439 viewsPrint This Post Print This Post

Self Empowering # 6 : Aura modelling

Date May 15, 2009

Memodel Prof Habibie dan Merasa Cerdas

Oleh : Fitra Faturachman, Licensed Practitioner of NLP ™

Assalamu’alaikum NLPer semua . . . .

Bagaimana kabar Anda dalam mempraktekkan NLP dalam kehidupan Anda, entah itu kehidupan pribadi, keluarga, dengan pasangan, dengan anak-anak, dalam kehidupan bisnis dan profesional di tempat usaha dan kerja Anda ? Semoga Insya Allah lancar dan mudah mempraktekkan dan menuliskan serta membaginya dengan warga republiknlp,NLPers dan seluruh pembaca tulisan ini.

Pada kesempatan tulisan ini, saya ingin sharing mengenai pengalaman saya menggunakan NLP dalam kehidupan saya. Kali ini kisahnya mengenai State of Excellence, atau sering juga disebut Circle of Excellence.
Begini ceritanya . . . .

Salah seorang Guru saya bernama Ust. Muhammad Nasuha, panggilan beliau Ust Anas. Beliau saya temui sejak saya di bangku SMP, kelas 2 (dua), dimana waktu itu saya mengikuti pengajian dzikir dan shalawat yang beliau pimpin di setiap malam rabu ba’da ‘Isya. Saat itu, pengajian berjalan rutin sebagaimana biasa seminggu sekali. Suatu kali saat saya mau menghadapi ujian semester, saya bertanya ke Ust Anas, “Tadz, saya mau ujian semester minggu depan, apa yang Ust sarankan untuk saya ?” begitu tanya saya.

Beliau menceritakan mengenai “menggunakan aura orang yang diinginkan ketika ingin menghadapi suatu situasi tertentu”. Diawali dengan doa dan shalawat ditambah dengan mendoakan orang yang mau digunakan auranya. Lalu, memasukkan aura orang tersebut ke diri sendiri. “Ya, contohnya, kalo mau belajar dan lulus ujian, pinjem aja auranya orang yang cerdas, yang pinter gitu”lanjut Ust Anas. “Prof. Habibie, misalnya”kata Ust Anas. Dan lalu, “Yakin aja, kita udah memiliki aura orang tersebut sambil melakukan apa yang perlu kita lakukan !”

Demikian nasehat Ust Anas ke saya, disaat itu. Nasehat tersebut saya gunakan dalam proses belajar dan menghadapi ujian saya. It’s work ! Berhasil ! Saya berhasil belajar dengan percaya diri dan mendapat nilai yang memuaskan. Nah, sejak saat itu setiap kali saya mau belajar dan menghadapi situasi ujian, saya selalu menggunakan ‘teknik aura’ tersebut.

Lama waktu berlalu, hingga saya mengikuti Practitioner NLP dari NF NLP bersama Mas Abdul Aziez dari NLP Consult Indonesia. Ketika itu saya dikenalkan dan diajari mengenai State of Excellence atau Circle of Excellence. Ketika memahami ‘apa’ dan ‘bagaimana’ State of Excellence itu, saya jadi teringat kembali mengenai ‘menggunakan aura’ yang diajarkan Ust saya, Ust Anas, seperti yang sudah saya ceritakan diatas.
Kini setelah mengikuti 2 (dua) kali Practitioner NLP, dari NF NLP dan dari The Society of NLPTM / Dr. Richard Bandler, yang mengajarkan State of Excellence atau Circle of Excellence, dan saya sebelumnya telah mendapatkan ‘teknik aura’ dari Ust saya, saya ingin ‘menggabungkan’ kesemua tool tersebut menjadi “Aura Modelling”.

Sebenarnya Aura Modelling ini adalah State of Excellence dengan menggunakan aura figur orang yang ingin dimodel. State of Excellence sendiri dapat diterapkan dengan menggunakan pengalaman sendiri atau meng-create figur orang lain yang diinginkan untuk dimodel.

Berikut ini langkah-langkah Aura Modelling :

  1. Tentukan figur orang yang kualitasnya ingin Anda model atau Anda akuisisi menjadi bagian diri Anda
    Sambil Anda menentukan figur yang ingin Anda model itu, Anda dapat meniatkan di hati untuk memodel atau meminjam aura orang yang ingin Anda model dan mendoakan kebaikan-kebaikan bagi orang tersebut.
  2. Bayangkan atau rasakan sebuah lingkaran atau bentuk lain yang Anda inginkan, berada di depan Anda
  3. Letakkan figur dan aura orang yang ingin Anda model diatas lingkaran atau bentuk itu.
  4. Perkuat figur dan aura yang Anda bayangkan atau rasakan itu. Beberapa dari Anda mungkin bisa melihat bentuk dan warnanya, maka perjelas bentuk dan warnanya. Beberapa dari Anda mungkin bisa mendengar suara-suara dari figur dan aura model Anda, maka perjelas suara-suara yang terdengar. Beberapa dari Anda mungkin bisa merasakan figur dan aura model Anda, maka perkuat rasa yang timbul dari figur dan aura model Anda. Semakin Jelas, Semakin Nyata, dan Semakin Kuat bayangan atau rasa dari figur dan aura model yang Anda bayangkan atau rasakan, Semakin Bagus !
  5. Lakukan Anchoring atau Set The Anchor secara Visual dengan membayangkan sesuatu, secara Auditori dengan mendengar sesuatu atau secara Kinestetik dengan menekan satu titik di bagian tubuh Anda, Sambil Anda Mengasosiasikan dengan bayangan atau rasa Figur dan Aura Model yang Semakin Kuat
  6. Keluar sebentar dari lingkaran atau bentuk itu tadi, dis-associate dengan pengalaman sebelumnya. Break State. Gelengkan kepala, lihat dan sadari keadaan sekeling. Tarik nafas ringan, perlahan. Lalu, siap untuk mulai lagi.
  7. Siapkan diri Anda ! Lakukan kembali langkah kedua ? access
  8. Bayangkan atau rasakan di situasi lain apa Anda ingin menerapkan kualitas dari figur dan aura model yang telah Anda akuisisi tadi, bisa situasi di masa kini maupun di masa yang akan datang. Dan lakukan langkah ke empat ? amplify
  9. Masuk ke dalam lingkaran atau bentuk itu dan Fire The Anchor, picu Anchor yang tadi telah Anda buat (Set) sebelumnya. Jadikan satu antara pengalaman yang di-Anchor dengan situasi lain yang ingin diterapkan, bisa situasi di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Demikianlah langkah-langkah Aura Modelling

Sederhananya langkah-langkah diatas dapat disingkat menjadi 4 A, yaitu :

  1. Access : Akses
  2. Amplify : Perkuat
  3. Anchor : Menjangkar
  4. Apply : Test Anchor
  5. Appropriate : Terapkan pada situasi yang tepat/sesuai yang diinginkan

Aura Modelling ini, sebagaimana State of Excellence atau Circle of Excellence, dapat digunakan untuk situasi apapun, misalnya memulai belajar dan menghadapi ujian, melakukan deal dengan customer, persiapan sebelum melakukan negosiasi dengan calon klien, sesaat sebelum tampil maju ke depan atau di panggung – bagi guru, trainer atau fasilitator. Di samping itu, orang yang dimodel pun bisa siapa saja selama orang yang dimodel masih hidup dan memiliki kualitas-kualitas yang ingin Anda Model. Hal ini untuk memudahkan dan kebaikan Anda sendiri.

Demikian sharing saya kali ini. Semoga Bermanfaat !
Wassalamu’alaikum wr. wb
“Salam Empowering!”

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>