Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner
Thursday February 9th 2012

EFT & Submodality NLP

Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM)

DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak tertawa riang.  Setelah menyelempangkan kain sarung dibahunya, anak berpeci hitam itu mulai membakar kembang api dan.. WUUSHHH…kembang api itu menyala dan berputar-putar, api warna-warni bersinar terang dan aroma mesiupun tercium menyengat hidung.

Begitulah suasana ramadhan setelah subuh, mengingatkan kembali saat-saat kecil dulu. Entah apa enaknya bermain petasan itu, tapi hati ini begitu gembira dengan suasananya, padahal bahaya bermain petasan selalu mengintai..ah…. mudah-mudahan semua baik-baik saja.

Berbicara tentang suara yang menggelegar, saya teringat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika saya hendak mengeluarkan mobil dari garasi. Pagi itu suasananya biasa saja, tidak ada yang berbeda..seperti hari-hari sebelumnya, sebelum mobil dikeluarkan dari garasi mesin dipanaskan terlebih dahulu..tapi kali ini..moment itu menjadi “PETAKA”.

Wah…kok nulis tentang PETAKA sih..? trus apa hubungannya antara mobil, suara?menggelegar, dan petaka? Bagi Anda yang penasaran tentang hubungan ketiga nya, Teruskan memBaca Tulisan ini, dan bagi Anda yang tidak penasaran dengan?hubungan ketiganya, tenang saja.. tetap Teruskan Baca Tulisan ini karena jika?Anda berhenti disini maka  Anda malah jadi penasaran “sebenarnya ini orang mau nulis apa sih..?” (paling tidak, kalimat itu yang akan terbersit dalam pikiran Anda) dan ketika Anda Teruskan memBaca Tulisan ini, Anda akan menemukan, hal Menarik yang mana dari tulisan ini yang membuat Anda penasaran.

Bayangkan: Dalam tulisan ini, Anda akan mempelajari cara – cara yang terbukti ampuh untuk mengubah makna suatu kejadian, dimana sebagian orang terpuruk dan meratapi nasib atas kekonyolan yang telah dilakukannya, dan menganggapnya sebagai PETAKA, disini hal itu bisa menjadi sebuah HIKMAH dan pelajaran.

Saya akan tuturkan kepada Anda dalam tulisan ini tentang pengalaman saya mengamalkan NLP untuk bangkit dan melepaskan diri dari emosi negatif dan rasa bersalah atas kekonyolan yang saya lakukan. Saat Anda  membaca tulisan ini, sebuah gambaran ketakjuban muncul dan suara hati Anda mengatakan bahwa Anda bisa melakukannya dan rasa yang mengagumkan dibangkitkan dalam diri Anda.

Ok..sekarang kita mulai.

Pagi Yang mengHEBOHkan

Pagi itu, udara terasa dingin..seperti pagi-pagi sebelumnya, di teras rumah yang?disulap menjadi garasi karena garasi yang sebenarnya dijadikan tempat usaha Air Isi Ulang, terparkir sebuah mobil hitam. Mobil itu setiap pagi dikeluarkan?sebelum depot air itu buka dan dimasukkan lagi ketika depot itu tutup. Dengan?ukuran ruangan yang pas-pasan, mobil itu hanya berjarak beberapa sentimeter?saja dari rolling door dan lemari kaca pengisian air.

Setelah mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding tempat penyimpanan kunci, saya berjalan dan membuka pintu kayu berwarna coklat yang merupakan pintu depan rumah, kemudian keluar dan melangkah menghampiri mobil yang membisu, diam tak bergerak. Entah mengapa, tak seperti biasa nya, setelah membuka pintu mobil itu?saya tidak masuk kedalam dan duduk dikursi supir untuk men-starter mobil.

Biasanya saya melakukan itu terlebih dahulu dan memastikan persnelling?dalam  posisi netral sebelum memutar?kunci mobil dan menyalakannya.??Pagi?itu, setelah membuka pintu, saya langsung memasukkan kunci ke lubang starter?dan dari luar mobil saya langsung memutar kunci untuk menyalakan mesin.. DAN?TERNYATA.. persenelling dalam posisi masuk gigi 2..dan tentunya Anda bisa?membayangkan APA YANG TERJADI..??BRUAAKKK… PPYAARRR….??Mobil?itu tiba-tiba melompat dan menghancurkan apa yang ada di depannya.

Rolling door?yang hanya berjarak beberapa sentimeter itu pun penyok dan kaca lemari?pengisian depot air itu pun pecah berhamburan. Dan mobil itu terus merangsek?kedalam membuat rolling door itu semakin terdorong masuk, lemari yang hanya?terbuat dari alumunium ringan dan kaca itu hancur lebur, sampai akhirnya mobil?itu berhenti dengan sendirinya. Serpihan kaca berhamburan kemana-mana.

Sontak?saja kejadian yang hanya beberapa detik itu mengagetkan orang se isi rumah dan?tetangga sebelah rumah.??Bagaikan?orang yang terkena Shock induction saya terhipnosis seketika.

Body cataleptic !

Sekujur tubuh saya tiba-tiba kaku tak bergerak, terutama tangan kanan saya yang?saya gunakan untuk memutar kunci itu KAKU.

Beberapa saat saya tak bergerak?sampai orang-orang se isi rumah keluar dan bertanya “Ada apa?”.?? Masih dalam kondisi yang terdiam kaku, saya?tersadar ketika ibu saya memegang bahu saya dan mengatakan “ udah gak?apa-apa..”. Tiba-tiba saya sudah melihat banyak orang mulai membereskan ruangan?yang hancur lebur bagai bekas ledakan bom.

Mobil?pun dikeluarkan, entah oleh siapa..dan tersisa pecahan kaca dan rolling door?yang penyok..dan yang pasti air yang terus mengalir bagaikan banjir bandang?yang tiba-tiba menerjang, karena pipa-pipa dan tabung air depot itu patah dan?pecah.

Saya?pun masuk kedalam rumah dan duduk di kursi masih dalam keadaan diam tak bisa berbicara sepatah katapun..shock.. pikiran dan perasaan berkecamuk tak menentu.

Selain karena terkejut yang luar biasa, perasaan bersalah mulai menghantui. Terbayang berapa biaya yang diperlukan untuk renovasi dan perbaikan, lalu otomatis depot akan tutup dan tentunya tidak ada penjualan dan?pemasukan.. ah… membuat saya waktu itu semakin pusing.

EFT & Submodality NLP – Membebaskan Diri Dari Trauma Dan Emosi Rasa Bersalah Yang Menggangu.

Beberapa menit saya terdiam, dan sepertinya orang-orang disekitar memahami, mungkin karena saya masih shock. Tiba-tiba saya tersadarkan oleh ucapan Ayah saya “Udah..gak apa-apa, katanya orang NLP dan hypnotherapist, gitu aja kok trauma..”

Tersadarkan oleh ucapan itu saya teringat kembali suasana  ketika saya mengikuti kelas 7 Days Licensed Practitioner of NLP yang langsung di approved oleh Dr. Richard Bandler, waktu itu Pak Ronny, seorang Licensed Trainer of NLP terbaik di negeri ini menjelaskan tentang “NLP untuk siapa?”.

Yak… saya tersentak dan energy dan kesadaran saya mulai muncul. Kata-kata “I GO FIRST” menyeruak dalam benak saya, gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini semakin jelas. Pemahaman tentang “NLP untuk siapa?” dan makna dari I GO FIRST ini bisa bermacam-macam, mungkin hampir sama dengan makna “Ibda’ Bi nafsika” atau mulailah dari dirimu sendiri. Paling tidak waktu itu saya disadarkan kembali  bahwa saya bisa menjadi NLPer yang kongruen dengan mengaplikasikan NLP dalam diri saya sendiri tidak hanya untuk orang lain.

Lalu apa yang saya lakukan?

Pada mulanya saya pun tidak tahu. Saya kemudian masuk ke kamar dan duduk dengan nyaman sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas dengan perlahan… sambil berdoa “Ya Allah…dengan segala ilmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, Aku mohon petunjuk-Mu untuk dapat bebas dari perasaan,emosi negative yang tidak nyaman ini”

Saya yakin Allah akan memberi petunjuk sehingga  unconscious saya tahu apa yang harus dilakukan. Beberapa saat kemudian saya terpikir untuk melakukan EFT atau Emotional Freedom Technique. Saya tidak akan menjelaskan EFT lebih lanjut disini, karena akan panjang sekali. Jika Anda ingin mengetahui tentang EFT lebih lanjut, Banyak buku-buku dan para ahli EFT lain yang bisa menjelaskan lebih baik.

Singkatnya, emosi negative yang saya rasa, yaitu perasaan bersalah hilang, sehingga tubuh saya pun menjadi lebih enakan, dan saya bisa lebih tenang kemudian mulai memberanikan diri keluar dan bermaksud untuk membantu membersihkan serta membereskan sisa-sisa yang berserakan bekas tabrakan itu

Sebelum membantu beres-beres, saya sudah mulai bisa menceritakan kronologis kejadian itu dengan lebih tenang, lalu saya berjalan ke depan hendak membantu?membersihkan. Namun, tiba-tiba kepala saya pusing sekali ketika mendengar suara bekas pecahan kaca yang disapu, suara gesekan-gesekan kaca menyakitkan telinga saya dan memicu perasaan tidak nyaman itu kembali.

Ternyata, suara pecahan kaca secara tidak sengaja sudah menjadi tombol pemicu bagi pikiran dan perasaan saya untuk kembali ke keadaan yg tidak menyenangkan itu (dalam NLP disebut Anchor atau tepatnya Negative Anchor).

Karena perasaan tidak nyaman itu hadir lagi akhirnya saya menjauh dari lokasi itu dan kembali ke kamar lagi. Kemudian saya duduk dan mengambil posisi yang nyaman dan berdoa “ Ya Allah..apalagi yang bisa saya lakukan untuk keluar dari perasaan tidak nyaman ini?

Meng-edit Submodality  cara MUDAH mengubah Realita Internal .

Manusia mengakses informasi masuk kedalam pikirannya dan menghadirkan kembali suatu peristiwa kedalam pikirannya sehingga menjadi sebuah perilaku, berdasarkan dari apa yang dilihat (VISUAL), apa yang didengar (AUDITORY), apa yang dirasa (Kinestetik), apa yang dicium (Olfactory) dan apa yang di kecap (Gustatory), biasa di singkat VAKOG. Dalam NLP sistem ini disebut sebagai Representational System atau biasa disingkat rep-system.

Nah, itulah cara kerja pikiran manusia, sistem saraf kita menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh panca indera untuk menciptakan realita internal kita tentang dunia/segala sesuatu diluar kita (realita eksternal). Sehingga sebuah kejadian yang sama, bisa disikapi berbeda oleh masing-masing orang, tergantung apa yang ada di dalam pikiran atau realita internalnya.

Memahami hal itu, maka yang terjadi pada saya waktu itu, saat mendengar suara pecahan kaca seolah-olah saya mengalami lagi kejadian tabrakan itu dan seolah-olah dalam realita internal saya kejadian itu sedang terjadi. Padahal kenyataan?diluar diri saya (realita eksternal) kejadian itu telah berlalu. Berarti, untuk?mengubah keadaan saya yang tidak nyaman itu, maka saya harus mengubah REALITA INTERNAL saya.

Caranya?

Sebelum saya menjelaskan dan menceritakan apa yang saya lakukan, akan lebih mudah ketika terlebih dahulu kita pahami bersama apa yang dimaksud submodality.

Tadi kita sudah mengenal lima rep-sytem yaitu Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory, atau kelima panca indera itu biasa disebut juga Modalitas. Untuk memudahkan pemahaman, dalam NLP biasanya Olfactory dan Gustatory digabung dengan Kinestetik. (VAK saja). Nah, masing-masing dari?modalitas ini masih ada detail dan pembedaan yang lebih tajam. Hal ini disebut submodality.

Submodality adalah cara kita mengkodekan dan membentuk struktur dari pengalaman internal kita. Cara terbaik untuk memahami submodalitas berfungsi adalah dengan mengalaminya. Ketika kita mengingat dan memikirkan suatu peristiwa apa yang muncul?

Munculkan?memori visual dalam pikiran Anda. Dengan menggunakan mata kepala Anda sendiri,?Anda bisa melihat apa yang Anda lihat pada saat peristiwa itu.

· Apakah gambarnya?hitam putih atau berwarna.

· Diam atau bergerak?

· Dua dimensi atau tiga dimensi?

· Seperti foto atau seperti video?

· Apakah sangat dekat atau sangat jauh?

· Ada?bingkainya atau tanpa bingkai?

· Disasosiasi atau asosiasi?

Dan masih banyak?lagi yang bisa Anda munculkan yang berhubungan dengan visual Anda.??Memunculkan memory Auditory. Ketika mengkases peristiwa itu lagi, apa yang muncul?

· Suaranya keras atau?lembut?

· Mono atau stereo?

· Nada nya tinggi atau rendah?

· Dan masih banyak lagi.

Kinestetik.? Ketika mengkases peristiwa itu lagi, perasaan apa? yang muncul?

· Bagaimana rasanya?

· Bau/aromanya?

· Teksturnya?

· Tekanannya?

· Suhunya?

· Dan lain-lain.

Bagaikan?bumbu serbaguna yang hampir digunakan dalam setiap masakan, submodality hampir?selalu ada dalam setiap teknik dalam NLP.

Nah..untuk?menghilangkan pusing dan perasaan yang tidak nyaman karena peristiwa itu,?berikut yang saya lakukan:

1. Saya duduk dengan posisi yang nyaman,?sambil memejamkan mata dan menarik dan menghembuskan napas perlahan, saya?mengingat lagi dan mengakses lagi peristiwa itu secara nyata dalam realita?internal saya.

2. Muncul gambar rolling door yang penyok?karena ditabrak bemper mobil dan kaca yang berserakan. Gambarnya hitam putih?dan diam tidak bergerak, dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri?(asosiasi). Kemudian suara yang sangat nyaring sekali, terutama suara pecahan?kaca, Kemudian rasa sesak didada dan sekujur tubuh yang terasa kaku.

3. Perlahan saya mulai meng-edit gambar?dalam realita internal saya dengan memberikan warna pada gambar itu dan dibuat?menjadi bergerak, serta saya seperti menonton kejadian itu di TV (disasosiasi).?Terasa lebih nyaman setelah di ubah.

4. Kemudian saya mengubah suara nya. Pada?awalnya saya mengecilkan volumenya, ternyata efeknya menjadi lebih tidak?nyaman, kemudian saya besarkan volumenya ternyata hasilnya sama saja. Akhirnya?seperti tombol mute (bisu) dalam remote TV, maka saya hilangkan suaranya dari?pikiran saya, Alhamdulillah, perasaan saya menjadi nyaman.

5. Rasa sesak didada dan tubuh yang kaku?perlahan-lahan saya buat rileks, merasakan dan memerintahkan setiap otot?meregang dan kemudian mengendur dan meniatkan setiap hembusan napas membuat?dada semakin lapang.

BUM..selesai.

Proses ini tidak lebih?dari 10 menit, bahkan kurang.

Saya sudah merasakan lebih nyaman. Untuk?memastikan apakah benar-benar sudah berhasil saya keluar dan ikut membersihkan?sisa kaca..

Alhamdulillah tidak berpengaruh negative. Untuk membuat lebih yakin?lagi, saya mengambil beberapa pecahan kaca dan saling membenturkannya hingga?pecah dan ternyata tidak berpengaruh lagi pada saya.??Alhamdulillah akhirnya saya terbebas?dari ketakutan dan perasaan bersalah itu, dan lebih tenang berpikir bagaimana?menemukan solusi.

Submodality ini bisa berbeda untuk?setiap orang, sehingga Anda bisa menemukan cara sendiri yang cocok untuk Anda,?bisa saja warna hitam putih lebih nyaman untuk anda, atau suara lebih keras?lebih cocok dan lain sebagainya.

Jika?Anda merasa tidak mudah melakukannya, bayangkan dan rasakan saja bahwa Anda?seperti memiliki tombol-tombol remote yang bisa digunakan untuk mengutak-atik?gambar, suara dan rasa dalam realita internal Anda.

Dan..

Alhamdulillah sekarang depot air?itu sudah diperbaiki dan kembali beroperasi seperti biasa, dan saya mendapatkan?pelajaran untuk lebih teliti dan berhati-hati, dan mungkin buat kita semua,?pastikan persenelling mobil Anda dalam keadaan netral ketika menstarter?mobil..he..he..he.

Alih-alih dianggap sebagai petaka, kejadian itu tak lebih dari sebuah kejadian, kitalah yang memberi itu makna sebagai petaka ataukah pembelajaran.

Wah… suara anak-anak bermain petasan?sudah tak terdengar lagi, dan suara kendaraan berlalu lalang mulai terdengar?memadati jalanan, ternyata matahari sudah mulai tinggi. Malam dan subuh selama?ramadhan ini diwarnai oleh kebahagian anak-anak itu. Pastikan Anda mengawasi?atau bahkan melarang anak Anda bermain petasan. Jika Anda menganggap itu?berbahaya.

Semoga di Ramadhan ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik?dari pada sebelumnya.

Salam Amazing.

2 Comments for “EFT & Submodality NLP”


Leave a Comment

More from category

“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities

Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan [Read More]

Membuang pengalaman buruk dengan Submodality

Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan [Read More]

NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit

Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat [Read More]

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat [Read More]

Insider

Archives