Oleh : Mahdi Kusdiyanto, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Dalam perjalanan mencari apa itu hakikat NLP melalui buku, internet, seminar dan mengikuti pelatihan dari beberapa “pakar” NLP semakin tambah yang dipelajari semakin tidak ‘mudeng’. Akhirnya dari beberapa kawan menyarankan untuk belajar ke Sinergi Lintas Batas yang ditukangi oleh kang Ronny .
Untuk meyakinkan dan membulatkan tekad saya maka saya putuskan untuk mengikut NLP for Trainer terlebih dahulu, yang diselenggarakan oleh TCI di Marcopolo Hotel. Tujuannya sekedar icip-icip bagaimana kang Ronny menyampaikan pelatihannya. Selama pelatihan berlangsung kang Ronny dengan piawainya dari awal pelatihan sampai akhir selalu men seeding peserta, khususnya saya, dengan gaya dan kata-kata yang tanpa saya sadari pelan tapi pasti telah masuk ke subconscious saya, istilah NLP yang sulit dimengerti, apabila dijelaskan oleh ‘pakar’ lain menjadi bingung, oleh kang Ronny istilah NLP tersebut disederhanakan pengertiannya sehingga mudah dimengerti.
Saya merasakan dengan gaya dan pendekatan kang Ronny, hati saya telah klik dengan methodologi yang dipakai. Sementara soul dan body mengikuti pelatihan NLP for trainer, saya putuskan untuk mengikuti NLP practitioner.
Satu minggu mengikuti pelatihan NLP practitioner memang sangat dahsyat, waktu berlalu dengan cepat. Pelatihan yang di jadwalkan selesai jam 17.00 setiap harinya,rata-rata diselesaikan jam 20.00 – 21.00, peserta tanpa nggrundel mengikuti dengan penuh antusias. Investasi yang dikeluarkan sebenarnya telah kembali sejak di hari ke tiga. Cost and Benfitnya luar biasa, Benefitnya luar biasa dibandingkan dengan Costnya.
Sebagai konsultan manajemen, yang setiap harinya bergelut dengan persoalan client, tool dan technique NLP terbukti sangat dahsyat. Hal ini telah saya aplikasikan setelah berakhirnya pelatihan yang saya ikuti, tanggal 6 Agustus selesai tanggal 7 Agustus saya mencoba beberapa tool dan technique di pelatihan Negotiation Skill Training yang saya selenggarakan di sebuah Bank Pemerintah. Ketika saya di depan kelas, saya hidupkan tombol cyrcle of excellence saya yang telah saya bentuk sejak pelatihan NLP practitioner berlangsung, saya memodel kang Ronny sebagai raw model trainer yang energik, hasilnya sangat dahsyat. Makanya selama mengikuti pelatihan practitioner saya tekan aktifitas mencatat saya, karena begitu mencatat moment of truth nya akan hilang, biarkan seeding yang dilakukan oleh kang Ronny masuk ke subconcious. Ternyata benar, ketika ngajar di depan kelas toll dan technique NLP secara otomatis akan keluar dengan sendirinya. Memang dahsyat subconcious mind bekerja.
Pada saat membahas taktik dan strategi negosiasi, banyak tool dan technique NLP dapat dipakai. Seperti bagaimana seorang negosiator harus menjalin hubungan (rapport) dengan menggunakan teknik pacing – leading. Ketika memasuki proses negosiasi peserta pelatihan, saya perkenalkan teknik komunikasi dengan menggunakan model milton H. Ericson yang sangat dahsyat yang memiliki efek hipnotik untuk mempengaruhi klien. Pendek kata tool dan technique NLP memang JOSS.
Di kelas itu saya mendapatkan umpan balik dari observer, dia mengatakan :
Observer :”Pak Mahdi kok menyampaikannya berbeda dengan batch-batch sebelumnya ?, Batch ini lebih ok deh pak ”
Saya : ”oh ya ??? Alhamdulillah pak jika Batch ini lebih OK” …..
Observer : ” Teknik/pendekatan baru ya pak Mahdi ?”,
Saya : ”saya mencoba beberapa teknik NLP ”
Observer : ” NLP ?, wah menarik itu pak, saya pingin belajar pak ”.
Observer itupun kepingin belajar NLP, saya rekomendasikan ke Sinergi Lintas Batas saja, jangan yang lain.
Demikianlah secuil pengalaman saya, lain kali disambung lagi ya dengan pengalaman-pengalaman menarik lainya.
NLP ternyata terbukti mempermudah, mudah-mudahan ini the final journey mencari guru NLP di tanah air
Salam hangat.










Saluuut Pak Mahdi… elok tenaan..
Jadi sudah dipraktekin dan bisa dirasakan oleh observer dan peserta ya.. Alhamdulillah.
Saya rasakan memang pendekatan NLP dan teknik-tekniknya itu memang memberdayakan kita.
Sementara kita memamah-mamah balik apa yang sudah dipelajari dari Kang Ronny, saya percaya Pak Mahdi dan juga kawan-kawan bacth 10 ini sudah memperoleh manfaat besar dari mempraktekannya ya.
Salaam,
Agus S. Djamil
Assalamu’alaikum
Matur nuwun kangmas atas komen-nya
Untuk membuktikan keampuhan tool NLP, cara satu-satunya yang mujarab adalah
dengan mempraktekkannya, paling tidak untuk diri kita. Inggih makaten tho mas
Insya Allah dengan ilmu itu kita akan menjadi manusia yang lebih baik.
Salam taklim kagem keluarga Brunai Darussalam
Sugeng Shiam
Wassalam
Mahdi
Saya setiap Jum’at pagi memimpin doa di lapangan sekolah diikuti 12 kelas. Saya pakai ilmu NLP yang saya timba dari SQC- School Quality of Comunication. Alhamdulilah sebagian besar peserta merasa doa-doanya dikabulkan. Alhamdulillah.