483 viewsPrint This Post Print This Post

Become Powerful Parents by Using NLP (1)

Date January 20, 2009

Oleh : Hasbi, Licensed Practitioner of NLP ™

Menjadi orang tua adalah keputusan yang oleh sebagian orang merupakan konsekuensi dari menjadi pasangan suami istri. Tidak jarang kita temui, ketika seseorang menjadi orang tua mereka menjelmakan diri mereka sebagaimana orang tua mereka sendiri, sehingga terjadi pengulangan pola pendidikan dan cara membesarkan anak.  Fenomena lain yang sering juga kita temui adalah para orang tua baru melakukan kebalikan dari pengalaman mereka, jadi jika bila diwaktu kecil mereka terlalu ditekan oleh orang tua mereka, maka sekarang mereka memanjakan anak-anaknya dan cenderung membiarkan anak-anak mereka berlaku sebebas-bebasnya. Jika mereka dulu tidak mampu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan (bisa jadi karena terlalu dilarang, atau memang karena tidak mampu), maka sekarang mereka cenderung memberikan apapun yang diingini oleh anak-anak mereka. Dalam banyak kondisi orang tua sering kalah ‘power’ ketika berhadapan dengan anak-anak mereka.

Beragam keluhan orang tua sering kita dengar, ada yang anaknya susah diatur, ada yang tidak mau makan, ada yang keinginannya mesti diikuti, ada yang terus membuat ‘kekacauan’ di dalam rumah, dan kalau kita list maka kita dapat daftar panjang keluhan orang tua yang begitu ‘powerless’ menghadapi buah hati mereka.

Untuk menutupi ketidakberdayaan mereka, banyak orang tua yang melampiaskannya dengan menunjukkan kekuatan yang bersifat fisik. Maka disini kita akan mendapati daftar panjang peristiwa kekerasan orang tua terhadap anak baik yang kita temui di media cetak dan elektronik, maupun yang sehari-hari kita lihat di lingkungan sekitar kita, atau mungkin yang kita sendiri pernah (kalo tidak sering) lakukan terhadap anak-anak kita sendiri. Yah kita begitu dengan menggunakan kekuatan fisik kita, kita bisa menunjukkan siapa yang berkuasa, kita merasa begitu berdayanya dan begitu powerfulnya. Yaaah…tapi apa yang terjadi beberapa saat setelah itu…penyesalan, kesedihan, dan perasaan-perasaan lain yang sering mengembalikan kita kembali ke kondisi tidak berdaya dihadapan anak-anak kita.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang harus kita lakukan?
Sebagaimana hubungan interpersonal lainnya, hubungan orang tua – anak adalah hubungan dua orang atau dua kelompok manusia yang masing-masing memiliki ego dan kepentingan sendiri-sendiri. Kemampuan kita dalam membangun hubungan yang baik akan sangat menentukan kualitas hubungan orang tua dengan anak-anaknya.

Neuro Linguistic Programming sebagai suatu methode dalam membangun hubungan antar manusia menyediakan beberapa (kalo tidak banyak) alat yang bisa kita gunakan dalam mendidik anak-anak kita.
The Effective Meta Model

Penguasaan meta model akan membantu kita mengidentifikasi pengalaman-pengalaman dalam ‘map’ anak-anak kita. Karena keterbatasan pengalaman maka anak sering melakukan generalisasi terhadap sepenggal pengalaman yang mereka alami. Ketika orang tua juga larut dan mengikuti generalisasi anak-anak mereka, maka orang tua tersebut akan mengalah dan mulai menyalahkan orang lain maupun lingkungan.

Pernyataan seperti, “Semua kawan-kawanku di sekolah nakal, aku ‘gak mau sekolah lagi”, jika tanpa di meta model akan membuat sebagian orang geram dan menyalahkan pihak sekolah yang gagal mendidik murid-muridnya menjadi siswa yang baik. Selanjutnya mereka memindahkan anaknya ke sekolah lain. Tentu saja hal ini akan sangat merepotkan orang tua.

Bagaimana dengan kondisi yang sama kita me-meta model map anak tadi? Hasilnya akan jauh lebih efektif, orang tua tidak perlu menyalahkan orang lain, orang tua tidak perlu repot-repot mencari sekolah baru untuk anak mereka.

The Powerful Reframing

Keterbatasan pengalaman anak sering juga membuat mereka mematok sepenggal pengalaman sebagai suatu yang rigid. Mereka menciptakan satu frame yang sangat subjektif. Dibanyak kondisi orang tua perlu mengubah frame yang dimiliki si anak sehingga mereka bisa melihat warna yang lebih indah dari suatu gambar, bisa mendengar nada yang lebih merdu dari suatu lagi.

The Future is Now with WFO

Well formed outcome adalah suatu alat yang sangat powerful yang dapat digunakan oleh orang tua dalam membentuk anak-anak mereka. Walaupun sebagaimana kata kahlil gibran anak-anak kita adalah panah-panah yang melesat ke masa depan, kita bisa membuat anak-anak panah ini menjadi anak-anak panah yang kuat, tahu ke arah mana mereka akan di tembakkan, dan bisa mencapai titik target yang akan di tuju.

Demikianlah beberapa tools dalam NLP yang bisa kita gunakan untuk menjadikan kita sebagai orang tua yang powerful, semoga semakin banyak orang tua yang menyadari bahwasanya membesarkan dan mendidik anak bukanlah suatu pekerjaan paroh waktu, sambilan, untuk kemudian menyadari bahwasanya kita memiliki sumber daya yang lengkap untuk menjadikan pendidikan anak begitu mudah dan menyenangkan.

Selamat melatih.

2 Responses to “Become Powerful Parents by Using NLP (1)”

  1. Pasni, Sariani said:

    Bravo, way to go for you Mr. Hasbi. I’m aknowledged by your info. I’ll try to apply it to educate my daughter then.

  2. Hasbi said:

    No worries buk. I’m very happy to help.
    Let’s create our future by raising the generation with good and empowering environment.
    cheer

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>