Tuhan selalu Membantu Kita
November 8, 2008
Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™
Semula judul artikel ini adalah Terapiku Gagal, Tuhan Tolonglah Aku …, Tuhan Tolong Kami … kemudian berubah lagi menjadi Tuhan Menolong Kita … sudah sreg tapi masih kurang … dan berubah menjadi “Tuhan selalu Membantu Kita”.
Presupposition yang baik dan bermanfaat itulah yang diinginkan dalam artikel ini agar pembaca mendapatkan efek positif saat membacanya. Presupposition memang sangatlah penting karena itulah harus harus menjadi prioritas dan harus dipikirkan secara matang. Karena presupposition itu juga lah mengapa judul artikel ini sampai berubah lima kali, rasanya baru kali ini judul tulisan yang pernah saya buat berubah beberapa kali.
Judul yang sangat memuaskan menurutku !
Tentu saja!
Judul ini mempunyai arti yang begitu dalam dibandingkan dengan keempat judul lainnya.
Kenapa?
Dalam judul ini saya menempatkan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu sebagai sosok yang tinggi dan mulia yang sangat kasih serta sayang dan selalu membantu kita semua.
Tuhan bukan hanya membantu saya atau kami saja tapi ‘kita’ (kita yang dimaksud adalah semua orang, terutama yang membaca artikel ini).
Ups … sebetulnya ini bukan membahas presupposition …. Mari kita mulai membahasnya …
‘Wah … terapinya nggak bagus …
Pada saat saya bermain dengan teman-teman dan menyanyi riang di gunung yang mengalir air terjun yang jernih di belakangnya, ternyata banyak sekali di sana penolakkan’Duh gagal neh.… kataku, wah salah ucap mesti di coret dua kali.
Jadi ingat kalau ternyata tidak semua orang cocok atau bisa menerima terapi yang sama, karena itu mesti “TOTE”! Oke deh …
Perlu dilakukan elicit lagi rasanya (elicit kok rasa piye tho)… dan yes …!
Ada informasi penting bisa didapatkan lagi …!
Ya …, ternyata dia tidak merasa bahagia pada saat bermain di gunung padahal gambaran tadi sudah menyenangkan lho? (Makanya jangan sok tau, mestinya dielicit lebih lengkap).
Dia hanya merasa sangat bahagia saat menghadap Tuhan (biar saja, tidak semua orang sama manusia memang uniq).
Oke siapa takut …!
Oke kita mulai lagi:
- Duduk yang manis dan rileks … dan tutuplah mata … bila merasa menutup mata membuat nyan,
- Kemudian diminta untuk menghilangkan gambaran masalah yang ingin dihilangkan.
- Sudah hilang …,
- Oke bagus…,
- Sekarang sa’atnya mengganti gambaran yang hilang menjadi gambaran yang baru yang sangat menyenangkan …,
- Sekarang lompatlah ke Singgasana Tuhan dan bersyukurlah atas nikmat yang telah diberikan kepada ‘kita’ selama ini,
- Biarkan cahaya kasih Tuhan sebagai tanda cinta dan kasihnya kepada ‘kita’ menyinarimu, nikmatilah dengan sepenuh kasih …
- Semakin menikmati cahaya kasih Tuhan, semakin berlipat cinta kasih yang diberikan Tuhan kepada ‘kita’ …
- Oke bagus …,
- sekarang dalam hitung 1 s/d 3 dan pada hitungan ketiga bukalah mata perlahan…, sambil membuka mata perlahan nikmatilah kasih Tuhan bersama-sama.
- Selesai.
Kali ini terapinya berhasil … dengan sangat baik! Alhamdulillah ….
Rasa rendah dirinya hilang demikian juga pikiran negatifnya, sekarang dia merasa menjadi manusia baru yang punya rasa percaya diri yang bagus dengan pikiran yang positif.
Terima kasih Ya Tuhan, engkau selalu membantu kita …! Betul sekali Tuhan selalu membantu kita semua.
Dalam bisnis, tentu saja sering dijumpai permasalahan seperti ini staf yang rendah diri dan berpikiran negatif selalu ada. Bahkan tidak sedikit, tentu saja ini kurang menguntungkan.
Pikiran negatif bahkan bisa merusak sistem yang telah dibentuk dalam waktu yang lama oleh perusahaan.
Coba bayangkan bagaimana apabila sebuah perusahaan mempunyai tenaga penjual serta manajer mempunyai rasa rendah diri dan berpola pikir negatif?
Jawabnya: …. … …(lebih baik pembaca menilai sendiri jawabannya daripada ditulis tapi di kasih coretan seperti ini).
Sekarang mari kita bayangkan apabila orang-orang tersebut bisa kita ubah hampir 100% dengan percaya diri yang tinggi serta pola pikir positif?
Jawabnya: Produktifitas ! Tentu saja !
Ayo mulai sekarang, kita bersama-sama merubah pikiran-pikiran negatif orang-orang terdekat dan orang-orang di sekitar kita menjadi menjadi orang-orang berpikiran positif. Mari bersama-sama meningkatkan ‘produktfitas kita’.
Dengan meningkatnya produktifitas kita, kita semakin yakin kemakmuran Ibu pertiwi yang sangat kita cintai ini, sudah berada dipelupuk mata.
Mari …! Ayo….!, Let’s Go …!

Posted in 

content rss
November 12th, 2008 at 8:26 am
Bagus artikelnya,
Pembahasan presuposisi yang ciamik
Let’s Go!
November 19th, 2008 at 2:26 am
oke mas Ronny
hasil belajar di slb