati-hati, dan mungkin buat kita semua,?pastikan persenelling mobil Anda dalam keadaan netral ketika menstarter?mobil..he..he..he.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Alih-alih dianggap sebagai petaka, kejadian itu tak lebih dari sebuah kejadian, kitalah yang memberi itu makna sebagai petaka ataukah pembelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Wah… suara anak-anak bermain petasan?sudah tak terdengar lagi, dan suara kendaraan berlalu lalang mulai terdengar?memadati jalanan, ternyata matahari sudah mulai tinggi. Malam dan subuh selama?ramadhan ini diwarnai oleh kebahagian anak-anak itu. Pastikan Anda mengawasi?atau bahkan melarang anak Anda bermain petasan. Jika Anda menganggap itu?berbahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semoga di Ramadhan ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik?dari pada sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Salam Amazing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/08/18/eft-submodality-nlp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuang pengalaman buruk dengan Submodality</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 16:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan Desember tahun lalu. Waktu itu teman sekantor saya sebut saja namanya Bunga dan Amir disertai seorang driver pergi ke salah satu bank untuk mengambil uang. Sepulang dari Bank mereka tidak langsung kembali kantor tetapi mampir dulu ke rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan Desember tahun lalu. Waktu itu teman sekantor saya sebut saja namanya Bunga dan Amir disertai seorang driver pergi ke salah satu bank untuk mengambil uang.</p>
<p>Sepulang dari Bank mereka tidak langsung kembali kantor tetapi mampir dulu ke rumah makan padang untuk membeli dan di bawa ke kantor. Ketika tiba di depan rumah makan padang tsb, bunga masuk terlebih<br />
dahulu di ikuti oleh Amir di belakangnya dengan menenteng uang yang baru di ambil dari bank tadi. Entah dari mana tiba tiba masuklah sekelompok orang yang satu teriak-teriak di dalam rumah makan padang tsb, yang satu algi berusaha merebut uang yang di bawa oleh Amir.</p>
<p>Melihat kejadian tersebut, drivernya keluar dari mobil dan berusaha menolong Amir, tapi uang tsb berhasil direbut oleh perampok tersebut dan berhasil melumpuhkan Amir dan driver tsb. Bunga yang kebetulan di dalam rumah makan padang tersebut melihat kejadian itu dan ketika kembali di kantor dia sangat trauma sekali atas kejadian tersebut.</p>
<p><span id="more-139"></span></p>
<p>Bos yang melihat Bunga tampaknya sangat ketakutan sekali dan menangis terus , maka ia diijinkan pulang lebih cepat hari itu.</p>
<p>Keesokan hari Bunga masuk ke kantor seperti biasa, tapi dia seperti orang yang tertekan dan mudah gugup.<br />
Sejak pagi dia hanya duduk termenung di ruang makan kantor, seperti dia memang belum siap untuk bekerja hari itu.</p>
<p>Saya menghampiri Bunga dan bertanya bagaimana perasaanmu hari ini. feeling good atau sebaliknya. Saya sengaja menayakan hal itu kepadanya. apakah dia masih merasa trauma atau tidak. Karena kebanyakan dari teman kantor sejak kemarin  malah minta diceritakan kejadian yang kemarin. dan hal itu malah membuat dia semakin associate dengan kejadian itu.</p>
<p>Bunga menjawab, kalau perasaannya masih kurang enak, was was dan pokoknya tidak karu karuan. &#8220;Ok!&#8221; saya katakan : &#8220;Saya mau bantu kamu, apa kamu bersedia?&#8221;.</p>
<p>Bunga mengangguk tanda kalo dia setuju.</p>
<p>Lantas saya katakan : &#8220;Bunga, tolong kamu sekarang duduk yang rileks, silahkan saja&#8230;  boleh pejamkan mata atau tidak&#8230; Saya minta kamu untuk masuk kembali ke kejadian kemarin&#8221;.</p>
<p>Tampak dia bereaksi seperti orang ketakutan (associated).</p>
<p>&#8220;Ok, apakah kamu melihat gambar kejadian tsb?&#8221; tanya saya, Bunga mengangguk.</p>
<p>&#8220;Apakah gambarnya bergerak atau diam&#8221;? Lanjut saya. Bunga menjawab: &#8220;Bergerak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah kejadian tersebut juga ada suara suara? Sekali lagitanya saya. Bunga juga sekali lagi mengangguk.</p>
<p>Berdasarkaninformasi yang saya oeroleh itu, lantas saya meminta melakukan beberapa hal : &#8220;Ok tolong kamu buat gambar itu menjadi diam dan buat suranya tidak terdengar lagi, kalo kamu belum tahu caranya, buat seolah olah di dekatmu ada tombol tombol.&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa saat saya berikan waktu, kemudian saya tanya lagi :&#8221;Bagaimana sekarang perasaanmu&#8230;?&#8221; Dia diam saja tidak komentar&#8230;.,  tapi dari gesture tubuhnya Bunga nampak lebih tenang.</p>
<p>Saya memutuskan untuk melanjutkan lebih jauh lagi : &#8220;Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih?&#8221; Dia menjawab : &#8220;Berwarna&#8221;.</p>
<p>Saya minta ia untuk membuat gambar itu menjadi hitam putih.</p>
<p>Kemudian saat saya tanya : &#8220;Bagaiman dengan ukuran dan letak gambar itu sekarang?&#8221; Dengan cepat ia menjawab : &#8221; Diam, hitam putih dan berada tepat di depan saya dan besar&#8221;.</p>
<p>Lantas saya minta lagi dengan halus : &#8220;Ook sekarang buat gambar itu mengecil dan di jauhkan. Buat semakin jauh dan semakin kecil.&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa saat, saya tanyakan lagi : &#8220;Ok sekarang bagaimana persaanmu?&#8221;</p>
<p>Dia sedikit menangis karena mungkin dia tadi <em>associated</em>, tapi kemudian ia berkata bahwa : &#8220;Sekarang perasaan saya jadi lebih lega dan plong&#8230;&#8221;</p>
<p>Well, kemudian saya minta padanya : &#8220;Kapan pun kalao kamu merasa teringat kejadian tersebut, kamu bisa melakukan sendiri sperti cara yang tadi&#8221;.</p>
<p>Nah, keesokan harinya dia mengambil cuti sampai akhir pekan. dan minggu berikutnya ketika saya bertemu sama bunga lagi dia sdh ceria lagi.</p>
<p>Demikian kawan-kawan pengalaman saya menggunakan NLP untukmembantu teman sekantor. Semoga menginspirasi kawan-kawan untuk juga terus berpraktek dan berbagi kisah di sini.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/13/membuang-pengalaman-buruk-dengan-submodality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat membantu saya dalam membantu kedua anak saya untuk merasa lebih nyaman ketika sedang sakit. Beberapa hari sebelum ini 2 putra saya sedang tidak enak badan. Badan panas dan terkena radang. Sudah saya bawa ke dokter dan dapat obat. Namanya juga anak2, kalau lagi sakit pasti rewel, nggak bisa tidur, obat yang diberikan dokter tentunya tidak bisa langsung memberikan dampak sembuh buat mereka, pastinya perlu waktu.</p>
<p>Sudah coba menghibur dengan segala cara, tenang sebentar habis itu rewel lagi dan nggak bisa istirahat. Akhirnya saya punya ide untuk menggunakan metode Six Step Reframing untuk membantu anak2 saya. 6-SR pertama kali saya lakukan kepada Edmar, dimana saat ini Edmar berusia 22 bulan dan belum bisa bicara, dia paham sekali kalau kita ajak komunikasi tetapi belum bisa untuk menjawab secara komunikasi verbal. Edmar mengalami gangguan adenoid (adenoid adalah tonsil dibelakang hidung). sifatnya seperti amandel tetapi letaknya berbeda. Nah si adenoid ini bisa membesar dan bengkak kalau dipicu oleh reaksi alergi, terlebih kalau dia terkena radang karena flu. Jadi Edmar kesulitan untuk bernafas dari hidung, karena lubang pernafasannya terganggu oleh si adenoid yang membengkak. Seperti kalau hidung kita mampet tetapi ini bukan karena lendir, jadi periodenya lama menunggu si adenoid mengecil sendiri kalau radang atau alerginya membaik.</p>
<p><span id="more-138"></span>Akhirnya saya melalukan proses 6SR ini dipandu dengan pengalaman waktu belajar role model pas di kelas Licensed Practitioner of NLP. Sebelumnya saya berniat dulu untuk melakukan hal ini dengan tujuan membantu Edmar supaya bisa merasa lebih nyaman dan bisa istirahat, kemudian saya masuk ke subconcious untuk mohon ijin &#8220;ngobrol&#8221; dengan Edmar di level subconcious. Ternyata saya mendapat feedback positif dari Edmar. Setelah bisa melakukan kontak, saya melakukan 6SR kepada Edmar, sesuai niat awal, saya berikan alternatif-alternatif yang bisa digunakan untuk membantu melegakan nafasnya dari si adenoid itu, jawaban yang saya dapat dari Edmar ternyata diluar dugaan, dia memberikan solusi sendiri yang bisa membantu mengatasi si adenoid tersebut. Saya mendapatkan jawaban bahwa untuk membantu melegakan saluran nafasnya Edmar perlu digosok air zam-zam. Saya tanya, dibagian mana, jawaban yang saya dapat juga tidak saya sangka sebelumnya, karena dia minta digosok di bagian kaki. setelah saya tanyakan kepada bagian tubuh edmar yang lain bahwa apa yang akan saya lakukan itu sesuai dengan ekologi tubuh edmar secara keseluruhan, saya mengucapkan terima kasih dan kembali ke kondisi concious. Tidak disangka, pada saat saya membuka mata, ternyata Edmar menunjuk ke arah tempat saya menyimpan air zam-zam.</p>
<p>Luar biasa, Subhanallah. Luar biasa. setelah saya ambil sedikit air zam-zam tersebut, saya baca doa terlebih dahulu niatnya membantu Edmar, trus saya tawarkan sedikit di sendok untuk dia minum, dan dengan jelas Edmar geleng2 kepala memberi tahu bahwa dia tidak mau minum air tersebut, kemudian ketika saya mulai menggosok bagian kakinya, Edmar seperti mau bekerja sama dengan bersikap lebih tenang, bahkan jadi tertawa-tawa sewaktu kakinya digosok air zam-zam.</p>
<p>Sekitar 15 menit kemudian, Edmar akhirnya berhasil bobo dengan lebih tenang. waktu saya cek aliran udara di lubang hidungnya, alhamdulillah 1 hidung sudah bisa digunakan sebagai saluran pernapasan karena ada udara yang keluar dari situ.</p>
<p>Berhasil dengan Edmar, saya lakukan ke Dhafin keesokan harinya. Dia mengeluh pusing dan kepalanya sakit. Berbeda dari yang biasa, kali ini sepertinya sakit kepala Dhafin benar-benar mengganggu karena dia sampai menangis. Obat penurun nyeri sepertinya belum bekerja optimal karena Dhafin masih mengeluh kepalanya pusing. Memang karena baru sembuh dari sakit, kondisi tubuhnya belum fit benar, jadi mudah kecapean. Saya langsung ingat kalau saya punya metode baru untuk bantu anak yang kesulitan memberi info apa yang dia rasakan, untuk Dhafin dia &#8220;overwhelmed&#8221; dengan sakit kepalanya jadi panik sendiri.</p>
<p>Sambil menemani dan mengusap &#8211; usap badannya, saya masuk ke kondisi subconcious untuk berkomunikasi dengan alam bawah sadar Dhafin, dan bertanya apa yang bisa saya lakukan untuk membantu meringankan sakit kepalanya. Akhirnya saya memperoleh jawaban bahwa, kompres air hangat bisa membantu. Bentuk kompresnya tidak pakai handuk tapi pakai botol yang diisi dengan air hangat, istilah<br />
bahasa Jawanya &#8220;diseko&#8221;. Selesai dapat jawaban, Dhafin memanggil saya, karena dia menyangka saya tertidur waktu menemani dia. &#8220;Koq Ibu Tidur sih?&#8221; katanya. Saya langsung buka mata dan bilang kalau saya akan ambil air hangat untuk meng-kompres kepalanya yang pusing. Dhafin langsung setuju dan nurut sama apa yang saya bilang. Botol air hangatnya diletakkan tepat di pangkal lehernya dan alhamdulillah, hanya selang sekitar 10 &#8211; 15 menit Dhafin bisa tidur. Alhamdulilah. Pada saat bangun, dia sudah merasa lebih sehat dan pusingnya berkurang.</p>
<p>Saya benar-benar merasakan manfaat yang luar biasa dari mengikuti pelatihan Pak Ronny untuk menjadi &#8220;tukang masak&#8221; pakai NLP, dari teknik yang satu bisa dicombine dengan teknik yang lain sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Memang, sebagaimana yang ditekankan dalam pelatihan, cara yang saya pakai di atas bukan cara untuk pengobatan, sehingga tetap perlu dicari jenis sakitnya apa melalui konsultasi dokter, minum obat, istirahat dll.  Di sini NLP membantu untuk meringankan rasa ketidaknyamanan selama proses penyembuhannya. Terutama untuk anak-anak, kita bisa membantu mereka menjadi lebih tenang sehingga mereka bisa istirahat dan Insyaallah dengan istirahat yang lebih berkualitas proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Alhamdulillah. Bonusnya, si ibu bisa istirahat juga dengan lebih berkualitas karena mengurus dan menemani anak yang sedang sakit itu benar-benar menguras energi dan pikiran:) benar begitu kan?</p>
<p>Semoga sharing ini bisa membantu para orang tua juga saudara-saudara yang lain pada saat perlu membantu menenangkan anak dengan bahasa nonverbal mereka.</p>
<p>Saling bertukar feedback adalah hal luar biasa berikutnya, karena dari feedback kita menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/09/nlp-untuk-menenangkan-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah&#8230;</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:21:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan ditempel… waaah…begitulah katanya kalau seorang anak sedang antusias… semuanya menjadi seluruh kehidupannya…</p>
<p>Tapi saya perhatikan… kok nggak move-move ya? Beli skateboard sudah…kesempatan ada (sudah agak senggang dari jadwal ujian…) nah mau apa lagi… masa mengamati terus-terusan…</p>
<p>Saya jadi ingat tentang go-first-nya pak Ronny… ketika nyuruh kerbau mandi, nyebur ke air duluan deh… hehe… aduuuuh masa’ emak-emak main in-line skate… Saya jadi berfikir tentang hal-hal yang tidak memberdayakan: Pasti Tidak Mampu! Sulit! Dulu lagi kecil ga ada fasilitasnya… udah besar belajar sih… tulangnya sudah kaku… dll…</p>
<p><span id="more-137"></span>Tanpa terasa ingatan saya melayang ke buku NLP Comprehensive Training Team… disana diceritakan tentang Mempelajari Model Ekselensi… ceritanya begini: Di awal era ski modern, ada pola berfikir yang berbeda dari keahlian bermain ski… diawal tahun 1950-an, konon kebanyakan orang berfikir bahwa bermain ski adalah masalah bakal alami. Anda memasukkan kaki ke dalam sepasang papan ski, anda diminta untuk tidak membuat kedua papan ski bersilangan, lalu anda diminta untuk mengikuti orang yang lebih berpengalaman untuk bergerak menuruni bukit. Anda diminta mengikuti apa saja yang ia lakukan. Jika bisa menjalaninya tanpa banyak jatuh, keseleo atau patah tulang, dan bisa menikmatinya seperti mendapatkan pengalaman baru, maka anda bisa dipandang sebagai kandidat yang bagus untuk menjadi pemain ski atau bahkan dipandang sebagai mempunyai bakat alam untuk bisa bermain ski.</p>
<p>Tapi tahun 1950 itu ada seorang bernama Profesor Edward t. Hall, penulis buku The Silent Languages. Ia mengatakan bahwa ia telah merekam sejumlah pemain ski jagoan di kawasan Alpen dan kemudian para periset meneliti film itu frame demi frame. Mereka lalu membagi gerakan-gerakan detil itu pada unit-unit terkecil dari perilaku atau mereka sebut “isolates”. Mengamati permainan ski dengan cara itu, membuat mereka tahu bahwa meski setiap jagoan ski itu memiliki gaya masing-masing tetapi mereka menggunakan isolates yang sama. Selanjutnya isolates ini diajarkan pada orang biasa atau pemain ski pemula, dan hasilnya adalah orang-orang tersebut dengan cepat bisa bermain ski dengan baik. Bahkan para pemula itu, melakukan permainan ski secara natural seperti pemain ski yang hebat! Kuncinya adalah mengidentifikasi esendi dari skill mereka yaitu gerakan-gerakan tertentu yang khas… dalam NLP hal ini disebut “Memodel”.</p>
<p>Oke.. kalau begitu saya mulai berproses… ketika anakku mempelajari gerakan-gerakan lambat permainan skate baik dari film maupun dari PS-nya… saya ikut berdiri disana, merasakan gerakan-gerakan yang sama, pergerakan otot dan tulang yang sama, saya bergerak mengikuti apa yang saya lihat, saya rasakan, saya dengarkan semua suara yang ada: obrolan para skater, suara gedebak-gedebuk papan skate bahkan decitan ketika berbalik arah. Kita kuasai VAKOG-nya. Saya katakan pada anak saya: “Kita bisa belajar dari film itu… ayo Koh (namanya Kokoh)… sambil melihat secara lambat, kita ikuti gerakannya…Anchor! dan Appropriate!”</p>
<p>Anak saya mengatakan waaah… cuman ngelihat saja kan belum tentu bisa… dan saya tertantang… ayo kita coba… dan untuk anakku yang sedang latihan fotography sekalian saja belajar mengabadikan perilaku ibunya…</p>
<p>Ok.. step-stepnya adalah:</p>
<ul>
<li>Bayangkan seperti apa skater beraksi?</li>
<li>Lenturkan kaki&#8230; lihatlah bagaimana para skater sejati melakukannya dan&#8230; be a modeler</li>
<li>Rasakan dan ikuti kemana arah kinestetik sang juara, beraksi&#8230;</li>
<li>Luaskan pemahaman pada setiap sisi&#8230; rasakan&#8230; bayangkan&#8230; dengarkan apa yang sebaiknya dilakukan&#8230;</li>
<li>Jatuh? Jatuhlah dengan nyaman dan bangkit kembali.</li>
</ul>
<p>Jadi janganlah membuat blocking untuk ketidak mampuan kita BELAJAR. Tidak mampu, tidak ada fasilitas, sulit&#8230; JANGAN SEBUTKAN HAL2 ITU DI DEPAN ANAK2 KITA&#8230;<br />
Satu patokan yang menarik adalah: TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN.. dan kita bisa mengekselensi apapun… Contohnya mengekselensi relationship…lebih kompetitif di pasar bebas.. maka gerakan-gerakan kuncinya adalah bukan pada otot dan tulang melainkan dalam INNER THOUGHT seseorang… rasakan, dengarkan, bayangkan, kata-kata, penggambaran, perasaan dan keyakinan orang yang akan kita model.. rasanya kita pernah melakukan hal itu di kelas… untuk yang pilihan bebas, saya memilih Johny Depp sedangkan untuk yang wajib tentusaja pak Bandler… (thanks to pak Ronny… ini sangat menginspirasi saya…) dan didalam memodel Inner Thought inilah kita belajar menggali informasi: “Apa yang harus saya ketahui untuk membuat suatu keputusan?” “Hal hebat apa yang dirasakan ketika membuat keputusan yang hebat?” “Apa keuntungan besarnya?” “Step-step efektif dan luar biasa apa yang bisa dilaksanakan?”</p>
<p>Lalu ada pertanyaan yang sedikit membuat dahiku berkerut, katanya: “Kalo begitu, me-model aja… langsung pinter… tanpa harus belajar lagi…!” Wah itu adalah pemahaman yang keliru… Memodel hanyalah kunci membuka blocking mental&#8230; masalah keahlian dan pengetahuan (skill and knowledge, ingat kata Gallup) adalah urusan belajar dan latihan yang terus menerus.</p>
<p>Jadi tepat sekali apa kata teman saya Rosita “Jangan pernah berkata dan berfikir negatif di mana saja&#8230;apalagi di depan anak2 kita&#8230;” dan berikanlah kesempatan seluas-luasnya pada anak-anak kita untuk belajar. Sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin… (nah menurut bahasa yang ditangkap otak artinya: ada yang mungkin… karena kata tidak, tidak dikenali otak subcouscius kita).</p>
<p>Ok… latihlah DTI kita, begitu pak Istoto berkomentar…DTI adalah Deep Trance Identification, salah satu cara memodel selain 5A (Self modeling) dan CoEx (memodel Excellence orang). DTI adalah salah satu teknik Inti yang baik sekali untuk memodel excellent orang, begitu kata pak Istoto…Lalu ditambahkan oleh pak Ronny: DTI berarti bertambah Deep Trance-nya. Ok! Luar biasa ya? Ini akan memudahkan kita keluar dari mental blok yang kita ‘nikmati’… hm penderitaan kok dinikmati ya? Mungkin maksud kita adalah kita sudah pasrah dengan kekurangan kita… Waaw… saya jadi gemas melakukan memodel ini pada kegiatan masa kecil saya… mau tau apa? Waaah akan saya rahasiakan dulu… ini akan menjadi kejutan, nanti ketika kita berkumpul bersama… ayo…semangaT untuk mengOlah poTEnsi kita!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/03/08/apa-yang-tidak-mungkin-kita-pelajari-memodel-lah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekar berwatak baik &#8230;.</title>
		<link>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 06:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari, kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya disuruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ascii-font-family:Cambria;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Cambria;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<p><![endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p><strong>Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Beberapa saat yang lalu, saya mencari sebuah tas yang akan saya jadikan hadiah. Saya pergi kesebuah departemen store di salah satu bilangan kota jogjakarta. Setelah saya berputar-putar mencari, <span> </span>kebetulan saya mendapatkan sesuatu diluar rencana saya semula di lantai 2. Saya beli juga itu barang, saya disuruh langsung ke kasir dan saya bayar barang tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi pada saat saya akan membayar, mbak kasir<span> </span>menawari saya sebuah kartu member belanja di departemen store tersebut. Saya katakan tidak,<span> </span>karena saya jarang sekali berbelanja. Kemudian saya meneruskan perburuan tas saya berpindah ke lantai 3&#8230; setelah saya cari-cari saya dapatkan tas yang saya inginkan. Tetapi saya tidak langung menuju kasir untuk membayar, muncul keraguan dalam hati saya .. jangan-jangan di toko sebelah saya akan mendapatkan lebih murah ? &#8230;. bagaimana nih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi toko sebelah dulu sebelum membeli tas yang akan saya jadikan hadiah itu. Saya turun ke lantai dasar dan kemudian pada saat melewati counter obat-obatan saya tertarik program beli multivitamin X <span> </span>berhadiah pasta gigi Y. Wah lumayan nih&#8230; saya langsung borong 4 karena kebetulan ada program beli 4, berkesempatan<span> </span>mendapatkan tambahan undian hadiah tas kecil, piring, mug, tempat minum , block note dan beberapa barang kecil lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span id="more-135"></span><span lang="IN">Saya ambil undian dan berkata kepada diri saya sendiri &#8230;. terjadilah kehendakMu&#8230; hadiah yang terbaik yang paling pas yang aku dapatkan &#8230;. saya ambil satu nomor dan eehh&#8230;. saya dapat piring cantik. Lumayanlah&#8230; tetapi intinya bukan itu&#8230; ketika saya akan bayar ke kasir, sekali lagi sang kasir menawarkan saya sebuah keanggotaan belanja di departemen store tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Wah sebuah strategi menarik &#8230; saya mulai goyah karena yang kasir ini<span> </span>jauh lebih tangguh dibanding tadi di lantai 2. Yang ini menawarkan saya beberapa keuntungan menjadi member, saya akan mendapatkan fasilitas diskon dan lain-lain &#8230; tetapi saya masih berteguh hati dan mengatakan tidak mba, karena saya jarang belanja di sini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Kemudian saya bergerilya menuju toko sebelah, saya tidak mendapatkan barang yang sama tetapi saya mendapatkan sebuah informasi yang berharga bahwa ternyata untuk barang sejenis di toko sebelah tersebut saya mendapatkan harga yang jauh lebih mahal dari pada departemen store tersebut. Dan hal itu terjadi di beberapa toko disekitar area tersebut. Akhirnya saya langsung balik kucing ke departemen store yang berlantai-4 tersebut. Saya langsung menuju lantai 3 dan tidak pakai pikir-pikir lagi, saya ambil tas tersebut dan langsung menuju ke kasir. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Saya berada diantrian ke dua, Dan sekali lagi saya melihat orang yang ada didepan saya<span> </span>ditawari kartu member departemen store tersebut &#8230;. keisengan saya mulai muncul&#8230;<span> </span>saya coba skill baru saya mumpung masih ingat dari meng <em>ikuti practitioner NLP bersama Trainer Bp Ronny F Ronodirdjo </em> kemarin di sheraton jogja<span> </span>&#8230;. langsung saja ..pacing &#8230; match and mirroring ke mbak kasir sekalian menunggu giliran saya. Begitu giliran saya langsung saya serahkan barang saya dan mbak tersebut langung menanyakan apakah saya sudah punya kartu member departemen store tersebut . Dan saya katakan saya belum punya, mbaknya langsung menawari saya keanggotaan tersebut.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak apa keuntungan dari kartu tersebut ?” kata saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Begini mas, ini dapat mendapatkan keuntungan potongan harga untuk produk tertentu sampai dengan 15%” jawab mbak kasir lantai 3 itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa biaya yang harus dibayarkan ?” tanya saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“10.000 mas&#8230;untuk keanggotaan 1 tahun”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil memberikan uang untuk membayar tas tersebut saya berkata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Berapa persen discount yang bisa <strong><em>saya dapat kartu itu sekarang</em></strong> ?<span> </span>“ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Aneh bi mujaib &#8230;uang kembalian saya diberikan ke saya berikut dengan kartu anggota itu &#8230;tanpa potongan apapun &#8230;.hahahaa&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Tetapi saya bukan pendekar berwatak jahat. Saya kembalikan kartu diskon “gratisan” kepada mbaknya&#8230; saya bilang ke mbaknya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Mbak ini terbawa kartunya &#8230;wong saya ndak ikut keanggotaan kok di kasih.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">“Ohh&#8230;.maaf mas &#8230;terimakasih” &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Sambil berbusung dada saya melangkah keluar dari departemen store tersebut &#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span lang="IN">Yeah &#8230;. Ridwan Raharjo Certified Hypnotist &#8230;.. hehehe&#8230;&#8230;..</span></p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2010/02/14/pendekar-berwatak-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Trance Phenomena</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Muh. Iqbal Basri, Licensed Practitioner of NLP ™ Trance phenomena atau hypnotic phenomena mungkin sudah biasa terdengar tapi sepertinya ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan. Pada saat seseorang lagi trance, maka subjek akan merasakan beberapa perubahan dalam hal diantaranya area persepsi, memori, sensasi, fisiologi , waktu dll. Terkadang trance phenomena ini terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--EndFragment--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;">Oleh : Muh. Iqbal Basri, Licensed Practitioner of NLP ™</span><!--EndFragment--></p>
<p class="MsoNormal">Trance phenomena atau hypnotic phenomena mungkin sudah biasa terdengar tapi sepertinya ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan. Pada saat seseorang lagi trance, maka subjek akan merasakan beberapa perubahan dalam hal diantaranya area persepsi, memori, sensasi, fisiologi , waktu dll. Terkadang trance phenomena ini terjadi secara spontan tapi dapat pula di evokasi oleh sang hypnotist.</p>
<p class="MsoNormal">Trance phenomena menurut Jeffrey K.Zeig ada 12 dan membaginya menjadi 4 kelompok besar yaitu perubahan sensoris (hallusinasi, anesthesia, analgesia dan catalepsy), Automatic behavior/Disorientasi (ideomotor behavior, ideosensory behavior, automatic behavior dan post-hypnotic suggestion), Time Reference (time distortion) dan perubahan fungsi memory ( amnesia, hyperamnesia, age regression). Pembagian ini dapat membantu kita untuk lebih dapat memahami trance phenomena</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-144"></span></p>
<p class="MsoNormal">Mungkin kita bertanya-tanya tentang pemanfaatan Trance phenomena ini, dalam buku “ A Guide to Trance Land” oleh Bill O’Hanlon, kita bisa mendapatkan hal ini yaitu sebagai convincer bagi subjek dan sang hypnotist bahwa subjek sudah trance karena terkadang saat kita menginduksi seseorang, terkadang sang hypnotist masih ragu tentang kondisi subjeknya, apakah sudah trance atau belum, sehingga dibutuhkan suatu convincer untuk meyakinkan sang hypnotist.</p>
<p class="MsoNormal">Sebetulnya hal itu dapat kita lihat dari perubahan fisiologis yang terjadi. Tapi saat subjek memperlihatkan hand levitation atau trance phenomena lainnya, baik itu terjadi secara spontan ataupun setelah dievokasi, maka hal itu akan menjadi suatu informasi penting bagi sang hypnotist. Selain sebagai convincer bagi sang hypnotist tapi hal itu juga dapat menjadi bukti bagi subjek bahwa dia sudah trance karena terkadang sang subjek tidak percaya kalo dia sudah mengalami trance. Mungkin kita masih ingat bahwa tidak ada induksi tanpa tes, apakah itu tradisional hypnosis maupun ericksonian hypnosis. Perbedaannya hanya ericksonian hypnosis melakukannya dengan lebih elegant, dan berusaha untuk meminimalkan menyentuh subjeknya.</p>
<p class="MsoNormal">Pemanfaatan lainnya yaitu untuk deepening, misalnya phenomena hand levitation bisa kita utilisasi untuk memperdalam proses hypnosis. Sekali lagi ericksonian hypnsosis melakukannya dengan sangat elegant sehingga benar-benar menghindari terjadinya resistensi.</p>
<p class="MsoNormal">Terkadang Milton H.Erickson melakukan teknik fractionation,yaitu saat subjek sudah trance diminta untuk membuka mata, setelah beberapa saat subjek diminta menutup mata kembali. Mari kita mulai melakukan deepening dengan cara yang agak berbeda.</p>
<p class="MsoNormal">Yang terakhir, trance phenomena juga digunakan untuk treatment, sebagaima kita ketahui bersama bahwa ericksonian hypnosis berprinsip bahwa problem is solution atau answer within (menurut versi Stephen Lankton) atau solution oriented hypnosis (Bill O’Hanlon), semua resources sudah tersedia pada subjek.</p>
<p class="MsoNormal">Jika kita perhatikan ternyata trance phenomena itu alamiah terjadi pada seseorang, misalnya kita sedang menonton film yang kita gemari tanpa terasa sudah 2-3 jam berarti kita telah telah mengalami Time Distortion. Jadi ericksonian hypnosis lebih cenderung mengevokasi dibanding mengsugesti. Hal ini sesuai dengan salah satu presupposisi NLP.</p>
<p class="MsoNormal">Mungkin beberapa rekan bertanya bagaimana metode untuk mengevokasi trance phenomena, menurut Bill O’Hanlon terdapat 5 cara untuk mengevokasinya yaitu Giving permission (apakah permission to atau permission not to have to), Presupposing Response (menggunakan salah satu hypnotic language pattern yaitu presupposition), Reminding and Guiding Associations to previous everyday experience (karena sebenarnya trance phenomena merupakan pengalaman sehari-hari),Using analogies, anecdotes and stories dan yang terakhir yaitu interspersed Phrases (memanfaatkan analogue markings).</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/11/19/seputar-trance-phenomena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengarkan kata hati &#8230;.</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Kadang dia hadir dalam warna kuning atau biru &#8230;. Gambarnya dapat jauh lebih terang atau lebih  jelas &#8230; Bisa jadi dibikin lebih besar , bahkan bisa dibikin lebih kecil &#8230; Perhatikan bentuknya , dapat diwakilkan apa saja &#8230; Ya ..benar &#8230; seperti itu Suara &#8230; ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ridwan Raharjo, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Kadang dia hadir dalam warna kuning atau biru &#8230;.<br />
Gambarnya dapat jauh lebih terang atau lebih  jelas &#8230;<br />
Bisa jadi dibikin lebih besar , bahkan bisa dibikin lebih kecil &#8230;<br />
Perhatikan bentuknya , dapat diwakilkan apa saja &#8230;<br />
Ya ..benar &#8230; seperti itu</p>
<p>Suara &#8230; ya suara itu &#8230;<br />
Suara gemuruh yang bertalu-talu saat kita terpanggil untuk masuk kedalamnya<br />
Nada berdentum yang mengiringi langkah kita bergoyang &#8230;<br />
Seseorang harus berada didepan untuk memimpin ..<br />
Nada seiring dengan gerak membuat lebih asosiate dengan semua yang ada</p>
<p><span id="more-132"></span>Rasa itu sedemikian kuat di dada &#8230;<br />
Meledak-ledak seakan ingin segera ditumpahkan<br />
Bergetar dan berdesir di permukaan kulit yang paling luar &#8230;<br />
Seluruh tubuh diluputi rasa lebih sehat dari sebelumnya<br />
Keyakinan akan jauh lebih sukses sudah terasa saat masih dalam kondisi trance<br />
Yang akan semakin kuat dan nyata pada saat kita bangun &#8230;</p>
<p>Bau itu membuat kita semakin terasosiasi dengan apa akan kita  pikirkan &#8230;<br />
Bau dari ruangan pada saat masuk pertama kali &#8230; bau karpet..  tirai &#8230;<br />
Bau rekan seperjuangan &#8230;<br />
Atau bau dari semua rasa menyenangkan dari acara pelatihan itu &#8230;</p>
<p>Manis dan segar &#8230;masih meleleh didalam rasa<br />
Asinnya di lidah tidak seasinnya garam kehidupan<br />
Keyakinan akan kehidupan yang jauh lebih mudah<br />
Karena semua yang kita rasakan , kita sendirilah yang membuatnya</p>
<p>Sering sekali suara itu jauh lebih dalam  &#8230;<br />
Tekanan nada itu membuat  jauuuh lebih relaaaaax dari sebelumnya &#8230;<br />
Bisikan di telinga menghantarkan  memasuki suasana yang lebih nyamaaaan &#8230;<br />
Rangkaian kata itu memerintahkan untuk melepas semua ketegangan  &#8230;<br />
Apapun suara yang terdengar hanya akan membuat  jauuuh lebih damai dari sebelumnya ..<br />
Getar kecil terasa yang mulai muncul dari yang terdalam &#8230;.<br />
Somnambulism telah memunculkan raksaksa itu ke permukaan &#8230;<br />
Kekuatan yang tersembunyi selama ini , yang menunggu untuk dibangunkan &#8230;<br />
Kekuatan yang tak terbatas &#8230;<br />
Kata hati telah berpendar<br />
&#8230;.</p>
<p>Proses yang  tersisa sekarang hanyalah perasaan berderu &#8230;<br />
Menggebu keluar dari lubuk hati yang paling dalam &#8230;<br />
Ingin segera rasa ini terteriakan ..<br />
Ingin segera kata ini terlontar &#8230;<br />
Realitas segera harus ditegakan  &#8230;<br />
Banyak orang menunggu untuk digugahkan &#8230;.</p>
<p>Setelah aku perhatikan &#8230;.<br />
Setelah aku dengarkan &#8230;.<br />
Setelah aku rasakan &#8230;<br />
Aku baru menyadari ..bahwa</p>
<p>NLP &#8230;. Aku Jatuh Cinta&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/18/dengarkan-kata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lift untuk Menuliskan Sebuah Tujuan !!</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Chris Adi Kusuma, Licensed Practitioner of NLP ™ Menuliskan sebuah (beberapa) Goal (Tujuan) dalam hidup adalah sebuah hal yang sangat amat penting. Hal ini sudah saya ketahui sejak lama, banyak  buku berisi pengalaman orang membuktikan hal itu. Untuk melakukannya pun amat lah sangat mudah sekali. Paling tidak ini menurut pendapat saya. Tapi entah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Chris Adi Kusuma, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Menuliskan sebuah (beberapa) Goal (Tujuan) dalam hidup adalah sebuah hal yang sangat amat penting. Hal ini sudah saya ketahui sejak lama, banyak  buku berisi pengalaman orang membuktikan hal itu. Untuk melakukannya pun amat lah sangat mudah sekali. Paling tidak ini menurut pendapat saya. Tapi entah kenapa, untuk benar-benar “menuliskan tujuan” tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Biasanya saya “hanya” men-setting goal saya dalam pikiran saya. Mempertahankannya dalam pikiran saya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya tidak dapat mempertahankan goal saja tersebut dalam pikiran saya terus menerus.</p>
<p>Sebuah kejadian yang menggugah saya pada akhirnya untuk mulai menulis goal saya adalah, saat pulang kantor, ketika saya sedang turun lift sendirian dari lantai 5 menuju lantai 1. Ketika masuk ke dalam lift saya lupa memencet tombol lantai yang akan dituju. Setelah beberapa lama, saya baru tersadar kalau belum memencet tombol lift. Lalu saya segera pencet tombol 2 dalam lift tersebut sesuai dengan lantai yang akan saya tuju. Dan kemudian lift berjalan dan kemudian lift berhenti di lantai 2, saya keluar dari lift sesuai dengan lantai yang saya ingin tuju.</p>
<p><span id="more-130"></span>Saat itu saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga. Ya, bisa dibilang semacam “blink” atau pencerahan “kecil”. Tulisan kecil ini hanyalah sebuah pemaknaan saya atas sebuah kejadian saja. Jika kejadian itu bisa bermanfaat buat saya, semoga artikel kecil ini bisa bermanfaat buat kita semua.</p>
<p>Saya mengibaratkan sebuah perjalanan kehidupan seperti menaiki lift, dimana kita bergerak menuju ke suatu tempat. Sebuah lift memiliki tombol-tombol yang akan membawa kita menuju lantai (baca : tujuan) yang diinginkan. Ini merupakan sebuah petunjuk bahwa dalam kehidupan, terdapat berbagai macam pilihan dan kita harus dengan sadar menentukan mana tujuan yang akan dicapai. Ya, kita lah yang menentukan dimana kita akan berada.</p>
<p>Kembali ke pengalaman di dalam lift. Ketika saya memencet tombol dalam lift, maka lift tersebut kemudian mulai bergerak ke tempat yang saya ingin tuju. Saat itu saya tiba-tiba diberikan pemahaman, melalui self talk, seperti inilah kalo kamu membuat sebuah Tujuan. Coba seandainya kamu hanya membayangkan saja dan tidak memencet tombol (baca : membuat tujuan kamu) maka lift tersebut tetap tidak akan bergerak. Ya.. kamu harus memencet tombol (menuliskan tujuan kamu) itu terlebih dulu supaya lift tersebut bergerak ke tempat yang kamu inginkan.</p>
<p>Saat kamu tidak memencet tombol maka kamu tidak akan kemana-mana. Dan jika ada orang lain yang “berbaik hati” memencetkan tombol lift dari luar, maka kamu hanya bisa mengikuti kemana lift itu menuju dan kemungkinan kecil lift itu menuju ke tempat yang benar-benar kamu inginkan. Kamu akan berhenti di suatu tempat, yaitu sebuah tempat yang ditentukan oleh orang lain.</p>
<p>Sejak kejadian itu, akhirnya saya mulai menuliskan GOAL-GOAL yang ingin saya capai. Ya.. saat ini saya sudah menuliskan beberapa GOAL yang saya tuliskan dalam sebuah buku tulis kecil. Saya jadi punya kebiasaan baru, membaca GOAL saya itu di pagi hari ketika bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.</p>
<p>Ya, melalui kejadian di lift ini, saya sekarang mulai menuju tempat yang saya tentukan sendiri.. bukan yang ditentukan orang lain, apalagi “sekedar mengikuti garis takdir” yang “katanya” sudah ditentukan dari sananya.</p>
<p>Selamat menuliskan Goal-goal Anda.!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/lift-untuk-menuliskan-sebuah-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trilogi Sapujagad: # 3 Episode Dejavu</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja) Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™ Minggu ini acara begitu padatnya. Harus bolak balik ke luar kota yang dekat maupun yang jauh. Ditambah lagi dengan acara – acara pertemuan keluarga yang dihelat di rumah keluarga (istri dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)</p>
<p><strong>Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Minggu ini acara begitu padatnya. Harus bolak balik ke luar kota yang dekat maupun yang jauh. Ditambah lagi dengan acara – acara pertemuan keluarga yang dihelat di rumah keluarga (istri dan anak – anak) saya. Jadwal sudah disusun dan acara harus berjalan dengan sukses. Artinya  acaranya lancar, badan dan pikiran puas dan prima serta batin diresapi dengan rasa syukur karena NikmatNYA dan dapat membahagiakan orang lain (klien, audience dan para tamu).</p>
<p>Cuaca di lereng gunung pananggunan masih sangat redup, di penghujung musim hujan ini, gerimis besar – besar justru lebih kerap datang dan setiap hari. Suasana Quantum Spiritual Awakening Training dengan thema Redesigning The Future berlangsung begitu baik. Flow mengalir dengan mulus dan sayapun berada dalam trance di ruangan pelatihan itu.  Sesi satu saya mencak – mencak setelah kemasukan ruh yang energik. Sesi Ke dua, saya trance ketika saya mengakses kejujuran dan keterbukaan dalam sesi knowing myself &#8211; Mengupas You and Your Own – siapa yang tahu tentang dirinya, dia tahu tentang tuhannya. Suara saya naik, turun, mendesah, merintih, menangis, sesuai dengan emosi seakan dalam training EQ yang pernah saya ikuti dulu. Dan seterusnya ….</p>
<p><span id="more-126"></span>Cuaca di antara mega – mega putih, yang kemudian menjadi mendung – mendung yang agak tebal, menyapu badan pesawat yang saya tumpangi di pagi hari itu. Pesawat berguncang – guncang dan kadang turun mendadak ketika amblas ke dalam ruang hampa. Beberapa penonton menjerit dan kadang mengumpat cuaca yang dijadikan biang kekesalannya. Kemudian pilot mengumumkan bahwa hanya satu landasan yang bisa dipakai di bandara. Pesawat akan turun ke landasan kira – kira 30 menit lagi karena harus antri dan celakanya nomor antrian adalah nomor 9.</p>
<p>Kayak film Diehard jadinya. Kacaunya lagi pesawat tetap dalam posisi terbang menembus mendung – mendung yang pekat tadi sehingga keadaan benar – benar tidak nyaman. Saya fokus pada satu titik saja, relaks, dan saya squish kondisi – kondisi yang ada pada di lima sensor saya jadi satu saja yakni nyaman. Saya tarik nafas – nafas kuat – kuat tiga kali, dalam setiap hitungan saya bayangkan tubuh saya mengecil, mengecil dan hilang. Saya kembali ke alam keberadaan, ketika roda pesawat menyentuh landasan dengan suara gemuruhnya mesin yang tertahan oleh rem. 30 menit lewat tanpa terdengar lagi suara – suara umpatan dan jalan – jalan terjal di udara yang cukup membuat tidak nyaman. Memang tidur nyenyak itu pekerjaan yang paling nyaman …</p>
<p>Siang itu waktu menunjukkan pukul 10.00. Partner saya mengajak untuk berangkat menemui klien yang sudah lewat tenggat waktu (deadline) 10 hari lalu, karena berbagai kesibukan. Rencananya adalah kami harus merevisi proposal dan run down pelatihan pada jam 09.00 pagi itu dan baru ketemu klien pada saat jam 13.00, sambil makan siang. Ternyata setelah diskusi sejenak, waktu telah beranjak setengah jam. Diskusi dihentikan dan saya diajak berangkat, karena ada sesuatu hal penting yang harus diselesaikan oleh partner saya di tempat lain. Tidak terasa jam telah mendekati pukul 12.00 dan klien menelpon bahwa dia sudah siap di tempat pertemuan.  Setelah memesan menu makan siang, acara dimulai. Partner saya mencoba melakukan eliciting mengenai output dan outcomes yang diinginkan melalui revisi itu. Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar, partner sayapun dengan tenang menjawab bahwa saya sudah siap dengan program yang telah direvisi. Saya agak kaget karena saya tidak siap sama sekali. Saya betul – betul tidak siap, karena selama 10 hari saya meninggalkan Surabaya dan kehilangan kontak dengan partner saya karena adanya hambatan teknis dan hal urgensi lainnya. Celakanya lagi lap top tidak bisa saya hidupkan, powernya habis.</p>
<p>Seandainya tadi ada power, maka ketika klien menjelaskan, maka saya dapat melakukan revisi sambil mendengarkan beliau. Jadi selama setengah jam saya hanya bisa melakukan swish pattern dan pacing. Pattern-nya  juga hanya menyalurkan vibrasi positif kepada klien agar beliau tetap terbuka terhadap kondisi kami. Ketika saya sampaikan kepada partner saya bahwa lap top saya tidak bisa dihidupkan, maka partner saya bergegas menuju ke lapangan parkir kembali untuk mengambil lap topnya sendiri. Tadi memang kami sepakat untuk bawa satu laptop saja. Oops … senyampang hanya berdua itu, klien mulai membuka beberapa ketidak nyamanannya dengan situasi ini, karena seharusnya pekerjaan ini sudah seharusnya selesai sebelumnya. Sayapun mengikuti tonalitynya dengan menanyakan sebetulnya kapan jadwal tentativenya untuk pelatihan ini. Beliau menyampaikan masih tiga minggu lagi, tetapi masalahnya minggu ini beliau harus pergi ke luar negeri, jadi ingin semua yang berkaitan dengan pelatihan ini selesai sebelum beliau berangkat. Partner saya datang, langsung buka laptop dan pada saat yang sama telepon genggam klien berbunyi. Beliau telah ditunggu oleh direksi lain untuk rapat. Kemudian beliau tersenyum dan mengatakan “saya tunggu emailnya, siang ini sebelum jam pulang”. Setelah itu, berpamitan dan menjabat tangan kami berdua. Oops …. Tidak ada kata – kata lain kecuali membalas senyumnya, menjabat tanggannya dan menyampaikan “siap pak …”.</p>
<p>Setelah beliau hilang dari mata saya. Pertama saya melakukan reframing bahwa jam pulang direksi seperti beliau adalah jam 19.00 atau 20.00. Jadi masa ada waktu lebih dari cukup. Kedua, Sayapun segera mengakses energy dari alam semesta, mengalirkannya ke seluruh tubuh dari ujung kepala dan ke seluruh anggota tubuh saya. Terasa kesegaran dan kebugaran mengalir. Saya memanggil alam bawah sadar saya dan mengalirkan pengetahuan saya (yang cetek) tentang NLP. Rasanya kekuatan NLP mengalir ke seluruh tubuh saya sekarang. Tiba – tiba saya berjalan ke depan kasir, seorang waiter menanyakan “apa yang bisa dibantu pak?.”. “oh saya perlu stekker untuk charge lap top saya”. Dia bilang “tidak punya kabel gulung”. Lalu meninggalkan saya. Saya masih terpaku disana dan belum satu menit, temannya datang dari luar membawa kabel gulung dan steker. Dia bilang “pasti bapak perlu ini, saya tadi perhatikan bapak bawa laptop dan berpikir bahwa bapak pasti akan bekerja disini, makanya saya pinjam kabel ini ke salon sebelah”. Horee … terima kasih, sorak saya dalam hati.</p>
<p>Saya hidupkan lap top. Saya belum tahu hendak mengetik apa ketika file proposal lam sudah muncul di layar. Partner sudah sibuk dengan merubah paragrap demi paragrap di run down pelatihan, sementara saya yang kebagian memperbaiki proposalnya belum kerja. Saya pindahkna mata saya ke atas telinga untuk mencari file, halaman, kalimat yang hilang, karena pada saat mengakses kalimat dari klien tadi, saya merasa bahwa saya sangat familiar dengan kalimat – kalimat beliau. Saya ketik sebaris kata pada kotak “search” dan keluarlah lebih dari 10 pilihan. Saya bilang lagi ke dalam diri saya, jangan sampai buka lebih dari 3 file dan tidak ketemu ya. Nah seperti biasanya … teknik ini bekerja dengan baik … pada file ke dua muncul di layar sebuah synopsis dari proposal yang telah saya buat sekitar 4 tahun lalu. Isinya pas dan mirip seperti yang disampaikan sang Direktur tadi. File di copy, paste dan disambung dengan rundown. Selesai. Dikirim by email dari restaurant tersebut. Dikonfirmasi pakai sms. Setengah jam kemudian, muncul jawaban : “well done, gentlemen. Thx.” Kamipun pulang dengan perasaan plong bolong.</p>
<p>Dejavu kah ?. Saya tidak tahu.  Saat itu yang saya tahu adalah teknik – teknik NLP yang saya pelajari dan dalami membuat saya tidak panikan dan yakin selalu ada jalan yang memudahkan atau dimudahkan. Pada setiap kesulitan selalu ada atau diikuti dengan kemudahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/trilogi-sapujagad-3-episode-dejavu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

