Oleh : Sulistyo Agustinus, Licensed Practitioner of NLP ™
Sudah 3 hari saya bersama Mas Ronny dan 4 Musketeer (Cantrik) Pak Istoto, Mas Zein dan Mbak Henny. Kami berada di Yogyakarta untuk mengisi acara Pelatihan Combi (Communication for Behavioural Impact) untuk Unicef dan Mitra-mitranya.
Rasanya saya mengalami hal yang sama seperti saat ikut Practitioner, waktu berjalan sangat cepat. Rasanya semakin banyak pelajaran yang kemudian kami terima, baik Ilmu tentang Combi, maupun ilmu NLP dari Sang Begawan.
Hari ini, karena adanya beberapa penyesuaian materi, tugas lapangan dan permintaan peserta, ternyata membutuhkan perubahan schedule beberapa kali. Uniknya, baik peserta maupun fasilitator tetap menunjukan antusiasnya menerima perubahan, salah satunya adalah konsekuensi menggeser waktu makan siang menjadi jam 14:00.
“Itulah Behaviour Flexibility” kata Mas Ronny, sambil mengingatkan Mas Zein dan Mas Istoto untuk meng-anchor peserta untuk peristiwa Behaviour Flexibility itu. Luar biasa, suatu kepekaan akan situasi dan utilisasi kondisi pelatihan yang amat baik. Bahkan Mas Istoto dan Mas Zein juga menggarap proses meng-anchor kondisi Behaviour Flexibility ini dengan sangat baik pula.
Saat sesi sore hari, saya dan Hendri Harjanto (yang kebetulan mampir dan melongok pelatihan), dipanggil oleh Mas Ronny ke dekat jendela di bagian belakang ruang pelatihan. Mas Ronny menunjukkan ada seekor lalat mati di bawah kaca jendela, kemudian bertanya “Kenapa lalatnya mati?”, Saya jawab “Karena kejepit.”
Mas Ronny menjawab: “Bukan, lalat ini mati karena menabrak kaca berulang kali, lalat cenderung mencari sinar yang lebih terang, dan sinar itu ada di luar di balik kaca ini. Berulang kali lalat itu mencoba dengan sia-sia untuk menabrak kaca sampai mati.”
What a life lesson!
Nah, akhirnya saya ingin membahas lebihjauh dengan berbagai presuposisi di bawah ini:
1. Behaviour Flexibility:
Hidup adalah pilihan, there are many choice in life, but the Fly choose the same one. Walaupun banyak pilihan selain lewat jendela kaca itu, tetapi lalat itu memilih untuk tidak menggunanakan pilihan lain, dan terus memilih jalan yang sama. Maka berbahagialah kita yang selalu mempunyai banyak pilihan dan hidup ini, semakin anda memiliki ketrampilan Behaviour Flexibility yang bagus maka Anda akan semakin mempunyai banyak pilihan.
2. There is no failure only feedback.
Apa yang biasanya disebut ‘Kegagalan’ sebenarnya adalah Feedback yang sangat bermanfaat bagi kita. Pada waktu pertama kali gagal menembus kaca, seharusnya Si Lalat belajar dari sakit kepalanya yang terantuk kaca, dan mengubah strateginya. Tetapi terus mengulangi kesalahannya yang berakibat sangat fatal: mati. Beruntunglah kita yang memiliki otak dan pikiran, berbeda dengan si Lalat…
3. If what you are doing is not working, do something different
Lalat ini sudah melakukan sesuatu dan tidak berhasil, seharusnya dia menggunakan cara lain untuk mencapai outcomenya.
Saya jadi ingat, anak pertama saya yang bernama Gracio, sering sekali kalau di panggil atau disuruh melakukan sesuatu tidak segera melakukannya. Misalnya sewaktu dia nonton TV, Nannynya memanggil untuk belajar atau mandi. Gracio selalu menjawab “Iya kakak Ledy”, tetapi dia tetap saja nonton TV.
Dan terus seperti itu, sampai-sampai Nanny dan saya, sering memberi label negatif pada Gracio: “Gracio kenapa kamu selalu tidak segera melakukan apa yang diperintah? Kenapa harus selalu teriak-teriak dulu baru kamu, lakukan?”
Oh My God!
Saya sekeluarga lupa bahwa bukan salah Gracio. Seharusnya kami lebih peka, karena setiap hari sudah selalu mendapatkan feedback. Kenapa kami terus saja menggunakan cara yang sama, padahal sudah tahu pasti tidak akan berhasil… Bukankah saya sebenarnya mempunyai banyak cara yang berbeda untuk berkomunikasi dengan Gracio…
4. Having Choice is better than not having choice
Sebenarnya lalat pempunyai banyak pilihan untuk keluar, ada 2 pintu, ventilasi atau tetap terbang di dalam ruangan.
Saat ini saya sungguh beruntung sekali, benar-benar saya disadarkan hidup ini kita mempunyai banyak pilihan. Hari ini saya belajar dari Ilmu Kehidupan bersama Mas Ronny dan rekan lainnya dan bahkan dari seekor Lalat.
Alangkah indahnya mempunyai banyak pilihan.
Terima kasih semuanya, terima kasih Lalat!
So what will you BE?
Life is Choice, … MANY CHOICES
From Jogya with LOVE
27 November Midnite 24:00
Salam Republik NLP
Agus










Salam Mas Agus !
Wah luar biasa
Hal ini mengingatkan saya akan sebuah ayat Quran, Surat Al-Baqarah ayat 26, yang terjemahannya berbunyi :
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, . . . . . . . . Dengan perumpamaan itu . . . . . . . . banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. . . . . . .”
Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah walau itu ‘hanya’ seekor lalat atau nyamuk, namun jika kita mampu mengambil pelajaran, Tentu banyak pelajaran yang bermanfaat dan berharga bagi kita semua !
Salam buat All Crew yang ikut bersama Mas Ronny disana !
SUKSES ya acaranya !
waaah,,,cerita kehidupan yang menarik!! ^_^
ini nih,,bedanya seorang trainer ma org biasa…
kalo trainer slalu bisa nemu sisi pembelajaran yg hebat dr suatu peristiwa sederhana
beruntungnya manusia diberi otak yg kreatif yg bisa nyari pilihan2 lain untuk mencapai outcome kita…
waaaah…
ehm,,,sy jg pgn maen ke saphir ketemu ma mas ronny dan teman2 hebatnya…
Thanks you, Mas Fitra, untuk melengkapi ini tulisan ini,
Life if full of choices
Salam juga dari all Crew
nice article Mr Agus
Nice Feedback from “lalat”
Keep fighting and get feedback from our life’s journey
Dear Mbak Narastri, terima ksih untuk komentarnya, Jadi apa sebenarnya yang menghalangi mBak Astri untuk datang tempo lalu? Mas Hendry aja karena semngatnya 3 kali dia datang.
Salam berkelimpahan
Thanks you Mas Iwan, Keep smile to face the world ya,
jadi ingat Mas Zein waktu ngobrol di Lilik Hotel jl Degen Jogya, sehabis jalan jalan di malioboro kita ngobrol sampai jam 1 malam di depan Hotel or Losmaen ya, berawal dari training unicef plus minusnya sampai mimpi Beliau untuk gabung Unicef adalah: “I want to save The world”
What a dream, a very good dream, so if you keep smile to face the world I do believe you can save the world
Salam berkelimpahan
hehehe,,
lam kenal mas agus,,
hemmm g jauh dari asTri ney mas,,
ternyata sebgai seorang tRainer tuw hRus seLalu belajar dari kehidupan,,
lagi – lagi pe tanya kalo nulis coment,,hehehehe
melatih inDra kepekaan kiTa dan memaknai tu terkaddang masih sulit untUk kita yg masih baru saja mengenal dunia training dan NLP tentu saja..
nah gimana ney mas cara cepetnya,,makcie..
n_n
Dear Mas Ipehoy, thanks you udh kasih comment,
Belajar dari Mas Ronny ada 2 cara untuk meningkatkan kepekaan,
1. Meningkatkan panca idera kita dengan melatih misalnya lidah: waktu makan rasakan nikmatnya makannan yang kita makan atau minuman yang kita minum, bener bener dirasakan rasa pedes, asin, manis atau apapun rasa yang ada, Mata: belajar melihat disekeliling kita, yang biasanya kita anggap tidak penting, mulai deperhatikan, misalnya di ruang kantor kita ada apa saja sih? letaknya dimana dsb, termasuk juga Indera Indera yang lain, lakukan latihan 21 hari berturut turut, kenapa 21 hari? biar banyak aja. lakukan per indera, satu lagi untuk melatih soft sense kita Indera ke enam kita, latih dengan cara: bayangkan mata Anda ada diatas kepala seperti mata elang, berjalanlah dengan menggunakan mata atas Anda, jika Anda rutin melatih Anda pasti mempunyai kepekaan yang luar biasa.
2. Knowing Nothing State: terjemahan bebasnya jadilah seperti bayi balita, artinya lihat dan perlajarilah seorang anak bayi kalau meliat sesuatu pasti keliahatannya bengong tapi segera dia melakukan dengan caranya. Lihat juga bagaimana seorang anak bisa cepat sekali bermain dengan teman sebaya yang baru dikenalnya, bayangkan jika ANDA mempunyai Mata dan Hati seorang Bayi yang punya rasa keingintahuan yang besar itu, pasti akan membantu Anda peka dengan keadaan sekitar, jadi tidak perlu mengerti NLP untuk peka dengan alam sekitar, Belajar juga dari Seorang Anak ya Mas.
Sepertinya latihannya cukup banyak Mas ya, 5 Panca Indera + 1 (Soft sense) + 1 (Anak) x 21 hari cukup untuk latihan tahun 2009,
Saya tungu kabar baiknya ya Mas
Semoga membantu
Salam
siappp,,saya akan mencobanya..hehee
eh ms,,
bTw aku cewek tuLen lo…hehehe
Lho udh ganti yak?? just kidding
Thanks Mbak Ipeh
Selamat Tahun Baru 2009, nantikan artikel terbaru saya tentang GOAL SETTING 2009,
Anda punya impian, impian-impian besar.
Seperti kebanyakan orang, Anda juga mempunyai pertanyaan.
Dan seperti kebanyakan orang, mungkin Anda punya keraguan.
Saya menyarankan Anda menyingkirkan keraguan
Menemukan pertanyaan,
Dan melompat jauh ke depan,
ke dalam pemenuhan IMPIAN-IMPIAN ANDA,
Caranya???
Tunggu artikel saya selanjutnya
Best regards
SA
luar biasa mas agus, sementara mas agus menjadikan saya sebagai sahabat baru anda, memang hidup ini merupakan pilihan, yang menyebabkan kita memilih pilihan lebih memberdayakan, dan lebih memberdayakan diri, mulai sekarang dan seterusnya. yak…. bagus…..memang anda luar biasa.
Yess..orang yang luar biasa mampu menarik hikmah dari kisah kecil sang lalat….
@Mas Jos: terima kasih untuk commentnya. Senang juga punya sahabat yang luarbiasa seperti Anda, Mas Jos. Setuju sekali dengan Anda Mas Jos, hidup ini hanya Lahir dan Mati yang ditentukan Tuhan, diantaranya adalah KEPUTUSAN kita untuk memilih. dan apapun pilihannya saya percaya semua anggota milist ini hanya memilih yang memberdayakan diri dan ekologis.
@ Mas Heru, : terima kasih saya juga PERCAYA Anda juga seorang yang LUAR BIASA.