322 viewsPrint This Post Print This Post

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Date March 8, 2010

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM)

Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat fikiran, hati dan jarinya, ketimbang seluruh badannya… makanya aku gembira banget waktu ia tergila-gila dengan skateboard. Dia tag foto-foto orang yang main skateboard, dia lihat dengan cermat, bahkan dia jadikan gambarnya menghiasi segala macam: desktop computer, diprint dan ditempel… waaah…begitulah katanya kalau seorang anak sedang antusias… semuanya menjadi seluruh kehidupannya…

Tapi saya perhatikan… kok nggak move-move ya? Beli skateboard sudah…kesempatan ada (sudah agak senggang dari jadwal ujian…) nah mau apa lagi… masa mengamati terus-terusan…

Saya jadi ingat tentang go-first-nya pak Ronny… ketika nyuruh kerbau mandi, nyebur ke air duluan deh… hehe… aduuuuh masa’ emak-emak main in-line skate… Saya jadi berfikir tentang hal-hal yang tidak memberdayakan: Pasti Tidak Mampu! Sulit! Dulu lagi kecil ga ada fasilitasnya… udah besar belajar sih… tulangnya sudah kaku… dll…

Tanpa terasa ingatan saya melayang ke buku NLP Comprehensive Training Team… disana diceritakan tentang Mempelajari Model Ekselensi… ceritanya begini: Di awal era ski modern, ada pola berfikir yang berbeda dari keahlian bermain ski… diawal tahun 1950-an, konon kebanyakan orang berfikir bahwa bermain ski adalah masalah bakal alami. Anda memasukkan kaki ke dalam sepasang papan ski, anda diminta untuk tidak membuat kedua papan ski bersilangan, lalu anda diminta untuk mengikuti orang yang lebih berpengalaman untuk bergerak menuruni bukit. Anda diminta mengikuti apa saja yang ia lakukan. Jika bisa menjalaninya tanpa banyak jatuh, keseleo atau patah tulang, dan bisa menikmatinya seperti mendapatkan pengalaman baru, maka anda bisa dipandang sebagai kandidat yang bagus untuk menjadi pemain ski atau bahkan dipandang sebagai mempunyai bakat alam untuk bisa bermain ski.

Tapi tahun 1950 itu ada seorang bernama Profesor Edward t. Hall, penulis buku The Silent Languages. Ia mengatakan bahwa ia telah merekam sejumlah pemain ski jagoan di kawasan Alpen dan kemudian para periset meneliti film itu frame demi frame. Mereka lalu membagi gerakan-gerakan detil itu pada unit-unit terkecil dari perilaku atau mereka sebut “isolates”. Mengamati permainan ski dengan cara itu, membuat mereka tahu bahwa meski setiap jagoan ski itu memiliki gaya masing-masing tetapi mereka menggunakan isolates yang sama. Selanjutnya isolates ini diajarkan pada orang biasa atau pemain ski pemula, dan hasilnya adalah orang-orang tersebut dengan cepat bisa bermain ski dengan baik. Bahkan para pemula itu, melakukan permainan ski secara natural seperti pemain ski yang hebat! Kuncinya adalah mengidentifikasi esendi dari skill mereka yaitu gerakan-gerakan tertentu yang khas… dalam NLP hal ini disebut “Memodel”.

Oke.. kalau begitu saya mulai berproses… ketika anakku mempelajari gerakan-gerakan lambat permainan skate baik dari film maupun dari PS-nya… saya ikut berdiri disana, merasakan gerakan-gerakan yang sama, pergerakan otot dan tulang yang sama, saya bergerak mengikuti apa yang saya lihat, saya rasakan, saya dengarkan semua suara yang ada: obrolan para skater, suara gedebak-gedebuk papan skate bahkan decitan ketika berbalik arah. Kita kuasai VAKOG-nya. Saya katakan pada anak saya: “Kita bisa belajar dari film itu… ayo Koh (namanya Kokoh)… sambil melihat secara lambat, kita ikuti gerakannya…Anchor! dan Appropriate!”

Anak saya mengatakan waaah… cuman ngelihat saja kan belum tentu bisa… dan saya tertantang… ayo kita coba… dan untuk anakku yang sedang latihan fotography sekalian saja belajar mengabadikan perilaku ibunya…

Ok.. step-stepnya adalah:

  • Bayangkan seperti apa skater beraksi?
  • Lenturkan kaki… lihatlah bagaimana para skater sejati melakukannya dan… be a modeler
  • Rasakan dan ikuti kemana arah kinestetik sang juara, beraksi…
  • Luaskan pemahaman pada setiap sisi… rasakan… bayangkan… dengarkan apa yang sebaiknya dilakukan…
  • Jatuh? Jatuhlah dengan nyaman dan bangkit kembali.

Jadi janganlah membuat blocking untuk ketidak mampuan kita BELAJAR. Tidak mampu, tidak ada fasilitas, sulit… JANGAN SEBUTKAN HAL2 ITU DI DEPAN ANAK2 KITA…
Satu patokan yang menarik adalah: TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN.. dan kita bisa mengekselensi apapun… Contohnya mengekselensi relationship…lebih kompetitif di pasar bebas.. maka gerakan-gerakan kuncinya adalah bukan pada otot dan tulang melainkan dalam INNER THOUGHT seseorang… rasakan, dengarkan, bayangkan, kata-kata, penggambaran, perasaan dan keyakinan orang yang akan kita model.. rasanya kita pernah melakukan hal itu di kelas… untuk yang pilihan bebas, saya memilih Johny Depp sedangkan untuk yang wajib tentusaja pak Bandler… (thanks to pak Ronny… ini sangat menginspirasi saya…) dan didalam memodel Inner Thought inilah kita belajar menggali informasi: “Apa yang harus saya ketahui untuk membuat suatu keputusan?” “Hal hebat apa yang dirasakan ketika membuat keputusan yang hebat?” “Apa keuntungan besarnya?” “Step-step efektif dan luar biasa apa yang bisa dilaksanakan?”

Lalu ada pertanyaan yang sedikit membuat dahiku berkerut, katanya: “Kalo begitu, me-model aja… langsung pinter… tanpa harus belajar lagi…!” Wah itu adalah pemahaman yang keliru… Memodel hanyalah kunci membuka blocking mental… masalah keahlian dan pengetahuan (skill and knowledge, ingat kata Gallup) adalah urusan belajar dan latihan yang terus menerus.

Jadi tepat sekali apa kata teman saya Rosita “Jangan pernah berkata dan berfikir negatif di mana saja…apalagi di depan anak2 kita…” dan berikanlah kesempatan seluas-luasnya pada anak-anak kita untuk belajar. Sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin… (nah menurut bahasa yang ditangkap otak artinya: ada yang mungkin… karena kata tidak, tidak dikenali otak subcouscius kita).

Ok… latihlah DTI kita, begitu pak Istoto berkomentar…DTI adalah Deep Trance Identification, salah satu cara memodel selain 5A (Self modeling) dan CoEx (memodel Excellence orang). DTI adalah salah satu teknik Inti yang baik sekali untuk memodel excellent orang, begitu kata pak Istoto…Lalu ditambahkan oleh pak Ronny: DTI berarti bertambah Deep Trance-nya. Ok! Luar biasa ya? Ini akan memudahkan kita keluar dari mental blok yang kita ‘nikmati’… hm penderitaan kok dinikmati ya? Mungkin maksud kita adalah kita sudah pasrah dengan kekurangan kita… Waaw… saya jadi gemas melakukan memodel ini pada kegiatan masa kecil saya… mau tau apa? Waaah akan saya rahasiakan dulu… ini akan menjadi kejutan, nanti ketika kita berkumpul bersama… ayo…semangaT untuk mengOlah poTEnsi kita!

4 Responses to “Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…”

  1. Nufirwan said:

    Wow…luar biasa, memang ilmu modeling NLP luar biasa. Semakin dipraktekan semakin kagum dibuatnya. Take action miracle happen. Sukses ya mbak Endah. Terima kasih pak Ronny atas ilmu dahsyatnya

  2. Adam Hidayat said:

    Makasih atas artikel yang bermanfaatnya Ibu Endah. Makin menambah wawasan untuk mempraktekan juga ke anak saya. Sukses selalu dan salam juga untuk Johny Depp-nya ya…

  3. Joseph Pascalis said:

    Fantastic, amazing….MANTAP!!!
    Kalau mengikuti kata demi kata, kalimat demi kalimat, saya langsung mengalami Deep Trance :)
    Luar biasa Mba Endah, kalimat2 nya mengadung kekuatan untuk membuat seluruh indera saya bekerja, sehingga saya seolah – olah ikut bermain ski. Menurut saya, banyak perkembangan hal2 positif yang cepat dan luar biasa dari Mba Endah sejak selesai mengambil master pract dan memutuskan untuk selalu mempraktekkannya. Terlihat dari pertemuan kita terakhir, dari fisiologi yang tegak, tenang dan percaya diri, air muka yang ceria dan bercahaya, sampai dengan cara bicara yang menunjukkan database Map yang sangat luas. Ditambah lagi membaca sharing ini, saya semakin yakin, ini hasil dari one step forward yang Mba Endah lakukan dengan memutuskan langsung mengikuti Master Pract. istilah2nya pun keren neh. Melihat dan mendengarkan langsung dari para praktisi Master Pract saya semakin mantap dan terus merubah schedule supaya harus ikut april ini!!) :)

  4. Heru Kurnianto Tjahjono said:

    Alhamdulillah dan terima kasih sharingnya………

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>