Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan Desember tahun lalu. Waktu itu teman sekantor saya sebut saja namanya Bunga dan Amir disertai seorang driver pergi ke salah satu bank untuk mengambil uang.
Sepulang dari Bank mereka tidak langsung kembali kantor tetapi mampir dulu ke rumah makan padang untuk membeli dan di bawa ke kantor. Ketika tiba di depan rumah makan padang tsb, bunga masuk terlebih
dahulu di ikuti oleh Amir di belakangnya dengan menenteng uang yang baru di ambil dari bank tadi. Entah dari mana tiba tiba masuklah sekelompok orang yang satu teriak-teriak di dalam rumah makan padang tsb, yang satu algi berusaha merebut uang yang di bawa oleh Amir.
Melihat kejadian tersebut, drivernya keluar dari mobil dan berusaha menolong Amir, tapi uang tsb berhasil direbut oleh perampok tersebut dan berhasil melumpuhkan Amir dan driver tsb. Bunga yang kebetulan di dalam rumah makan padang tersebut melihat kejadian itu dan ketika kembali di kantor dia sangat trauma sekali atas kejadian tersebut.
Bos yang melihat Bunga tampaknya sangat ketakutan sekali dan menangis terus , maka ia diijinkan pulang lebih cepat hari itu.
Keesokan hari Bunga masuk ke kantor seperti biasa, tapi dia seperti orang yang tertekan dan mudah gugup.
Sejak pagi dia hanya duduk termenung di ruang makan kantor, seperti dia memang belum siap untuk bekerja hari itu.
Saya menghampiri Bunga dan bertanya bagaimana perasaanmu hari ini. feeling good atau sebaliknya. Saya sengaja menayakan hal itu kepadanya. apakah dia masih merasa trauma atau tidak. Karena kebanyakan dari teman kantor sejak kemarin malah minta diceritakan kejadian yang kemarin. dan hal itu malah membuat dia semakin associate dengan kejadian itu.
Bunga menjawab, kalau perasaannya masih kurang enak, was was dan pokoknya tidak karu karuan. “Ok!” saya katakan : “Saya mau bantu kamu, apa kamu bersedia?”.
Bunga mengangguk tanda kalo dia setuju.
Lantas saya katakan : “Bunga, tolong kamu sekarang duduk yang rileks, silahkan saja… boleh pejamkan mata atau tidak… Saya minta kamu untuk masuk kembali ke kejadian kemarin”.
Tampak dia bereaksi seperti orang ketakutan (associated).
“Ok, apakah kamu melihat gambar kejadian tsb?” tanya saya, Bunga mengangguk.
“Apakah gambarnya bergerak atau diam”? Lanjut saya. Bunga menjawab: “Bergerak…”
“Apakah kejadian tersebut juga ada suara suara? Sekali lagitanya saya. Bunga juga sekali lagi mengangguk.
Berdasarkaninformasi yang saya oeroleh itu, lantas saya meminta melakukan beberapa hal : “Ok tolong kamu buat gambar itu menjadi diam dan buat suranya tidak terdengar lagi, kalo kamu belum tahu caranya, buat seolah olah di dekatmu ada tombol tombol.”
Setelah beberapa saat saya berikan waktu, kemudian saya tanya lagi :”Bagaimana sekarang perasaanmu…?” Dia diam saja tidak komentar…., tapi dari gesture tubuhnya Bunga nampak lebih tenang.
Saya memutuskan untuk melanjutkan lebih jauh lagi : “Apakah gambarnya berwarna atau hitam putih?” Dia menjawab : “Berwarna”.
Saya minta ia untuk membuat gambar itu menjadi hitam putih.
Kemudian saat saya tanya : “Bagaiman dengan ukuran dan letak gambar itu sekarang?” Dengan cepat ia menjawab : ” Diam, hitam putih dan berada tepat di depan saya dan besar”.
Lantas saya minta lagi dengan halus : “Ook sekarang buat gambar itu mengecil dan di jauhkan. Buat semakin jauh dan semakin kecil.”
Setelah beberapa saat, saya tanyakan lagi : “Ok sekarang bagaimana persaanmu?”
Dia sedikit menangis karena mungkin dia tadi associated, tapi kemudian ia berkata bahwa : “Sekarang perasaan saya jadi lebih lega dan plong…”
Well, kemudian saya minta padanya : “Kapan pun kalao kamu merasa teringat kejadian tersebut, kamu bisa melakukan sendiri sperti cara yang tadi”.
Nah, keesokan harinya dia mengambil cuti sampai akhir pekan. dan minggu berikutnya ketika saya bertemu sama bunga lagi dia sdh ceria lagi.
Demikian kawan-kawan pengalaman saya menggunakan NLP untukmembantu teman sekantor. Semoga menginspirasi kawan-kawan untuk juga terus berpraktek dan berbagi kisah di sini.
Salam










Manipulasi submodality…sederhana dan bermanfaat luar biasa