Tips Praktis NLP
December 1, 2008
(Hasil Modeling Reuni NLP Pract di Jogja)
Oleh : Hendri Harjanto, Licensed Practitioner of NLP ™
Namun malam ini rasanya semua semakin lengkap dengan berkumpulnya banyak teman di pinggir kolam renang Hotel Saphir-Jogja. Bukan untuk berpacaran tapi untuk bermesraan dengan NLP.
Saat menulis hal ini pikiran saya terbang mundur ke malam itu. Malam yang begitu hangat walalupun di dekat kolam renang yang dingin. Begitu kagumnya saya pada pesatnya perkembangan teman-teman yang hadir saat itu… , beberapa tips berikut saya sarikan dari pertemuan malam itu.
Bercerita bisa membuat trance
Pernahkah anda berfikir tentang minuman teh yang sering anda minum. Dari mana barang itu berasal? Dari sebuah perkebunan indah yang biasanya berada ditempat yang sejuk. Dekat dengan pegunungan yang biru dan di alam dengan suara burung berkicau yang begitu indah. Baunya begitu wangi dan khas di perkebunan teh itu. Disana seorang petani mememtik daun teh di pagi hari yang begitu segar dengan senyum dan penuh semangat. Dengan hati-hati namun sigap para petani teh itu mengambil teh yang masih hijau daunnya. Setelah dari perkebunan lalu di bawa kepabrik diolah disana. Setelah dari pabrik tentu anda tahu, akan di bawa kemana? Iya betul…dibawa ke swalayan dan toko2… baru dari sana, teh itu ada di tempat kita termasuk menemani kami semua dimalam itu….
Apakah anda bisa merasakan, mendengar atau melihat sesutu dalam pikiran anda ketika membaca tulisan ini? Apakah anda bisa flow bersama cerita ini? Jika iya, berarti anda telah masuk dalam trance ringan.
Trance adalah fenomena yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Coba anda fikirkan sesutu yang sekarang ada di dekat anda, kira-kira bagaimana proses dari awal sampai akhirnya sampai ditempat anda sekarang. Mengalir saja, flow… nikmati…bagaimana prosesnya…terus nikmati saja…maka tanpa anda sadari anda telah masuk dalam trance ringan .
Mendengarkan sebuah cerita dari orang lain bisa membuat seseorang trance, untuk memperbesar efek trance ketika bercerita gunakanlah seluruh representational system Visual (penglihatan), Auditory (pendengaran), Kinestetik (perasaan), Olfactory (penciuman), Gustatoty (pencecapan), minimal 3:V,A,K.
Reframing
Semua kejadiaan ini sebenarnya tanpa makna/netral. Manusialah yang memberi makna, karena itulah manusia disebut mesin pembuat makna. Jadi boleh jadi kejadiannya sama, tetapi responnya berbeda, karena cara memberi makna juga berbeda. Karena itulah marilah kita berikan makna yang positif di peristiwa-peristiwa yang kita jalani.
Contoh: jika kita sakit, bukankah itu artinya sistem tubuh kita memperingtakan bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh kita yang perlu segera diperbaiki. Bukankah itu artinya Allah sedang mengahpus dosa-dosa dari diri kita dengan sakit itu?
Bahkan perilaku pun bisa kita reframe. Keras kepala contohnya, bukankah dalam konteks tertentu misalnya ketika akan dipengaruhi orang lain untuk berbuat negatif akan sulit dipengaruhi. Reframing paling sangat tepat dilakukan ketika kita sudah mengalami dan menjalani sebuah peristiwa tertentu dan kita tidak bisa kembali ke kejadian tersebut. Kalau dalam islam di sebut hikmah. Bukankah disetiap peristiwa ada hikmahnya?
Pacing-Leading
Anda bisa meningkatkan kedekatan dengan seseorang dengan melakukan pacing pada diri orang lain. Anda bisa melakukan pacing dengan menyamakan gerakan, predikat yang dipakai dll. Dengan melakukan pacing terlebih dahulu, seolah seseorang merasa dimengerti. Berbicaralah sesuai tingkat kefahaman lawan bicara anda. Jika yang anda ajak bicara golongan pendidikan yang tidak tinggi gunakanlah bahasa yang sesuai dengan level pemahamannya. Ketika berbicara dengan anak-anak, berbicarah dengan bahasa anak bukan dengan bahasa orang dewasa. Baru setelah anda rasa terjadi hubungan yang cukup akrab anda bisa melakukan leading.
Kalibrasi
Proses untuk membaca unconcious dengan memperhatikan gerakan-gerakan non verbal. Kalibrasi ini amat penting untuk melihat respon yang sebenarnya dari lawan bicara kita. Kita bisa mendeteksi kebohongan dengan kalibrasi ini. Kita bisa tahu saat seseorang senang dan kapan sedang susah hanya dengan mengkalibrasinya.
Quotes
Pak Ronny sering kali mengatakan “Lakukan Behaviour Flexibility”. Quote sangat bagus untuk memasukan sebuah perintah tersembunyi yang ingin anda sampaikan pada orang lain. Lebih kuat lagi jika quote dilakukan dengan mengambil kata-kata orang yang di anggap punya otoritas dalam hidupnya atau sangat dia percayai. Rosululloh bersabda “Sebarkanlah ilmumu walaupun hanya satu ayat”.
Break Pattren dengan humor
Beberapa kali saya mendengar pak Ronny menceritakan joke-joke kecil. Joke adalah sarana ampuh untuk break pattern dan juga methapor. Ketika keadangan menjadi terlalu serius kita bisa membubuhkan joke ditengah-tengah cerita. Beberapa kali pula saya dengar dari mas Zein, joke-joke yang penuh nasihat terselubung walaupun lucu kita tetap bisa menangkap hikmah dari joke itu.
Anchor
Anchor tidak harus berupa anchor kinestetik tapi bisa juga dengan auditory atau visual. Saya seringkali melihat Pak Ronny menyandarkan punggung di kursi, namun ketika beliau sudah mulai mengangkat punggung dari kursi (tidak bersandar) saya menjadi lebih perhatian karena pasti ada sesuatu yang penting yang ingin ditekankan. Ketika ada seseorang yang bercerita dalam keadaan bersemangat dengan certianya beliau bilang “good…” (anchor auditory). Kalo saya dengar kata “good” rasanya langsung feel good bahkan sekarang sering kali saya ucapkan. Hehe…
Submodality
Submodality ternyata bisa di adjust seseuai keinginan kita dengan bahasa non verbal. Pernahkah anda melihat tangan seseorang bergerak-gerak ketika bicara? Gerakan tangan bisa mempengaruhi kualitas submodality seseorang. Saya kadang melihat tangan Pak Ronny bergerak seperti memainkan submodality. Ketika ingin memperjelas seringkali tangan beliau seperti menekan dengan suara yang sedikit berbeda. Ketika ingin memperbesar maka tangan beliau membuat gerakan melebar dengan tonality yang sesuai.
Contoh lain ketika seseorang yang awalnya duduk tegak atau condong ke kita di biasanya dalam keadaan asosiasi (terlibat penuh) ketika tiba-tiba dia memundurkan duduknya, menyandarkan diri di kursi sambil melipat tangan biasanya dia sedang dalam keadaan disasosiasi.
Kita pun bisa melakukan adjustment terhadap submodality dangan kata-kata yang terselubung. Contoh: “ini” dan “itu”. Jika anda sedang menghadapi masalah, maka katakanlah “Masalah itu…..” bukan “Masalah ini…”. Karena ketika anda mengatakan “Masalah ini” anda membuat masalah melekat pada anda (asosiasi)dan ketika menggunakan “masalah itu…” maka masalah itu menjadi disasosiasi dari anda.
Doa
Beberapa kali acara dengan Pak Ronny ditutup dengan doa syukur yang dipimpin bergantian. Termasuk dimalam itu. Doa adalah sebuah senjata yang begitu luar biasa. Bahkan Larry Dossey dalam bukunya “Healing Words” menceritakan berbagai penelitaian yang menunjukkan betapa luar biasanya doa itu. Doa syukur adalah salah satu doa terpenting karena menyadari semua kebaikan ini terjadi karena Tuhan. Bukankah dengan bersukur kita semakin ditambah lagi sesuatu yang kita syukuri?
Jadi marilah kita tutup artikel ini dengan syukur kepada Tuhan.Terima Kasih Ya Allah atas semua hal yang telah engkau berikan pada hambamu, tuntunlah kami untuk selalu menjadi orang yang bersyukur dan memtik hikamah dari semua kejadian yang terjadi pada kami. Amien.
Salam Super NLP!!!

Posted in 

content rss
December 1st, 2008 at 1:44 am
Tulisan sang pembelajar yang luar biasa … alur tulisannya memperlihatkan sebuah flow state dari penulisnya (lha memang “beliau” gampang trance … itu kekuatan anda mas har … asal anda bisa take control atas kekuatan ini akan jadi luar biasa … dan KUN jadilah LUAR BIASA …
SAlam SUkses LUar BIasa
BSY
December 1st, 2008 at 2:50 pm
Salut untuk Anda Mas Hendri Harjanto !
Seorang pembelajar & praktisi NLP yg sedang berada di jalur fast track beriringan bersama seorang salah seorang Maestro NLP di Indonesia !
Salam tuk rekan2 di Jogja !
Insya Allah, kalo ke saya ke Jogja, kita kumpul-kumpul yo !
December 3rd, 2008 at 2:57 am
mestinya cerita tentang teh di buat lebih panjang lagi kalau perlu bebrapa paragraf biar saya jadi trance beneran, beneran di kebun teh ….
Top dah ..
December 15th, 2008 at 10:32 am
saya banyak belajar dari mas hendri, selain orangnya ramah, cara beliau berbicara bisa membuat saya deep trance, hee hee, hee
sukses selalu untuk mas hendri…….semoga mas hendri mau mengajari saya nlp lebih jauh
see you…
January 22nd, 2009 at 12:26 pm
Pak Bambang…Maaf baru balas saya lagi asyik trance.he…makasih atas tanggapanya. Saya belajar me utilize anugerah ini dengan baik. Semakin pak bambang berfikir saya mudah trance semakin mudah trance juga pak bambang.he…
January 22nd, 2009 at 12:28 pm
Mas Fitra…Terimakasih. Saya banyak belajar dari mas Fitra yang juga suka trance…he….Kapan mau ke joga sudah banyak lho yang mampir. Nanti pusat perkembangan NLP Indonesia bukan di Jakarta tapi di Jogja.he…
January 22nd, 2009 at 12:29 pm
Mastono…Iya soalnya buat contoh saa, lha kasihan nanti yang baca kalo trance terus…he…kita trance bareng besok sabtu ya…
January 22nd, 2009 at 12:31 pm
Mbak Lukmawati…terimakasih sudah mampir salam buat teman-teman Mapro ya…