Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner
Thursday February 9th 2012

Utilisasi dalam Hypnosis

Oleh : Henry Yonathan, Licensed Practitioner of NLP ™
Pada tulisan saya terdahulu, Ujian dan Hadiah untuk Kekasih, telah disebutkan bahwa tunangan saya merasa lucu ketika suara saya berubah saat hendak menghipnosis dia, tepatnya saat menginduksi. Hal ini membuat saya tidak bisa membawa dia ke relaksasi yang diingikan, sehingga akhirnya saya pinjam teknik Pak Yan Nurindra untuk ‘bermain’ dengan Mas Fitra. Saya yakin saudara seperguruan NLP Practitioner batch #1 mengetahui persis bagaimana suara tersebut, sebab saya juga memodel guru kita semua, Pak Ronny F.R. Dari kejadian tersebut saya mendapatkan feedback bahwa saya perlu membuat tunangan saya merasa nyaman, mengerti dan percaya. Lalu saya membuat janji dalam hati saya, lain kali dia pasti trance……. (dengan tonalitas suara yang… tau lah :D ).

Beberapa minggu lalu saya berkesempatan untuk melakukan praktek hypnosis kepada tunangan saya. Praktek dilakukan dilantai atas, dimana tidak terlalu banyak gangguan suara. Dan saya membawa sebuah kursi ke atas. Duduklah tunangan saya disana. Saya awali dengan bincang-bincang mengenai hypnosis itu. “Hypnosis adalah salah satu bentuk Altered Conscious State (ACS), seperti halnya efek dari bius (dalam hal operasi), obat-obatan dan alkohol. Pernah tidak sengaja jari teriris pisau dan tidak langsung terasa sakit? Ya, itu karena ACS.”, cerita saya. Lalu saya minta dia untuk duduk dengan nyaman sehingga mudah untuk rileks.

Previous Experience Utilization

Saya mulai menginduksi dia dengan teknik waving hand. Setelah beberapa kali periode, saya mulai minta dia tutup mata. Dan mulai saya bawa dia untuk trance lebih dalam. Tetapi waktu itu dia belum cukup terbiasa dengan suara saya yang berubah. Sehingga dia sempat tersenyum dan tertawa kecil. OK, lalu saya batalkan proses ini. Dan dia ketawa. Hmmm menyebalkan juga kalau seperti ini. Lalu saya tanya pada dia, “Pernah ke pantai?”. Dia menjawab, “Ya pernah.”. Hmmm bagus pikir saya. “OK, sekarang tutup mata, tarik napas yang dalam…… lepaskan……. tarik napas yang dalam, iya betul seperti itu.. lepaskan…… Sambil tetap menarik napas yang dalam… Anda mulai merasakan kembali situasi pantai. OK, hembuskan napas…. betul seperti itu. Dengar kembali suara-suara dipantai tersebut, deburan ombak…. terpaan angin….”, perintah saya. “Dan semua perkataan saya menjadi kenyataan bagi Anda. OK, Anda merasa semakiiiiinnnn rilekkkkssssss…..”, lanjut saya. Tiba-tiba ada suara berisik diluar sana, “Dan suara-suara yang Anda dengar akan membuat Anda semakin riiiiileeeeekksss….”, perintah saya kepadanya.

Tampaknya ini sudah cukup berhasil. Lalu untuk memperkuatnya saya mengatakan, “Rasakan hangatnya sinar matahari….. rasakan terpaan angin ditubuh Anda…. ditangan Anda (sambil saya kipas2 dengan perlahan tangannya, heheheheh)”. Lalu untuk mengetahui apa sudah cukup dalam, saya kalibrasi dengan menyentuh bulu matanya. Wah ternyata masih sedikit kedip-kedip. Lalu saya kalibrasi lagi dengan mengangkat tangannya dan kemudian saya lepaskan. Wah tangannya langsung jatuh! Saya mengambil kesimpulan dia sudah trance tapi belum cukup dalam.

OK, saya segera melakukan langkah lain, membuatnya masuk lebiiiihhhhhh dalaaaammm… “Sambil Anda tetap merasakan suasana pantai, Anda melihat 10 ekor ikan bermain ditepi pantai. Seiring Anda mengambil napas yang dalam, ikan tersebut berkurang menjadi 9 ekor dan Anda akan semakin riiiileeeeeeks. Hembuskan…… betul seperti itu… bagus, ambil napas yang dalam dan ikan berukang menjadi 8 ekor…. rileks….. betul seperti itu. Ambil napas yang dalam….. dan ikan berkurang menjadi 7 ekor… semakin rileks…..“. Tes kalibrasi lagi dengan menyentuh bulu mata. Wah ternyata tidak kedip (tapi masih hidup loh!).

Pada kondisi ini barulah saya mensugesti dia. Merasakan seluruh anggota tubuhnya, aliran darahnya. Dan hal positif lainnya. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri saat dia terlentang dikursi dengan rileksnya dan wajahnya benar-benar tidur. Wow, finally I made it! Walaupun sedikit tipu-tipu dengan cara kipas-kipas dengan perlahan ketangannya supaya benar-benar merasakan hembusan angin, hehehehehe.

Penutup

Keesokan harinya, saya bertemu dia. Dia merasa senang, tidurnya nyenyak dan saat berkaca dia merasa berbeda. Dan dia mengucapkan terima kasih. Lalu dia bilang, “Kemarin itu benar-benar berasa, seperti ada angin”. “Ya memang gua yang bikin anginnya, hehehehe”, jawab saya. Hehehehehe, yang penting kena!

Saya tidak tahu dengan penggunaan Hypnosis non-NLP. Yang saya ingat dari Pak Ronny, utilisasi VAKOG dalam hypnosis. Dan pesan Pak Yan, hajar saja kalau tidak bisa bilang payah lu! Oleh sebab itu, saya memanfaatkan pengalaman lampau, membuat seolah-olah ada terpaan angin dan memanfaatkan keadaan sekitar untuk membuat klien semakin rileks. Salam NLP!

NB : Tanpa mengurangi isi dari artikel, proses yang berlangsung sudah dipersingkat.

4 Comments for “Utilisasi dalam Hypnosis”

  • bambang says:

    wakakakakkkaaakk huahahahah … saya tersenyum lebar waktu membaca tulisan anda …. henry emang paling bisa … Sukses terus bro …

    Salam
    BSY

  • Ronal Hutagalung says:

    HAHAHA…Luar Biasa Bro…
    Semakin Deep kliennya mesti semakin tahan iman juga bro….hehe apalagi kalo sampe terlentang di kursi.
    Sukses Selalu ya…

    Salam

  • Agus says:

    Bro Henry, sepertinya sudah menemukan talentanya, suara n penampialan Anda memang menghipnosis banget, Keep practicing Bro
    Salam
    SA

  • Makhsun Al Makky says:

    Selamat pak Hendry…anda sangat luar biasa…memang ilmu harus diaplikasikan karena disana kita banyak belajar dan mendapatkan feed back berharga…sukses selalu


Leave a Comment

More from category

“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities

Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan [Read More]

EFT & Submodality NLP

Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak [Read More]

Membuang pengalaman buruk dengan Submodality

Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan [Read More]

NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit

Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat [Read More]

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat [Read More]

Insider

Archives