Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner
Sunday May 20th 2012

Trilogy Sapujagat: # 1 Episode Psychomorphosis

(Sapujagat dikonotasikan dengan seseorang yang serba bisa atau sesuatu yang bisa dipakai untuk apa saja)

Oleh : Bambang Suyono, Licensed Practitioner of NLP ™

Jauh sebelum masa – masa kini datang, masa – masa NLP ini, salah satu sifat yang terus terpupuk dalam diri saya adalah rasa sosial atau kesetia kawanan yang tinggi. Bahkan perasaan ini kemudian menjadi semacam belief dan behavior dalam diri saya. Kadang sifat ini menyenangkan karena menjadikan saya mempunyai banyak teman dan sahabat, kadang pula ini “menyulitkan” karena saya jadi sulit mengatakan “tidak” kepada orang yang meminta bantuan kepada saya.

Jauh pula di masa lalu, dalam perjalanan hidup ini, sering kali saya menjadi hipokrit, karena tidak ingin melukai atau rasa sungkan yang kelewat tinggi untuk mengatakan “tidak” atas sebuah undangan, maka di telpon saya mengatakan “ok. Insya Allah ya” … maksudnya adalah : “saya tidak akan datang, karena saya memang tidak bisa datang …. !.  gila yaa .. berani bohong atas nama Tuhan …

Di lain hari saya diminta bantuan oleh teman yang datang entah dari mana untuk meminjami sejumlah uang celakanya saya lagi tidak punya, sayapun enggan mengatakan “tidak” tapi saya malah memberikan angin surga. Walaupun pada akhirnya saya harus sacrifice something untuk memuaskan super ego saya ini.

Celakanya lama – lama saya menjadi tidak suka terhadap orang – orang yang tidak punya sifat seperti saya itu. Bertahun – tahun itu terjadi. Sampai suatu hari dengan berjalannya waktu, dengan semakin kayanya map yang saya punya sifat ini perlahan – lahan menipis, mengecil dan neutral. Artinya saya masih tetap setia kawan dan sosial, ditambah dengan berani mengatakan “tidak” tanpa rasa sungkan lagi, serta bisa mengapresiasi orang lain yang belum punya map yang sama seperti itu.

Saya perlu waktu bertahun – tahun, bahkan puluhan tahun, untuk me-minimize sifat, belief atau perilaku ini, walaupun tidak semunya bisa dikatakan buruk. Bagaimanapun rasa belas kasihan dan suka menolong merupakan sifat dasar untuk menjadi lebih arif, bijak, syukur dan berkelimpahan. Ini adalah sisi koin yang lain dari elemen buruk yang saya uraikan di atas.

Sekarang dengan teknik praktis NLP, semuanya menjadi lebih mudah dan dimudahkan. Membuang elemen – elemen buruk itu dengan NBG (new behavior generation) cukup dalam hitungan menit, jam atau hari, tanpa harus menghilangkan elemen baiknya. Membuang map – map yang tidak berguna dan menggantinya dengan yang lebih bermanfaat dengan swish pattern merupakan sebuah cara yang efektif buat saya.

2 Comments for “Trilogy Sapujagat: # 1 Episode Psychomorphosis”

  • Yadi says:

    mas cara mengubah belief dengan nlp supaya langsung masuk alam bawah sadar, bagaimana?

  • Fitra says:

    Cerita yang singkat & menginspirasi, Pak Bambang
    Dengan judul yang membuat penasaran & isinya yang singkat membuat tulisan ini menginspirasi saya (mungkin juga pembaca lainnya) untuk melakukan TDS (Trans Derivational Search) ke pengalaman-pengalaman saya sendiri

    Luar biasa !!! Hebat Pak Bambang !!!

    Barakallah ‘alaik


Leave a Comment

More from category

“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities

Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan [Read More]

EFT & Submodality NLP

Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak [Read More]

Membuang pengalaman buruk dengan Submodality

Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan [Read More]

NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit

Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat [Read More]

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat [Read More]

Insider

Archives