Belajar NLP dengan Menulis Artikel NLP
November 26, 2008
Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP (TM)
Ternyata apa yang saya tulis pada artikel pertama benar adanya, setelah melakukan 5 hal yang tertulis dalam artikel ”Menulis 2 Artikel NLP dalam Satu Bulan, Siapa Takut?” bukan hanya perasaan ragu dalam menulis artikel NLP yang hilang dari diri saya tapi produktifitas juga meningkat.
Awalnya menulis dua artikel dalam satu bulan membuat ragu apalagi lebih, ini tentu saja merupakan tantangan berat?. Tapi kenyataannya berbeda, ketakutan dan keraguan yang begitu menghantui tersebut ternyata tidak terbukti dan tidak beralasan sama sekali! Yang terjadi malah sebaliknya produktifitas saya malah tinggi banget sesa’at setelah merubah ‘limiting belief system’.
Ini adalah artikel keempat tersebut !!!.
Dalam diskusi saat reuni dengan sebagian kecil teman yang mengikuti pelatihan 7 hari NLP Practitioner, kemudian Mas Ronny melontarkan sebuah kalimat pada saat diskusi akan segera diakhiri, yaitu “ … menulis artikel di portal ini merupakan salah satu sarana belajar dan berlatih menggunakan NLP dalam kehidupan sehari-hari”.
Benar …
Memaaaang benaaaar, setuju dan sangat setuju bahkan setuju sekaliiiiiii … beberapa waktu setelah menyelesaikan artikel ketiga saya sempet corat-coret yang isinya: ternyata dengan menulis artikel kita mengingat kembali pelajaran NLP yang telah kita pelajari, belajar kembali yang lupa bahkan mempraktekkannya.
1. Menulis sebagai sarana berlajar dan berlatih NLP.
Tentu saja ! dengan menulis kita akan merangkai lagi ilmu-ilmu yang sudah kita dapatkan salah satunya NLP.
Sekarang saya minta anda JANGAN berpikir tentang submodality, JANGAN juga berpikir tentang meta model, apalagi Chunking dan Presupotition … JANGAN, JANGAN pikirkan Chunking dan Presupotition lagi. Jangaaaaaaaaaan!
§ Chunking, saat kita menulis adalah saat kita menggunakan Chunking. Penjelasannya seperti ini, tema merupakan titik awal kita untuk melakukan Chunking pengembangan tema atau sub bahasan biasanya Chunking Down, sebenarnya ini cukup memberikan pokok pikiran. Untuk menjelaskan sub bahasan kita pakai Chunking Side boleh juga ditambahkan Chunking Down setelah Chunking Down di Chunking Side lagi, dan dengan pengembangan kalimat sedikit artikelpun sudah siap dan bisa dikirim untuk diposting di sini. Ini kita mengulang pelajaran chunking dan menerapkan aplikasinya untuk itu saya minta sekali lagi JANGAN sekali kali memikirkan chunking down dan chunking side yang telah kita bahas tadi.
§ Teknik atau Tool NLP lain yang ingin kita bahas dalam artikel, sebagai contoh tulisan tentang “Tuhan selalu Membantu Kita” adalah artikel yang membahas tentang presuposition dan terapi. Sa’at membahas hal tersebut saya tentu saja juga belajar lagi tentang presupotiton bahkan berlatih untuk menggunakan presuposition dengan benar.
2. Menerapkan atau menganalisa NLP
Ada beberapa tulisan di portal ini berisi penerapan NLP dan adapula analisa kejadian dengan menggunakan NLP. Saat kita menulis kita bisa saja membahas tentang pengalaman kita dalam menerapkan NLP dikehidupan sehari-hari atau hanya menganalisanya, seperti artikel ”Ujian Pertama” misalnya pak Bambang menuliskan pengalamannya dalam mempraktekkan NLP saat melakukan perjalanan pulang dari Jakarta menuju Surabaya tapi tidak jarang kita harus mempraktikkan dulu ide yang akan kita tulis sebelum menuliskannya panjang lebar di Portal.
Bahkan ada pula yang analisanya terhadap apa yang diamati dikehidupan sehari-hari dengan ilmu NLP tanpa perlu mempraktekkannya sendiri. Artikel ”Buat Hidup menjadi Lebih Berwarna” misalnya saya tulis tanpa melakukan kejadian tersebut tapi hanya menganalisis kejadian sehari-hari yang kita alami.
Belajar, berlatih, serta menganalisis adalah sarana kita untuk membuat pelajaran NLP meresap dan menyatu dalam diri, yang pada akhirnya kita dapatkan perilaku seorang praktisi NLP yang sesungguhnya. Bukankah pelajaran praktisi NLP yang sesungguhnya baru dimulai pada saat peserta pelatihan selesai berlatih? Dan praktisi NLP yang sesungguhnya hanya akan didapatkan pada saat kita telah mempraktekannya?
3. Memberi dan Menerima
Energi adalah kekal, ini adalah hukum kekalan energi yang pernah kita degar atau bahkan pelajari. Saat kita melepaskan energi positif kalau menganut hukum kekekalan energi mestinya energi tersebut akan kembali lagi ke kita dalam betuk aslinya atau energi lainnya kalau tidak tidak akan membentuk keseimbangan.
Saat menulis hal yang positif sebetulnya kita sedang melepaskan energi positif, semakin baik dan bermanfaat energi positif yang kita lepaskan kepada banyak orang semakin banyak pula energi positif (pahala) yang akan mestinya kita terima. Kalau boleh pinjam istilahnya Mas Krishnamurti semakin banyak kita melepaskan energi positif semakin banyak tabungan energi positif yang kita punya (boleh ya mas Krishna), kita tinggal menunggu kapan memanennya.
Ini kalau artikel ini kita sebut sebagai energi tapi bagaimana kalau artikel ini kita sebut sebagai ilmu pengetahuan saja? Kita tidak dapat dong tabungan energi positif dong.
Tentu saja tidak begitu.
Bagi umat Islam ada ajaran yang kurang lebih sebagai berikut:
Apabila seorang muslim telah meninggal terputus semua pahalanya kecuali 3 perkara:
§ Anak-anak yang sholeh yang selalu mendo’a-kan orang tuanya
§ Amal Sholeh
§ Ilmu yang bermanfaat
Ternyata menulis artikel yang positif dan berguna bagi orang banyak, tetap manfaatnya kembali ke penulisnya lagi energi positif yang kembali sebelum meninggal atau pahala setlah meninggal.
Ternyata menulis artikel yang baik tidak ada ruginya!
(Artikel ini saya tulis dengan menggunakan Nokia 9300i saat menemani anak-anak main di Time Zone dengan sedikit editing dengan laptop. Ternyata kita masih punya waktu untuk saat menemani anak-anak bermain, bagaimana dengan anda?)

Posted in 

content rss
November 26th, 2008 at 2:53 am
Mantab Pak Tono!
Artikel ini membantu saya untuk mempersiapkan artikel saya berikutnya untuk di Republik NLP ini !
Barakallah !
November 26th, 2008 at 10:49 am
Luaaaaar biasa and Muaaantebb byaaanget Pakde, sang inspirator portal salut untuk Anda!
Salam sukses dan berkelimpahan selalu
November 28th, 2008 at 1:59 am
terima kasih mas Fitra dan mas Noer,
komentarnya membuat peta di dalam pikiran saya menjadi berwarna,
akan saya tulis dalam batu sehingga tidak hilang ….
terima kasih