Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner
Thursday February 9th 2012

The Pattern of Reuni NLP Practitioner

(Sebuah catatan dari Pertemuan Pembelajar NLP di Jogja)

Oleh : Drs. Istoto Suharyoto MM, Licensed Practitioner of NLP ™

Sahabat Penghayat NLP, siapa sangka 25 % (8 orang dari 32 orang) peserta NLP Practisioner yang diselenggarakan oleh PT. Sinergi Lintas Batas pada akhir bulan Oktober 2008 yang lalu, dapat berkumpul di Jogjakarta pada hari Sabtu, 22 November 2008 (umur 22 dua hari bagi kita sebagai penghayat NLP jebolan training tersebut). Pertemuan yang terselenggara dari pukul 21.30 sd. 24.30 WIB ini bertempat di halaman belakang Hotel Saphir Jogjakarta. Lama waktu pertemuan itu, sepadan dengan satu setengah sessi dalam training NLP Practisioner. Yang membedakan pertemuan ini dengan sessi dalam training NLP Practisioner adalah, bahwa satu setengah sessi dalam training NLP Practisioner Anda semua sudah tahu berapa besar harganya, namun dalam pertemuan ini, Anda pasti tidak dapat membayangkan betapa besar nilainya.

Pertemuan ini menjadi semakin istimewa, karena sang Guru, Pak Ronny F. Ronodirdjo hadir mendampingi langsung pertemuan, bahkan mengajak ‘bincang pengalaman’ tentang apa yang sudah dilakukan dengan ilmu NLP yang sudah didapat dari training selama 7 hari itu.

Dengan situasi yang memungkinkan setiap peserta merasakan rileks, sambil minum lemon tea, sebagian lainnya minum susu coklat hangat, dan makan kentang goreng, menjadikan kenikmatan indahnya pemandangan malam kolam renang di Hotel Saphir Jogjakarta semakin jelas tergambar dan terasakan dengan sangat kuat.

Siapa saja gerangan para ‘murid’ yang berkumpul itu? Mereka adalah Mas Tono (Jogja), Mas Agus (Jakarta), Mas Zein (Surabaya), Uda Hasbi (Padang), Mas Hendri (Solo-Jogja), Mbak Wulandari (Jogja), Mbak Budi Henny dan saya Istoto (Jogja). Anda akan berpikir, bagaimana mungkin mereka yang tersebar dari berbagai daerah itu berkumpul tanpa sepengetahuan para murid yang lain? Yah, karena pertemuan ini memang tanpa undangan. Pertemuan ini terjadi karena, ketika Pak Ronny menjalankan tugasnya memandu dan memproses para Petugas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah di Jogjakarta tgl 24 sd 28 November 2008, begitu tiba dan belum melakukan persiapan pertemuan, Pak Ronny bersedia menerima ‘pisowanan’ para murid yang dapat berkumpul di Jogja tanpa sengaja ini. Nah begitulah berita mengenai bagaimana pertemuan ini dapat terjadi.

Sahabat penghayat NLP, membaca kalimat di atas, dalam pikiran Anda akan tergambar sebuah situasi, merasakan getarannya, dan mendengarkan perbincangan yang terasa sangat asyuik, semakin malam semakin seru. ‘Pisowanan’ ini memang menggetarkan hati, menggugah jiwa, menjadikan yang hadir semakin dimampukan dalam menghayati ilmu NLP. Bagaimana bisa?

Diawali dengan ‘pujian’ sang Guru kepada Mas Tono dengan tulisan perdana yang me-reframe kita semua dengan ‘Menulis sebulan 2 kali, Siapa takut?’ pak Ronny selanjutnya mengajak semua peserta untuk mendengarkan apa yang telah dilakukan oleh peserta yang hadir dengan ilmu NLP yang telah dimilikinya. Alkisah, pertemuanpun mengalir sehangat proses pelatihan yang tidak akan hilang dalam time line hidup kita.

Apa isi perbincangan dalam pertemuan itu? (ini bukan notulen, jadi tidak selengkap kejadian aslinya, sekedar memberikan gambaran singkat kepada Anda, para pembaca).

Reframe

Reframing adalah tema yang hampir semua peserta melakukannya, mulai dari mereframe saudara, karyawan, peserta training, anak, pasangan hidup, teman, sejawat dosen bahkan para mahasiswa di kampus. Hasilnya, luar biasa, semua reframing berhasil mengubah situasi komunikasi dan mendorong orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.

Kita semua tentu masih dapat mengingat dengan jelas, apa lagi bagi kita yang saat ujian akhir waktu training mendapat jatah melakukan alat ini. Ada 3 reframe yang dapat kita lakukan terhadap sebuah keyakinan yang dimiliki seseorang, yaitu dalam hal konten atau isi, konteks, dan waktu.

Pacing – Leading

Pacing – Leading ini merupakan salah satu alat dalam NLP yang menjadi favorit dalam berkomunikasi, terutama bagi mereka yang berkarya di bidang pemasaran, pengelolaan, kepemimpinan, pelatihan dan pendidikan. Dengan melakukan pacing – leading yang pas dan menggunakan sebesar-besarnya (utilisasi) sumber daya yang ada saat berkomunikasi, rapport dapat dengan sukses dilakukan untuk membangun komunikasi sesuai dengan kepentingan saat itu.

Milton Model

Menarik sekali, penghayat NLP yang hadir juga sudah tampak sangat berbeda dalam menggunakan kalimat-kalimat Milton Model (yang diindikasi dengan ‘semakin-semakin’). Pada setiap kalimat dalam dan selama pembicaraan berlangsung, kalimat bernada Milton Model sudah menjadi ‘kalimat bawah sadar’ yang meluncur indah penuh pesona bagi pendengarnya.

Beberapa peserta yang hadir menyampaikan testimoni, bahwa dengan menggunakan Milton Model untuk beberapa keperluan dengan cara yang tepat, sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan maksud komunikasi yang dilakkukan, luar biasa.

Meta program

Memprogram pola komunikasi dalam sebuah komunikasi, disampaikan beberapa yang hadir, sangat membantu dalam penjulan. Masih terus dipelajari dan dilatih, bagaimana melakukan meta program untuk ‘closing penjualan’. Adakah sejawat penghayat NLP yang dapat memantu kami untuk memberi pencerahan tentang bagaimana menggunakan meta model untuk diimplikasikan dalam Closing Penjualan? Ditunggu!

Perceptual position

Salah seorang peserta mengatakan bahwa, ada banyak persoalan terkait dengan kerelasian terhadap saudara yang sangat mempengaruhi hasil usaha keluarga. Maka saran yang diberikan sang ’Guru’ kepada rekan kita itu supaya menggunakan alat perceptual position. Menggunakan beberapa posisi, posisi diri, posisi lawan komunikasi, dan meminjam posisi orang yang ’dituakan’ untuk ’merasakan’ dan mengambil nasihat dan hikmat dari setiap posisi guna menyelesaikan masalah yang dihadapi. Keahlian dalam assosiate dan dissasossiate menjadi syarat mutlak dalam menjalankan usaha terapi dengan alat ini.

Neuro Logical Level (NLL)

Seorang peserta menyampaikan, bahwa dalam pelatihan-pelatihan yang menuntut kesadaran tentang perjuangan kelompok, maka alat NLL ini sangat membantu, membangun kesadaran baru, dimulai dari kesadaran berlingkungan, kesadaran akan kebiasaan hidup dan seterusnya hingga kesadaran identitas diakhiri mengambil sumber hidup dari kesadaran spiritual. Dengan tahapan dan didukung dengan panduan hipnosys yang mengena, pendampingan menjadi sangat powerfull.

Swish pattern

Peristiwa menggunakan alat ini untuk menyelesaiakan beberapa persoalan pribadi terbukti sangat mujarab, coba bayangkan…..rasakan kebahagiaan sorang yang dapat mengubah perilakunya hanya dengan dalam hitungan detik…. Padahal kesulitan itu sudah dibawanya bertahun bahkan berpuluh tahun…. Anda juga pasti bisa.

Flexhibility behavior

Pengalaman mengajak orang lain untuk fleksibel dangan berbagai kemungkinan ketika menghadapi suatu masalah menjadi tema menarik dalam pergaulan sehari-hari.

Di kantor, di kampus saat bincang dengan sejawat dosen atau saat mengajar, dengan staff, dengan pimpinan, mmmmm….hidup ini rasanya semakin nyaman dengan kemampuan feleksibilitas diri.

Ambiguity

Bagaimana menggunakan kata atau kalimat yang bermakna ganda dalam komunikasi, menjadi bagian yang telah banyak dipraktekkan oleh segenap rekan penghayat NLP yang hadir. Anda semua pasti ingat email-email di milis yang dimulai oleh Mas Hendri (Jogja) beberapa waktu yang lalu.

Sahabat penghayat NLP, tulisan ini memang dibuat sekedar berita, maka bila sahabat yang hadir akan memperdalam apa yang telah menjadi diskusi kita, tulisan ini menjadi semacam ‘mind mapping’nya. Termasuk barangkali bila masih ada tema atau alat yang belum masuk catatan saya ini.

Jadi inilah pattern reuni model Pertemuan Penghayat NLP: Pertemuan berisi sharing penuh makna, berjalan penuh perasaan dan saling dukung untuk menguatkan, semua mendapat kesempatan berbicara, berkontribusi, sebelum diakhiri dengan berdoa, semua diajak untuk membuat target perubahan kelakuan.

Nah, tulisan ini adalah wujud perubahan perilaku saya, dari enggan menulis, kini saya menuliskan tulisan ini untuk disampaikan kepada khalayak Republik NLP, kiranya menjadi bahan untuk saling mengayakan, memberdayakan dan mengembangkan satu dan yang lain. Ya, semoga berguna.

Salam,

Istoto

4 Comments for “The Pattern of Reuni NLP Practitioner”

  • wap says:

    Kang Toto, seperti yang kutulis di milis, ngiri jadinya baca tulisan ini. Kok ya gak ikut … gitu lho …
    Kapan2 ada, kasih tau yaaa …..

  • Hasbi says:

    Mas Istoto
    Sebelumnya saya mohon maaf karena janji mau ikut ngintip pelatihan Combi di hari Selasa ‘gak jadi karena acara di Solo molor. Jadi waktu itu saya langsung ke Adi Sucipto. Tadi malam saya baru pulang dari Surabaya dan berkumpul dengan keluarga kembali.
    Sebagai tambahan dari pertemuan kemarin, ada satu PR yang dititipkan oleh sang Guru yaitu untuk selalu mengasah pedang NLP kita melalui apa pun kondisi yang kita hadapi baik menghadapi keluarga, klien, mitra kerja dan sejawat.
    Besok insyaAllah saya ke Surabaya lagi, mudah2an bisa berReuni ria dengan pak Bambang…
    Salam NLP

  • Istoto says:

    Pak WAP, namanya juga kegiatan aksidental. Sekali lagi, inilah hebatnya NLP, aksidental penuh manfaat, artinya, NLP mengadopsi dan me-utilisasi apapun yang bisa dioptimalkan.
    Saya dan mas Hendri, serta bu Wulan dan Mas Tono sedang mencoba mereka-reka kemungkinan reunian di Jogja. Segera terlaksana, sukses! Mantapppp begit kalau menguti sang Begawan….

  • Istoto says:

    Uda Hasbi, Anda luar biasa mobile…..
    Iya, setuju, kita asah terus pedang NLP kita, saya juga menunggu tulisan Uda dan Cak Zein dari Surabaya….. tinggal kalian berdua yang belum di posting oleh sang Begawan….
    Sukses ya…
    Banyak salam,
    Istoto


Leave a Comment

More from category

“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities

Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan [Read More]

EFT & Submodality NLP

Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak [Read More]

Membuang pengalaman buruk dengan Submodality

Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan [Read More]

NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit

Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat [Read More]

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat [Read More]

Insider

Archives