Nulis Artikel NLP Sebulan Dua Kali Siapa Takut?
November 5, 2008
Oleh : Supartono Muhammad, Licensed Practitioner of NLP ™
Ada keraguan setelah saya kirim email bahwa saya akan menulis artikel setiap bulan dua artikel. Banyak alasan yang bermunculan dipikiran, mulai dari bagaimana cara membagi waktu, sampai dengan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan lainnya.
Keraguan tersebut ternyata hilang dengan segera saat saya ingat ANCHOR yang tertanam selama berlatih sebagai berikut:
• Sejak kapan ‘menulis dua artikel sulit’.
• Apa yang mencegah saya untuk tidak ‘menulis dua artikel dalam sebulan?’
• Program yang sudah pernah dijalankan pasti akan bisa dijalankan kembali.
Sejak itulah Limiting Belief langsung menghilang dan tangan ini segera kembali ke Lap Top untuk menuliskan ide pokok tulisan ini.
Agar lebih jelas mari kita perjelas bersama kenapa ketiga hal tersebut bisa menghilangkan keraguan saya untuk menulis 2 artikel dalam satu bulan.
1. Sejak kapan ‘menulis dua artikel sulit’.
Ya…, sejak kapan menulis dua artikel saja sulit. Kata-kata tersebut meledek saya, sehingga saat kata tersebut terdengar yang tergambar adalah si kucing sedang di ejek oleh si tikus dalam seperti dalam fil kartun anak-anak ‘Micky Mouse’. Suara tersebut menjadi sedemikian lucunya ditelinga saya sehingga kalo ngga bisa menulis dua artikel NLP dalam satu bulan menjadi lucu. Limiting Belief sudah terlanjur berubah menjadi lelucon apa mau dikata?
2. Apa yang mencegah saya untuk tidak ‘menulis dua artikel dalam sebulan?’
Nyatanya tidak ada yang melarang saya untuk menulis dua artikel perbulan, istri, anak-anak bahkan partner kerja seneng-seneng saja saya nulis artikel. Jadi kesimpulannya yang ngelarang ‘kalaupun ada’ hanya gambaran hal tersebut di otak, kan mudah saja tinggal gambar tersebut dipindah ke gambara ‘Micky Mouse’.
3. Program yang sudah pernah dijalankan pasti akan bisa dijalankan kembali.
Beruntungnya saya …., pada tahun 2001 s/d 2002 ‘Tribun Kaltim koran di bawah bendera Presda milik Kompas’ sempat memberikan kepercayaan kepada untuk menjadi pengisi rubrik Griya yang terbit setiap hari Minggu.
Selain ketiga hal tersebut di atas masih ada beberapa hal lagi yang memperkuat ketiga ANCHOR tersebut di atas:
4. Ide ada dimana-mana.
NLP merupakan ilmu yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti: di rumah, kantor, pasar, ketemu anak dan istri, ktemu klien, jualan, negosiasi sampai dengan tulisan wartawan di koranpun bisa dianalisis menggunakan NLP dan dijadikan artikel. Jadi kenapa saya mesti ragu untuk menulis dua artikel dalam sebulan, bisa lebih banyak lagi dong.
5. Memodel penulis Idola.
Hermawan Kartajaya, layak untuk dijadikan model untuk kasus ini. Konon menurut pak Bambang Suyono beliau bisa menulis tujuh artikel dalam satu malam, yang siap didistribusikan ke korang atau majalah.
Ide, kreatifitas, semangat dan produktivitasnya saya model dan berhasil. Lahir tulisan ini, tentu saja akan lahir juga tulisan-tulisan berikutnya.
Lima hal tersebut di atas saya coba lakukan untuk mengatasi keraguan dalam menulis dua artikel NLP sebulan. Bagaimana dengan temen-temen semua.

Posted in 

content rss
November 6th, 2008 at 12:20 am
Mas Tono,
Artikel yang luar biasa.
Benar-benar menunjukkan kualitas seorang pembelajar yang REAL PRACTITIONER!
Inilah manfaat NLP, dipergunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan riil dalam kehidupan sehari-hari. Mulai sekarang juga!
Salut!
November 6th, 2008 at 9:41 am
Terima kasih …
Semoga bermanfaat
November 7th, 2008 at 4:13 am
Bagus pak, jika seperti itu pasti semua orang juga bisa menulis artikel, yah tidak harus untuk dipublikasikan minimal untuk catatan bagi diri sendiri atau dapat membantu dalam pekerjaannya.
Yang penting kemauan dari diri kita sendiri paling tidak ada usaha untuk mencoba jangan belum mencoba tapi sudah pesimis duluan.
Salut pak,
semoga lebih maju dengan artikel-artikel lainnya.
November 7th, 2008 at 11:22 am
Tulisan yang luar biasa …
Dengan membaca tulisan ini saya yuwaakin byyangett..orang – orang ( siapakah orang -orang itu?? ) yang selama ini beranggapan sulit untuk memulai sesuatu yang baru dari hidupnya seperti menulis artikel, mengajar dan lain sebagainya.. akan segera memutar balik film keyakin akan hal itu.. dan langsung akan berkata” walah cek gampange rek” begitu kita menentukan kemauan dengan berkata” SO What do you want???
kalau NLP bilang pikiran itu harus ada arahnya untuk satu tujuan dan kemauan, maka marilah kita tentukan arah pikiran kita SEKARANG, untuk menulis rame- rame disini..supaya lebih bisa mewarnai perkembangan NLP di Indonesia tercinta ini….
Salam sukses & berkelimpahan
November 7th, 2008 at 12:59 pm
Buat Nisa dan Mas Noer,
Semoga bisa menjadi modal untuk kita berkarya lebih baik lagi.
Salam sukses & berkelimpahan juga
mastono
November 9th, 2008 at 12:24 am
Seperti sudah saya sampaikan, Mas Tono (iki jeneng siji po loro, to?) artikel ini mengubah niat saya dari Kontributor separo-separo, menjadi Kontributor Tetap. Tenan mas. Anda telah meyakinkan saya ….
Tiru mbah Dukun, saya ikut mengucapkan: Salam sukses & berkelimpahan)
wap
November 10th, 2008 at 1:56 am
Heem tulisan yang muantaap … memang mas Tono seorang pembelajar sejati, lebih huebatnya beliau adalah pem”bekal” yang luar biasa… saya tunggu bukunya yang mau diterbitkan …
SUkses SElalu,
BSY
November 10th, 2008 at 4:29 am
Luar biasa….. memang Maknyus tulisannya. Tapi bukan cuma tulisannya, prakteknya juga maknyus. Udah 2 artikel boo
November 10th, 2008 at 12:43 pm
mas Henry Yonathan & pak Bambang,
Program sudah berjalan berarti tinggal mendorong …
ingat film-film lucu … bukan saru kalau lagi malah
salam berkelimpahan
November 10th, 2008 at 12:45 pm
Pak Wid,
Mantap … semoga ada waktu untuk berbagi …
salam berkelimpahan
November 11th, 2008 at 9:55 am
wah.. Pak Tono sudah menghentakkan dunia tulis menulis dengan artikel ini.. Ye$$$… Menulis itu Guammpiinng.!!
Terus MENULIS Pak Tono.!!!
November 15th, 2008 at 8:28 am
Mas Wid,
Saya suka tulisannya. Sederhana, lancar dan berbobot. Betul2 Kompas sejati.
Nice to know you bro.
November 26th, 2008 at 10:10 am
Pak Kesna,
Sejak kapan Anda mengganti nama Mas Tono menjadi Mas Wid? atau saya yang salah sebenarnya nama mas Tono itu Widyatono Martono?
Just Kiiding
Very interesting topic, Mas Tono,
Maaf baru sempat baca artikelnya.
Keep writing Bro,
It inpire me to write soon
November 15th, 2009 at 3:05 pm
Wah selamat.. BTW saya juga nulis blog untuk menyemangai kawan2 yang pengen nulis http://www.writingspirit.tk (atau klik nama saya di komen ini)
Salam
hmcahyo
Forum Lingkar Pena Malang
May 9th, 2010 at 11:44 am
Oya sobat ,,trimakasih ya tips dan triknya sangat berguna. bisa minta tolong komentar juga ya di salah satu judul di blog aku. karena aku baru buat blog jadi ingin agar blog aku cepat di index google….
Trimakasih