<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Republik NLP (tm) &#187; Ide Orisinil</title>
	<atom:link href="http://republiknlp.com/category/ide-orisinil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://republiknlp.com</link>
	<description>Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Mar 2011 07:28:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Pengen Jago Masak? Memodel Farah Quinn Yukk</title>
		<link>http://republiknlp.com/2011/03/03/pengen-jago-masak-memodel-farah-quinn-yukk/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2011/03/03/pengen-jago-masak-memodel-farah-quinn-yukk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 17:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Inna Istantina, Licensed Practitioner of NLP™ Belasan tahun lalu, saya pernah belajar teater. Meski tidak terlalu lama, tapi cukup memberikan banyak hal berarti buat saya pribadi. Buat Anda yang aktif di bidang ini, tentunya sangat paham, bahwa penjiwaan dalam teater sangat dibutuhkan untuk sebuah pementasan. Misalnya saja, ketika kita berperan sebagai seseorang dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Inna Istantina, Licensed Practitioner of NLP™</strong></p>
<p>Belasan tahun lalu, saya pernah belajar teater. Meski tidak terlalu lama, tapi cukup memberikan banyak hal berarti buat saya pribadi. Buat Anda yang aktif di bidang ini, tentunya sangat paham, bahwa penjiwaan dalam teater sangat dibutuhkan untuk sebuah pementasan. Misalnya saja, ketika kita berperan sebagai seseorang dengan profesi tertentu, <em>Connectedness</em> kita sebagai seseorang tersebut harus benar-benar bisa total &amp; seutuhnya. Bukan seperti sinetron jaman sekarang, ketika seorang artis cantik jadi pengemis, tapi kulitnya tetap terlihat mulus &amp; rambutnya tetappp saja terlihat halus &amp; dengan adanya kilauan lampu makin membuat rambutnya yang ‘sengaja’ dicat makin kelihatan warna catnya ^^</p>
<p>Saya masih ingat betul, ketika guru teater saya, Mas Hanung Bramantyo, yang sekarang menjadi salah satu sutradara fenomenal di negeri ini, sangat menekankan sekali dengan yang namanya kedisplinan. Bukan hanya disiplin masalah waktu latihan -yang pernah membuat saya sebagai salah satu muridnya yang kena hukuman ‘skot jump’ gara-gara telat beberapa menit dari jam latihan yang ditetapkan, hehe- akan tetapi juga disiplin dalam Pendalaman Karakter yang kita dapatkan.</p>
<p>Saat saya belajar NLP, Hypnosis &amp; Hypnotherapy bersama Mas Ronny FR, saya seperti kembali ke masa lalu, yaitu saat belajar teater. Jika Pendalaman Karakter di teater digunakan untuk menjiwai seseorang atau sesuatu secara ‘penuh’, di pelatihan NLP Practitioners, pendalaman karakter berarti mencari atau mengakses memori tertentu untuk tujuan tertentu, atau bisa juga melihat seseorang yang punya prestasi luar biasa &amp; kita menyelami orang tersebut &amp; apa yang dilakukannya, sehingga kita bisa ‘mendapatkan pendalaman karakter seutuhnya’ (MODELLING).<span id="more-168"></span></p>
<p>Tanpa kita sadari, rupanya kita sering melakukan modeling ini, tapi sudahkah Modelling Anda memberdayakan? Modelling bisa kita lakukan kapan pun &amp; dimanapun, bahkan jika kita sudah terbiasa melakukannya, hal tersebut akan terjadi secara otomatis, seperi saklar di kepala Anda yang siap Anda tekan, kemudian otak akan memerintahkan syaraf &amp; otot bekerja secara mudah &amp; efektif.<br />
Lantas apa hubungannya Modelling, Memasak &amp; Farah Quinn, jika kita tilik lagi judul postingan ini?</p>
<p>Wehehe sabarr saabarrrr…</p>
<p>Buat yang kaum Adam, sepertinya mendengar atau membaca kata FARAH QUINN saja langsunggggg Wowwww!!! Hehehehee…  Buat saya, Mba Cantik yang pinter masak ini, ternyata mujarab saya jadikan Model untuk meningkatkan kemampuan saya memasak lohhh..</p>
<p>Nah, pengen jago masak? Ini dia.. rahasia jadi Chef Profesional seperti Farah Quinn … (pastikan ini rahasia! Jadi jangan sampai tetangga sebelah  rumah tahu! Hehehheee)</p>
<p>Perlahannn… Anda bawa diri Anda yang tengah asikkk menonton acara memasak Ala Chef ‘Farah Quinn’… makin Anda memperhatikan dengan sungguh-sungguh acara tersebut.. Anda makinnnn rileeekssssss.. Bahkan lama-kelamaan, tanpa suatu alasan yang jelas, mata Anda berairrrr, &amp; ketika Anda butuhkan, mata Andapun bisa dipejamkan..</p>
<p>Baik mata Anda terbuka atau terpejam, bayangan sosok Farah Quinn mulai dekat, bahkan Anda pun makin jelas melihat warna baju yang dikenakannya, gerai rambut yang tersibak angin… &amp; gaya bicaranyaa yang khas…</p>
<p>Sekarangg.. Anda bisa mulai Gambarkan Farah Quinn yang sedang bersiap untuk memasak… Memasang celemek… Menyebutkan bumbu-bumbu &amp; bahan demi bahan yang digunakan  untuk memasak resep tertentu.. (anda bisa pilih resepnya sesuai dengan apa yang akan Anda masak)..</p>
<p>Anda lihat betapa RILEKSSSSSSnya Farah Quinn dari saat persiapan memasak, saat memotong bahan-bahannya, mengiris tipis atau tebal, menumbuk, menggoreng, menumis, memanggang… (prosesnya bisa disesuaikan dengan resep masakan tertentu yang Anda mau).. hingga tanpa Anda ketahui dengan pasti, tangan Anda mulai bergerak-gerak seolah-olah memegang pisau untuk mengiris, dsb…<br />
Saat Anda fokus dengan gambaran tersebut, bahkan Anda bisa mendengar suara setiap irisan, suaraaa sreeeenggg saat menggoreng, dan mencium aroma-aroma harum tertentu saat bumbu ditumisss, berarti Anda sudah mampu masuk ke dunia Farah Quinn yang seutuhnya…</p>
<p>Sementara Anda tetap fokussss, dalam hitungan 1..2…3… Anda bisa masuk ke dalam arena dapur Farah Quinn &amp; menjadi Chef yang sedang begituuuuuu asikkk &amp; rileksssnyaa memasakkk… Anda rasakan benar-benar, betapaaa nyaaaaamannnnyaaaaa proses memasak tersebut… hingga tak berapa lama, masakan Anda matanggg, terciumm kembali wangi harum, yang kali ini makinnnn menggoda perut &amp; lidah Anda…</p>
<p>Sesi dapat diakhiri, ketika Anda bisa melihat dengan jelas, seperti apa masakannya hingga bagaimana suara hati Anda memuji masakan tersebut saat mencium aroma &amp; mencicipinya… Bahkan ketika Anda menghidankan hasil masakan di piring atau mangkok, Anda ucapkan: This is It! Kentang Keju Panggang Ala Chef (sesuai nama Anda)…</p>
<p>Well done! Anda berada dalam puncak pendalaman karakter yang total, efektif &amp; memberdayakan! Anda bisa jagoooo masak dalam sekejap, meningkatkan kualitas masakan Anda &amp; membuat Anda sendiri terheran-heran dengan hasil masakan Anda yang jauh lebih weuuunyyyyyyyyakkkk dari sebelumnnnnyaaaa…</p>
<p>Resep ini untuk yang pengen jagoo masak lhooo yaa, buat yang pengen memodel body seksihhh Farah Quinn, sepertinya bolehhh jugggaaaa tuhhhhhh… -_-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2011/03/03/pengen-jago-masak-memodel-farah-quinn-yukk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan cinta dengan NLP</title>
		<link>http://republiknlp.com/2011/03/01/katakan-cinta-dengan-nlp/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2011/03/01/katakan-cinta-dengan-nlp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 04:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ricky Maulana Muchtar, Licensed Practitioner of NLP™ WARNING/PERINGATAN KERAS: Sebelum membaca, pastikan bahwa pengetahuan baru yang akan Anda dapatkan akan Anda gunakan untuk membangkitkan, memudahkan atau membesarkan rasa cinta untuk pasangan, calon pasangan ataupun bakal calon pasangan Anda. Maka pastikan bahwa niat Anda belajar untuk membangkitkan cinta pada pasangan Anda saat ini dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Ricky Maulana Muchtar</strong><strong>, Licensed Practitioner of NL</strong><strong>P</strong><strong>™</strong><strong> </strong></p>
<p>WARNING/PERINGATAN KERAS: <em>Sebelum membaca, pastikan bahwa pengetahuan baru yang akan Anda dapatkan akan Anda gunakan untuk membangkitkan, memudahkan atau membesarkan rasa cinta untuk pasangan, calon pasangan ataupun bakal calon pasangan Anda. Maka pastikan bahwa niat Anda belajar untuk membangkitkan cinta pada pasangan Anda saat ini dan meningkatkan cinta pada diri sendiri.</em></p>
<p>Ketika saya  melihat kembali ke masa lalu mengenai perasaan jatuh cinta yang pernah saya rasakan, maka saya mulai berkeinginan untuk merumuskannya kembali dalam bentuk Representational System. Silahkan Anda mempelajarinya dengan mudah dan kaitkan dengan diri Anda sendiri, dengan demikian setelah membaca artikel ini, Anda akan semakin menemukan variasi untuk me’nyatakan cinta Anda dengan NLP.</p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui, Representational System terdiri dari V=Visual, A=Auditory, K=Kinestetik, O= G=, dan jika perlu kita boleh menambahkan Aid=Auditory Digital atau yang dapat juga disebut Self Talk. Hal tersebut dapat diperingkas lagi menjadi semakin mudah dalam 3 (tiga) bagian yaitu Visual, Auditory dan Kinestetic.</p>
<p>Beberapa dari Anda mungkin telah paham mengenai VAK, entah melalui pelatihan diluar sana ataupun melalui buku-buku yang Anda pernah baca. Jika belum, Anda dapat memulai belajar NLP melalui sumber yang tepat. Di Sinergi Lintas Batas, saya mempelajari lebih dalam mengenai VAK yang merubah pemikiran awal saya bahwa VAK itu merupakan tipe. Namun ternyata, jika ditelaah lebih lanjut, maka akan semakin jelas bahwa itu hanyalah preferensi atau sebuah pilihan yang dapat berubah secara situasional.<span id="more-158"></span></p>
<p>Saat Anda mengetahui preferensi system dari pasangan Anda, maka akan lebih mudah mengafirmasi rasa nyaman bagi pasangan Anda dalam berbagai kondisi. Beberapa perilaku berikut ini adalah mencontohkan suatu bentuk perilaku yang dapat Anda lakukan terhadap pasangan Anda yang memiliki preferensi submodalities bervariasi seperti:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Situasi: Dimana saya harus memulai?</strong></p>
<p><strong>Visual</strong>: Pria atau Wanita dengan preferensi visual menyenangi untuk melihat sesuatu hal yang indah. Maka pastikan sebelum menemui orang dengan preferensi demikian, Anda sudah berpenampilan yang dapat menarik perhatian lawan jenis Anda. Berpenampilan menarik disini tidak hanya harus berparas tampan atau cantik, melainkan juga dalam memilih pakaian dan melakukan make-up atas wajah Anda. Anda boleh mengurangi untuk memberikan pujian terlalu banyak, karena pada orang dengan preferensi visual, pujian dapat diasumsikan sebagai kenyataan atau gombal jika diucapkan terlalu banyak atau awal.</p>
<p><strong>Auditory</strong>: Indra pendengaran merupakan indera yang menjadi favorit bagi orang yang memiliki preferensi Auditory. Anda dapat memanfaatkan hal tersebut dengan menyampaikan rasa cinta Anda melalui kata-kata yang akan dicerna lebih mudah. Jadi bagi Anda yang senang menggombal maka ini kesempatan Anda untuk mengucapkan secara tulus pujian terhadap seseorang yang berpreferensi Auditory. Karena dia mempercayai indera pendengarannya, maka orang seperti ini cenderung untuk selalu berkata jujur. Hargai selalu apa yang ia ucapkan dan berikan pujian terhadap orang yang memiliki preferensi Auditory.</p>
<p><strong>Kinestetic</strong>: Pintu masuk untuk mendekati orang yang memiliki preferensi kinestetic dapat menggunakan indra perasa, pengecap dan pencium. Tentunya saat ini Anda berpikir bahwa jika Anda memegang tangannya atau tubuh bagian lainnya maka dapat mengaffirmasi rasa cinta yang dimilikinya. Jika Anda berpikir demikian, stop dulu sejenak. Hal itu baru bisa Anda lakukan jika Rapport Anda sudah terbentuk kuat dan Belief Systemnya memperbolehkan untuk demikian. Bagaimana jika tidak? Maka Anda dapat mulai membangun Rapport melalui pintu masuk indra pengecap dan pencium. Dan sekali lagi disini saya katakan, indra pengecap bukan berarti Anda harus menciumnya!! Untuk permulaan, Anda dapat memulai dengan memberikan aroma yang wangi bagi sekitar Anda. Beberapa orang dapat mengasosiasikan suatu aroma wangi parfum dengan orang tersebut. Sebagai tambahan, orang dengan preferensi seperti ini, cenderung untuk mengutamakan perasaan. Sehingga Anda dapat mulai mengungkit perasaan tersebut dengan melakukan sesuatu hal yang romantis.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Situasi: Pasangan Anda berulang tahun, apa yang akan Anda lakukan?</strong></p>
<p><strong>Visual</strong>: Berikan pasangan Anda sebuah Kado dengan bungkusan yang rapi. Dan didalam kado tersebut merupakan sebuah hadiah yang umumnya seorang dengan preferensi visual inginkan yang membuat penampilan atau cara pandang orang terhadap pasangan Anda seperti Pakaian yang indah, Sepatu yang unik, Tas yang menarik perhatian. Mengajaknya makan malam dengan dekorasi yang sesuai dengan yang pasangan Anda senangi akan menambah rasa bahagia pasangan Anda.</p>
<p><strong>Auditory</strong>: Pada preferensi ini, maka bukan dari isi kado itu yang akan menjadi penting melainkan Apa yang Anda ucapkan atau sampaikan kepada pasangan Anda. Namun jika Anda ingin menambahkan, Anda dapat memberikan kado berupa sesuatu yang dapat secara tidak sengaja membentuk Anchor dalam preferensi auditory seperti sebuah maenan kecil yang dapat mengeluarkan suara-suara tertentu. Jika Anda dapat bermain musik, maka Anda dapat memainkan sebuah atau beberapa lagu pada ulang tahun pasangan Anda. Jika Anda merasa mampu, Anda dapat mulai menciptakan suatu lagu sehingga walaupun Anda tidak berkesempatan untuk memainkan lagu tersebut pada acara ulang tahunnya namun Anda dapat mengirimkan lagu tersebut sebagai kado.</p>
<p><strong>Kinestetic</strong>: Memberikan kado pada ulang tahun pasangan Anda yang lebih dominan preferensi kinesteticnya, Anda dapat memulai dengan membawa pasangan Anda ke suasana romantis  sehingga pasangan Anda dapat merasakan suasana yang membuat pasangan Anda lebih nyaman. Tambahan beberapa bunga yang memiliki wangi yang indah akan sangat membantu untuk menyenangkan hati pasangan Anda. Untuk kinestetic, selama kado yang akan Anda berikan merupakan sesuatu hal yang romantis yang dapat pasangan Anda rasakan bagi dirinya, maka hal itu akan menyenangkan perasaannya. Ingat selalu untuk membawa tisu, karena kita tidak akan pernah tahu kapan dia akan menangis terharu melampiaskan rasa cintanya pada Anda</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Situasi: Kemana saya harus membawanya kencan?</strong></p>
<p><strong>Visual</strong>: Mall dan Plaza merupakan beberapa alternatif untuk menyenangkan hati pasangan Anda sambil mungkin ber window shopping ria atau hanya untuk menyenangkan indra penglihatan saja. Sebagai tambahan, Anda boleh mengajaknya untuk pergi menonton di cinema favorit Anda. Alternatif lainnya adalah membawa pasangan Anda ke suatu tempat yang indah entah itu berupa pemandangan ataupun tempat hiburan.</p>
<p><strong>Auditory</strong>: Lagu atau suara akan membuat pasangan dengan preferensi ini menjadi merasa nyaman. Maka pastikan ketika kemanapun Anda akan pergi berkencan adalah suatu tempat dengan latar belakang suara yang baik dan melantunkan lagu-lagu yang mungkin pasangan Anda suka. Jika Anda membawa dia didalam mobil Anda, maka putarkan lagu-lagu yang menarik menurut dia.</p>
<p><strong>Kinestetic</strong>: Tempat yang romantis menjadikan tempat yang dapat menghasilkan perasaan cinta dalam dirinya, selain itu bergandengan tangan menjadi suatu kebiasaan yang membuat pasangan Anda nyaman. Namun pastikan bahwa dia dapat merasakan rasa nyaman ketika berada disamping Anda. Selama Anda membawa pasangan Anda ke suatu tempat yang membuat perasaan pasangan Anda nyaman baik dari apa yang ia sentuh maupun dari wewangiannya.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Situasi: Apa yang harus saya lakukan ketika berselisih?</strong></p>
<p><strong>Visual</strong>: Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, pasangan yang preferensinya visual senang dengan suatu hal yang indah dan bersifat tangible. Maka Anda dapat menggunakan kado/hadiah sebagai ‘tanda perdamaian’ sambil Anda meminta maaf kepada pasangan Anda.</p>
<p><strong>Auditory</strong>: Ini merupakan hal yang menarik. Apa yang pasangan Anda katakan kepada Anda cenderung merupakan hal yang jujur apa adanya. Begitu pula sebaliknya… Maka Anda dapat manfaatkan untuk meminta maaf kepadanya secara langsung dengan berkata-kata ataupun dengan mem-build-ing rapport melalui pujian-pujian terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Kinestetic</strong>: Hmm…. Untuk yang satu ini… kita bisa menenangkan situasi dengan mengelus-elus pasangan Anda. Dengan demikian maka indra perasanya akan semakin terasa dan membuat nyaman dirinya. Jika Anda merupakan pasangan suami-istri, maka (mohon maaf) hubungan sex akan membantu Anda untuk keluar dari perselisihan.</p>
<p>Anda tentunya semakin penasaran dengan beragam kondisi lainnya yang dapat kita elicit dan afirmasi bersama-sama untuk menghasilkan komunikasi yang positif antara pasangan Anda. Sementara Anda tidak sabar untuk menunggu artikel sambungan ini, maka Anda dapat mulai mempraktekannya kepada pasangan Anda.</p>
<p>Goodluck..!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2011/03/01/katakan-cinta-dengan-nlp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hand Puppet, An Amazing Way to Change Children’s Belief</title>
		<link>http://republiknlp.com/2011/01/05/hand-puppet-an-amazing-way-to-change-children%e2%80%99s-belief/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2011/01/05/hand-puppet-an-amazing-way-to-change-children%e2%80%99s-belief/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 04:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>
		<category><![CDATA[Praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Okina Fitriani, Licensed Practitioner of NLP™ Suatu ketika beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti status seorang teman di Facebook yang sedang berjuang keras mengantarkan anaknya ke sekolah. Mulai harus ditunggui di dalam kelas, di jendela, di halaman sekolah, hingga akhirnya berhasil survive di sekolah tanpa airmata dengan total proses memakan waktu lebih dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Okina Fitriani, Licensed Practitioner of NL<strong>P</strong></strong><strong>™</strong><strong> </strong></p>
<p>Suatu ketika beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti status seorang teman di Facebook yang sedang berjuang keras mengantarkan anaknya ke sekolah. Mulai harus ditunggui di dalam kelas, di jendela, di halaman sekolah, hingga akhirnya berhasil survive di sekolah tanpa airmata dengan total proses memakan waktu lebih dari 14 hari. (<em>semoga Tuhan melimpahi teman saya ini dengan pahala atas kesabarannya dan dedikasinya sebagai ibu</em>)</p>
<p>Jika peristiwa ini terjadi di Indonesia, barangkali tidak terlalu menegangkan, karena ada <em>extended family</em>, bibik, si embak, <em>baby sitter</em>, yang bisa dimintai tolong untuk menemani selama di sekolah atau mengerjakan pekerjaan rumah yang ditinggalkan.</p>
<p>Agak lain ceritanya jika anda tinggal di luar negeri, dimana segala bala bantuan ini tidak mudah diperoleh, dan seorang ibu mempunyai banyak tugas selain menjadi permaisuri, yaitu sebagai iyem, merangkap supir, merangkap baby sitter plus tukang kebun J. Dalam situasi seperti ini, tertahan di sekolah selama 4-5 jam membuat seorang ibu harus pontang-panting membuat penyesuaian jadwal dan bertoleransi dengan tumpukan pekerjaan rumah yang melambai-lambai di rumah…</p>
<p>Penyebab kasus seperti ini secara umum disimpulkan sebagai “rasa tidak aman untuk berpisah dari subjek lekat”. Rasa tidak aman berpisah dari subjek lekat yang kadung melekat pada diri anak bisa dikategorikan sebagai <em>limiting belief</em> yaitu suatu kepercayaan yang menghambat atau membatasi atau membelenggu (<em>silahkan dipilih istilah mana yang lebih anda sukai..</em>). Beberapa tulisan yang saya baca mengenai kasus seperti ini, cenderung menganalisa cara mendidik yang dianggap keliru..  bahwa seharusnya begini, seharusnya begitu.. tanpa diberi solusi kecuali bersabar menerima proses panjangnya.<span id="more-150"></span></p>
<p>Ngomong-ngomong soal <em>extended family</em> dan bala bantuan dalam pengasuhan anak, seringkali terjadi juga “ketidak sengajaan” penanaman keyakinan yang tidak sehat secara mental. Ada kebiasaan kuno dalam pola asuh anak  dengan cara menakut-nakuti… seperti “Awas jangan kesitu ada hantu/jurit/wewe” (<em>hahaha… wewe itu seperti apa ya bentuknya</em>)… “Awas, nanti kamu diculik, ngga bisa ketemu mamamu lagi!”, “Nanti dipanggilin dokter biar disuntik” dan sebagainya.</p>
<p>Ternyataaa oh ternyata… tidak hanya <em>extended family</em> dan para pengasuh yang melakukan dosa-dosa seperti contoh diatas,  orang tua modern yang saya pikir sudah meninggalkan metode pengasuhan kuno ini juga ada yg masih melakukannya dengan versi yang berbeda.. misalnya “Awas jangan panjat itu, nanti kamu jatuh berdarah, sakit lho..”, “Ayo belajar.. matematika itu sulit lho, nanti nilaimu jelek (pada anak usia sekolah), “Kamu memang selalu merepotkan” dan lain sebagainya…. Semoga semua orang tua yang pernah melakukan “dosa lidah” ini ramai-ramai melakukan tobat nasuha…  (<em>Nasuha?&#8230; jadi ingat final AFF yang menjadi pertandingan bola yang saya tonton seutuhnya sepanjang hidup saya.. semoga bidang olahraga di negeriku semakin maju</em><em>..).</em></p>
<p>Akibatnya? anak menjadi takut di tempat tertentu, takut ke dokter, merasa matematika sulit, takut mencoba hal baru, merasa diri tidak berharga dan lain-lain.</p>
<p>Menyalahkan “sang sebab” tidaklah cukup. Menghentikan penyebab yang kendalinya di tangan anda, adalah tindakan yang WAJIB hukumnya. Namun mungkin saja anda sudah tidak bisa lagi mengenali sebabnya, karena suatu keyakinan bisa muncul sebagai hasil kesimpulan anak dari berbagai peristiwa yang dialaminya atau bahkan hanya sekedar dilihatnya sambil lalu.. <em>(…toh anda tidak mungkin membesarkan anak dalam rumah kaca yang dapat anda kendalikan semua peristiwa yang boleh diterimanya bukan?…</em>). Maka kewajiban berikutnya yang juga sama pentingnya adalah MEMPERBAIKI kondisi yang sudah terlanjur terbentuk.</p>
<p>Bagi para penikmat NLP (<em>Neuro Linguistic Programming</em>), tentu ini persoalan mudah. Apalagi jika terjadi pada orang dewasa, remaja atau setidaknya anak-anak usia 7 tahun ke atas yang telah memiliki kematangan berkomunikasi.  Bahkan secara  menakjubkan teknik  sudah diramu  dalam  bentuk <em>conversational </em>oleh ahli-ahlinya seperti saya   sering temukan dalam tulisan-tulisan di berbagai laman maya.</p>
<p>Bagaimana jika yang anda hadapi adalah anak usia 3-5 tahun? Diperlukan kreatifitas tersendiri plus situasi yang menarik untuk membuat anak-anak pada usia ini mau dan dapat berkomunikasi sesuai arahan anda dalam rentang waktu tertentu. Jika anda atau cara anda dianggap tidak menarik oleh mereka, bukan tidak mungkin mereka akan kabur meninggalkan kita dalam kondisi <em>speechless…</em> J.</p>
<p><em>Hand puppet</em> (boneka tangan) dapat menjadi media untuk berkomunikasi dan mengaplikasikan teknik-teknik NLP secara mudah dan menarik. Teknik ini telah saya uji beberapa kali dan apa yang saya tuliskan disini adalah salah satu contoh yang dapat diaplikasikan untuk kasus-kasus lain sesuai dengan kebutuhan anda.</p>
<p>Saya sarankan anda menggunakan karakter binatang agar anak tidak serta merta mengasosiasikan karakter boneka dengan dirinya. Karakter orang kadang terlihat <em>scary</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>META MODEL </strong></p>
<p>Bukanlah pekerjaan yang mudah bagi anak untuk mendiskripsikan dengan jelas perasaannya (<em>jangan anak-anak…. Andapun sesekali mengalaminya bukan?</em>)</p>
<p>Untuk mengetahui secara spesifik persoalan apa yang dihadapi anak, anda perlu mengetahui secara detail gambaran apa yang ada dalam pemikirannya bukan sekedar pernyataan di permukaan atau lebih parah lagi hanya berdasarkan pendapat orang tuanya. Me-meta-model-i anak-anak tentu tidak sama dengan dengan orang dewasa, proses ini kadang membuat anda menjadi subjek yang menjengkelkan karena terlalu banyak bertanya</p>
<p>Proses ini tidak wajib dijalankan jika memang anda sudah tahu pasti berdasarkan pengamatan anda, apalagi jika anda adalah ayah dan ibunya yang sudah menjalankan proses pengumpulan data, atau lebih parah lagi yaitu… anda adalah “biang keladi”  masalahnya hehehehe….</p>
<p>Untuk kasus “saya tidak suka sekolah”, kadangkala anda memerlukan informasi lebih detail mengenai, “apa/siapa/kejadian apa yang tidak dia sukai dari sekolah”, “sejak kapan tidak suka” atau hal-hal lain yang menurut anda penting (<em>bagi saya… hal-hal yang saya sebutkan tadi sudah cukup</em>)</p>
<p>Baiklah…</p>
<p>Mari kita mulai proses spesifikasi masalah melalui cerita, saya sarankan anda membagi cerita menjadi 3 bagian :</p>
<p><strong>The Beginning : </strong></p>
<p>Bagian ini untuk mengeksplor indera anak tentang suatu kejadian. Ceritakan secara diskriptif baju yang dipakai oleh karakter yang anda pilih, sebutlah si Teddy dan si Froggie yang sedang diajak orang tuanya untuk melihat-lihat sekolah.  Ajaklah anak membayangkan wanginya bunga yang dilalui ketika mereka berjalan, bunyi kicauan burung, rasa gembira, manisnya kue yang dibeli dalam perjalanan, dll. Selain agar anak merasa nyaman, <em>his/her mind’s side door will swing wide open to accept your main process.</em> Saya suka menyebutnya dengan istilah tahap persiapan inderawi untuk membuka jendela pemikiran anak.</p>
<p><strong>The Middle :</strong></p>
<p>Disinilah bagian dimana anda akan mendapatkan informasi yang anda perlukan. Buatlah percakapan antara Teddy dan Froggie tentang perasaan si Froggie ketika mereka sampai di sekolah. Ada beberapa alternative cara bertanya untuk memancing jawaban anak:</p>
<p>1.    Lakukan jeda setiap kali Teddy bertanya kepada Frogie, untuk memberi kesempatan anak menjawab.</p>
<p>2.    Buatlah gerakan seolah Froggie menggaruk-garuk kepala dan bertanya pada anak, apa jawaban pertanyaan Teddy</p>
<p>3.    Teddy bertanya langsung kepada anak setelah Froggie menjawab</p>
<p><em>Chunking down</em> informasi yang sifatnya umum ke spesifik karena anak suka menggunakan kata-kata generalisasi sepeti “pokoknya ngga suka aja”, “semua jelek”, dsb. Perhatikan rentang konsentrasi anak.  Jangan berlama-lama karena rentang konsentrasi anak-anak lebih pendek dari rentang konsentrasi orang dewasa <em>(yang bisa asyik berjam-jam mendengar kisah tentang “si pencari suara 2014 yang banyak dosanya pada rakyat tapi tidak punya malu mencalonkan diri” di kedai kopi.. ;p</em>). Anda hanya perlu sedikit sensitif untuk bisa mengenali tanda-tanda penurunan konsentrasi pada anak misalnya ia mulai mengalihkan pandangan ke berbagai arah, gelisah, menguap.. dsb..dsb.. (<em>thanks to hand puppet yang bisa dimanfaatkan untuk membuat gerakan-gerakan lucu</em>)</p>
<p>Bisa saja anda terkejut dengan hasil penemuan anda, karena kesimpulan akhirnya bisa beragam seperti :</p>
<p>“Aku tidak suka sekolah sendiri karena aku takut ibu terlambat menjemputku, nanti aku harus menunggu sendirian, kalau nanti ada orang asing datang, aku diculik orang asing dan tidak bisa bertemu ibu lagi” (<em>disini anda menemukan rasa takut kuadrat</em>)</p>
<p>“Aku tidak suka Pak guru karena tidak keren seperti ayahku, pasti dia tidak sebaik ayah” (<em>suit… suit… para ayah boleh numpang GR sebentar… :p</em>)</p>
<p>“Teman sebelahku mencubitku” (hati-hati.., jawaban ini membutuhkan penyelesaian lain karena tidak ada hubungannya dengan belief !)</p>
<p>Salah satu contoh jawaban yang saya temukan adalah : “sekolah itu tidak menyenangkan, karena teman-teman sebaya nggak <em>fun</em>. Lebih menyenangkan bermain dengan teman-teman kakak, permainan teman-teman kakak lebih asyik. Teman-teman sebaya membosankan….mereka itu masih <em>baby</em>”</p>
<p>Hhmmm&#8230; rupanya masalah sedikit bergeser dari “tidak suka sekolah” menjadi “teman sebaya ngga fun/membosankan”</p>
<p><strong>The Happy Ending :</strong></p>
<p>Tutup cerita dengan akhir yang bahagia. Pelukan, ciuman, kata-kata yang berulang dan nyanyian biasanya menjadi pembungkus favorit bagi anak-anak.</p>
<p>Test jawaban anak dalam kondisi riil, misalnya dengan meminta ortu-nya untuk mengajak anak ke sekolah kakaknya. Apakah dia terlihat <em>excited</em>? Atau dengan mengajak anak bermain dengan teman sebayanya di lokasi bukan sekolah. Apakah dia memang tidak berminat?</p>
<p>Jika BENAR, mari kita melangkah ke tahap berikutnya.., jika salah? hehehe… silahkan mundur 3 langkah.. ;p</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>CHANGING BELIEF</strong></p>
<p>Tahap ini adalah tahap dimana anda akan menggugurkan <em>limiting belief </em>anak dengan mengganti gambaran mental anak terhadap situasi yang tidak menyenangkan dengan situasi yang menyenangkan atau menggelikan. Mengganti perasaan <em>inferiority</em>-nya terhadap situasi yang tidak disukainya menjadi berdaya.</p>
<p>Saya sarankan anda tetap membagi cerita menjadi 3 bagian, mengaplikasikan teknik <em>changing belief system</em> di tengah cerita.</p>
<p>Saya memilih menggunakan cerita ini :“Sampailah Teddy dan Froggie ke sekolah.. di depan kelas Froggie melihat teman-temannya..” (jeda)… biarkan anak menyambar cerita dengan menggambarkan perasaannya melihat teman-teman sebaya. Jika tidak ada reaksi, pancing dengan pertanyaan dari Teddy kepada Froggie dan selanjutnya dari Froggie kepada anak. Buatlah anak mengobservasi kehilangan minat yang dialaminya melalui tokoh Froggie … ikuti gerakan matanya dan letakkan Froggie di tempat matanya memandang ketika dia berhasil menemukan lokasi belief-nya. BREAK.. Lepaskan Froggie dari tangan anda.</p>
<p>Alihkan beberapa detik pada hal lain, misalnya dengan berpura-pura haus dan mengajaknya minum bersama anda.</p>
<p>Alihkan focus cerita. Kisah Teddy yang bertemu karakter lain yaitu si Goofie menjadi pilihan saya.  Teddy dan Goofie bermain ayunan, Teddy mendorong Goofie hingga Goofie berayun tinggi… tinggiiiii di udara…, stimulasi ingatan anak kepada pengalamannya bermain ayunan (<em>tentunya anda harus tahu dulu kegiatan yang ia sukai.. jika bermain ayunan justru menakutkan, artinya anda meng-elicit emosi yang salah <img src='http://republiknlp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>).. Untuk menguatkan rasa <em>exciting</em> yang dialaminya, saya melakukan gerakan-gerakan jenaka dengan karakter Goofie, menutup salah satu matanya sambil sedikit mengintip, jeritan-jeritan kecil, berpura-pura salah memegang mulut menjadi telinga..  terusss.. sampai anak berada dalam titik senang, geli, exciting mendekati optimal <em>(…jangan kuatir.. membuat anak kecil terpingkal-pingkal jauh lebih mudah dari membuat atasan anda tersenyum </em><em>J</em><em>)</em></p>
<p>Dengan gerakan tangkas ganti munculkan karakter  Froggie di tempat dimana tadi ia anda hilangkan yang mewakili submodality “anak-anak membosankan” (<em>jika ada reaksi diam 1-2 detik.. Bagus.. artinya dia sedang menarik informasi lama yang sudah terbentuk .. Jika tidak ada reaksi, pancing selintas dengan mengatakan “ngga fun”</em>). Serta merta pindahkan posisi Froggie ke belakang Goofie hingga karakter Froggie tertutup oleh Goofie dan lanjutkan gerakan-gerakan jenakanya hingga si anak kembali tertawa terkekeh-kekeh sambil mendekatkan karakter Goofie ke arah anak&#8230;. teruss.. teruss.. dan stop. Selesai sudah…</p>
<p>Lepaskan kedua karakter dari tangan anda dan lanjutkan akhir cerita secara naratif. Libatkan anak untuk membuat akhir cerita yang disukainya. Lakukan <em>recheck</em> apakah keyakinan lamanya telah tergugurkan berdasarkan akhir cerita yang dibuatnya.</p>
<p>Ingatkan orang tua untuk tidak perlu membahas “masalah” ini sampai saatnya anda mengalami pengalaman yang sebenarnya.</p>
<p>Singkat cerita, saya mendapatkan informasi bahwa si anak telah melenggang dengan ceria ke kelasnya keesokan harinya.</p>
<p>Tentunya proses tidak berhenti sampai disini, tetapi terus dilanjutkan dengan proses menikmati situasi-situasi menyenangkan dan proses memaafkan situasi-situasi tidak menyenangkan yang secara riil ditemukan pada hari-hari selanjutnya, agar anak menjadi fleksible dan <em>resilience</em> ketika menghadapi berbagai fakta.</p>
<p>Akhirnya…</p>
<p>Tulisan ini saya persembahkan pula bagi semua sahabat saya, para ibu dan ayah yang mungkin tidak pernah bersentuhan dengan <em>Neuro Linguistic Programming. </em></p>
<p>Kasus ini hanyalah sebuah contoh yang bisa anda modifikasi sesuai dengan kondisi yang anda hadapi baik bagi anak-anak anda maupun anak-anak yang anda bantu. Bantu juga diri anda dan para orang tua untuk ikut berubah karena seringkali apa yang diyakini anak adalah hasil ‘memodel’ apa yang diyakini orang tuanya.</p>
<p>Teruslah membuat perbaikan, karena anak-anak adalah tamu istimewa, yang kita undang untuk masuk dalam kehidupan kita atas ijin dan kuasaNya.. maka sudah sepantasnya, mereka mendapatkan perlakuan istimewa selayaknya “tamu istimewa”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2011/01/05/hand-puppet-an-amazing-way-to-change-children%e2%80%99s-belief/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latah kata – mendiskon diri</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 15:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Istoto Suhartoyo, MM, Licensed Practitioner of NLP ™ Menjadi seorang Praktisioner NLP yang konkruen ternyata sangat nyaman. Beberapa kekurangan masih terjadi, namun dengan terus belajar, semakin banyak melakukan dan mempraktekan NLP, semakin banyak hal dalam hidup terbaharui dan termudahkan. Memahami NLP melalui sebuah proses installment dalam kelas Licensed NLP Practisioner sangat berbeda dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Istoto Suhartoyo, MM, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p><span lang="SV">Menjadi seorang Praktisioner NLP yang konkruen ternyata sangat nyaman. Beberapa kekurangan masih terjadi, namun dengan terus belajar, semakin banyak melakukan dan mempraktekan NLP, semakin banyak hal dalam hidup terbaharui dan termudahkan.</span></p>
<p><span lang="SV">Memahami NLP melalui sebuah proses <em>installment</em> dalam kelas <em>Licensed NLP Practisioner </em>sangat berbeda dengan cara membaca atau mengikuti kelas NLP yang tidak demikian<em>.</em> Tentunya <em>installment</em> yang dimaksud adalah proses pembelajaran NLP yang dilakukan secara dan menggunakan NLP sehingga<em> audience</em> mengalami proses pembelajaran secara bawah sadar. Proses pembelajaran seperti itu hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kompetensi dan sepengetahuan serta se-sistem dengan bagaimana NLP diajarkan di tempat asal muasalnya ilmu NLP itu sendiri.</span></p>
<p><span lang="SV">Di kelas Licensed NLP Pract, menjalani proses belajar di kelas, di mana waktu berjalan begitu cepat tak terasakan, padahal seharian duduk di satu kursi, berpindah karena kursi ditinggal mencari partner berlatih, dan diakhiri dengan ujian sebagai pendalaman penguassaan materi ajar, maka setiap peserta dilepas dan memasuki ujian yang sesungguhnya, yaitu mempraktekan NLP dalam kehidupan sehari-hari. ”Jadilah bagian dari konspirasi Bendler untuk melakukan kebaikan minimal sehari satu kali”, demikian kata sang Guru. </span></p>
<p><span id="more-123"></span><span lang="FI">Nah, inilah tantangannya&#8230;. kata seorang sahabat sekelas yang sangat pendiam selama dikelas, mengejutkan sekali. Kepada teman lain manakala teman-temannya sibuk mempersiapkan diri untuk ujian di hari terakhir, sementara dirinya mondar mandir dan santai, Ia mengatakan satu kalimat;”Ujian sesungguhnya adalah nanti setelah kita pulang dan melanjiutkan hidup kita&#8230;.”, demikian katanya. Benar kawan, saya membuktikannya.</span></p>
<p><span lang="SV">Setiap hari ilmu yang di <em>install</em> di kelas itu, kini bermunculan menunjukkan ’giginya’. Ia begitu lincah menunjukkan kata, sikap, perilaku yang tidak konkruen dan sejalan dengan NLP. Wah, dengan<span> </span>NLP di pikiran, layaknya menemukan diri memiliki mesin baru, benar-benar NLP adalah manual untuk optimalisasi pikiran, untuk menghapus yang tidak perlu, dan menginstall yang diperlukan. Pengalaman berikut buktinya.</span></p>
<p><span lang="SV">Sebagai orang Jawa, didikan untuk memilih kata-kata santun dan merendah sangat kuat. Banyak orang menggunakan kata-kata yang <em>men-disempower</em> diri dalam kalimat-kalimat yang diucapkannya, dan telah menjadi kebiasaan hidupnya, seolah itu kalimat yang santun dan bagus. Dengan NLP dapat ditemukan banyak kata-kata itu ternyata yang harus diganti dengan kata lain karena berakibat tidak memberdayakan alias mendiskon kemampuan yang seharusnya lebih menjadi berhenti dan macetdi pikiran. Kalimat-kalimat ini sering kita dengar dikatakan orang:</span></p>
<ol>
<li><span lang="SV">”Saya sudah MENCOBA dengan sekuat tenaga, namun tidak berhasil juga&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Saking seringnya mencoba berhenti, sekarang ini saya merasa sulit untuk fokus&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Itu sulit, banyak sekali persoalan yang terlibat di dalamnya, Itu tidak mungkin diselesaikan!”</span></li>
<li><span lang="SV">”Mungkin kita harus mencoba dengan lebih keras. Saya ingin ini berhasil”</span></li>
<li><span lang="SV">”Jangan mencubit, nanti temannya sakit”, saya mencoba melarang anak yang nakal supaya jangan menjadi pengacau.</span></li>
</ol>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="FI">Dan tentu masih banyak lagi kata dan kalimat yang sudah sangat biasa kita katakan. Apa yang terjadi dengan pikiran kita, dan bagaimana dampaknya terhadap hidup kita? </span></p>
<p><span lang="FI">Inilah yang dapat saya rasakan, ternyata bila kita maknai setiap kata yang kita ucapkan, dapat saja berakibat pikiran kita terbuka dan kreatif, sebaliknya dapat menjadi berhenti dan stop berpikir.</span></p>
<p><span lang="FI">Kata COBA atau MENCOBA, bermakna dalam pikiran ’itu bukan sungguhan’. Jadi mengapa musti serius? Kata GAGAL itu tidak ada kan? Hanya perlu cara lain. Kata SULIT membuat pikiran kita berhenti berpikir. Demikian juga dengan prase ’TIDAK MUNGKIN’. Apalagi gabungan<span> </span>dari beberapa kata itu sekaligus dalam kalimat seperti kalimat nomor 4, ditambah kata INGIN yang bermakna selalu hanya berada ’sesaat sebelum dilakukan’. Sementara kata JANGAN yang diikuti dengan kata dibelakangnya, pikiran kita akan memikir kata setelah kata jangan itu dan baru berpikir soal jangan, terlambat sudah. </span></p>
<p><span lang="FI">Jadi, betapa hebatnya makna kata dapat mendiskon kemampuan diri kita. Dan tentu sahabat punya contoh lebih banyak lagi untuk di share&#8230;</span></p>
<p><span lang="FI"> </span></p>
<p><span lang="SV">Bagaimana kalimat-kalimat diatas sebaiknya?</span></p>
<ol>
<li><span lang="SV">”Saya melakukannya dengan sekuat tenaga, dan saya masih perlu cara lain untuk berhasil&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Saya sudah sering berhenti namun saya melakukannya lagi, dan saya masih memerlukan usaha dan cara serta lebih fokus&#8230;”</span></li>
<li><span lang="SV">”Hal itu banyak tantangannya, semakin menemukan persoalan di dalamnya, semakin kita mendapat tantangan untuk mengerjakan agar segera selesai!”</span></li>
<li><span lang="SV">”Mari kita lakukan bersama, Ini segera berhasil”</span></li>
<li><span lang="SV">”Ayo, temannya disayang”, saya ajak anak saya belajar menghargai, ia memang kreatif.</span></li>
</ol>
<p><span lang="SV">Atau dapat juga dengan cara Anda yang berbeda&#8230;.</span></p>
<p><span lang="FI">Semakin melakukan perbaikan diri menggunakan kata-kata yang positif dan tepat bagi pikiran, hasilnya mendorong terjadinya percepatan perubahan ke arah lebih baik dalam hidup, saya sudah mengalaminya. Jadi apa yang membuat Anda tidak melakukannya juga?</span></p>
<p><span lang="FI"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/05/15/latah-kata-%e2%80%93-mendiskon-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Santika</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/02/02/santika/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/02/02/santika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 18:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Achmad Syafrudin, Licensed Practitioner of NLP ™ Nama ini, tidak serta-merta hapus dalam ingatan orang-orang yang berada di ruang mawar pada 24 – 31 januari 2009.  Karena betapa banyak  memori  yang “tumpah” begitu saja.  Dari tarikan napas sampai hembusannya, dari tertawa terpingkal-pingkal sampai deraian airmata haru, bercampur  menjadi nuansa di ruang yang setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Achmad Syafrudin, Licensed Practitioner of </strong><strong>NLP ™</strong></p>
<p>Nama ini, tidak serta-merta hapus dalam ingatan orang-orang yang berada di ruang mawar pada 24 – 31 januari 2009.  Karena betapa banyak  memori  yang “tumpah” begitu saja.  Dari tarikan napas sampai hembusannya, dari tertawa terpingkal-pingkal sampai deraian airmata haru, bercampur  menjadi nuansa di ruang yang setiap hari mendendangkan lagu-lagu  NLP Practitioner. Tepatnya di ruang Mawar, Hotel Santika.</p>
<p>Betapa alam bawah sadar benar-benar memberikan warna dalam pelatihan itu.  Dan ini merupakan training teraneh, di antara training-training yang pernah saya ikuti.  Ronny F R, Sang Instruktur, mampu, meramu materi NLP seperti gado-gado yang siap disantap oleh siapa saja.  Dengan kekayaan referensi itu,  membuat para trainee jadi penasaran menunggu sesi demi sesi.  Itu sebabnya dalam setiap testimoni para <em>trainee</em> merasakan sekaligus membayangkan kedahsyatannya selama mengikuti training.<span id="more-119"></span></p>
<p>Santika, memang menjadi tempat berbagi, tempat curhat, tempat menancapkan goal masa depan. Sekaligus tempat untuk menghilangkan phobi, kebiasaan buruk, dll. Seperti Pak Eko yang dari Lampung,  di hari ketiga sudah melepaskan kecanduan rokok. Cukup dengan <em>swish pattern</em> yang digunakan Pak Ronny, dengan waktu yang tak lebih dari 30 menit,  sudah tidak lagi bersahabat dengan rokok.   Bahkan pak Eko, minta maaf kalau ada orang yang terganggu sewaktu dia merokok.</p>
<p>Betapa saya membayangkan, sang istri di Lampung dengan suka cita menyambut  sang suami yang sudah terbebas dari belenggu nikotin. Kenapa ? Wow Pak  Eko makin dahsyat. Karena kata pabrik rokok, orang yang merokok berpotensi impoten.  Berarti kalau tidak merokok &#8230;&#8230;wow.</p>
<p>Bukan itu saja,  ada lagi kegembiraan sang istri dan  teman-teman sekantornya.  Karena sejak pak Eko keluar dari pelatihan NLP praktisioner ia  sudah terbebas dari phobia naik pesawat terbang.  Dan khususnya saya dan pak Budi yang mempraktekkan  <em>Fast Phobia Cure</em>,  merasa senang karena sebagai wartawan Pak Eko bisa meliput berita ke daerah yang mengharuskan menggunakan pesawat terbang.  Wow,  selamat buat pak Eko. Dan ketika menulis ini, saya jadi terbayang sosok trainee yang  jago hipnosis itu,  yang pada hari yang keempat (kalau tidak silap)  mengaku secara terbuka saat memberikan komentar, bahwa dia sudah terbiasa memberikan pertunjukan hipnosis di Lampung.</p>
<p>Santika juga mengingatkan saya pada tertawanya pak Ronny yang sungguhan sampai jatuh ke lantai. Ternyata gambaran itu menjadi inspiratif sekali. Karena ketika membuat anchor tertawa, gambaran tadi menjadi referensi saya. Dan belakangan saya tahu beberapa teman lainnya juga menjadikan itu sebagai referensi <em>anchor</em>.</p>
<p>Santika, juga menjadi saksi bisu, bahwa ada trainee bernama Tulus. Tulus di hipnosis,  dan tulus dianchor  tidur, tertawa,  dll.  Sehingga suasana kelas makin meriah dan makin menyenangkan.  Tertawa yang tulus. Semua ini juga tidak lepas dari pendekatan Pak Ronny dalam memberikan joke  saat mengajar.</p>
<p>Dan Santika juga sebagai saksi bisu bahwa ada “sumpah” bagi pemegang lisensi NLP Praktisioner, agar dapat memberikan kebaikan baik untuk diri sendiri, maupun orang lain.  Agaknya Pak Ronny ingin mengatakan &#8220;Ayo silahkan anda berlomba agar setiap hari memberikan satu kebaikan!&#8221;. Dan dengan begitu ilmu yang diperoleh bisa segera diamalkan. Sehingga ketika mengikuti tingkat master praktisioner bisa dengan lebih mudah mengikutinya. Wow</p>
<p>Dan akhirnya Santika juga mengingatkan saya testimoni Pak Heri  dari Martapura : “Rilekssssssssssss, bagussssssssss, good&#8230;&#8230;&#8230;”</p>
<p>Salam sukses, dahsyat dan luar biasa, buat semuanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/02/02/santika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome Tahun 2009 Yang Penuh Keberuntungan</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/01/29/selamat-datang-tahun-2009-yang-penuh-keberuntungan/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/01/29/selamat-datang-tahun-2009-yang-penuh-keberuntungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 00:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP (TM) Baik. Tahun 2008 sudah berlalu dan meninggalkan kenangan yang sangat indah kemudian tahun 2009 sudah dating dan membawa keberuntungan. Walaupun demikian tahun 2009 ini menurut saya mempunyai tantangan tersendiri. Hidup di era demokrasi merupakan berkah sekaligus tantangan, disebut berkah karena kebebasan pendapat (informasi) dapat disuarakan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP (TM)</strong></p>
<p>Baik. Tahun 2008 sudah berlalu dan meninggalkan kenangan yang sangat indah kemudian tahun 2009 sudah dating dan membawa keberuntungan. Walaupun demikian tahun 2009 ini menurut saya mempunyai tantangan tersendiri.</p>
<p>Hidup di era demokrasi merupakan berkah sekaligus tantangan, disebut berkah karena kebebasan pendapat (informasi) dapat disuarakan dengan baik dan disebut tantangan karena informasi dari pendapat-pendapat sangat banyak, yang kadang bertentangan, karena itu kita mesti pintar dalam memfilternya.<br />
Saya berpendapat bahwa ada 4 cara yang dapat ditempuh untuk menerima informasi atau kejadian yang sangat dinamis ditahun 2009:<span id="more-118"></span></p>
<p>1. Informasi dan kejadian yang datang kita biarkan saja berlalu saja, tidak disimpan tidak pula di maknai.</p>
<p>Informasi yang kita dapatkan di masyarakat sekitar kita, koran, majalah, televisi dan radio dll yang tidak manfaatnya untuk  kita secara langsung sebaiknya tidak disimpan apalagi dimaknai, menyimpan dan memaknai informasi ini hanya menambah beban pikiran.</p>
<p>Membicarakan kebaikan dan atau keburukan pablik figure atau artis yang biasa muncul di televisi atau dikomunitas merupakan salah satu contoh untuk kasus ini, kalau bisa tidak menonton akan sangat baik tapi bila terpaksa menonton atau menerima informasi ini sebaiknya melakukannya dengan disosiate (mengikuti tanpa melibatkan diri).</p>
<p>Tahun ini suka atau tidak suka mau atau tidak mau kita akan mendapatkan banyak informasi yang bertentangan karena adanya pesta demokrasi yang akan terjadi di negeri ini, salah satu contoh adalah klaim keberhasilan dari kelompok satu akan diklaim oleh kelompok yang lain sebagai kegagalan atau bahkan merupakan hal yang normal oleh kelompok lainnya, kita sebagai orang awam yang tidak terlibat di dalamnya haruslah melihat hal ini dengan sangat hati-hati. Pikiran kita akan menjadi sangat terganggu bila mengikuti salah satu kelompok, untuk ini kita perlu hati-hati menjaga pikiran kita langkah terbaik untuk menghadapi informasi ini adalah kita menjadi penonton yang baik yang tidak memihak serta dan disosiasilah bila kebetulan menghadapi informasi atau kejadian ini. Tanpa memaknai dan menyimpan informasi ini jauh lebih baik.</p>
<p>2. Informasi dan kejadian  yang datang cukup kita simpan saja dan tidak perlu kita maknai.</p>
<p>Ada kalanya pada saatnya kita butuh informasi untuk keperluan pekerjaan, keperluan keluarga  atau keperluan lain nantinya, nah informasi ini perlu kita simpan pada saatnya diperlukan tinggal diambil.<br />
Iklan tentang adanya buku baru atau restaurant baru yang enak, padahal saat ini keperluan tersebut belum mendesak atau belum ada rancana atau anggaran untuk itu sebaiknya kita simpan saja pada saat kita perlukan kita tinggal mendatanginya. Langkah yang dilakukan sebaiknya hanya mencatat informasi ini dalam agenda tanpa memaknainya.</p>
<p>3. Informasi dan kejadian yang datang kita maknai tapi tidak kita simpan.</p>
<p>Informasi yang datang pada kita tapi kurang baik mesti kita maknai tapi tidak perlu disimpan sebab kalau disimpan akan mengganggu. Perbedaan pendapat dalam bekerja seperti dalam rapat, harus dimaknai agar masing-masing pihak mengerti pendapat atau keinginan masing-masing, dengan pengertian ini diharapkan para pihak tidak salah paham karena itu harus dimaknai. Kita mungkin setuju atau bahkan tidak setuju dengan ide yang ada dalam rapat itu walaupun setelah berembug dan ternyata hasilnya tidak seperti yang kita inginkan. Kita mesti iklas menerima dan menjalankan kesepakatan bersama tersebut sementara itu kejadian tersebut sebaiknya segera dilupakan agar tidak menimbulkan kebencian karena merasa idenya ngga dipakai.</p>
<p>4. Informasi dan kejadian yang datang kita maknai dan kita simpan.<br />
Keberhasilan, kebahagiaan, kenyamanan dalam bekerja, berkeluarga, bermasyarakat atau kebahagiaan lain harus dimaknai  dimaknai dan disimpan yang rapat karena kejadian-kejadian tersebut membuat peta-peta berwarna dalam pikiran kita yang akan kita pakai sebagai sumber daya positif kita untuk maju menjadi lebih baik lagi.</p>
<p>Informasi-informasi yang bagus akan membuat gambar peta di pikiran kita menjadi berwarna, pikiran berwarna akan membuat hidup lebih indah dan nyaman.</p>
<p>Kalau kita berhasil menyaring informasi dan kejadian di tahun 2009 dengan baik, tahun 2009 merupakan tahun yang penuh keberuntungan untuk kita semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/01/29/selamat-datang-tahun-2009-yang-penuh-keberuntungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona NLP  (1)</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/01/20/pesona-nlp-1/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/01/20/pesona-nlp-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 01:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[(Prologue – menuju NLPer, sebuah Reborn) Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™ Bulan itu adalah bulan Juli 2008. Bulan ke lima saya beristirahat pasca operasi kantung empedu. Dalam kurun waktu lima bulan (Pebriari – Juli) itu saya membuat rencana kasar sebagai hadiah kepada raga saya yang telah sudi menemani saya sampai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Prologue – menuju NLPer, sebuah Reborn)</p>
<p><strong>Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Bulan itu adalah bulan Juli 2008. Bulan ke lima saya beristirahat pasca operasi kantung empedu. Dalam kurun waktu lima bulan (Pebriari – Juli) itu saya membuat rencana kasar sebagai hadiah kepada raga saya yang telah sudi menemani saya sampai di usia sekarang, yang telah sudi beristirahat dari rutinitas dan paling penting kepada hati saya yang membuat keputusan berbeda tanpa keraguan dan penundaan. Kenapa hati saya ?. Karena biasanya saya dalam memutuskan sesuatu melalui terlalu banyak detil dari sayatan pisau analisa (mind) sehingga akhirnya banyak hal baru terlewatkan. Ada banyak keraguan dan kegalauan untuk takut berhasil atau gagal.</p>
<p>Contoh, saya pernah membuat rencana besar untuk membuat integrated business zone yang terdiri dari beberepa bisnis yang berkaitan, investasi dan business plan sudah dibuat, giliran sudah siap untuk implementasi, ada keraguan. Bagaimana kalau rencana ini nanti berhasil, padahal saya masih terikat dengan pekerjaan (current jobs) ?. bagaimana kalau diserahkan ke orang lain dulu, tapi bagaimana kalau gagal, karena orang lain belum tentu tahu strategi, taktik dan detil lainnya?.*</p>
<p><span id="more-113"></span>* Setelah saya belajar NLP, ternyata pertanyaan semacam ini tidaklah salah, memang harus dipersiapkan secara mental dan dimunculkan untuk dijawab oleh pikiran (mind) kita pada awal melangkah hendak menuju desired states.  Dalam NLP pertanyaan – pertanyaan ini merupakan sebuah rantai process dalam WFO atau change process using NLP. Pertanyaan – pertanyaan ini justru  harus dimunculkan dan dijawab melalui eliciting the present states. Bahkah bila ini dilakukan melalui eliciting &amp; calibrating submodalities akan menjadi lebih kuat (powerful).</p>
<p>Saya sangat menyadari kondisi di atas dan kapan pemicunya itu ada dalam diri saya, saya tidak pernah mencarinya. Penguatan orang – orang di sekitar saya atas hasil kerja saya dengan kata – kata pujian smart and comprehensive analysis atau wise and careful toughts membuat saya semakin comfort dengan kondisi ini. Disisi lain, walaupun pada akhirnya hasil analisa itu benar adanya dan kejadiannya sama persis dengan hasil  otak – atik otak saya, saya sebenarnya tidak pernah merasakan hal – hal baru. Bagaimana bisa dibilang menang, bila tidak ada peperangan atau kekalahan. Bagaimana bisa dibilang berhasil, bila tidak berani mencoba. Jadi saya selalu menang untuk mempertahankan old framework atau tidak pernah keluar dari kepompong untuk menjadi kupu – kupu.</p>
<p>Maka tanggal 24 Januari 2008, pukul 20.00, di malam yang gelap itu, ketika dokter membaca hasil tes laboratorium organ dalam saya dan mengatakan “Pak malam ini langsung opname dan besok dokter bedah akan mengevaluasi kondisi bapak, kalau ada kamar di RS ini serta kondisi bapak memungkinkan, dua hari lagi bapak akan dioperasi. Jangan khawatir dengan ilmu pengetahuan saat ini, dua hari berikutnya, bapak sudah bisa pulang dan seminggu kemudian bisa beraktivitas kembali”. Saya menyatakan setuju, tanpa analisa atau detil apapun, bahkan tanpa pertimbangan istri saya yang persis ada disamping saya waktu itu.<br />
Setelah operasi berlangsung, ternyata hasil analisa yang seharusnya dioperasi dengan laparaskopi atau bahasa awamnya dioperasi pakai laser yang menyisakan hanya dua lobang kecil di perut saya, berbeda sama sekali. Hasilnya bukan dua lobang kecil, melainkan sayatan sepanjang 20 centimeter melintang di perut saya sebelah kanan.  saya tidak menyesalinya. Banyak orang mengatakan saya terburu – buru atau ada yang nyeletuk “kenapa tidak pakai pengobatan alternative dulu”, ketika melihat sayatan sepanjang itu di perut saya. Sayapun hanya tersenyum. Saya lebih bahagia dan semakin bisa menerima sayatan panjang itu, ketika beberapa sms yang saya terima menyatakan “sakit, bila  kita menerimanya dengan ikhlas, merupakan tanda – tanda pengampunan dosa kita di masa lalu” . Amin.</p>
<p>Dari keputusan itulah, saya perlu memberi hadiah kepada diri saya sendiri. Hadiah itu berupa pelatihan karena sudah empat tahun saya tidak pernah mengikutkan diri saya sendiri ke pelatihan manapun. Kalaupun saya menjadi peserta pelatihan, hal itu saya lakukan karena saya dikirim oleh atau menjadi wakil dari perusahaan. Saya menetapkan tiga pelatihan yang akan saya ikuti pada kuartal empat 2008. Salah satunya adalah mengikuti pelatihan NLP dan dua lainnya juga telah tuntas pada akhir tahun lalu. Keputusan saya pergi ke SLB dan justru menjadikan sebuah berkah kepada kehidupan saya dalam beberapa bulan ini. Bukan karena sertifikatnya, tetapi karena keajaiban lain yang saya dapatkan setelah itu.</p>
<p>Jadi beranilah melangkah mengikuti rencana – rencana yang anda buat, dengarkanlah kata hati, dia adalah guiding light dalam melangkah. Banyak resolusi dibuat pada tahun baru, di akhir tahun kondisinya sama juga, yang beresolusi stop smoking, ternyata malah jadi harder smoker. Ini karena tidak mengikuti change process dalam WFO, tidak mengelicit, mengcalibrate, bahkan tidak melakukan ekologi, parahnya ketika change process berjalan, kita tidak berani menjalaninya. Contoh, ketika WFO kita adalah berhenti merokok, maka change process chain berjalan, dan sampai pada badan gemetar, kepala pusing, karena darah kita meminta nikotin sebagai supplement. Kita malah menyerah dengan mengambil sebatang rokok ditambah dengan excuse (dalam kamus hukum hal ini disebut alasan pemaaf dan pembenar) yakni “memang stop smoking tidak boleh langsung harus bertahap”. Aneh. Padahal badan gemetar dan kepala pusing dalam process chain itulah seni dan sensasi yang harus dinikmati dalam mind games …</p>
<p><strong>Cerita tentang NLP </strong></p>
<p>Saya baru tahu ada ilmu terapan namanya NLP tahun 2004, walaupun saya suka mempelajari ilmu tentang pikiran sejak masih belia. Saya baca dari berbagai referensi yang ada di internet, juga belajar dari para staff di kantor, yang baru dikirim untuk ikut kelas NLP di beberapa pelatihan di Jakarta. Saya merasa bahwa kalau dilihat dari hasil akhirnya, NLP terapan hampir sama dengan ilmu – ilmu yang saya telah dianugerahkan kepada saya, bedanya cuma NLP lebih terstruktur. Instant.</p>
<p>Sampai akhirnya saya dihantarkan ke pelatihan NLP practitioner di SLB. Apakah SLB pilihan utama saya?. Bukan. Setersohor apapun Pak Ronny, saya awam dan tidak kenal beliau sama sekali.  Teman saya yang berniat datang, tapi tidak jadi, kemudian meneruskan iklan pelatihan kepada saya. Saya langsung menelpon pak Henry dan berikutnya terima formulir pendaftaran dari SLB. Transfer pembayarannya. Selesai dalam waktu tidak lebih dari satu jam. Hanya ada satu keyakinan untuk menuntaskan rencana – rencana saya sebelumnya tanpa pakai ribet alias njlimet. Ikuti kata hati (yang sudah lama tertinggal entah dimana).</p>
<p>Tujuan saya ke SLB saat itu untuk bersenang – senang dan mengembalikan touch feeling saya, setelah lama tidak berlatih. Mohon maaf kalau di kelas saya pasif, diam atau mungkin tidak aktif. Tapi sebenarnya saat itu saya sedang menyerap ilmu dan energy positif berupa kegairahan (passionate) belajar dari seluruh peserta (yang rata – rata anak muda) sekaligus trainernya. Ingat pada hari pertama, trainer menyatakan (kurang lebih) begini “ketika saya belajar NLP di kelas Richard Bandler, peserta dilarang nulis, merekam, kegiatan satu – satunya adalah memerintahkan alam bawah sadar untuk menyerap semuanya, tapi di kelas ini nulis masih boleh koq”.  Maka ketika itu saya tersentak kaget, karena hal itulah yang telah saya niatkan dari rumah untuk saya lakukan selama pelatihan, mengingat saya tidak kenal sama sekali tentang NLP. Heem .. sudah beberapa kali kebetulan yang datang kepada saya setelah mengikuti kata hati bukan kata pikiran. Kenapa saya berani mengatakan kata atau kekuatan (cahaya) hati, karena hal ini bisa terjadi ketika kita berada pada no mind atau knowing nothing state. Bukankah ini berarti ketika pikiran (mind) berhenti, maka  kekuatan lain yang menggerakka. Kalau secara kasar manusia terdiri dari raga (Body) , pikiran (Mind) dan hati atau jiwa (spirit, maka hatilah yang menggerakkan. Mudah – mudahan saya bisa menuliskan kekuatan NLP dengan bersandar pada kekuatan (cahaya) hati pada kesempatan lain.</p>
<p><strong>Pasca Pelatihan di SLB</strong></p>
<p>Ternyata setelah selesai pelatihan, malah menjadi lebih menarik, karena beberapa hal yang mendasar dan dianggap dasar seperti presupposition memerlukan kajian dan perenungan yang lebih dalam. Disini saya menemukan tautan, kaitan, ataupun persinggungan NLP dengan “ilmu – ilmu” yang dianugerahkan kepada saya terlebih dahulu.</p>
<p>Ketika pertama portal ini diluncurkan, Pak Ronny menulis beberapa kalimat sebagai pembuka dan inspirasi  bagi para alumni NLP Practitioners SLB.  Kalimat itu adalah beberapa presupotition sebagai dasar pembelajaran pilar NLP.</p>
<p>Kemudian Pak Yan, salah satu mentor di kelas practitioner, juga menulis tentang pendapat Pak Ronny di sebuah milis lain. Ketika itu Pak Yan mengundang Pak Ronny di kelas beliau sebagai observer dan beliau merasa banyak hal yang lebih membukakan pintu pikir dalam mengenal NLP lebih dalam dibandingkan pencariannya sendiri selama bertahun – tahun. Beliau mengatakan menurut Pak Ronny NLP is a methodology and also attitude. Pada bagian akhir tulisannya, beliau menyatakan “temukan roh NLP”.<br />
Ajakan – ajakan tersebut seakan mengajak saya, yang masih gagap NLP, untuk menyelam ke dasar lautan khasanah ilmu atau lebih tepat dikatakan khasanah perenungan guna mencari pemahaman lebih jauh atas makna kalimat – kalimat itu.</p>
<p>Dalam beberapa bulan selepas dari pelatihan itu, saya merasa terlahir kembali (reborn), lebih segar, lebih fit, lebih beruntung dan semakin bersyukur atas anugerah berada di kelas SLB di akhir bulan Oktober 2008 itu. Dalam kehidupan profesional saya, aktivitas saya menjadi lebih meningkat. Saya telah hadir di berbagai diskusi  jalanan, di emperan masjid, kantor, pelatihan maupun diskusi mandiri (manja – manja sama diri sendiri).  Kehadiran saya disana adalah membuktikan pelajaran – pelajaran yang saya dapat dari kelas SLB. NLP is an attitude. The Map is not the territory. Behind every behavior has a positive intention.</p>
<p>Hebatnya adalah dengan mendalami khasanah presupposition itu, maka terapannya justru sangat dahsyat. Tapi sebelum saya menulis tentang hal – hal yang saya baru temukan atau ketahui itu, ada baiknya saya tuliskan pengalaman terapan – terapannya saja dulu, karena ini adalah hasil praktisnya sebagai alumni kelas practitioner SLB. Ikuti kisahnya di kelas 60 detik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/01/20/pesona-nlp-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Indah di Tahun Baru</title>
		<link>http://republiknlp.com/2009/01/05/mimpi-indah-di-tahun-baru/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2009/01/05/mimpi-indah-di-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 15:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>republiknlp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://republiknlp.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Hendri Harjanto, Licensed Practitioner of NLP ™ Selamat tahun baru saya ucapkan buat rekan-rekan dan pembaca sekalian.  Tahun 2008 telah berlalu dengan segala hal yang perlu kita tingkatkan dan tentu saja kita syukuri. Baru tiga tahun ini saya melakukan “ritual” yang bahasa kerennya New Year Resolution.  Saya menuliskan impian-impian saya yang ingin saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Hendri Harjanto, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<p>Selamat tahun baru saya ucapkan buat rekan-rekan dan pembaca sekalian.  Tahun 2008 telah berlalu dengan segala hal yang perlu kita tingkatkan dan tentu saja kita syukuri.</p>
<p>Baru tiga tahun ini saya melakukan “ritual” yang bahasa kerennya New Year Resolution.  Saya menuliskan impian-impian saya yang ingin saya capai tahun itu.  Beberapa hari yang lalu saya dibuat kaget dan sekaligus bersyukur ketika menemukan catatan mimpi saya 1 dan 2 tahun yang lalu. Betapa kagetnya ketika saya menemukan dan membuka kembali catatan mimpi saya tersebut dan menemukan banyak mimpi yang telah saya raih tahun ini, bahkan yang waktu saya tulis “kelihatannya” tidak mungkin.  Saya bahkan saat itu baru sadar bahwa saya pernah menuliskannya.</p>
<p>Cerita diatas saya sharingkan untuk mengawali tulisan saya tentang impian atau istilah kerennya dream.</p>
<p><span id="more-110"></span></p>
<p><strong>DREAM</strong></p>
<p>Setiap orang tentunya punya impian.  Impian adalah bahan bakar yang selalu membuat kita terus maju.  Tanpa mimpi (dream) kita akan merasa hampa dalam melakukan suatu hal.  Menjadi mimpi setiap orang untuk bisa sukses.   Karena pada dasarnya semua manusia ingin sukses. Namun apakah ukuran sukses itu sendiri?</p>
<p>Saya tidak mengatakan sukses identik dengan pencapain financial saja.  Ukuran sukses setiap orang sangatlah subjektif.  Kita harus menentukan definisi sukses kita sendiri</p>
<p>Lanjutkan kalimat di bawah ini tanpa analisis dan berfikir panjang:</p>
<p>Sukses adalah….<br />
Saya merasa sukses jika….</p>
<p>Dua kalimat diatas sepertinya sederhana namun hal itu menjadi pondasi mendasar dalam kita menggapai kesuksesan kita. Dengan menjawab hal itu kita bisa mengetahui belief kita tentang sukses.  Belief dalam Neuro Logical Level berada tataran yang tinggi yang langsung berpengaruh pada capability, behavior dan environment.  Artinya dengan mengganti belief maka kita bisa merubah kapabilitas ataupun juga perilaku kita.  Dengan mendefinisikan sukses kita bukan hanya tahu ukuran sukses kita tapi jika kurang mendukung bisa kita ganti dengan definisi yang lebih sesuai.</p>
<p>Jangan ikutan mimpi orang lain.  Kita punya jalan sukses sendiri.</p>
<p>Saya meyakini bahwa manusia di lahirkan ke dunia mengemgban misi masing-masing.  Coba anda bayangkan kalau semua manusia jadi presiden siapa yang kan jadi rakyatnya.  Kalau semua jadi dokter siapa pasiennya?.  Misi hidup itulah yang menurut saya ada dalam hati setiap orang yang menjelema menjadi passion seseorang.</p>
<p>Jadi ketika membuat mimpi harus bersifat personal dan bermakna.  Artinya mimpi harus berasal dari hati nurani dan punya makna dan alasan yang di dalam impian itu.  Kenapa personal dan bermakana? Karena jika suatu impian personal dan bermakna itu menandakan sesuai dengan value-value.  Ketika impian yang kita buat sesaui dengan value-value kita maka impian pasti membawa muatan emosi positif yang sangat besar mendorng kita membangkitkan motivasi dari dalam diri untuk mencapai impian yang sudah kita tetapkan</p>
<p><strong>Juallah mimpi ke Subconsious</strong></p>
<p>Kita jarang mengajak subconscious kita bekerja sama mengejar impian kita.  Padahal Subconsious adalah gudang kreatifitas dan bahkan ada yang menyebutnya pintu penghubung dengan alam semesta.  Ketika Subconsious bisa kita ajak kerjasama maka pikiran kita akan dengan mudah meng attract sesuatu yang kita perlukan untuk mencapai apa yang kita inginkan, sekaligus juga mengarahkan kita untuk melakukan atau menggerakkan kita supaya semakin dekat dengan impian kita.</p>
<p>Pikiran bawah sadar mau membantu kita mencapai impian yang kita tetapkan kalau kita mampu “menjual” impian kita kepadanya.  Bagaimana cara kita menjual mimpi ke subconscious? Kita harus bisa berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar yaitu dalam kondisi rileks (alpha-theta) dengan memasukkan minimal tiga submodality (Visual, auditori, kinestetik) dan juga submodality yang tepat.  Ada berbagai cara yang bisa dipakai salah duanya adalah dengan visualisasi dan timeline.</p>
<p><strong>Impian, pikiran dan NLP</strong><br />
Terus apa kaitan antara pikiran dan impian? Sangat erat.  Pikiran punya dua prisip kerja yaitu attraction dan direction.</p>
<p>Vibrasi pikiran akan meng-attract atau menarik sesuatu yang punya vibrasi yang sama dengan vibrasi pikiran itu.  Positif akan menarik positif dan sebaliknya.</p>
<p>Prinsip kedua adalah direction, kita bisa dengan sadar mengarahkan energi kita kepada suatu sasaran tertentu.</p>
<p>Dari dua sifat pikiran itulah, kita bisa melihat ternyata yang namnya keberhasilan hidup bermula dari pikiran kita.</p>
<p>NLP adalah manual untuk memaksimalkan pikiran kita.  Bagaimana aplikasi NLP untuk memaksimalkan dua hal diatas?  Dalam NLP ada satu tool yang dikenal dengan WFO kependekan dari Well-Formed Outcome.<br />
Ketika membuat impian kita harus memenuhi syarat dibawah ini:<br />
1.    Nyatakan dengan positif dan spesifik<br />
2.    Terkendalikan, dapat dicapai tanpa menggantungkan pada orang lain<br />
3.    Melibatkan bahasa yang sensory based (visual, auditori, kinestetik)<br />
4.    Ekologis- memastikan impian berdampak positif pada semua bagian, tidak ada bagian yang dirugikan.</p>
<p>Saya menambahkan sendiri versi saya dalam membuat impian, diakhir setiap outcome atau impian saya beri “….atau yang lebih baik”</p>
<p>Begitulah saya memahami mimpi dan NLP, siapa tahu berguna buat pembaca semua.</p>
<p>Salam Super NLP!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2009/01/05/mimpi-indah-di-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memprogram Anak Sesaat Sebelum Tidur</title>
		<link>http://republiknlp.com/2008/11/18/memprogram-anak-sesaat-sebelum-tidur/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2008/11/18/memprogram-anak-sesaat-sebelum-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 11:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ciptarasakarsa.com/artikelnlp/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Fitra Faturachman, Licensed Practitioner of NLP ™ Assalamu&#8217;alaikum NLPers semua! Tentunya, Saya berharap Semoga Anda semua selalu dalam keadaan sehat &#38; prima dlm berbagai aktivitas Anda ! Saya ingin berbagi pengalaman yg sy sering lakukan dalam kehidupan sy bersama anak &#38; istri sy Anak anda masih ada yg suka ngompol ketika tidur siang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Fitra Faturachman, Licensed Practitioner of NLP ™</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum NLPers semua!</p>
<p>Tentunya, Saya berharap Semoga Anda semua selalu dalam keadaan sehat &amp; prima dlm berbagai aktivitas Anda !</p>
<p>Saya ingin berbagi pengalaman yg sy sering lakukan dalam kehidupan sy bersama anak &amp; istri sy</p>
<p>Anak anda masih ada yg suka ngompol ketika tidur siang atau malam ???</p>
<p>Tentu Anda ingin membantu anak Anda itu mengendalikan HIV (Hasrat Ingin Vivis) nya tersebut, kan ?! Ya, tujuannya tentu agar kasur tidak bau ompol alias pesing !!!</p>
<p>Pernahkah Anda mendampingi anak menjelang tidurnya ? me nina-bobo kan dia, sampe dia tertidur. Ya tentu pernah lah ! its stupid question !!<br />
<span id="more-83"></span><br />
Nah, That&#8217;s Good !</p>
<p>Saat-saat menjelang tidur ini, sangat baik untuk memasukkan program-program pendidikan terbaik yang Anda inginkan bagi pertumbuhan &amp; perkembangan anak Anda !</p>
<p>Anda dapat katakan kepada anak Anda : contoh yang saya gunakan ke anak saya, Salwa Putri (4 th) :</p>
<p>&#8220;Salwa Anak Shalehah&#8221;<br />
&#8220;Salwa Anak Cerdas&#8221;<br />
&#8220;Salwa Anak Hebat&#8221;<br />
&#8220;Salwa Anak Baik&#8221;<br />
&#8220;Salwa Anak yang Patuh &amp; Sayang Papa-Mama&#8221;<br />
&#8220;Papa Sayang Salwa, Mama Sayang Salwa&#8221;<br />
&#8220;Salwa Anak yang Sopan dan Santun ngomongnya sama siapa aja&#8221;<br />
&#8220;Salwa kalo mau pipis, bangun ya, pipisnya di kamar mandi&#8221;</p>
<p>Saya melakukan ini dengan membisikan kata-kata tadi ke telinganya. Setelah selesai biasanya, saya mencium sayang Salwa, lalu membiarkannya tidur lebih lelap lagi</p>
<p>Dan, bum ! Anda tau apa yang terjadi berikutnya ?</p>
<p>Ketika Salwa mau pipis, dia bangun loh! Panggil mamanya, minta dianter ke kamar mandi, untuk pipis setelah selesai, dia langsung tidur lagi dan setelah itu pun dia mulai terbiasa untuk bangun &amp; pipis di kamar mandi, tidak ngompol lagi !<br />
Dia senang, karena ketika bangun tidur, perilaku berhasil tidak ngompolnya itu, kami booster / reinforce dgn pujian, &#8220;Wah, wawa gak ngompol lagi, Hebat !&#8221; dan pujian-sanjungan sejenisnya</p>
<p>Dan begitu seterusnya cerita berlanjut&#8230;.<br />
Setiap ada kesempatan untuk <em>installing</em>, Insya Allah selalu saya lakukan ketika Salwa melakukan satu perbuatan yang unexpected, yang membuat kami (saya &amp; istri) terkaget-kaget dengan perilaku atau kata-kata barunya dan hal itu tidak kami inginkan, maka saya pun langsung melakukan uninstall kepada perilaku atau kata-katanya tersebut, tepat disaat-saat Salwa menjelang tidur, entah tidur siang atau tidur malam</p>
<p>That&#8217;s all NLP story for today !<br />
Semoga Inspiring Anda !</p>
<p>And let me know, your result<br />
to we discuss about it !</p>
<p>&#8211;<br />
*Fitra Faturachman*<br />
*Trainer, Konselor &amp; Coach berbasis NLP + Islam*<br />
&#8220;Hamba Allah yang ingin mengajak Anda shaleh bersama menuju Ridho Allah!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2008/11/18/memprogram-anak-sesaat-sebelum-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Hidup menjadi lebih Berwarna</title>
		<link>http://republiknlp.com/2008/11/18/membuat-hidup-menjadi-lebih-berwarna/</link>
		<comments>http://republiknlp.com/2008/11/18/membuat-hidup-menjadi-lebih-berwarna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 11:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paktono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Orisinil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ciptarasakarsa.com/artikelnlp/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™ dulu saya pikir hidup ini kurang menyenangkan  &#8230; … sehingga saya  merasakan kehidupan ini juga memang kurang menyenangkan. mulai beberapa yang waktu lalu, sekarang, saat ini, detik ini, menit ini, jam ini, hari ini  dan seterusnya  &#8230;. saya putuskan: hidup ini menyenangkan &#8230;. dan karenanya saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™</strong></p>
<blockquote><p>
<em>dulu saya pikir hidup ini kurang menyenangkan  &#8230; …<br />
sehingga saya  merasakan kehidupan ini juga memang kurang menyenangkan.</p>
<p>mulai beberapa yang waktu lalu, sekarang, saat ini, detik ini, menit ini, jam ini, hari ini  dan seterusnya  &#8230;.<br />
saya putuskan:</p>
<p>hidup ini menyenangkan &#8230;. dan karenanya saya mulai merasakan hidup ini benar-benar menyenangkan…<br />
hidup ini nyaman &#8230; dan karenanya saya mulai merasakan hidup ini benar-benar nyaman…<br />
hidup ini indah &#8230; dan karenanya juga saya merasakan kehidupan yang sangat indah<br />
</em><span id="more-81"></span><br />
<em>hidup ini penuh rahmat dan berkah &#8230;.<br />
bila memang kita menghendaki nya ….</p>
<p>orang bilang bahwa ucapan adalah do’a …<br />
pikiran adalah peta …<br />
ucapan dan pikiran akan membawa kehidupan kita kemana mengarah,<br />
ucapan dan pikiran baik … menuntun kita menujukan jalan baik … </em></p>
<p>buatlah peta yang berwarna …<br />
peta berwarna akan menuntun ke jalan yang penuh warna &#8230;<br />
dan kehidupanpun menjadi lebih berwarna …</p>
<p><strong>Hidup adalah Pilihan</strong></p>
<p>Dunia telah diciptakan dengan banyak pilihan yang kadang bertentangan: duka suka, hitam putih, susah senang, miskin kaya,sedih bahagia … …<br />
Semuanya telah diciptakan Tuhan untuk kita, sekarang tergantung bagaimana kita memilihnya, memilih yang positif atau negatif untuk diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>Pilihan-pilihan tersebut di atas tentu saja masing-masing akan memberikan konsekuensi tersendiri dalam dalam hidup. Pilihan yang baik akan membuat hidup kita lebih baik dan menambah peta berwarna dalam pikiran kita.</p>
<p>Sementara pilihan yang kurang baik akan mengakibatkan hidup  menjadi kurang baik, bahkan akan membuat peta dipikiran  menjadi gelap, abu-abu bahkan hitam.<br />
Peta gelap, abu-abu dan hitam dalam pikiran kurang menguntungkan, karena akan mengundang gambaran gelap dan hitam lainnya untuk datang ke dalam pikiran.</p>
<p>Analoginya, orang-orang yang mempunyai gambaran gelap dan hitam biasanya akan melihat segala sesuatu dari sudut negatif, segala sesuatu biasanya punya dua sisi, sisi positif dan sisi negatif, apabila seseorang meliha sesuatu dari sisi negatif maka yang muncul adalah sisi negatif. Sehingga yang terjadi adalah sebuat lingkaran sisi negatif dan gambaran gelap, gambaran gelap yang terus menerus dilihat dan dirasakan akan membuat gambaran peta pikiran menjadi gelap pula.</p>
<p>Karena kedua pilihan tersebut mengandung konsekuensi, mengapa kita tidak memilih yang baik saja?</p>
<p>Pertanyaannya sekarang bagaimana caranya agar kita bisa memilih pilihan yang baik?</p>
<p>Tips berikut ini akan membantu:</p>
<ol>
<li>Ubahlah pikiran ke arah yang lebih baik, kalo bisa merubah negatif belief akan lebih baik lagi.</li>
<li>Sa’at mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan selalu diingat diperbesar dan bersyukurlah.</li>
<li>Sa’at mendapat musibah dan kesedihan, bersegeralah untuk melupakan musibah dan kesedihan tersebut kalau perlu mohon maaf kepada Tuhan… dan jangan lupa buang saja gambaran musibah serta kesedihan tersebut ke laut(ke laut aje!). Langkah tersebut dilakukan supaya gambaran yang kurang baik itu tidak lagi mengotori pikiran.</li>
</ol>
<p>Langkah satu dan dua sangat efektif untuk membuat peta  yang ada dipikiran kita menjadi lebih berwarna dan terang, pikiran yang terang dan penuh warna akan membawa kita menuju jalan yang lebih baik.</p>
<p>Sedangkan langkah ketiga diarahkan untuk menghilangkan gambaran gelap, abu-abu serta hitam dalam peta pikiran. Hilangnya gambar tersebut membuat peta dipikiran akan tetap berwarna dan terang.</p>
<p>Ayo datanglah peta pikiran yang berwarna dan terang, ajaklah teman-temanmu datang ke sini untuk mewarnai peta pikiran kita dan tinggalah terus selamanya di sini. Bawalah langkah kita agar selalu menjadi lebih terang dan berwarna.</p>
<p><strong>Bersyukur</strong></p>
<p>Bersukurlah bila mendapatkan kebahgiaan, keberhasilan, berkah atau apapun yang positif yang kita dapatkan dari Tuhan. Bersyukur yang benar akan membuat kita menjadi lebih mudah untuk menjadi:</p>
<p>1.    Bahagia dan tersenyum. Tersenyum akan membuat gambar dipikiran berwarna selain itu tersenyum akan mengurangi kerja pikiran sadar sehingga gambaran yang berwarna tersebut akan dengan mudah untuk masuk ke dalam pikiran bawah sadar.<br />
2.    Rilek. Rilek akan mempermudah masuk ke “trance”, dalam keadaan “trance” gambar berwarna tadi menjadi lebih mudah masuk ke alam bawah sadar.<br />
3.    Pasrah. Pasrah akan memperbesar hasil yang telah dicapai, hal ini yang akan menambah gambaran berwana dipikiran bawah sadar menjadi lebih besar lagi.</p>
<p>Seperti yang telah dijelaskan oleh ketiga hal tersebut di atas dengan bersyukur kita dengan mudah memasukkan program positif dan berwarna yang telah kita alami ke dalam pikiran bawah sadar, kejadian baik tersebut tentu saja akan mewarnai peta yang ada dipikiran kita menjadi lebih berwarna.</p>
<p>Gambaran keberhasilan tersebut juga akan tercatat oleh pikiran bawah sadar, bawah sadar mengatakan bahwa kita pernah terinstal program positif dan berwarna, karena pernah terinstal program tentu saja kita akan dengan mudah menjalankan program  tersebut untuk keperluan yang sama.</p>
<p>Bukankah kalau program sudah terinstal dan berjalan berjalan dengan baik akan bisa dijalankan lagi apabila dikehendaki?<br />
Bukahkah hidup ini menjadi lebih indah dan berwarna apabila tidak terinfeksi oleh virus negatif belief ?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://republiknlp.com/2008/11/18/membuat-hidup-menjadi-lebih-berwarna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

