Republik NLP ™

Sebuah Mimpi Mengenai Neuro-Linguistic Programming

313 views Print This Post Print This Post
May
15

Trilogi Sapujagad: # 3 Episode Dejavu

Posted by republiknlp

(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)

Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™

Minggu ini acara begitu padatnya. Harus bolak balik ke luar kota yang dekat maupun yang jauh. Ditambah lagi dengan acara – acara pertemuan keluarga yang dihelat di rumah keluarga (istri dan anak – anak) saya. Jadwal sudah disusun dan acara harus berjalan dengan sukses. Artinya  acaranya lancar, badan dan pikiran puas dan prima serta batin diresapi dengan rasa syukur karena NikmatNYA dan dapat membahagiakan orang lain (klien, audience dan para tamu).

Cuaca di lereng gunung pananggunan masih sangat redup, di penghujung musim hujan ini, gerimis besar – besar justru lebih kerap datang dan setiap hari. Suasana Quantum Spiritual Awakening Training dengan thema Redesigning The Future berlangsung begitu baik. Flow mengalir dengan mulus dan sayapun berada dalam trance di ruangan pelatihan itu.  Sesi satu saya mencak – mencak setelah kemasukan ruh yang energik. Sesi Ke dua, saya trance ketika saya mengakses kejujuran dan keterbukaan dalam sesi knowing myself - Mengupas You and Your Own – siapa yang tahu tentang dirinya, dia tahu tentang tuhannya. Suara saya naik, turun, mendesah, merintih, menangis, sesuai dengan emosi seakan dalam training EQ yang pernah saya ikuti dulu. Dan seterusnya ….

Cuaca di antara mega – mega putih, yang kemudian menjadi mendung – mendung yang agak tebal, menyapu badan pesawat yang saya tumpangi di pagi hari itu. Pesawat berguncang – guncang dan kadang turun mendadak ketika amblas ke dalam ruang hampa. Beberapa penonton menjerit dan kadang mengumpat cuaca yang dijadikan biang kekesalannya. Kemudian pilot mengumumkan bahwa hanya satu landasan yang bisa dipakai di bandara. Pesawat akan turun ke landasan kira – kira 30 menit lagi karena harus antri dan celakanya nomor antrian adalah nomor 9.

Kayak film Diehard jadinya. Kacaunya lagi pesawat tetap dalam posisi terbang menembus mendung – mendung yang pekat tadi sehingga keadaan benar – benar tidak nyaman. Saya fokus pada satu titik saja, relaks, dan saya squish kondisi – kondisi yang ada pada di lima sensor saya jadi satu saja yakni nyaman. Saya tarik nafas – nafas kuat – kuat tiga kali, dalam setiap hitungan saya bayangkan tubuh saya mengecil, mengecil dan hilang. Saya kembali ke alam keberadaan, ketika roda pesawat menyentuh landasan dengan suara gemuruhnya mesin yang tertahan oleh rem. 30 menit lewat tanpa terdengar lagi suara – suara umpatan dan jalan – jalan terjal di udara yang cukup membuat tidak nyaman. Memang tidur nyenyak itu pekerjaan yang paling nyaman …

Siang itu waktu menunjukkan pukul 10.00. Partner saya mengajak untuk berangkat menemui klien yang sudah lewat tenggat waktu (deadline) 10 hari lalu, karena berbagai kesibukan. Rencananya adalah kami harus merevisi proposal dan run down pelatihan pada jam 09.00 pagi itu dan baru ketemu klien pada saat jam 13.00, sambil makan siang. Ternyata setelah diskusi sejenak, waktu telah beranjak setengah jam. Diskusi dihentikan dan saya diajak berangkat, karena ada sesuatu hal penting yang harus diselesaikan oleh partner saya di tempat lain. Tidak terasa jam telah mendekati pukul 12.00 dan klien menelpon bahwa dia sudah siap di tempat pertemuan.  Setelah memesan menu makan siang, acara dimulai. Partner saya mencoba melakukan eliciting mengenai output dan outcomes yang diinginkan melalui revisi itu. Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar, partner sayapun dengan tenang menjawab bahwa saya sudah siap dengan program yang telah direvisi. Saya agak kaget karena saya tidak siap sama sekali. Saya betul – betul tidak siap, karena selama 10 hari saya meninggalkan Surabaya dan kehilangan kontak dengan partner saya karena adanya hambatan teknis dan hal urgensi lainnya. Celakanya lagi lap top tidak bisa saya hidupkan, powernya habis.

Seandainya tadi ada power, maka ketika klien menjelaskan, maka saya dapat melakukan revisi sambil mendengarkan beliau. Jadi selama setengah jam saya hanya bisa melakukan swish pattern dan pacing. Pattern-nya  juga hanya menyalurkan vibrasi positif kepada klien agar beliau tetap terbuka terhadap kondisi kami. Ketika saya sampaikan kepada partner saya bahwa lap top saya tidak bisa dihidupkan, maka partner saya bergegas menuju ke lapangan parkir kembali untuk mengambil lap topnya sendiri. Tadi memang kami sepakat untuk bawa satu laptop saja. Oops … senyampang hanya berdua itu, klien mulai membuka beberapa ketidak nyamanannya dengan situasi ini, karena seharusnya pekerjaan ini sudah seharusnya selesai sebelumnya. Sayapun mengikuti tonalitynya dengan menanyakan sebetulnya kapan jadwal tentativenya untuk pelatihan ini. Beliau menyampaikan masih tiga minggu lagi, tetapi masalahnya minggu ini beliau harus pergi ke luar negeri, jadi ingin semua yang berkaitan dengan pelatihan ini selesai sebelum beliau berangkat. Partner saya datang, langsung buka laptop dan pada saat yang sama telepon genggam klien berbunyi. Beliau telah ditunggu oleh direksi lain untuk rapat. Kemudian beliau tersenyum dan mengatakan “saya tunggu emailnya, siang ini sebelum jam pulang”. Setelah itu, berpamitan dan menjabat tangan kami berdua. Oops …. Tidak ada kata – kata lain kecuali membalas senyumnya, menjabat tanggannya dan menyampaikan “siap pak …”.

Setelah beliau hilang dari mata saya. Pertama saya melakukan reframing bahwa jam pulang direksi seperti beliau adalah jam 19.00 atau 20.00. Jadi masa ada waktu lebih dari cukup. Kedua, Sayapun segera mengakses energy dari alam semesta, mengalirkannya ke seluruh tubuh dari ujung kepala dan ke seluruh anggota tubuh saya. Terasa kesegaran dan kebugaran mengalir. Saya memanggil alam bawah sadar saya dan mengalirkan pengetahuan saya (yang cetek) tentang NLP. Rasanya kekuatan NLP mengalir ke seluruh tubuh saya sekarang. Tiba – tiba saya berjalan ke depan kasir, seorang waiter menanyakan “apa yang bisa dibantu pak?.”. “oh saya perlu stekker untuk charge lap top saya”. Dia bilang “tidak punya kabel gulung”. Lalu meninggalkan saya. Saya masih terpaku disana dan belum satu menit, temannya datang dari luar membawa kabel gulung dan steker. Dia bilang “pasti bapak perlu ini, saya tadi perhatikan bapak bawa laptop dan berpikir bahwa bapak pasti akan bekerja disini, makanya saya pinjam kabel ini ke salon sebelah”. Horee … terima kasih, sorak saya dalam hati.

Saya hidupkan lap top. Saya belum tahu hendak mengetik apa ketika file proposal lam sudah muncul di layar. Partner sudah sibuk dengan merubah paragrap demi paragrap di run down pelatihan, sementara saya yang kebagian memperbaiki proposalnya belum kerja. Saya pindahkna mata saya ke atas telinga untuk mencari file, halaman, kalimat yang hilang, karena pada saat mengakses kalimat dari klien tadi, saya merasa bahwa saya sangat familiar dengan kalimat – kalimat beliau. Saya ketik sebaris kata pada kotak “search” dan keluarlah lebih dari 10 pilihan. Saya bilang lagi ke dalam diri saya, jangan sampai buka lebih dari 3 file dan tidak ketemu ya. Nah seperti biasanya … teknik ini bekerja dengan baik … pada file ke dua muncul di layar sebuah synopsis dari proposal yang telah saya buat sekitar 4 tahun lalu. Isinya pas dan mirip seperti yang disampaikan sang Direktur tadi. File di copy, paste dan disambung dengan rundown. Selesai. Dikirim by email dari restaurant tersebut. Dikonfirmasi pakai sms. Setengah jam kemudian, muncul jawaban : “well done, gentlemen. Thx.” Kamipun pulang dengan perasaan plong bolong.

Dejavu kah ?. Saya tidak tahu.  Saat itu yang saya tahu adalah teknik – teknik NLP yang saya pelajari dan dalami membuat saya tidak panikan dan yakin selalu ada jalan yang memudahkan atau dimudahkan. Pada setiap kesulitan selalu ada atau diikuti dengan kemudahan.

  1. Fitra Said,

    Pak Bambang,
    fenomena itu diterangkan di Al-Quran dalam Surat Al-Insyirah (94)
    ayat
    5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
    6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
    7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
    8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

    Semoga mencerahkan

    Sukses Pak Proyek Trainingnya !!!

Add A Comment