Program untuk Anak tersayang
January 20, 2009
Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Baik …, saya adalah orang yang berutung di dunia ini, pendidikan dan pekerjaan yang saya dapatkan adalah pendidikan dan pekerjaan yang saya ingin dan cita-citakan. Serta keberuntungan keberuntungan lainnya yang terjadi saat ini dan seterusnya.
Saya juga beruntung sekali karena dikaruniai dua orang anak laki-laki dan perempuan, anak saya juga beruntung karena nama-namanya menggunakan presuposition yang baik. Anak perempuan, saya beri nama yang artinya ‘Bunga Surga’ sedangkan laki-laki saya arti namanya adalah ‘Ahli Surga’.
Hampir setiap hari anak-anak saat bicara santai atau main dengan mereka saya selalu panggil namanya dengan tambahan “cantik, pinter, sholehah” untuk yang perempuan sedangkan yang laki-laki biasanya menggunakan “ganteng, pintar, sholeh“ … dan sekarang saya tambahkan lagi dengan berkelimpahan. Kata berkelimpahan ini baru kepikir kemudian, nggak lucu kalau sudah cantik, pinter dan sholehah tapi kurang berkelimpahan sehingga tentu saja kurang enak.
Mengapa saya selalu mengatakan itu pada anak-anak, padahal itukan tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya belum bisa shalat 5 waktu dengan lengkap, polahnya kadang-kadang juga kurang menyenangkan dan beberapa hal lainnya yang tidak menunjukkan sifat yang saya sebutkan tadi.
Masa sih anak-anak dengan sifat yang seperti itu dikatakan sholeh, sholeh nya dimana? Nilai disekolahnya juga hanya begitu kenapa dibilang pintar? Mungkinkah saya tidak jujur? Karena menilai anak kita saya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Memang benar …, kata-kata tadi bukanlah penilaian saya terhadap anak-anak saya tapi itulah keinginan dan do’a saya sebagai orang tua untuk mereka.
Saya menginginkan mereka menjadi ganteng, pinter, sholeh dan berkelimpahan untuk yang putra dan keinginan yang sama untuk yang putri. Mungkin memang sekarang ini mereka belum seperti apa yang kita ucapkan tapi kita berharap pada saatnya nanti kenginan tersebut pasti terwujud. Bukankan Allah swt akan mengabulkan do’a-do’a hambanya..
Mungkin metaphor ini akan menjelaskan, kalau kita menanam anggur akan berbuah anggur, menanam padi juga berbuah padi, menanam jangung tentu berbuah jagung. Tidak pernah ada di dunia ini kalau kita tanam anggur berbuah jagung. Setiap kita tanam kebaikan Insya Allah akan berbuah kebaikan. Begitulah rumusannya!
Marilah kita cermati empat penjelasan berikut ini untuk memperjelas apa yang telah diurakan di depan:
1. Keinginkan dan ucapan adalah do’a.
Saat kita mengucapkan kata-kata tentu saja ada keinginan yang ingin kita sampaikan dalam hal ini ke anak-anak kita, sa’at keinginan sudah berada dalam pikiran sesungguhnya sudah ada vibrasi yang kita sampaikan, vibrasi yang positif merupakan do’a yang positif sementara itu vibrasi yang negatif tidak usah dibahas.
2. Kata-kata yang diulang-ulang akan masuk ke pikiran bawah sadar.
Kata-kata yang diulang-ulang akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar, bawah sadar yang awalnya menolak karena kata-kata tersebut karena belum benar karena di filter dipikiran. Ucapan yang dilakukan berulang-ulang bisa membuat filter tersebut menyerah dan menerima kata-kata yang kita ucapkan tersebut sebagai sebuah kebenaran. Nah … ini yang kita inginkan pikiran bawah sadar membenarkan kata-kata tadi dan tentu saja akan merealisasikan kata-kata tersebut untuk sang anak.
3. Tubuh manusia sebagian besar terbuat dari cairan.
Menurut penelitian dari ahli Jepang air yang di berikan do’a, afirmasi dan kata-kata positif akan menjadi kristal yang baik.
Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan yang juga merespon kata-kata tersebut menjadi kristal, karena kata-kata tersebut direspon seperti air maka kita merasa sangat bahagia dan nyaman saat disanjung. Karena itu sanjunglah suami atau istri anda sekarang.
4. Anak-anak masih kecil, masih gampang trance.
Trance adalah saat terbaik untuk memasukkan atau mengistal program baru, ucapan dan pujian sangat mudah diinstal pada saat trance. Pada saat Trance RAS terbuka dengan baik sehingga pikiran bawah sadar sang anak akan menerima kata-kata atau pujian yang kita ucapkan dan bawah sadar akan anggapnya sebagai kebenaran.
Program-program terbaiklah yang harusnya ditanamkan kepada anak, agar pada saat diperlukan mereka sudah mempunyai dasar yang baik dalam memaknai kejadian-kejadian yang akan dialaminya, karena program yang ditanamkan kepadanya menunjang itu.
Kita tentu saja maklum masa anak-anak adalah saat seseorang menyerap masukan sebanyak-banyaknya untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik selanjutnya. Sebelum menjadi dewasa manusia biasanya dalam menjalankan kehidupannya selalu mengakses pikiran bawah sadarnya yang telah disiapkan Allah Swt seperti menangis saat baru lahir, saat haus atau sakit. Menangis adalah salah satu program yang diinstal oleh Allah Swt di pikiran bawah sadar sang bayi sebelum sang bayi tersebut belajar memaknai kehidupan selanjutnya.
Pada masa anak-anak inilah yang masa terbaik untuk kita mengisi anak-anak kita dengan dengan program-program ataupun kata-kata yang baik untuk mereka sebagai modal kehidupannya dimasa mendatang sebelum mereka bisa memaknai kejadian-kejadian yang akan dialaminya.

Posted in 

content rss
January 20th, 2009 at 2:17 am
Assalamu’alaikum mas Tono,
Amin 33 X mas. Kalo BCL saja bisa sukses, apalagi Bunga Surga pasti lebih siiipp… mas sing luwe bener, tubuh manusia itu terbuat dari “air” dulunya … he he he
Sukses terus yaa … Wassalam
Salam berkelimpahan
Bambang
January 28th, 2009 at 5:31 am
Betul pak Bambang ….
Inilah yang diinginkan.
trim ya do’a nya
January 3rd, 2010 at 4:34 pm
Assalamu`alaikum pak Supartono,
Numpang tanya pak Supartono ,pendidikan NLP itu asalnya dari mana ? dan dari mana sertifikat NLP itu di keluarkan ?