Kisah Inspiratif Para Alumni NLP Practitioner
Thursday February 9th 2012

Ubah Submodality Untuk Tingkatkan Self Concept

Oleh : Hendri Harjanto, Licensed Practitioner of NLP ™

Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk mengisi training tentang self concept di Syari`ah Economic Forum.  Saya tertantang untuk bereksperimen dengan NLP.  Dan hasilnya wow…Inilah rangkuman dari apa yang saya sampaikan disana.

Kenapa self concept yang positif itu perlu? Supaya kita mengerti kemana kita menuju dan menjalaninya dengan baik, penuh percaya diri dan penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri.

Konsep diri merupakan elemen yang amat penting dalam kesuksesan seseorang.  Jika orang punya konsep diri yang rendah, bisa dipastikan dia akan sulit berhasil.  Namun begitu pula kebalikkannya jika seseorang punya konsep diri yang tinggi maka kesuksesan akan lebih mudah dia raih.  Seseorang yang berpendidikan tinggi namun punya konsep diri negative akan kalah dengan seseorang dengan pendidikan pas-pasan namun mempunyai konsep diri yang amat positif.

Konsep diri terdiri dari  3 hal:
Self Ideal
Diri yang ingin kita mencapainya.
Pengaruh:menentukan arah hidup kita.
Self Image
Cara melihat diri sendiri dan berfikir mengenai diri pada waktu sekarang (saat ini).
Pengaruh:menetukan prestasi masa sekarang.
Self esteem
Seberapa suka kita terahap diri sendiri.
Pengaruh:menentukan semangat, antusiasme dan motivasi diri.

Konsep diri dapat ditingkatkan dengan sangat cepat dengan cara merubah citra diri (self Image) anda.  Karena ketika anda melihat diri anda sendiri dengan cara yang berbeda, maka perasaan anda akan berubah, berubahnya perasaan akan merubah  tindakan anda, dan ketika tindakan berubah hasil yang anda dapatkan juga akan berbeda.

Terus bagaimana cara mengubah citra diri  (self image) dengan mudah?  Sabar…rileks aja …sebelum anda tahu caranya, akan lebih baik lagi kalau anda memahami terlebih dahulu tentang hubungan citra diri dengan submodality.

Citra diri sebenarnya tersimpan dipikiran dalam bentuk submodality. Jadi yang kita perlukan adalah melakukan penyesuaian (adjustment) agar citra diri tersebut mendekati atau sama dengan self ideal (diri ideal yang kita tuju).  Ketika ketika self image berubah jadi lebih positif maka self esteem kita akan naik jadi lebih positif lagi, artinya kita akan semakin menghargai diri kita sendiri.

Teknik:
Sebaikanya lakukan hal ini dengan ditemani partner, yang akan meng-elicit (menggali) submodality dan akan mencatanya.

1.    Elicit Submodality self ideal (diri ideal yang anda inginkan)
Diri ideal ini bisa berupa anda di masa depan ketika anda merasa ideal, atau bisa juga memunculkan idola atau orang yang anda ingin jadi seperti dia.
2.    Elicit Submodality self image
Mintalah clien untuk memunculkan dirinya sendiri dalam pikirannya, lalu elicit sub modalitynya
3.    Lihat perbedaannya
4.    Lakuakan penyesuaian (adjustment)
Ubah submodality self image di seseuaikan dengan sub modality self ideal.
5.    Test
Minta kembali clien memunculkan dirinya sendiri dalam pikirannya, dan tanyakan apakah merasa berbeda menjadi lebih baik?

Ingat, seseorang bereaksi terhadap “map” nya masing-masing dan ketika map nya dirubah maka respon dan perilaku dia akan otomatis berubah.  Secara otomatis perilaku dia dalam keseharian akan berubah, mungkin menjadi lebih percaya diri, menjadi lebih bersemangat, lebih optimis atau mungkin punya gairah yang semakin tinggi untuk mencapai cita-cita.

Variasi:
Bisa juga dilakukan sendiri, dengan cara yang sama.  Hanya saja anda punya 2 peran, di elicit sekaligus meng elicit.

Teknik yang sederhana ini ternyata mampu mengubah konsep diri dengan cepat, karena “critical” (hal yang dianggap paling penting) dari konsep diri ini adalah self image, dan ketika self image di rubah secara otomatis self concept akan berubah juga.  Cara ini bukan hanya baik untuk anak tapi juga remaja dan orang tua.  Karena semua orang punya konsep diri.

Salah satu cara meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri (self ssteem) adalah dengan berfikir tentang seseorang yang anda tau sangat mencintai anda, ingat dan munculkan kembali ingatan tentang seseorang tersebut, salami dan nikmati pengalamn itu, semakin anda mengingat hal tersebut self esteem anda juga akan meningkat.

Pertanyaanya sekarang adalah.  Bagaimana konsep diri anda?sudahkah anda memeriksa dan menaikkan kualitasnya?

Salam Super NLP
NB: Bagi pembaca yang belum mengerti cara meng elicit submodality dan apa saja yang di elicit silakan email ke: hendriharjanto@gmail.com

4 Comments for “Ubah Submodality Untuk Tingkatkan Self Concept”

  • Fitra says:

    Wow

    What a inspiring wrote Mas Hendri Har !

    Skrpsi sy mengenai Konsep Diri
    jadi ingat waktu menyusun skripsi dulu :-)

    o, ternyata bisa Konsep Diri bisa di upgrade dgn submodality ya ?

    Kalo dulu sy tau, anak-anak STM yg sy teliti bisa sy kasih teknik ini nih !

    Yah semoga ke depannya, bisa sy manfaatkan teknik ini !

    Barakallah alaik

    Salam hangat dari Sukabumi

    btw, blh dunks dishare ke sya di fitra.faturachman@yahoo.co.id, mengenai cara meng elicit submodality dan apa saja yg di elicit

    tq

  • dhien says:

    Subhanallah,
    Dahsyat,
    Sore ini, detik ini, ternyata Allah mendengar jeritan hati
    Saat saya ingin sekali tahu tentang cara meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri
    akhirnya kutemukan jawabanya

    Mas Hend, bagaimana untuk mempertahankan self esteem yang sudah kita bangun (misalnya dengan sudah berulang kali mengingat seseorang sangat mencintai saya, ingat dan munculkan kembali ingatan tentang seseorang tersebut, salami dan nikmati pengalamn itu) di hubungkan dengan gejolak label/ self image kita yang secara langsung atau tidak langsung telah dicitrakan negative oleh orang lain, dan bagaimana cara mensosialisakan self esteem kita kepada orang lain.
    Balas di email ku ya..
    dhien_setiani@yahoo.com
    Barakallahu laka wa ja’ala baraka ‘alaikuma fi khair (he2 doa pernikahan)
    Jzakallah

  • Hendri says:

    He..he…mas Fitra ini bisa aja, Semua aja yang di elicit, cari aja driver submodalitynya (submodality yang paling berpengaruh ketika di ubah). Elicit submodality self idealnya…lalu bandingkan dengan submodality self imagenya…jadi yang di otak-atik submodality yang self imagenya. Dari pandangan saya pribadi self image dan self esteem memgang peranan penting banget bagi perkembangan hidup seseorang. Self image letaknya di level yang mata tinggi yaitu dalam neuro logical level yitu identity. Wah tentunya kaalu dilihat dari sudut pandang psikologi islami mas fitra bisa dishare lebih banyak lagi dong….

  • Hendri says:

    Dhien…Mau persiapn buat nikah ya…he…Teknik yang saya share berdasar pada salah satu yang dipelajari di NLP yaitu submodality. Submodality adalah bagaiman pikiran kita menyimpan apapun dalam pikiran kita. Nah cara mudahnya seperti ini….coba pikirkan tentang diri dhien sendiri, muncul gambarnya? suara? atau perasaan? nah pasti muncul salah satunya atau mungkin semuanya kan. Nah yang di otak-atik ya itunya…jadi caranya sedikit berbeda dengan yang dhien sebutkan.

    Kita tidak harus mensosilisaiskan self esteem kita pada orang lain, karena self esteem kita terlhat pada perilaku kita. Contoh jika orang tidak percaya diri, biasanya self esteemnya kurang bagus. Nah kalo self esteem bagus dia akan melihat dirinya sendiri sebagai ornag yang bisa, dan diapun kan percaya diri.

    Kapan2 latihan bareng aja yuk…


Leave a Comment

More from category

“Ndemok-Ndemok” Pattern – The Double Ambiguities

Oleh : Rudi Tamrin, Licensed Practitioner of NLP ™ Sementara Anda mempertanyakan judul ditulis di atas, saya sarankan [Read More]

EFT & Submodality NLP

Oleh : Qodrisyah, Licensed Practitioner of NLP (TM) DOR…TAR…TER…TOR…suara petasan bersahut-sahutan…anak-anak [Read More]

Membuang pengalaman buruk dengan Submodality

Oleh : Sugeng Harjono, Licensed Practitioner of NLP (TM) Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi pada sekitar bulan [Read More]

NLP untuk tenangkan anak yang sedang sakit

Oleh : Sari Sasomo, Licensed Practitioner of NLP (TM) Saya mau berbagi pengalaman dalam penggunaan NLP yang sangat [Read More]

Apa Yang Tak Mungkin Dipelajari? Memodel-lah…

Oleh : Endah Kurniadarmi, Licensed Master Practitioner of NLP (TM) Anakku yang bungsu lebih banyak bergerak lewat [Read More]

Insider

Archives