15
Latah kata – mendiskon diri
Posted by republiknlpOleh : Istoto Suhartoyo, MM, Licensed Practitioner of NLP ™
Menjadi seorang Praktisioner NLP yang konkruen ternyata sangat nyaman. Beberapa kekurangan masih terjadi, namun dengan terus belajar, semakin banyak melakukan dan mempraktekan NLP, semakin banyak hal dalam hidup terbaharui dan termudahkan.
Memahami NLP melalui sebuah proses installment dalam kelas Licensed NLP Practisioner sangat berbeda dengan cara membaca atau mengikuti kelas NLP yang tidak demikian. Tentunya installment yang dimaksud adalah proses pembelajaran NLP yang dilakukan secara dan menggunakan NLP sehingga audience mengalami proses pembelajaran secara bawah sadar. Proses pembelajaran seperti itu hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki kompetensi dan sepengetahuan serta se-sistem dengan bagaimana NLP diajarkan di tempat asal muasalnya ilmu NLP itu sendiri.
Di kelas Licensed NLP Pract, menjalani proses belajar di kelas, di mana waktu berjalan begitu cepat tak terasakan, padahal seharian duduk di satu kursi, berpindah karena kursi ditinggal mencari partner berlatih, dan diakhiri dengan ujian sebagai pendalaman penguassaan materi ajar, maka setiap peserta dilepas dan memasuki ujian yang sesungguhnya, yaitu mempraktekan NLP dalam kehidupan sehari-hari. ”Jadilah bagian dari konspirasi Bendler untuk melakukan kebaikan minimal sehari satu kali”, demikian kata sang Guru.




