Self Empowering # 7 : Mandi Swish Pattern
May 15, 2009
Bersih dan Suci Lahir-Batin Plus Nge-Attract
Oleh : Fitra Faturachman, Licensed Practitioner of NLP ™
Assalamu’alaikum NLPer semua . . . .
Bagaimana kabar Anda dalam mempraktekkan NLP dalam kehidupan Anda, entah itu kehidupan pribadi, keluarga, dengan pasangan, dengan anak-anak, dalam kehidupan bisnis dan profesional di tempat usaha dan kerja Anda ? Semoga Insya Allah lancar dan mudah mempraktekkan dan menuliskan serta membaginya dengan warga republiknlp,NLPers dan seluruh pembaca tulisan ini.
Pengalaman saya dalam mempraktekkan NLP dalam kehidupan dan menuliskannya kembali menjadi tulisan seperti ini seperti menaiki dan menuruni tangga learning process, dari conscious competence ke unconscious competence lalu turun sebentar ke conscious competence untuk menuliskan kembali, lalu naik kembali ke unconscious competence untuk terus mempraktekkan latihan-latihan NLP lagi.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi mengenai pengalaman menerapkan NLP di kehidupan saya. Sederhana saja, dalam urusan mandi – yang tentunya juga Anda lakukan sehari-hari, entah itu sehari sekali, sehari dua kali atau dua hari sekali . . . . heeee
Ide ini memang dari Pak Ronny, Trainer saya saat mengikuti Licensed Practitioner of NLP TM. Ide tersebut melengkapi ide saya, yang sudah saya lakukan ide ini sejak saya SMP, kira-kira di usia 13 atau 14 tahun.
Begini cerita lengkapnya . . . .
Ketika akan mandi, seperti biasa, saya niat terlebih dulu. Saya niatkan untuk “membersihkan dan mensucikan diri dari segala sesuatu yang tidak dirahmati, diridhoi & diberkahi Allah; membersihkan dan mensucikan diri dari segala sesuatu yang haram, makruh dan syubhat – yang ada dan/atau mungkin ada di dalam diri saya; membersihkan dan mensucikan diri dari dosa, ma’shiyat, kesalahan, kekhilafan, kelalaian, kealpaan, kemalasan dan menunda-nunda dalam menjalankan segala perintah dan kebaikan yang datang dari Allah; membersihkan dan mensucikan diri dari segala kotoran dan penyakit – lahir-batin, fisik-mental, dan jiwa-raga; membersihkan dan mensucikan diri dari segala sesuatu yang negatif – pikiran negatif, perasaan negatif, energi negatif, aura negatif, dan memori negatif, negatif bagi aktualisasi fitrahku : fitrah gharizah dan fitrah munazalahku. Dan setelah Kau bersihkan dan sucikan hamba dari segala sesuatu yang negatif, Semoga Kau tinggalkan untukku hikmah dan pelajaran yang positif dan bermanfaat bagiku, untukku meningkatkan kualitas diri, juga kualitas dan kuantitas-hidup dan kehidupanku. Aaamiin Yaa Allah” Semua niat itu saya lantunkan dihati sambil mengairi (mengalirkan air) ke seluruh tubuh hingga basah dari kepala sampai kaki.
Selanjutnya sambil melanjutkan ritualnya orang mandi, seperti biasa, yaitu sikat gigi, mencuci muka dengan facial foam atau busa sabun biasa, keramas dan seterusnya menyabuni seluruh tubuh dengan sabun.
Berikutnya, disiraman untuk membersihkan busa sabun dari seluruh tubuh, saya mohonkan kepada Allah hal-hal berikut ini : “Ya Allah aku mohon pada_Mu : kebersihan, kesucian dan kesehatan lahir-batin, fisik-mental dan jiwa-raga; dan aku mohon ketaatan, ketaqwaan dan ketundukan hanya pada_Mu Yaa Allah; dan aku mohon ilmu yang positif dan bermanfaat dari Engkau Ya Allah, dari alam semesta dan dari pengalaman-pengalaman hidupku untuk meningkatkan kualitas diriku, dan kualitas dan kuantitas-hidup dan kehidupanku bersama keluargaku, keluarga orangtuaku dan keluarga mertuaku; dan aku mohon rahmat_Mu, keridhoan_Mu dan keberkahan_Mu serta rizqi_Mu : rizqan halalan-thayyiban-mubarakan fihi, berupa [keinginan-keinginan saya]”, yang semua permohonan saya tersebut saya bayangkan, imajinasikan seperti gelembung-gelembung (bubbles) bening yang didalamnya berisi doa-doa dan keinginan-keinginan saya – yang terapung-apung diatas bak yang digunakan untuk menampung air di kamar mandi saya. Setelah semua gelembung-gelembung itu jelas dimata saya, di rasa saya, barulah saya ambil air dan gelembung-gelembung itu secepat mungkin dan menyiramkannya ke wajah dan seluruh tubuh saya sambil saya mengucapkan dihati Basmallah dan Shawalat, disertai dengan ucapan “Swish” seraya saya merasakan kesemua gelembung itu masuk ke diri saya, menjadi satu dengan diri saya. Saya lakukan hal ini sambil membersihkan tubuh dari sisa-sisa busa sabun yang masih tertinggal di badan.
Setelah tubuh bersih dari sabun, saya tenangkan diri dengan diam sambil menangkupkan tangan di dada dan meng-associate-kan diri seluruh doa, permohonan dan keinginan saya tadi. Masuk ke dalam pengalaman memiliki dan mendapatkan keinginan-keinginan saya. Menikmati pengalamannya satu per satu dari keinginan saya. Sampai saya selesai dengan dengan semua pengalaman keinginan saya.
Alhamdulillah . . . .
Terima kasih Yaa Allah . . . .
Sambil saya menarik nafas panjang dengan pelan, legaaaaa . . . .
Akhirnya saya menyelesaikan mandi dengan berwudhu dan keluar kamar mandi dengan perasaan-perasaan luar biasa : lengkap, utuh, penuh, terintegrasi, feel accomplish, feel abundance, feel greatfully, bersih, suci dan mendapatkan semua yang saya inginkan.
Saya Siap untuk Menjalani Hari Ini bersama_Mu Yaa Allah !
Dan saya niatkan, setiap kali saya mandi saya gunakan atau niatkan kembali niat dan permohonan saya seperti tertulis diatas.
Demikian sharing singkat dan sederhana dari saya. Semoga bermanfaat !
Wassalamu’alaikum NLPer semua
“Salam Empowering!”
Fitra Faturachman
“Empowering Trainer, Empowering You !”

Posted in 

content rss
June 27th, 2009 at 4:28 am
Info tambahan bagi para pembaca & warga Republik NLP
Dari salah satu hal yang saya attract (yang saya inginkan) sudah ada yang mewujud antara lain yaitu menjadi PNS Guru BK di SMAN 1 Nagrak, Sukabumi, EMPOWERING INDONESIA Perusahaan Training & Consulting yang sedang saya rintis saat ini dan berikutnya Insya Allah akan menyusul hal-hal yang saya inginkan !!!
Alhamdulillaaaaah . . . .